Keluarga Sehat Keluarga Bahagia

Icon

Dengan memberi asi exclusive sampai 6 bulan dan MPASI home made serta menerapkan Rational Use Of Medicine maka keluarga kita pasti akan menjadi keluarga sehat dan keluarga bahagia

IKTERUS NEONATARUM (Jaundice) Untuk Dokter

sumber : www.sehatgroup.web.id

8/7/2008

Batasan
Jaundice atau ikterus adalah warna kekuningan yang didapatkan pada kulit dan mukosa sebagian neonatus.

Algoritme

  • Untuk menentukan tatalaksana pada kasus-kasus hiperbilirubinemia yang predominan tak terkonjugasi, gunakan kadar bilirubin serum total.
  • Kadar albumin serum tidak perlu diperiksa.
  • Bilirubin serum dari sampel kapiler dianggap sama dengan yang dari sampel vena.
  • Penjemuran tidak dianjurkan untuk penanganan ikterus.

Tatalaksana
1. Tentukan jenis ikterus dan cari penyebab.

2. Ikterus fisiologis tidak membutuhkan penanganan khusus, berikan ASI yang cukup.

3. Terapi sinar dilakukan berdasarkan kadar bilirubin, usia gestasi (kehamilan) saat bayi lahir, usia bayi saat jaundice dinilai, dan faktor risiko lain yang dimiliki bayi yang dapat dilihat pada tabel berikut.

Beberapa faktor risiko yang penting adalah :

  • Penyakit hemolisis autoimun (penghancuran sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh sendiri)
  • Kekurangan enzim G6PD yang dibutuhkan sel darah merah untuk berfungsi normal
  • Kekurangan oksigen
  • Kondisi lemah/tidak responsif
  • Tidak stabilnya suhu tubuh
  • Sepsis (keadaan infeksi berat di mana bakteri telah menyebar ke seluruh tubuh)
  • Gangguan keasaman darah
  • Kadar albumin (salah satu protein tubuh) < 3.0 g/dL

Pada bayi yang menerima ASI yang harus menjalani terapi cahaya, pemberian ASI dianjurkan untuk tetap dilakukan :

Selama terapi cahaya, beberapa hal ini perlu diperhatikan:

  • Pemberian ASI atau susu formula setiap 2-3 jam
  • Jika TSB >25 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 2-3 jam
  • Jika TSB 20–25 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 3-4 jam
  • Jika TSB <20 mg/dL, ulangi pengukuran dalam 4-6 jam
  • Jika TSB terus menurun, ulangi pengukuran dalam 8-12 jam
  • Jika TSB tidak menurun atau meningkat menuju batas perlunya exchange transfusion, pertimbangkan exchange transfusion


4. Transfusi tukar (exchange transfusion) dilakukan dengan segera pada bayi dengan gejala ‘acute bilirubin encephalopathy‘ seperti meningkatnya ketegangan otot, meregangnya bayi dengan posisi seperti busur, demam, tangisan dengan nada tinggi, atau jika TSB >= 5 mg/dl di atas kurva yang sesuai, atau jika kadar TSB >= 25 mg/dl.

5. Pemberian g-globulin (gamma globulin) pada penyakit hemolisis autoimun direkomendasikan jika TSB tetap meningkat dengan terapi cahaya atau TSB berada 2-3 mg/dL dari batas perlunya transfusi tukar. Pemberian ini dapat diulangi dalam 12 jam.

6. Penghentian terapi cahaya ditentukan oleh usia bayi saat dimulainya terapi tersebut, kadar bilirubin, dan penyebab jaundice. Pada bayi yang diterapi cahaya setelah sempat dipulangkan dari RS/RB pasca kelahiran, terapi cahaya dihentikan jika kadar bilirubin sudah di bawah 13-14 mg/dl. Pada bayi dengan penyakit hemolisis atau bayi yang menyelesaikan terapi cahaya sebelum usia 3-4 hari dilakukan pengukuran ulang bilirubin setelah 24 jam penghentian terapi.

Pencegahan hiperbilirubinemia

Pencegahan primer
ASI sedini mungkin dan sering (8-12 kali/hari selama hari-hari pertama).
Hindari suplementasi rutin dengan air atau dekstrosa pada bayi yang diberi ASI yang tidak mengalami dehidrasi.

Pencegahan sekunder
Jika ibu yang belum diketahui golongani darahnya atau Rh-negatif, harus dilakukan uji Coombs, golongan darah, dan jenis Rhesus (D) pada darah plasenta bayi.
Jika terdapat kemungkinan tidak dilakukannya surveilans, penilaian risiko sebelum pulang dan follow up yang adekuat, maka jika golongan darah ibu O dianjurkan dilakukan pemeriksaan golongan darah bayi dan uji Coombs.

Semua bayi harus dimonitor secara rutin untuk melihat adanya ikterus.

DONT’S:
1. Jangan berikan Questran
2. Jangan berikan luminal
3. Jangan berikan infus albumin
4. Jangan stop ASI
5. Jangan jemur bayi
6. Jangan tergopoh-gopoh memberikan susu formula kecuali bayi dehidrasi

dr. Purnamawati

Filed under: NEW BORN, TATA LAKSANA PENYAKIT , ,

Leave a Reply