PERSALINAN NORMAL TANPA RASA SAKIT


sumber :www.humanmedicine.net/?s=article&m=read&id=84

K ini para ibu tak perlu cemas lagi akan rasa sakit saat melahirkan normal. Obatnya sudah ada, Bu. Nyaris tanpa efek samping, lo!
“Enggak, deh, saya kapok melahirkan. Sakitnya luar biasa. Saya ngerasain mules dua hari. Pembukaannya lambat, bayinya susah keluar,” cerita Ibu Nina. Memang, kasus Ibu Nina kerap juga terjadi pada ibu-ibu lain, kan? Banyak Ibu merasa ngeri untuk melahirkan secara normal karena membayangkan rasa nyeri luar biasa saat melahirkan. Akibatnya, bagi yang tak kuat menahan nyeri tersebut, di tengah proses persalinan tak jarang mereka meminta untuk dibedah sesar.
Mengapa, sih, proses persalinan kerap disertai nyeri? Menurut dr. Nasdaldy, Sp.OG, dalam persalinan pasti ada rasa nyeri karena ada kontraksi uterus (rahim). “Untuk menimbulkan pembukaan jalan lahir dan untuk mengeluarkan bayi maka perlu kontraksi. Nah, kontraksi inilah yang menyebabkan nyeri.” Pada setiap orang, kadar nyerinya berbeda. Ada orang yang hanya sedikit saja merasakannya dan pada dasarnya ia bisa mengatasi. Tapi, ada juga yang memang nyerinya luar biasa, sehingga ia tidak bisa mengatasi nyeri tersebut. “Sebetulnya nyeri dalam proses persalinan bisa diatasi dengan obat-obatan anti nyeri,” ujar ahli kebidanan dan kandungan dari RSIA Hermina Jatinegara, Jakarta, ini.
Yang jelas, cukup banyak teknik mengatasi rasa nyeri. Pertama, menyuntikkan obat melalui pembuluh darah atau otot. Namun efeknya, bayi dan sang ibu akan tidur atau mengantuk. Kedua, obat bius lokal, terutama yang dipakai untuk menghilangkan nyeri saat penjahitan luka pelebaran jalan lahir. Ketiga, bius total yang diberikan pada keadaan tertentu yang diakhiri dengan operasi. “Efeknya, ibu menjadi tidak sadar sehingga ia tidak dapat langsung melihat bayinya begitu lahir.”
Nah, kini dunia kedokteran menyediakan metode terbaru untuk mengatasi nyeri selama persalinan, dikenal dengan Intrathecal Labor Analgesia (ILA). Sesungguhnya teknik ILA sudah lama dikenal di Amerika Serikat. “Sudah sejak seabad lalu diterapkan di Amerika. Namun, di Indonesia baru tahun ini dipakai dan baru ada di RS Hermina Jatinegara,” terang dr. Susilo, Sp.AnK.
Apa itu ILA? Mari kita mengenalnya lebih jauh.

LEBIH BAIK DARI EPIDURAL

Teknik ILA dilakukan dengan cara menyuntikkan obat ke urat saraf di tulang belakang bagian bawah. “Sehingga, kendati sang ibu tetap sadar, ibu tidak merasakan nyeri,” terang Susilo. Kendati caranya hampir mirip dengan teknik anestesi regional (epidural), tapi ada perbedaan yang cukup mencolok antara ILA dan epidural. “Epidural memakai dosis obat cukup tinggi dan disuntikkan ke ruangan sebelum mencapai selaput otak. Pemasangannya juga menggunakan kateter, sehingga bisa saja kateternya false route, nyasar ke mana-mana. Nah, kalau sudah nyasar, kan, bisa masuk ke pembuluh darah sehingga menimbulkan komplikasi. Misalnya, ibu jadi kejang. Selain itu, ada kemungkinan masuk ke tubuh bayi juga. Dengan demikian bisa dikatakan komplikasi teknik epidural cukup tinggi,” tambah Susilo lebih rinci. Tak cuma itu, teknik epidural pun mengakibatkan persalinan jadi sedikit terhambat. “Karena otot-ototnya terpengaruh. Saat mengedan, kekuatan ibu jadi lemah karena ada bagian saraf yang
diblok.”
Sedangkan dalam teknik ILA, dosis obat yang digunakan hanya sepersepuluh obat epidural. “Dengan jarum yang lebih lembut, dan dimasukkan langsung ke dalam selaput otak, jadi bercampur dengan cairan otak. Selain itu, di dalam selaput otak itu tidak ada pembuluh darah sehingga tidak menyebar. Selain itu, ILA hanya memblok rasa nyerinya saja tanpa harus memblok motorik bergeraknya. Jadi, menghilangkan rasa nyeri tanpa harus mempengaruhi otot-ototnya. Bahkan, setelah diberi ILA, ibu hamil tetap bebas berjalan-jalan.”
Kekuatan ILA pun lebih lama dari epidural. Jika masa kerja epidural hanya 1-2 jam, maka ILA antara 10-12 jam. “Akibatnya jika memakai epidural setiap 2 jam harus ditambah lagi. Itu, kan, berarti volume dan dosis obat akan bertambah terus. Sehingga akhirnya masuk ke dalam sirkulasi darah dan bisa masuk ke dalam janin. Akibatnya, janinnya bisa terpengaruh, misalnya, saat lahir akan terlihat mengantuk. Sedangkan ILA hanya bekerja di susunan saraf pusat ibunya.”
Idealnya, tambah Nasdaldy, karena masa kerjanya yang terbatas, maka ILA baru disuntikkan setelah pembukaan 3. “Pada pembukaan 4 atau 5, biasanya ibu mulai merasakan kesakitan yang sangat, sehingga saat itulah diperlukan suntikan ILA.” Jadi, pemberian ILA cukup ideal, baik dari segi pasien maupun persalinannya. “Karena kalau persalinannya lebih dari 10 jam, maka hal ini masih bisa teratasi.
Bukankah secara matematik, setiap 1 jam itu berlangsung pembukaan 1 cm.” Bahkan, ILA pun mampu mempercepat proses persalinan. “Umumnya untuk menunggu hingga pembukaan lengkap; pembukaan 10, diperlukan waktu antara 4-5 jam lagi. Nah, dengan ILA pembukaan lengkap hanya memakan waktu 2-3 jam. Hal ini karena ibu tidak merasakan nyeri, maka pembukaan jalan rahim berjalan lebih efektif.”
Uniknya lagi, terang Nasdaldy, ibu tetap bisa merasakan kontraksi; berupa perutnya terasa kencang. “Dengan demikian ibu tetap bisa mengetahui tanda-tanda persalinan. Lain halnya dengan epidural, pasien bisa tidak tahu sama sekali kala ia kontraksi. Sehingga kerap kali persalinan memakan waktu yang sangat lama.”
Selain itu, dengan ILA, saat peregangan bagian paha dan vagina juga akan

terasa. “Jadi, kalau tadinya saat kontraksi nyerinya hilang sama sekali, nah, saat bayinya sudah di dasar panggul dan mau keluar kepala akan terasa sakit sedikit. Sekitar 10 persen dari sakit yang sesungguhnya. Hal ini berguna, baik buat dokter atau penolong persalinan maupun pasien, sehingga keduanya bisa mengerti, kapan harus mengedan,” tambah Susilo.

ATAS PERSETUJUAN DOKTER

Wah, sepertinya kita bisa langsung berteriak senang, ya, Bu, karena ternyata ada cara melahirkan tanpa rasa sakit. Tapi, tentu saja tak semuanya bisa menggunakan ILA. Toh, masih cukup banyak ibu hamil yang tak merasakan sakit saat kontraksi sehingga tak perlu ILA. “Karena itu ILA dikatakan alternatif. Bisa diminta oleh pasien yang tidak bisa menahan sakit saat proses persalinan.” Sebab, terang Nasdaldy, kendati ada anggapan nyeri persalinan adalah sesuatu yang wajar dan dianggap sebagai ungkapan ikatan tali kasih seorang ibu terhadap anaknya. “Namun harap diingat, nyeri juga akan membuat ibu jadi cemas. Nah, cemas yang berlebihan, kan, bisa mengakibatkan pernapasan jadi cepat, tensi akan menaik, denyut jantung meningkat, dan gelisah. Kondisi seperti ini akan mempengaruhi janin.”
Toh, ILA bisa dilakukan bukan hanya semata-mata atas permintaan pasien. “Harus tetap mendapat persetujuan dari dokter kebidanan karena ada kondisi-kondisi persalinan yang justru tidak boleh hilang rasa nyerinya,” terang Nasdaldy. Terutama, tambah Nasdaldy, sangat tidak dianjurkan untuk pasien-pasien yang akan melahirkan normal, jika persalinan sebelumnya melalui operasi sesar. “Dikhawatirkan saat mulas atau kontraksi, bekas jahitan rahim akan robek di dalam. Jika tanpa ILA, maka baru robek sedikit saja, pasien sudah akan berteriak. Nah, karena dengan ILA pasien tidak merasakan sakit apa pun, maka robekan tidak akan ketahuan. Padahal kalau terjadi robek rahim, maka bayi bisa meninggal dan timbul perdarahan.”
Selain itu, lanjut Nasdaldy, ILA juga tidak dianjurkan pada ibu yang bayinya dicurigai sangat besar. Imbang antara rongga panggul dengan kepala bayi menjadi tidak sesuai atau kepala bayi lebih besar dari rongga panggul. “Nah, karena kepala bayi tak masuk, saat kontraksi kuat bisa saja robek. Kalau menggunakan ILA, maka saat perobekan terjadi tidak akan ketahuan.”
Dengan kata lain, ILA hanya bisa digunakan untuk persalinan normal tanpa penyulit. Namun demikian, teknik ILA justru bermanfaat bila dalam proses persalinan terdapat kontraksi rahim yang tidak terkoordinasi. Dengan ILA, maka kontraksi jadi bagus. Selain itu, karena bersifat bisa menurunkan tensi darah, ILA juga berguna untuk menurunkan tensi pada ibu yang preeklampsia.
Jika setelah diberi ILA, persalinan tetap tak bisa normal, maka dokter tinggal menambahi obatnya saja. “Karena obat ILA dan sesar sebenarnya sama saja. Hanya dosis ILA sangat kecil.” Sehingga saat harus diputuskan sesar dosis tersebut tak akan cukup. “Penambahan dosis obat ini tak ada dampaknya. Bahkan si ibu akan merasakan keuntungannya karena ILA bisa bertahan sampai 12 jam, sedangkan sesar hanya 2 jam. Maka jika kemudian dilakukan sesar, rasa nyeri itu tak akan terasa sampai 12 jam kemudian.”
Nah, Bu, kini sudah tahu begitu banyak manfaat ILA. Tentu saja ini bisa dijadikan pilihan saat melahirkan nanti. Jadi, kita bisa ngomong dengan yakin, “melahirkan normal, siapa takut?”

MUAL DAN MUNTAH

Kendati ringan, ILA tetap memiliki efek samping. Namun, tukas dr. Susilo, SpAnK ibu tak perlu khawatir karena bisa segera diatasi. “Lagi pula hanya berefek buat ibunya saja, kan. Tidak akan sampai ke bayinya.” Karena disuntikkan ke selaput otak, maka akan membuat tensi ibu jadi turun. Tak heran jika kemudian timbul mual, muntah, dan rasa gatal di hidung. “Itulah mengapa, sebelum disuntikkan ILA, kita berikan obat untuk mengatasinya, sehingga tidak terjadi dampak seperti itu.”

Yang pasti, terang Susilo, dengan ILA, pasien bebas makan-minum, bahkan berjalan-jalan. “Tidak seperti epidural yang harus berbaring.” Setelah bayi lahir, maka si ibu juga akan diberi obat yang dapat menetralisir efek kerja ILA.

TAK LANGSUNG SESAR

Diakui dr. Nasdaldy SpOG, angka permintaan persalinan dengan operasi sesar jadi menurun dengan adanya teknik ILA. “Dulu kalau sudah kesakitan yang sangat, pasien akan menyerah dan langsung minta sesar saja.” Dengan adanya ILA, pasien punya alternatif, mau sesar atau cukup di-ILA saja. “Ternyata, banyak yang memilih ILA karena biayanya lebih murah dibandingkan biaya sesar, juga komplikasinya lebih kecil.”

