Archive for Oktober 21st, 2008
Genetik sebagai faktor predisposisi pada autisme? Bohong!
sumber : http://gifted-disinkroni.blogspot.com/2008/10/genetik-sebagai-faktor-predisposisi.html
Banyak publikasi di Indonesia yang mengatakan bahwa faktor genetik pada autisme merupakan faktor predisposisi terjadinya autisme. Artinya jika disebut sebagai faktor predisposisi, maka ada faktor lain yang akan bekerja sebagai faktor pencetus, yaitu faktor lingkungan.
Faktor predisposisi (genetik) + lingkungan –> autisme
Dalam berbagai publikasi bebas di tanah air kita ini dijelaskan faktor pencetus itu dapat terjadi saat:
- masih di dalam kandungan
- sesudah dilahirkan
Apa faktor pencetusnya? Disebutkan bahwa vaksin, logam berat, lingkungan yang penuh polutan, virus, makanan tertentu, dlsb dlsb akan bekerja sebagai pencetus terjadinya autisme pada anak yang mempunyai kerentanan genetik .
Gara-gara pemahaman ini lalu para penyandang autisme diberi treatment segala macam, menghindari hal-hal yang diperkirakan bisa menyebabkan autisme sebagai akibat kerentanan tadi. Selain detoksifikasi, juga diet segala macam, serta menghindari segala macam yang dituding bia sebagai pencetus.
(lagi…)
Add comment Oktober 21, 2008
Mengenal DAN Membimbing Anak Hiperaktif
sumber : www.sehatgroup.web.id
Catatan dari Semiloka ‘Mengenal dan Membimbing Anak Hiperaktif’ (Unika, Smg)
Apa sebenarnya yang disebut hiperaktif itu ? Gangguan hiperaktif sesungguhnya sudah dikenal sejak sekitar tahun 1900 di tengah dunia medis. Pada perkembangan selanjutnya mulai muncul istilah ADHD (Attention
Deficit/Hyperactivity disorder). Untuk dapat disebut memiliki gangguan hiperaktif, harus ada tiga gejala utama yang nampak dalam perilaku seorang anak, yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.
Inatensi
Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain.
Hiperaktif
Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat.
Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik.
Impulsif
Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Contoh nyata dari gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar. Anak tidak akan sabar untuk menunggu orang
(lagi…)
Add comment Oktober 21, 2008
Q & A Anak Hiperaktif
sumber : www.sehatgroup.web.id/milist sehat
24/09/2004
Q : Dokter, anak saya laki laki sekarang berusia 19 bulan. Anak saya tidak bisa duduk diam, misalnya untuk nonton tv lebih dari 5 menit, tapi kalau makan dia bisa duduk sambil tangannya bermain dengan mainan. Selain itu kalau bepergian naik mobil selalu minta minum dari botol atau ngemil, tapi bisa duduk sambil dipangku.
Apakah anak saya hiperaktif, Dok? Namun demikian dia mengerti kalau diajari dan bisa memberikan perhatian, karena sekarang ini dia sudah bisa membaca hampir semua abjad dan bicaranya pun cukup cerewet. Tolong kasih keterangan ya, Dok, apa saja ciri ciri anak hiperaktf karena saya kuatir anak saya hiperaktif.
Terima kasih sebelumnya.
Liana
A : Dear LianaAhhh anak usia 19 bulan memang gak bisa diam. Apalagi nanti kalau batita makanya ada istilah The terrible Two. Apalagi anak laki-laki. Justru anakmu sehat apalagi dia sudah mulai mengerti kata2. Periode usia anakmu ini merupakan periode eksplorasi, semua mau tahu tetapi juga mudah bosan kalau dia sudah tahu. Nah, salurkan aktivitas fisiknya secara positif. Misalnya, ajak anak main kangurua2an, lomba lah kamu sama anakmu sambil melompat-lompat. Aatau berlari kesana kemari seperti anak kelinci mengejar ibunya, atau ajak jongkok melompat seper ti katak. Pasti dia happy. S elain itu, perkembangan motoriknya akan semakin canggih Oh iya, cemilannya yang sehat y a, buah, sayur kukus, yogurt, roti, keju, dll. Jangan yang manis, jangan yg pakai pengawet. Perlahan-lahan kalau saya boleh kasih saran, minumnya pakai gelas aja atau sedotan. nanti giginya rusak lho kalau dibiasakan minum dari botol Ok selamat bereksplorasi dengan anakmu
wati
Add comment Oktober 21, 2008
Penne Saus Tomat
sumber : detikcom
Category: Pasta
Special Consideration: Quick and Easy
Servings: untuk 2 orang
Description:
Kalau tak banyak punya waktu buat menyiapkan makan malam, sajian pasta merupakan pilihan yang praktis. Kali ini penne diberi saus ayam, terung, cabai plus tomat. Rasa pedas sedikit asam dan manis memberi sentuhan rasa spesial pasta ini.
Ingredients:
Bahan:
* 150 g penne atau pasta jenis lainnya
* 2 sdm minyak sayur/minyak olive
* 1 siung bawang putih, cincang halus
* 10 g bawang Bombay, cincang
* 75 g daging ayam, potong-potong
* 150 g terung ungu, iris melintang 1 cm
* 2 buah tomat merah, kupas, parut
* 1 buah cabai merah, iris halus
* 1/2 sdt oregano kering
* 1 lembar daun basil
* 1/2 sdt merica bubuk
* 1 sdt gula pasir
* 1 sdt garam
(lagi…)
Add comment Oktober 21, 2008










