Archive for Oktober 22nd, 2008

LUKA MATA

sumber : Ayahbunda No. 21

Ablasio Retina : Retina Robek, lepas atau terkelupas, yg biasa terjadi
akibat kehamilan dan persalinan.

Yang beresiko :
1. Memiliki kelainan mata rabun yg cukup besar, minus 4 s.d 7, sedangkan
diatas minus 7 justru jarang terkena
2. Mengalami retina robek pada salah satu mata
3. Memiliki riwayat keluarga yang menderita retina robek.
4. Memiliki kelainan mata jenis lainnya spt gangguan retina, cairan bola
mata merembes, dll
5. Pernah dioperasi katarak
6. Pernah mengalami trauma dan benturan cukup keras di mata.
7. Memiliki aktivitas rutin yang menyebabkan tekanan dlm bola mata misal
aktivitas yang sering membuat mengejan : Mengangkat barang berat, sulit BAB

Cara Mencegah :
1. Jangan mengejan saat BAB, perbanyak serat
2. Jangan mengangkat benda berat
3. Sebelum persalinan tiba, pastikan anda memeriksakan dan mendiskusikan
kondisi mata ke dokter kandungan dan dokter mata, sehingga dapat menentukan
pilihan bersalin yang aman.

Penanggulangan :
1. Jika pada persalinan sebelumnya terdapat penipisan retina, lakukan
tindakan pelekatan kembali jauh hari sebelum hari persalinan. Bila berhasil
dilekatkan dengan baik kemungkinan bisa melahirkan normal.

2. Pertimbangan boleh melahirkan normal tergantung minus mata, besarnya
janin, luas panggul, dan factor lain yang berhubungan dg mudahnya persalinan
atau tidak.

3. Jika ada kecekungan, pendataran dan penipisan retina cukup parah,
persalinan harus dilakukan secara caesar.
(lagi…)

Add comment Oktober 22, 2008

DEMAM DENGAN RUAM KULIT Untuk Dokter

sumber : www.sehatgroup.web.id

8/5/2008
BATASAN
Demam yang disertai dengan munculnya ruam kulit di tubuh
PENYEBAB
Umumnya penyebabnya adalah infeksi virus tetapi ada juga sebagian kecil yang disebabkan oleh infeksi bakteri
1. Infeksi virus:
o Campak (ruam dan gejala klinis sangat spesifik
o Rubela, Roseola Infantum (ringan, ruam tidak khas)
o Fifth disease (erythema infectiosum)
o Demam berdarah dengue
o Enterovirus, virus influensa dan para influensa, jarang menimbulkan ruam
2. Infeksi bakteri: tifus dan meningokokus, scarlet fever (sudah sangat jarang sejak 40 tahun terkahir); tidak dibahas pada SPM ini.

TATALAKSANA
Demam dengan ruam umumnya disebabkan oleh infeksi dan umumnya tidak memerlukan terapi khusus kecuali pada campak yang berkomplikasi (lihat SPM campak).
Terapi ruam pada infeksi virus
• Tenangkan orangtua dan berikan penjelasan
• Observasi perilaku dan tanda vital anak
• Tingkatkan asupan cairan
• Rawat inap apabila ada kegawatdaruratan atau komplikasi misalnya ampak berkomplikasi menjadi pneumonia berat, GE dangan dehidrasi berat atau OMA.
• Tidak ada obat apapun yang harus diberikan termasuk suplemen atau vitamin, bedak atau lotion.
dr. Purnamawati

Add comment Oktober 22, 2008

DEMAM – SAKIT BERAT (Rawat Inap) Untuk Dokter

sumber : www.sehatgroup.web.id

8/6/2008

BATASAN
Demam dengan sakit berat adalah demam dengan kegawat daruratan (sesak napas, dehidrasi berat, syok, toksik, kesadaran menurun, kejang lama dan atau berulang) atau gejala yang perlu mendapat perhatian khusus dan segera.

Skrining anak demam:

RISIKO RENDAH

RISIKO SEDANG

RISIKO TINGGI

Warna

Kulit, bibir, lidah -Normal

Pucat (laporan orangtua)

Pucat/mottled/biru

Aktivitas

- Respons normal thdp rangsang sosial

- Tenang, puas, bahagia, senyum

- Compos mentis

- Menangis normal kuat atau tidak menangis

- Respons rangsang social – abnormal

- Hanya bisa bangun setelah stimulasi agak lama

- Aktivitas menurun

- Tidak senyum

- Tidak ber-respons terhadap rangsang social

- Tampak sakit berat

- Tidak bangun; kalau dirangsang hanya bisa bangun sekejap

- Menangis lemah, atau high pitched atau terus menerus

Respirasi

- Tidak ditemukan gejala seperti di boks jingga dan merah

- Cuping hidung

- Takipnea:
FN > 50x/men usia 6 -12 bulan
FN > 40x/men usia > 12 bulan

- Saturasi O2 <= 95%

- Ronki

- Merintih

- Takipnea
FN > 60x/men

- Chest indrawing sedang atau berat

Hidrasi

- Kulit dan mata normal

- Membran mukosa basah

- Mukosa kering

- Bayi tak makan/minum

- Cubit Kulit kembali >= 3 detik

- Produksi urin menurun

- Turgor kulit menurun

Lain-lain

- Tak ditemukan gejala di boks jingga, merah

- Demam = 5 hari

- Edem tungkai, sendi

- Tak menggunakan ekstremitasnya

- Benjolan baru > 2 cm

- Usia 0-3 bulan, suhu = 38°C

- Usia 3 – 6 bulan, suhu = 39°C

- Ruam

- Ubun ubun membonjol

- Kaku kuduk

- Status epileptikus

- Gejala neurologis fokal

- Kejang fokal

- Muntah empedu

PENYEBAB
Penyebab sepsis, meningitis, pneumonia, bisa dilihat di SPM masing-masing

TATALAKSANA

USIA

DESKRIPSI

TATALAKSANA

< 1 bln (atau < 3.5 kg)

Temperatur rektal > 38°C

- Sepsis work-up dan riwayat inap untuk antibiotik empiris*

1 – 3 bulan

Temperatur rektal > 38°C

- Diskusikan dengan konsultan

- Singkirkan sepsis (Sepsis workup): darah tepi lengkap/film, kultur darah, kultur urin; CXR (hanya bila ada gejala respirasi) + LP

- Bila sebelumnya sehat, anak tampak baik, leuko 5,000 – 15,000, urin mikroskopi, CXR (jika dilakukan) bagus, dan CSF (jika dilakukan LP) negatif, pulangkan.

- Review dalam 12 jam atau lebih awal jika deteriorasi.

Jika anak tampak tak baik atau kriteria di atas tidak semuanya memuaskan, rawat inap untuk observasi +/- i.v. antibiotics* empiris

3 bulan – 3 tahun

Temperatur >38.9°C dan jelas ada fokus infeksi

Tak sakit berat

Tatalaksanai sesuai SPM terkait

Anak sakit berat, unwell

- Diskusi – konsultan
- Investigasi yang tepat sesuai fokus klinis, rawat untuk th/

3 bulan – 3 tahun

Temperatur >38.9°C
tidak jelas ada fokus
infeksi

- Kultur urin jika < 6 bulan
- Pulangkan dengan th/ simptomatis
- Buatkan janji untuk diperiksa ulang dalam waktu 24 jam, atau kurang jika deteriorasi

child looks miserable but is still relatively alert, interactive and responsive

- Diskusi dengan konsultan sebelum melakukan suatu investigasi
(Paling tidak kultur urin jika usia < 6 bulan)

- Sepsis workup lengkap: darah tepi lengkap, kultur darah, kultur urin, CXR (bila ada gangguan napas), LP. Catatan: JANGAN lakukan LP pada anak dengan penurunan kesadaran atau gejala neurologis foal (lihat Lumbar puncture guideline)

- Rawat inap untuk observasi +/- i.v. antibiotics*

Kultur darah – Positif
Hubungi keluarga dan segera lakukan penilaian klinis ulangan:

(lagi…)

Add comment Oktober 22, 2008

Tata Laksana Demam (Rawat Jalan) Untuk Dokter

sumber : www.sehatgroup.web.id

BATASAN
Tubuh kita memiliki hipotalamus anterior di otak yang bertugas mengatur agar suhu tubuh stabil (termostat) yaitu berkisar 37 +/- 1 derajat selsius.
Demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu di atas seting normal yaitu di atas 38C. Namun demikian, beberapa buku menyatakan bahwa demam adalah suhu tubuh > 38.5C untuk waktu minimal 24 jam.
Normal Demam Rendah Demam Sedang Demam Tinggi
Ketiak 37.2°C – 38.3°C 38.3°C – 39.5°C > 39.5°C
Oral 37.7°C – 38.8°C 38.8°C – 40°C > 40°C
Catatan:
Suhu diukur di
• Bayi: suhu rektal
• Anak sampai balita: suhu rektal, ketiak, telinga
• Anak besar: suhu mulut
Suhu ketiak (aksila) sekitar 0,5 sampai 0,8 derajat lebih rendah dari suhu rektal,
Pengukuran selama minimal 1 menit.
PENYEBAB DEMAM
Demam BUKAN penyakit. Hal pertama yang harus dilakukan ketika anak demam, cari PENYEBABnya. Pada umumnya keadaan umum baik. Sangat penting untuk melakukan observasi keadaan umum, perilaku anak dan gejala kegawat daruratan sebagai berikut:
• Sesak napas
• Penurunan kesadaran
• Kaku kuduk
• Kejang lama
• Dehidrasi berat
• Demam tinggi (hiperpireksia)
Infeksi virus. Pada anak, penyebab utama demam adalah infeksi virus khususnya di saluran napas atas dan keadaan umum (tanda vital) baik. Demam yang disertai sariawan, ruam cacar, atau ruam lainnya yang mudah dikenali, virus sebagai penyebab demam dapat segera disimpulkan tanpa membutuhkan pemeriksaan khusus. Demam ringan juga dapat ditemukan pada anak dengan batuk pilek (common colds), dengan rinovirus salah satu penyebab terseringnya. Batuk pilek dengan demam tinggi (flu) disebabkan oleh virus juga tidak membutuhkan pemeriksaan khusus. Penyebab lain demam pada anak adalah enteritis (peradangan saluran cerna) yang disebabkan terutama oleh rotavirus.
Infeksi bakteri. umumnya infeksi saluran kemih (ISK) dan yang paling berisiko adalah yang berusia kurang dari 6 bulan. Program imunisasi HiB berhasil menurunkan angka kejadian meningitis bakterial secara bermakna. S. pneumoniae (penyebab utama infeksi bakteri yang
(lagi…)