Indah Mulatsih
sumber: http://www.mail-archive.com/milis-nakita

Persalinan Normal dengan ILA
Bagi para ibu yang siap untuk melahirkan normal, bayangan rasa sakit masih sering menghantui. Akibatnya, proses persalinan menjadi terganggu. Anggapan yang berlebihan terhadap sakit dalam persalinan normal membuat ibu tersebut mengalami dua rasa sakit. Pertama, rasa sakit dari proses persalinan, dan kedua dari psikis, tentang anggapan tadi.
Rasa sakit itu wajar dan akan dialami di dalam proses persalinan normal. Rasa sakit ini timbul karena perubahan rahim dari biasanya tertutup menjadi terbuka. Salah satu cara mengatasi dan mengurangi rasa sakit itu adalah Intrathecal Labour Anasthesia (ILA). Caranya: pada saat kontraksi rahim sudah mulai terlihat dan terasakan oleh ibu hamil dan pembukaan jalan lahir sudah mulai di atas tiga sentimeter, diberikan anestesi agar calon ibu tidak kesakitan. Kontraksi rahim menunjukkan bayi mulai bergerak ke luar jalan lahir.
Persalinan ILA melibatkan dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anestesi. Selain itu juga diperlukan pengawasan kondisi bayi dengan alat rekam agar terhindar dari efek buruk dari anestesi yang diberikan.
Melahirkan normal dengan ILA harus cukup berhati-hati karena anestesi hanya dapat bertahan 4 – 6 jam. Oleh karena itu, dokter harus teliti dalam menentukan waktu mulai pemberian anestesi ini. Kadang-kadang ada calon ibu sudah mules, tetapi ternyata mules itu palsu, yang nantinya hilang lagi. Oleh karena itu, biasanya ILA ini diberikan bila diperkirakan persalinan ini selesai dalam waktu paling lama enam jam. Dokter juga akan melakukan ILA pada ibu hamil yang tidak tahan sakit saat persalinan, sementara pembukaan lahir sudah cukup besar.
Apakah ILA berisiko? Menurut dr. Ekarini Aryasatiani, Sp.OG dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kemayoran, Jakarta, persalinan ILA berisiko, tapi kecil sekali. Risikonya adalah masuknya anestesi ke janin melalui sang ibu sehingga dapat mengakibatkan janin kekurangan oksigen. Dalam dunia kedokteran, kondisi tersebut dinamakan gawat janin. Selain risiko yang dikawatirkan muncul, penggunaan ILA dapat berpengaruh positif terhadap perkembangan mental bayi. Hal ini karena ibu menjadi tenang saat melahirkan.
Menurut dr. Ekarini, yang juga staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, ini, biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan partus dengan ILA kira-kira satu setengah kali biaya melahirkan normal. Dari segi biaya, melahirkan normal dengan ILA lebih murah dibanding Cesar. Sebagai gambaran, perbandingan biaya antara melahirkan normal, melahirkan normal dengan ILA dan Cesar adalah 1: 1,5 : 2.
Metode ILA mulai menjadi perbincangan para ahli di dalam simposium sejak 1984 dan mulai digunakan secara meluas sejak 1990-an. Metode ini cukup baru sehingga hanya dijumpai di beberapa rumah sakit. Menurut dr. Ekarini, beberapa rumah sakit yang menyediakan ILA adalah kelompok rumah sakit Mitra Keluarga, Jakarta, Rumah Sakit Hermina, Jakarta, dan Rumah Sakit Internasional Bintaro, Tanggerang, Banten

About these ads

37 gagasan untuk “PERSALINAN NORMAL TANPA RASA SAKIT

  1. Saya sdh merasakan sndr keuntungan bersalin dgn ILA. Dokter memberikan suntikan ILA stlh pembukaan 4. Krn stlh pembukaan 5 macet, jd hrs di induksi (yg kt org sktnya sgt luar biasa, alhamdulillah berkat ILA saya tdk mengalaminya). Satu setengah jam kemudian, lahirnya bayi mungilku ke dunia… Dan yg plg penting, saya tdk merasakan trauma ‘sakit’ akibat melahirkan.

  2. mau tanya , kalau rumah sakit bersalin dibekasih dimana yang ada pemberian suntikan ILA ? maklum saat ini saya sedang hamil 34 mg, terimakasih.

  3. aku udah nyoba ILA waktu lahir anak pertama…. hasilnya …. melahirkan dengan tidak merasa sakit… dijahitnu juga tidak berasa… selamat mencoba…

  4. cr rs hermina aja yg ada dibekasi… istri gw lg hamil 8bln tp gw msh sanksi mau pake ILA apa gak?tkt ada efek samping or resiko lennya?minta inponya donk frenn..thx b4

  5. ikutan gabung yah, iya ni gw jg anak yg kedua pgn nyoba normal pake ILA,gw cari info di rs bunda depok harga ILA 2,5 jt..coz kl gw bs normal lg,gw ga mau tuh yg namanya di induksi lg tanpa ILA karena sakitnya bukan kepalang..huf jgn sampe deh..rencana mau coba di bunda depok, krn fasilitasnya lumayan lengkap, waterbirth,ila, jg ada…

  6. saya saat ini hamil 6 bulan dan ingin cara persalinan illa,.sewaktu melahirkan anak pertama sakitnya bukan main..

  7. mau nanya
    bagaimana kiat2,untuk dapat melahirkan normal tanpa oprerasi?
    dan ketika hamil konsumsi vit lewat buah dan sayur tanpa suplemen baik g ya?
    karena tiap minum tambah darah dan suplemen vitamin badan jadi ga enak,mual dan muntah

  8. mau tanya dunk..
    Istri saya HPL nya tanggal 15 Juni ini, (3hari lagi)
    saat konsultasi terakhir kmrn, klo sampai tanggal 15 blm ada tanda2 melahirkan, dokter menyarankan di induksi..
    yg menjadi pertanyaan.
    nah klo memang ternyata sampai tgl 15 lusa blm ada pembukaan,
    apakah harus di induksi dulu baru diberikan ILA ato gimana yah?

    makasih untuk penjelasan nya…

  9. wah bener tuh ga lg2 deh nanti lahiran yg kedua kl diinduksi lg TANPA ILA, bagi yg wkt melahirkan udh deket jgn coba2 deh induksi tnp ILA, Suakitnyaaaa bkn main, lgpl kasian si ibu n babynya, dlu gw smp kunang2 saking nahan sakitnya, skrg klo ibunya kesakitan luar biasa gmn jalan lahir mau kebuka cepat krn tegang, babynnya jg kasian, yg ada bgtu mau keluar kepala babynya, ibunya udh keabisan tenaga krn udh cape nahan sakit dluan, ujung2nya anak gw divacum, SYUKUR alhamdulilah gak berpengaruh apa2 dr vacum itu, tdnya gw khwtr bgt, eh mlh anak gw smp skrg sehat, cerdas, n malah bs dibilang pintar utk seusianya, cpt tanggap gtu…gw skrg lg hml yg k2, n gw mnt 2 alternatif sm DR.nya, kl seandainya gw bs normal n hrs induksi gw mnt di ILA, tp klo emg baby gw kelilit or kebesaran or mslh lainnya lbh baik dicesar deh, drpd resiko, …so friend, doain gw smoga lancar ya lahiran yg kedua ini….

  10. biaya suntik ILA di jakarta sekitar 1-1.5jt ya apakah benar? atau lebih mahal-murah? sy skg sedang hamil 7bln dan rencana mau mencoba ILA. Tks b4

  11. istri sya mlahirkan sabtu kmren dgn ILA..ttpi pasca mlahirkan istri mngalami migrain yg sangat hbat dan nyeri sekali pada tulang leher sampai tulang blakang..mohon pencerahannya…txz

  12. Saya sudah merasakan nikmatnya melahirkan normal dengan ILA di RS Brawijaya JakSel. Alhamdulillah berkat ILA, rasa sakit langsung lenyap.
    Setelah dokter kandungan memberikan persetujuan maka ILA disuntik oleh dokter anastesi pada saat pembukaan 5 dan sekitar 30 menit kemudian putraku (yang ketiga), lahir dengan selamat. Saya pun kembali pulih dengan cepat. