November 14, 2008 • 6:19 am
SUMBER : NAKITA
Meski namanya cacar air, penyakit ini sama sekali bukan disebabkan kegemaran si kecil main air.
Cacar air atau yang disebuat chicken pox disebabkan oleh virus varisela zooster. “Namanya juga virus, tentu ada di mana-mana dan keberadaannya sulit dideteksi dengan mata telanjang,” ungkap dr. H. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K).
Penularan cacar air bisa melalui percikan udara dari sekresi lendir, batuk maupun bersin. Sementara penyebab penularan yang paling potensial adalah kontak langsung pada lesi/bintik berisi cairan.
“Harap diwaspadai, ketika di kulit mulai muncul bintik dengan cairan yang masih jernih, itulah masa yang paling menular,” ujar dokter spesialis anak dari Subbagian Infeksi dan Pediatri Tropis, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Baru setelah bintik-bintik itu berubah warna menjadi hitam, maka tidak menular lagi.
Read the rest of this entry »
Filed under: CACAR AIR , CACAR AIR
sumber : http://www.anakku.net/content/cacar-air-di-kala-hamil
Cacar air atau varicella yang disebabkan virus herpes memang amat mudah menular. Dikalangan anak-anak, rasanya lumrah saja mereka terkena penyakit dengan gejala bintil-bintil merah berair ini. Tapi, bagaimana bila Anda sedang hamil? Penurunan daya tahan tubuh selama hamil menjadikan Anda lebih rentan terhadap penyakit ini meskipun saat kecil Anda pernah menderitanya.
Bisa menulari janin
Penularan virus cacar air biasanya melalui saluran napas seperti cairan hidung, dahak, air liur, atau bersentuhan. Penularan ke janin juga bisa terjadi lewat ari-ari. Masa dari masuknya kuman hingga muncul gejala (inkubasi) adalah 10-12 hari dengan periode infeksius (viremia) yang dapat menularkan pada orang lain sekitar 1 minggu sejak terkena kuman.
Ibu hamil yang terkena cacar dapat menambah risiko pada janin seperti kematian janin atau sindroma varicella kongenital berupa kelainan bentuk dan saraf yang berat pada bayi hingga keterbelakangan menal. Juga, bayi bisa lahir prematur. Ibu pun bisa terkena komplikasi seperti radang paru-paru atau radang otak.
Read the rest of this entry »
Filed under: CACAR AIR, KEHAMILAN , CACAR AIR, KEHAMILAN
sumber : www.sehatgroup.web.id
Untuk mengemat waktu dan tenaga dalam penyiapan makanan bayi, kita bisa memasak dalam jumlah agak banyak. Cara penyimpanannya: setelah dimasak, dinginkan makanan lalu tuang ke dalam blok es (cetakan es batu) lalu bekukan. Setelah beku, keluarkan dari cetakan, lalu masukkan 2-3 potong (sesuaikan untuk 1 porsi) ke dalam kantong plastik ukuran kecil. Apabila akan disajikan, keluarkan sejumlah sesuai kebutuhan.
Jangan pernah menyimpan sisa makanan dari piring bayi (misalnya sisa makan siang disimpan dan diberikan lagi malamnya). Selalu ambil porsi sedikit saja sesuai kebutuhan perut bayi kita.
Bekas air liur bayi yang menempel di sendok (lalu piring) dapat menjadi asal tumbuh kembangnya bakteri.
Agar tidak mubazir, ambil makanan dalam porsi sedikit. Jika memerlukan tambahan, ambil makanan dari wadahnya menggunakan sendok yang bersih.
Jangan pernah meninggalkan makanan yang belum ataupun sudah dimasak di atas meja dengan suhu ruangan lebih dari 1 jam.
Tempelkan label yang bertuliskan keterangan isi dan tanggal pada kemasan sebelum memasukkannya dalam pembeku. Atur kemasan sedemikian rupa agar yang berada di deretan terdepan/atas adalah kemasan makanan yang paling lama.
Makanan beku harus berada pada temperatur 0 derajat atau kurang dari 0 derajat.
Makanan di dalam freezer memiliki waktu penyimpanan yang bervariasi, dari 1 sampai 3 bulan; namun sebaiknya makanan bayi yang sudah dibekukan digunakan dalam waktu maksimal 1 bulan.
Makanan beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali tanpa dimasak terlebih dahulu.
Makanan yang sudah disiapkan dan dimasak harus disimpan di lemari es maksimal 48 jam, setelah itu harus langsung dimakan atau dibekukan atau dibuang.
JANGAN PERNAH MEMBEKUKAN MAKANAN DALAM WADAH KACA
Botol bekas makanan bayi tidak dibuat untuk dibekukan di lemari es. Wadah yang tidak secara khusus dibuat untuk pembekuan kemungkinan akan retak dan meninggalkan serpihan2 yang teramat sangat kecil, selain itu juga ada kemungkinan botol tersebut bisa pecah secara tiba-tiba. Walaupun banyak orang tetap menggunakan botol bekas tersebut, kami tidak menyarankan penggunaannya dengan alasan apapun! Lagipula, anda kan membuat sendiri makanan bayi karena anda ingin bayi anda dengan alasa kesehatan dan agar dia mendapatkan nutrisi terbaik; lalu mengapa anda mengambil resiko dengan membekukan makan di dalam botol tersebut? Di pasaran banyak terdapat botol kaca yang memang dibuat untuk disimpan di freezer dan wadah-wadah tersebut sama sekali tidak berbahaya.
Filed under: MPASI , MPASI
sumber : www.sehatgroup.web.id/file milist sehat
Mungkin anda sudah sering mendengar, “Jangan tambahkan gula atau garam pada makanan bayi”. Bagaimana dengan menambahkan bumbu-bumbu yang lain untuk membangkitkan selera makan bayi anda? Dalam topik ini kita akan membahas mengenai penambahan bumbu dapur pada makan bayi buatan anda.
Saat anda membuat makanan sendiri untuk bayi anda, anda melakukannya untuk berbagai alasan yang bersifat pribadi. Salah satu dari alasan yang biasa dikemukakan oleh para orang tua yang membuat makanan sendiri untuk bayi mereka adalah karena mereka dapat mengendalikan apa yang dimakan oleh bayi mereka. “Kendali” ini dimaksudkan agar bayi anda memakan makanan yang sehat dan bergizi tanpa ada tambahan penyedap atau pengawet yang biasanya terdapat di dalam makanan instan. Zat tambahan ini biasanya dimasukkan ke dalam makanan pada berbagai variasi “Makanan Tahap 2”, “Makanan penutup”, “Makanan Tahap 3” dan “Makanan untuk batita”. Bila anda membaca label yang ada pada makanan-makanan seperti ini, anda mungkin akan bertanya-tanya, “Bila di dalam makanan instan ini terdapat gula dan kayu manis, mengapa saya tidak boleh menambahkan sedikit bumbu tersebut ke dalam makanan buatan saya?” Kami memang tidak menganjurkan penambahan gula atau garam di dalam makanan buatan anda, tapi kami menganjurkan untuk menambahkan bahan-bahan lain untuk menambah rasa pada makanan bayi buatan anda.
Sering kali bila kita memikirkan bumbu penyedap untuk makanan yang
Read the rest of this entry »
Filed under: MPASI , MPASI
sumber : www.sehatgroup.web.id/file milist sehat
Jangan pernah memberi garam (maupun bumbu penyedap lainnya: merica, kaldu bubuk, gula, dll) pada makanan bayi kita. Pemberian garam (yang mengandum sodium) terlalu dini kepada bayi bisa menyebabkan ginjal mereka rusak. Selain itu, pada saat mereka dewasa, mereka lebih mudah terkena hypertensi (tekanan darah tinggi).
INGAT: Bayi tidak mengenal definisi hambar karena mereka baru belajar mengenai rasa. Kalau kita membiasakan pemberian makanan non-hambar sejak dini, bayi pun akan gampang menolak makanan yang cenderung hambar saat dia dewasa. Perhatikan saja kita sendiri, makan apapun selalu diberi ekstra garam, atau ekstra sambal, atau ekstra gula, atau ekstra kecap dan bahkan ekstra vetsin! (WM/DS/PP)
Sumber
Safely Preparing Homemade Baby Food,
http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm
Filed under: MPASI , MPASI
Komentar Terakhir