1 comment Oktober 22, 2008

Tata Laksana Alergi Makanan

sumber : www.sehatgroup.web.id

Definisi
Istilah alergi makanan (food allergy) adalah bagian dari terminologi yang lebih luas, yaitu hipersensitivitas makanan (food hypersensitivity), diterjemahkan sebagai semua reaksi tak terduga yang timbul berkaitan dengan makanan, dan dapat dibedakan atas:
1. Alergi makanan (food allergy), yang reaksinya berhubungan dengan mekanisme imunologis, dan diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE), ataupun non IgE.
2. Intoleransi makanan (food intolerance), yang tidak diperantarai oleh mekanisme imunologis. Intoleransi terjadi akibat bahan-bahan yang terkandung dalam makanan seperti toksin/racun (misalnya histamin pada keracunan makanan laut/ikan), atau penggunaannya secara farmakologis (misalnya tiramin dalam keju atau anggur merah). Reaksi ini terjadi pada orang yang sangat sehat sekalipun, jika mengkonsumsi bahan makanan tadi dalam dosis besar. Berbeda dengan alergi makanan yang terjadi meskipun dosis makanan cukup kecil. Kemungkinan lain penyebab intoleransi makanan adalah adanya penyakit metabolisme bawaan (misalnya defisiensi enzim laktase yang menyebabkan intoleransi laktosa). Intoleransi
(lagi…)

Add comment Oktober 22, 2008

Anggapan Keliru Osteoporosis Bisa Disembuhkan dgn Susu

sumber : http://www.natural-cancer-cures.com/acidic-condition.html

Dokter dan ahli gizi pada umumnya menyarankan pasiennya yang
menderita osteoporosis untuk mengonsumsi lebih banyak susu dan
produk susu lainnya karena mengandung kalsium tinggi. Kedengarannya
cukup masuk diakal, tetapi tidak akan berhasil.

Orang Amerika dan Eropa Utara mengonsumsi 800 mg – 1200 mg kalsium
sehari, tapi tetap saja mereka lebih menderita osteoporosis daripada
orang Asia dan Afrika yang mengonsumsi 300 mg – 500 mg kalsium per
hari.

Penyebab utama osteopororis adalah terlalu banyak mengonsumsi acidic
yang berasal dari daging, gula dan bahan-bahan yang mengandung
kimia. Untuk menetralisir aciditas tersebut, tubuh mengambil
kalsium (alkalin) dari tulang.
(lagi…)

Add comment Oktober 22, 2008


Dapurku..

Jurnalku

Blog Aku Yang Lain

Fave Link

Pembaca Terhormat Saya Bukan Dokter

Artikel-artikel ini hanya untuk keperluan saya pribadi dari hasil browsing sana dan sini dan untuk referensi saya sendiri dalam mengasuh anak saya. jangan dijadikan patokan yaaaa

Quote Of The Day

Bayi tidak perlu computer atau mainan bagus-bagus. Yang mereka butuhkan adalah orang dewasa yang mengerti apa yang mereka rasakan dari waktu ke waktu. dan orang dewasa itu adalah kedua orang tuanya

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

Tulisan Teratas

Kalendar

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kategori Awan

ANTIBIOTIK ASI BATUK PILEK BB TB dan GC DEMAM GIGI ANAK HEADLINE NEWS IMUNISASI KEHAMILAN KESEHATAN KESEHATAN ANAK MAINAN ANAK MPASI NEW BORN PARENTING PENDIDIKAN ANAK PERILAKU BAYI DAN ANAK POLA ASUH POLA MAKAN PROBLEM MAKAN PSIKOLOGI BAYI DAN ANAK RESEP RUD STIMULASI BAYI SUSU SAPI TAHAPAN BICARA TAHAPAN PERKEMBANGAN TATA LAKSANA PENYAKIT TEMPER TANTRUM TUMBUH KEMBANG

Kategori

Arsip

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Yulia di Apakah Temper Tantrum?
Mas hanz di Buku Tamu
hauramom di Buku Tamu
hauramom di Tentangku
mbah cyber di Tata Laksana Limfadenopati (pe…

Klik tertinggi

Top Rated

Facebook ku…

YMku Online Ga Ya?

My Son Birthday

Lilypie

My Honey

Image019

Image017

Image016

Image015

Image013z

Image013

Image012z

More Photos

Isi Buku Tamu ya..