Archive for November, 2008
Perilaku Anak Berawal dari ASI
sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2008/11/05/brk,20081105-144030,id.html
Rabu, 05 November 2008 | 09:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ada Adi, 4,5 tahun, berarti ada keributan. Boleh jadi itu ungkapan yang tepat untuk bocah Taman Kanak-kanak itu. Pertengkaran tak cuma terjadi dengan temannya di sekitar rumah, di sekolah pun begitu. Ibunya mengeluh, tapi anak lelaki itu tak surut juga bertingkah-polah secara berlebihan. Cepat beradu mulut plus ringan tangan dan kaki.
Ada kemungkinan pemicunya memang beragam. Namun, bila menilik sebuah penelitian terbaru tentang kaitan asupan air susu ibu (ASI) dengan perilaku dan mental anak, ada baiknya si ibu bertanya kepada diri sendiri, “Apakah si anak mendapat ASI dalam masa yang cukup?”
Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai sang anak di masa depan. Studi baru seperti dikutip dari HealthDay News ini menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah melaporkan adanya masalah perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun fase pertumbuhannya. Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI selama satu tahun.
“Ini merupakan indikasi jika memberi ASI selama pertumbuhan dapat memiliki efek pada anak,” kata Hobbs. Studi melibatkan sekitar 100 ribu partisipan dari usia 10 bulan hingga 18 tahun. Dalam penelitian, orang tua ditanya seputar pemberian ASI dan perilaku dan mental anaknya.
Menurut spesialis anak, dr Soedjatmiko, selama proses menyusui akan terjadi interaksi penuh kasih sayang antara ibu dan buah hatinya. “Bayi merasa aman, nyaman, dan dilindungi sehingga terbentuk attachment basic trust sebagai landasan utama perkembangan emosi yang baik di kemudian hari,” ujarnya.
Konsultan laktasi, dr Utami Roesli, SpA, mengungkapkan, bayi yang terpenuhi asupan ASI akan memiliki emotional quetient (EQ) dan spiritual quetient<(SQ) yang baik. “Ini yang akan membentuk behave-nya,” ucapnya. Dibanding susu formula, menurut dia, kontak langsung dari kulit ke kulit membuat buah hati lebih merasa dekat. “Ketika menyusui juga ada rangsangan terhadap panca inderanya. Bayi akan merasakan, melihat, mencium, dan mendengar sesuatu yang ada di dekatnya, termasuk keintiman dengan ibunya.” Anak yang diberi ASI akan tumbuh lebih cerdas dan sehat dibanding bayi dengan susu formula,” kata Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia itu.
Keampuhan ASI pun sudah terbukti. Utami memberi contoh Skandinavia dan Swedia, dua negara yang sangat mendukung asupan maksimal ASI kepada bayi dengan membuat kebijakan cuti bagi orang tua. “Bukan cuti hamil untuk ibunya saja,” ujarnya. Di kedua negeri itu, cuti dapat diambil satu tahun penuh. Empat bulan pertama pasangan suami-istri tetap mendapat 100 persen gaji. Mulai bulan kelima, gaji dibayar 80-90 persen. “Kebijakan ini yang membuat anak-anak di Swedia dan Skandinavia cerdas dan sehat. Di sana juga sangat sulit ditemukan susu formula,” ia menambahkan. Lagi pula, ia menegaskan, menyusui itu merupakan proses bertiga, yakni istri, suami, dan anak.
Adapun pemenuhan ASI sudah harus dilakukan sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan tanpa dicampur makanan atau cairan lain meski air putih sekalipun. “ASI diperlukan hingga usia bayi 2 tahun, tapi dengan makanan pendamping,” kata Utami. Dari data yang dimilikinya, tercatat anak yang disusui ASI, IQ-nya lebih tinggi 12,9 poin pada usia 9 tahun.
Berdasarkan penelitian American Academy of Pediatrics, asupan ASI pada bayi juga membuat anak terhindar dari penyakit infeksi, seperti diare, radang paru-paru, dan radang otak. Studi juga mengindikasikan mereka lebih rendah risiko terkena obesitas, diabetes, dan kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan enzim dalam ASI mendukung sistem pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Terutama dari kandungan yang terdapat pada susu jolong atau kolostrum–cairan kuning kental pada awal menyusui sampai hari keempat dan ketujuh.
Tidak hanya untuk anak, menyusui juga sangat fungsional untuk kaum ibu. Menurut Utami, bagi ibu menyusui akan mencegah risiko anemia. Menyusui secara eksklusif selama enam bulan berdampak pada penundaan haid. Dengan demikian, ibu dapat menyimpan zat besi dan mencegah terjadi defisiensi zat besi yang memicu anemia. Lalu, isapan bayi pada payudara ibu juga akan mencegah perdarahan setelah melahirkan dan mempercepat involusi uterus (pengecilan rahim kembali). Selain itu, dapat mengurangi risiko terjangkit kanker payudara dan ovarium. “Banyak penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara infertilitas dan tidak menyusui dengan peningkatan risiko terkena kanker,” ucap Utami. Walhasil, dia menyimpulkan bayi akan sehat secara fisik, intelektual sekaligus emosional, jika hak ASI anak dapat dipenuhi oleh sang ibu.
Heru Triyono
Add comment November 28, 2008
Blood in Breast Milk
source : http://www.loveyourbaby.com/blood-in-breast-milk.html
It can be frightening to find blood in breast milk. The general reaction to blood in any situation is distress and concern. You may be worried that the blood signifies a serious medical condition or you may be nervous that the blood can hurt your baby.
In most cases of blood in breastmilk, the only treatment is time. There is usually not much pain, unless the nipples are cracked or injured, or the breast tissue is very tender due to engorgement.
The bleeding will not harm your baby and it is fine to keep breastfeeding. Blood in breast milk is not uncommon. In cases during late pregnancy or during the first weeks after child birth, the blood is usually due to broken capillaries and intraductal papillomas.
In some cases it may appear that there is blood in the milk when it is actually coming from a cracked or sore nipple . Your baby will not be harmed by swallowing this blood and it will pass through in your baby’s stool.
Causes of Blood in Breast Milk
“Vascular engorgement” or Rusty Pipe Syndrome
The blood is caused by slight internal bleeding due to increased blood flow and development of the breast tissue in late pregnancy and is most common in first time mothers. It is more common in both breasts though it can happen in one breast. It is usually painless. This form of blood in the breast milk has been nicknamed, rusty-pipe syndrome, due to the rusty color of the milk.
Broken capillaries
Rough handling of the breast tissues as seen in improper use of a breast pump has been known to cause blood in breast milk.
Intraductal Papillomas
Benign, harmless tumors in the milk ducts may cause bleeding. Such a tumor is usually only found in one breast and does not cause lumps that can be felt. Sometimes intraductal papillomas are painful. The bleeding usually stops on its own without any kind of treatment.
It can be reassuring to consult a medical doctor about finding blood in your breast milk.
The blood will not harm your baby and it is recommended to continue breastfeeding as usual.
Add comment November 27, 2008
Bandara Thailand Ditutup
sumber : http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=41177
* Geng Somchai Tembaki Aktivis : Penerbangan Jakarta-Bangkok Dibatalkan
BANGKOK – Bandara internasional Suvarnabhumi Thailand di Bangkok lumpuh Rabu kemarin akibat diblokade puluhan ribu demonstran antipemerintah. Sedikitnya 3.000 penumpang masih telantar di bandara.
Kemelut dikhawatirkan akan meluas menjadi pertikaian antara kubu pendukung pemerintah dan kubu oposisi. Insiden penembakan kembali terjadi Rabu kemarin. Sekelompok pendukung pemerintah di Chiang Mai, Thailand utara, menembak seorang aktivis antipemerintah hingga tewas.
Kelompok itu menyeret korban keluar dari mobilnya sebelumnya kemudian menembaknya. Korban adalah seorang pria berusia 50-an tahun. Putra korban adalah pengelola stasiun radio kecil antipemerintah.
Para pemrotes antipemerintah masih menguasai kompleks bandara, Sebagian demonstran bahkan menduduki menara kontrol sehingga operasi penerbangan tidak bisa dilakukan.
Setelah demonstran PAD menduduki menara kontrol bandara, kelompok pendukung pemerintah mengatakan akan menggelar aksi tandingan di jalan. Aksi itu dikhawatirkan akan memicu bentrokan lebih parah. ’’Tindakan mereka adalah perbuatan teroris,’’ kata Jatuporn Prompan, seorang politikus partai berkuasa dan pemimpin kelompok Aliansi Demokrasi Menentang Kediktatoran yang anti-PAD.
Seorang sumber partai mengatakan, gerakan PAD dianggap akan mengulang kudeta militer. Kelompok itu akan menggelar demo jalanan menentang keterlibatan militer. ’’Pasti akan terjadi pertempuran,’’ kata dia.
Seluruh jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Bangkok dibatalkan menyusul penutupan bandara. Kepala Kantor Administrator Bandara Bandara Internasional Soekarno-Hatta Herry Bakti mengatakan, ada sekitar tiga pesawat yang membatalkan jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Bangkok pada Rabu kemarin.
Ketiga penerbangan tersebut yakni Garuda, Air Asia dan Thai Air Ways. Ketiga maskapai tersebut biasa mengisi penerbangan tujuan Jakarta – Bangkok sebanyak satu kali per hari. ’’Rata-rata satu maskapai mengisi satu jadwal penerbangan jadi ada sekitar tiga pesawat yang bertolak ke Bangkok,’’ kata Bakti.
Sebanyak 150 penumpang pesawat Garuda nomor penerbangan GA-866 tujuan Bangkok pukul 23.10 WIB harus kembali mendarat ke Bandara Soetta pada pukul 00.00 WIB karena aktivitas di Suvarnabhumi lumpuh. Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah mengimbau WNI di Bangkok untuk waspada. ’’Tidak ada kondisi atau langkah evakuasi menghindari konsentrasi massa, namun KBRI tetap memantau,’’ ujarnya.
Ketika ditanya apakah ada WNI yang terjebak di Suvarnabhumi, Faizasyah mengatakan belum mendapatkan informasi. Ribuan penumpang terpaksa bermalam di bandara dan tidur di bangku-bangku atau sembarang tempat. Sebagian penumpang marah karena petugas bandara kabur saat demonstran berdatangan. ’’Ini memang bukan salah pengelola bandara, namun mereka tetap harus bertanggung jawab atas situasi yang terjadi di sini,’’ kata seorang penumpang.
’’Sebanyak 78 pesawat tidak bisa berangkat atau mendarat. Saya telah diberitahu oleh Thai Airways bahwa 3.000 penumpang terkatung-katung di terminal,’’ kata Direktur Bandar Udara Saereerat Prasutanont.
’’Kegiatan di Bandar Udara Suvarnabhumi sepenuhnya telah ditutup sejak pukul 04.00 waktu setempat (04.00 WIB) baik keluar atau masuk, setelah pemrotes menolak untuk berunding dengan siapa pun kecuali dengan perdana menteri,’’ kata Saereerat.
Kerusuhan
Dia mengatakan, penumpang tidak dapat meninggalkan terminal karena demonstran dari Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD), kelompok utama pemrakarsa aksi itu, telah menutup jalan masuk ke bandar udara itu.
Pemrotes memaksa bandar udara tersebut ditutup sejak Selasa lalu. Unjuk rasa di ibu kota Thailand itu berubah jadi kerusuhan, sehingga 11 orang cedera dalam berbagai bentrokan.
Ribuan pengunjuk-rasa menerobos garis polisi dan menyerbu bandar udara dalam upaya mereka menekan pemerintah Perdana Menteri Somchai Wongsawat untuk mundur.
’’Banyak orang yang bersenjatakan tongkat dan pemukul baseball. Mereka kelihatannya siap berkelahi. Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi,’’ kata Ben Creemers asal Belgia. Pendukung PAD mengamuk di sekitar terminal baru bernilai empat miliar dolar AS itu.
Saat demonstran menyerbu, para pejabat bandara dan perusahaan penerbangan buru-buru meninggalkan lokasi, memasang penutup dan meninggalkan pos mereka.
’’Penerbangan dibatalkan. Itu yang kami ketahui. Penumpang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Kami bekerja untuk perusahaan penerbangan tetapi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi,’’ kata seorang petugas di meja check-in Thai Airways.
Petugas keamanan membatalkan semua penerbangan ke luar bandara. Tidak ada informasi yang disampaikan kepada para penumpang yang telantar mengenai situasi di bandara. Bandara itu melayani 125.000 penumpang per hari. Layar informasi terus menyiarkan keterangan penerbangan secara normal seakan-akan tidak ada aksi demonstrasi yang menduduki bandara.(rtr-gn-25)
Add comment November 27, 2008
Q & A Imunisasi pheumococcal
Question : Dear Dr Wati and SP
Apa kegunaan imunisasi pheumococcal itu dan ada tdkya efek smapingannya ? perlu tdk untuk anak usia2.6thn and 4 thn . DSA nya anak sy bilang itu bagustetapi karena kita tinggal di Asia hanya perlu 1x imunisasinya apa betul ya ? . dI TUNGGU sarannya and informasinya Terima kasih
Salam Ratny
Answer 1 : dear Mbak Ratny,
vaksin pneumococcal adalah vaksin utk mencegah infeksikarena bakteri pneumococcal, antara lain infeksitelinga atau sinusitis, tp kedua penyakit tsb punjarang yang diakibatkan oleh bakteri, kebanyakan oleh virus.berikut jawaban dr. Wati mengenai pertanyaan tsb(posting bln nov 04) :
vaksin pneumococcal tdk ada di indonesia .. tapi kanear inf krnpneumococcal lbh jarang ketimbang akibat virus..
wati
Dan utk info ttg vaksin tsb, berikut dari mayoclinic
neumococcal vaccine: When is it appropriate for olderchildren?
Q: A pediatrician recommended the pneumococcal vaccinefor our preschooler. I thought this was only given toinfants. Is it safe for older children?
A: The pneumococcal vaccine helps prevent pneumococcalinfection. Pneumococcal bacteria cause many illnessesin children younger than 5 years, including:
Bacterial meningitis
Blood infection (sepsis)
Bacterial pneumonia
Ear infections
Sinusitis
Pink eye (bacterial conjunctivitis)
The Centers for Disease Control and Preventionrecommends the vaccine for all children younger than 2years. This age group is at the greatest risk ofserious complications, including death, frompneumococcal disease. But the vaccine is alsorecommended for older children who are at increasedrisk of pneumococcal disease, such as due to:
Chronic lung conditions, such as asthma
Sickle cell disease
HIV infection
Chronic heart conditions
Immune system disorders
The potential risks of the pneumococcal vaccine aresimilar to those associated with other antibacterialvaccines – primarily brief, mild reactions, such asswelling and redness at the site of injection and mildfever. Rarely, a severe adverse reaction may occur.Children who have had a severe reaction after a doseof pneumococcal vaccine shouldn’t receive subsequentdoses of the vaccine.By Mayo Clinic staff AN00170 September 17, 2004semoga menjawab ya….
elfrida
Add comment November 26, 2008
Rangkuman Imunisasi IPD
sumber : milist sehat
Karena adanya informasi penting, rangkuman ini saya revisi.
Apa gunanya vaksinasi IPD?
Acute lower respiratory infections are responsible for two million deaths
per year and a large proportion of these are pneumococcal disease. A recent
study (Cutts F. et al., The Lancet 2005) in The Gambia indicates that more
than one third of these deaths might be caused by the bacterium
Streptococcus pneumoniae. Most victims are children in developing countries.
Pneumonia deaths far outnumber deaths from meningitis. Nonetheless, in
non-epidemic situations, Streptococcus pneumoniae is the main cause of
meningitis fatalities in sub-Saharan Africa; of those who develop
pneumococcal meningitis, 40-75 % either die or are permanently disabled.
Children infected with HIV/AIDS are 20-40 times more likely to contract
pneumococcal disease than children without HIV/AIDS.
A seven-valent conjugate vaccine called Prevnar is designed to act against
seven strains of pneumococcal disease. It has been developed by Wyeth and is
licensed in the United States and several other countries. In the United
States, use of this vaccine has led to a dramatic decline in rates of
pneumococcal disease, not only in immunized children, but also in the
un-immunized population through reduced transmission.
(lagi…)
1 comment November 26, 2008
FDA finds traces of melamine in US infant formula
source : http://news.yahoo.com/s/ap/20081126/ap_on_he_me/infant_formula
By MARTHA MENDOZA and JUSTIN PRITCHARD, Associated Press
Traces of the industrial chemical melamine have been detected in samples of top-selling U.S. infant formula, but federal regulators insist the products are safe. The Food and Drug Administration said last month it was unable to identify any melamine exposure level as safe for infants, but a top official said it would be a “dangerous overreaction” for parents to stop feeding infant formula to babies who depend on it.
“The levels that we are detecting are extremely low,” said Dr. Stephen Sundlof, director of the FDA’s Center for Food Safety and Applied Nutrition. “They should not be changing the diet. If they’ve been feeding a particular product, they should continue to feed that product. That’s in the best interest of the baby.”
Melamine is the chemical found in Chinese infant formula — in far larger concentrations — that has been blamed for killing at least three babies and making at least 50,000 others ill.
Previously undisclosed tests, obtained by The Associated Press under the Freedom of Information Act, show that the FDA has detected melamine in a sample of one popular formula and the presence of cyanuric acid, a chemical relative of melamine, in the formula of a second manufacturer.
Separately, a third major formula maker told AP that in-house tests had detected trace levels of melamine in its infant formula.
The three firms — Abbott Laboratories, Nestle and Mead Johnson — manufacture more than 90 percent of all infant formula produced in the United States.
The FDA and other experts said the melamine contamination in U.S.-made formula had occurred during the manufacturing process, rather than intentionally.
The U.S. government quietly began testing domestically produced infant formula in September, soon after problems with melamine-spiked formula surfaced in China.
Sundlof said there have been no reports of human illness in the United States from melamine, which can bind with other chemicals in urine, potentially causing damaging stones in the kidney or bladder and, in extreme cases, kidney failure.
Melamine is used in some U.S. plastic food packaging and can rub off onto what we eat; it’s also contained in a cleaning solution used on some food processing equipment and can leach into the products being prepared.
Sundlof told the AP the positive test results “so far are in the trace range, and from a public health or infant health perspective, we consider those to be perfectly fine.”
That’s different from the impression of zero tolerance the agency left on Oct. 3, when it stated: “FDA is currently unable to establish any level of melamine and melamine-related compounds in infant formula that does not raise public health concerns.”
FDA scientists said then that they couldn’t set an acceptable level of melamine exposure in infant formula because science hadn’t had enough time to understand the chemical’s effects on infants’ underdeveloped kidneys. Plus, there is the complicating factor that infant formula often constitutes a newborn’s entire diet.
The agency added, however, that its position did not mean that any exposure to a detectable level of melamine and melamine-related compounds in infant formula would result in harm to infants.
Still, the announcement was widely interpreted by manufacturers, the news media and Congress to mean that infant formula that tested positive at any level could not be sold in the United States.
The Grocery Manufacturers Association, for example, told its members: “FDA could not identify a safe level for melamine and related compounds in infant formula; thus it can be concluded they will not accept any detectable melamine in infant formula.”
It was not until the AP inquired about tests on domestic formula that the FDA articulated that while it couldn’t set a safe exposure for infants, it would accept some melamine in formula — raising the question of whether the decision to accept very low concentrations was made only after traces were detected.
On Sunday, Sundlof said the agency had never said, nor implied, that domestic infant formula was going to be entirely free of melamine. He said he didn’t know if the agency’s statements on infant formula had been misinterpreted.
In China, melamine was intentionally dumped into watered-down milk to trick food quality tests into showing higher protein levels than actually existed. Byproducts of the milk ended up in infant formula, coffee creamers, even biscuits.
The concentrations of melamine there were extraordinarily high, as much as 2,500 parts per million. The concentrations detected in the FDA samples were 10,000 times smaller — the equivalent of a drop in a 64-gallon trash bin.
There would be no economic advantage to spiking U.S.-made formula at the extremely low levels found in the FDA testing. It neither raises the protein count nor saves valuable protein, said University of California, Davis chemist Michael Filigenzi, a melamine detection expert.
According to FDA data for tests of 77 infant formula samples, a trace concentration of melamine was detected in one product — Mead Johnson’s Infant Formula Powder, Enfamil LIPIL with Iron. An FDA spreadsheet shows two tests were conducted on the Enfamil, with readings of 0.137 and 0.14 parts per million.
Three tests of Nestle’s Good Start Supreme Infant Formula with Iron detected an average of 0.247 parts per million of cyanuric acid, a melamine byproduct.
The FDA said last month that the toxicity of cyanuric acid is under study, but that meanwhile it is “prudent” to assume that its potency is equal to that of melamine.
And while the FDA said tests of 18 samples of formula made by Abbott Laboratories, including its Similac brand, did not detect melamine, spokesman Colin McBean said some company tests did find the chemical. He did not identify the specific product or the number of positive tests.
McBean did say the detections were at levels far below the health limits set by all countries in the world, including Taiwan, where the limit is 0.05 parts per million.
“We’re talking about trace amounts right here, and you know there’s a lot of scientific bodies out there that say low levels of melamine are always present in certain types of foods,” said McBean.
Mead Johnson spokeswoman Gail Wood said her company’s in-house tests had not detected any melamine, and that the company had not been informed of the FDA test results, even during a confidential agency conference call Monday with infant formula makers about melamine contamination.
The FDA tests also detected melamine in two samples of nutritional supplements for very sick children who have trouble digesting regular food. Nestle’s Peptamen Junior medical food showed 0.201 and 0.206 parts per million of melamine while Nestle’s Nutren Junior-Fiber showed 0.16 and 0.184 parts per million.
The agency said that while there are no established exposure levels for infant formula, pediatric medical food — often used in feeding tubes for very sick, young children — can have 2.5 parts per million of melamine, just like food products other than infant formula.
The head of manufacturing for Nestle Nutrition in North America, Walter Huber, said in an interview that the company took samples alongside FDA officials who visited a manufacturing plant, and that those samples showed similar results to what FDA found for the two pediatric medical foods. Huber added that Nestle didn’t fund cyanuric acid in any of the samples.
The FDA shared its results with Nestle a few weeks ago, Huber said. He said he wasn’t sure whether Nestle had tested other of its products beyond what it did related to the FDA.
Rep. Rosa DeLauro, D-Conn., who heads a panel that oversees the FDA budget, said the agency was taking a “marketplace first, science last” approach.
“The FDA should be insisting on a zero-tolerance policy for melamine in domestic infant formula until it is able to determine conclusively based on sound independent science that the trace levels would not pose a health risk to infants,” DeLauro said.
Rep. Bart Stupak, D-Mich., a frequent critic of the FDA, said: “If no safe level of melamine has been established for consumption by children, then the FDA should immediately recall any formula that has tested positive for even trace amounts of the contaminant.”
Several medical experts said trace concentrations would be diluted even in an infant, and are highly unlikely to be harmful.
“It’s just a tiny amount, it’s very unlikely to cause stones,” said Stanford University Medical School pediatrics professor Dr. Paul Grimm.
Dr. Jerome Paulson, an associate professor of pediatrics at Children’s National Medical Center in Washington, D.C., said he didn’t think the FDA’s decision was unreasonable. He added, however, that the agency should research the impacts of long-term, low-dose exposure, “and not just assume it’s safe, and then 15 years from now find out that it’s not.”
On the Net:
The FDA’s melamine guidance: http://www.fda.gov/oc/opacom/hottopics/melamine.html
Add comment November 26, 2008
Waspadai Lemak Trans
sumber : http://www.resep.web.id/index.php
sumber: kompas.com
Biskuit dan camilan ringan yang digemari anak-anak dan dewasa kebanyakan ternyata mengandung lemak trans.
BELUM lama ini Badan Pengawasan Makanan dan Obat Amerika Serikat (US-FDA) dan British Nutrition Foundation (BNF) mempersoalkan kembali soal lemak trans. Berbagai hasil studi menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi lemak trans dengan peningkatan kolesterol darah.
Lemak trans diduga menjadi penyebab utama obesitas dan jantung koroner, yang kini banyak diderita oleh golongan usia muda, antara 30-40 tahun. Karena efek negatif yang merugikan bagi kesehatan itulah US-FDA mengharuskan produsen ma-kanan di sana mencantumkan label lemak trans dalam produk pangannya.
Sebetulnya, apa sih lemak trans tersebut? Berikut tanya jawab dengan Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor dan Dr. Nuri Andarwulan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Seafast (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology) Center IPB:
Apa itu lemak trans, apakah sama dengan lemak biasa?
Setiap produk pangan pasti memiliki kandungan lemak. Selain lemak dari bahan bakunya sendiri (misal olahan daging) juga dari ingredient lain, seperti minyak ataupun lemak semipadat (margarin) yang digunakan untuk menggoreng. Lemak yang dikandung minyak/margarin merupakan trigliserida yang tersusun atas lemak jenuh (saturated fat) dan tak jenuh. Lemak trans lebih sering dijumpai dalam margarin.
Lemak trans merupakan minyak yang diolah melalui proses hidrogenasi parsial (yakni dengan menambahkan hidrogen ke dalamnya). Pengolahan ini dilakukan untuk meningkatkan stabilitas oksidatif agar tak mudah mengalami proses oksidasi. Sebetulnya proses hidrogenasi parsial dilakukan industri pangan untuk membuat margarin. Secara natural, lemak trans juga terbentuk dalam rumen/lambung ternak besar seperti sapi. Jadi, produk-produk seperti mentega atau susu mengandung lemak trans dalam jumlah 2-5%.
(lagi…)
1 comment November 22, 2008
RESEP KOMUNIKASI EFEKTIF
sumber : NAKITA
Agar komunikasi orang tua nyambung dengan anak, perhatikan kepribadian dan kematangan berpikirnya.
Komunikasi yang efektif penting dalam kehidupan berkeluarga. Tampaknya semua orang sudah tahu itu. Masalahnya, tidak semua orang memahami bagaimana resep berkomunikasi yang efektif antara ayah dan ibu serta orang tua dan anak. Menurut Roslina Verauli, M.Psi., psikolog dari Empati Development Centre, Jakarta, komunikasi efektif berkaitan erat dengan pola asuh orang tua. Ia kemudian “meminjam” enam tipe komunikasi yang dikemukakan F. Philip Rice yang dikaitkan dengan pola asuh,
yaitu:
1. Tipe terbuka
Tipe ini paling sehat. Antara anak dan orang tua terjalin komunikasi saling terbuka. Orang tua mau mendengarkan anak dan anak secara leluasa dapat bercerita, mengeskpresikan perasaan dan pikirannya serta berdiskusi dengan orang tua. Tipe komunikasi ini ada pada pola asuh demokratis atau authoritative. Umpamanya, saat kedua orang tua sedang berbicara, mereka membolehkan anak menanggapi dan menghargai pendapatnya, “Oh, kalau menurut pendapat Adek seperti itu, ya?”
(lagi…)
Add comment November 22, 2008
Berkomunikasi dengan Anak, Sulitkah?
Sumber : Kompas l Minggu, 2 Maret 2008 | 17:55 WIB
Oleh : Sawitri Supardi Sadarjoen
KEBANYAKAN orangtua berpendapat, kalau anaknya pendiam atau sibuk bermain sendiri, berarti anaknya manis, penurut, mandiri, dan tidak perlu mendapat perhatian khusus.
Sementara kebanyakan orangtua yang disibukkan oleh anak yang sangat rewel, sering memberi sebutan anak itu nakal, banyak maunya, dan tidak menurut.
Terhadap anak yang pendiam, mandiri, dan selalu menyiapkan keperluan sekolah sendiri, orangtua merasa segala hal sudah tercukupkan karena anak tersebut memang pada dasarnya anak manis yang penurut dan tahu akan kewajibannya.
Namun, dapat terjadi orangtua dikejutkan perilaku anak yang semula manis, penurut, dan tahu kewajiban tersebut tiba-tiba mogok sekolah, tidak kooperatif, serta menunjukkan sikap melawan orangtua. Apa pun yang disarankan orangtua seolah mental dan tidak berpengaruh. Anak jadi mengurung diri dan baru keluar kamar bila lapar atau perlu ke kamar mandi.
Orangtua menjadi bingung. Anak dimarahi dan dibentak dengan ungkapan, “Ngomong dong, ada apa, kenapa enggak mau sekolah!” Bahkan dipukul sekalipun anak bergeming, malahan bisa mengatakan, “Bunuh saja saya sekalian.” Walaupun, setelah beberapa saat anak akhirnya mau membuka mulut, menceritakan sepintas kenapa dia mogok sekolah.
(lagi…)
Add comment November 22, 2008
Mengapa Perkenalan Makanan Pendamping ASI Harus Dimulai Pada Usia 6 Bulan?
sumber : www.sehatgroup.web.id / file milist sehat
Mengapa Perkenalan Makanan Pendamping ASI Harus Dimulai Pada Usia 6 Bulan?
Penundaan pemberian makanan padat sampai bayi berusia 6 bulan berlaku bagi bagi yang mendapatkan ASI, ASI eksklusif dan juga susu formula.
• ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia enam bulan
ASI adalah makan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah untuk dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu menyerapan nutrisi. Pada bulan-bulan awal, saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI eksklusif membantu melindunginya bayi dari diare, sudden infant death syndrome/SIDS – sindrom kematian tiba-tiba pada bayi, infeksi telinga dan penyakit infeksi lain yang biasa terjadi.
Riset medis mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama bahkan pada usia lebih dari 6 bulan. Organisasi Kesehatan Dunia – WHO mengatakan: “ASI adalah suatu cara yang tidak tertandingi oleh apapun dalam menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi… Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi. ”
Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia didalam ASI – pada titik inilah, nutrisi tambahan bisa diperoleh dari sedikit porsi makanan padat. Bayi-bayi tertentu bisa minum ASI hingga usia 12 bulan atau lebih – selama bayi anda terus menambah berat dan tumbuh sebagaimana mestinya, berarti ASI anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik.
• Menunda pemberian makanan padat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi terhadap berbagai penyakit.
Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama mereka terus disusui, kekebalan paling besar diterima bayi saat dia diberikan ASI eksklusif. ASI memiliki kandungan 50+ faktor imunitas yang sudah dikenal, dan mungkin lebih banyak lagi yang masih tidak diketahui. Satu studi memperlihatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 4 bulan+ mengalami infeksi telinga 40% lebih sedikit daripada bayi yang diberi ASI ditambah makanan tambahan lain. Probabilitas terjadinya penyakit pernapasan selama masa kanak-kanak secara signifikan berkurang bila bayi diberikan ASI eksklusif setidaknya selama 15 minggu dan makanan pada tidak diberikan selama periode ini. (Wilson, 1998). Lebih banyak lagi studi yang juga mengaitkan tingkat eksklusivitas ASI dengan meningkatnya kesehatan (lihat faktor imunitas pada susu manusia dan Resiko pemberian makanan instan).
• Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem penernaan bayi untuk berkembang menjadi lebih matang.
Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis, pada usia 6 – 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan, timbulnya gas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan.
• Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik.
Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat termasuk ::
a. Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu.
b. Reflek lidah bayi sudah hilang dan tidak secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya dengan lidah.
c. Bayi sudah siap dan mau mengunyah.
d. Bayi sudah bisa “menjumput”, dimana dia bisa memegang makanan atau benda lainnya dengan jempol dan telunjuknya. Menggunakan jari dan menggosokkan makanan ke telapak tangan tidak bisa menggantikan gerakan “menjumput”.
e. Bayi kelihatan bersemangat untuk ikut serta pada saat makan dan mungkin akan mencoba untuk meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.
Sering kali kita mengatakan bahwa salah satu tanda bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat adalah bila bayi terus menerus ingin menyusu (kelihatan tidak puas setelah diberikan ASI/susu)-walaupun dia tidak sedang dalam keadaan sakit, akan tumbuh gigi , mengalami perubahan rutinitas atau mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba. Meskipun demikian, sulit untuk menentukan apakah peningkatan kebutuhan untuk menyusui itu berhubungan dengan kesiapan bayi untuk menerima makanan padat. Banyak (bahkan sebagian besar) bayi usia 6 bulan yang mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba, tumbuh gigi dan mengalami berbagai perkembangan – dalam satu waktu, yang pada akhirnya bisa menyebabkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui. Yakinkan bahwa anda melihat semua tanda-tanda kesiapan untuk menerima makanan padat sebagai suatu kesatuan, karena bila bayi hanya menunjukkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui, itu bukanlah tanda kesiapannya untuk menerima makanan padat.
• Menunda pemberian makanan padat mengurangi resiko alergi makanan.
Berbagai catatan menunjukkan bahwa memperpanjang pemberian ASI eksklusif mengakibatkan rendahnya angka insiden terjadinya alergi makanan (lihat Referensi alergi dan Resiko Pemberian Makanan Instan). Sejak lahir sampai usia antara empat sampai enam bulan, bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai “usus yang terbuka”. Ini berarti bahwa jarak yang ada di antara sel-sel pada usus kecil akan membuat makromolekul yang utuh, termasuk protein dan bakteri patogen, dapat masuk ke dalam aliran darah. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang mendapatkan ASI karena zat antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung melalui aliran darah bayi, tetapi hal ini juga berarti bahwa protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang mungkin dapat menyebabkan bayi menderita alergi) dan bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai penyakit bisa masuk juga. Dalam 4-6 bulan pertama usia bayi, saat usus masih “terbuka”, antibodi (slgA) dari ASI melapisi organ pencernaan bayi dan menyediakan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri pada usia sekitar 6 bulan, dan penutupan usus biasanya terjadi pada saat yang sama.
• Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena kekurangan zat besi.
Pengenalan suplemen zat besi dan makanan yang mengandung zat besi, terutama pada usia enam bulan pertama, mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. Bayi yang sehat dan lahir cukup bulan yang diberi ASI eksklusif selama 6-9 bulan menunjukkan kecukupan kandungan hemoglobin dan zat besi yang normal. Dalam suatu studi (Pisacane, 1995), para peneliti menyimpulkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 7 bulan (dan tidak diberikan suplemen zat besi atau sereal yang mengandung zat besi) menunjukkan level hemoglobin yang secara signifikan lebih tinggi dalam waktu satu tahun dibandingkan bayi yang mendapat ASI tapi menerima makanan padat pada usia kurang dari tujuh bulan. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya kasus anemia di tahun pertama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan dan akhirnya menyimpulkan bahwa memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan mengurangi resiko terjadinya anemia.
• Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari resiko terjadinya obesitas di masa datang.
Pemberian makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak. (Untuk contoh, lihat Wilson 1998, von Kries 1999, Kalies 2005)
• Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk mejaga kesediaan ASI mereka.
Berbagai studi menunjukkan bahwa pada bayi makanan padat akan menggantikan prosi susu dalam menunya – makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi. Makin banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi, maka makin sedikit susu yang dia serap dari ibunya, dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga makin sedikit. Bayi yang makan banyak makanan padat atau makan makanan padat pada umur yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.
• Menunda makanan padat membantu memberi jarak pada kelahirn bayi.
Pemberian ASI biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan terutama bila bayi anda mendapatkan ASI eksklusif dan semua kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi melalui ASI..
• Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah.
Bayi yang mulai makan makanan padat pada usia yang lebih besar dapat makan sendiri dan lebih kecil kecendurangan untuk mengalami alergi terhadap makanan. (WM/DS/PP)
Sumber:
• Why Delay Solid Foods? http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html
• When Will My Baby Be Ready For Solid Foods? http://www.kellymom.com/nutrition/solids/solids-when.html
Add comment November 21, 2008
Selamat Ulang Tahun Deven
hari ini my dearest son ulang tahun yang ke-2. rencana mau bikinin black forest gagal karena kuenya bantat. hal ini dikarenakan mami ga bisa bikin kue. maafin mami ya ven.. tapi ternyata kue bantat itu malah dimakan ma deven. dikorek2 pake sendok hihi…
Selamat Ulang Tahun ya devenku sayang. semoga panjang umur, dalam penyertaan Tuhan selalu… dilindungi dan diberkati Tuhan Yesus.
mami n daddy sayang deven
Add comment November 20, 2008










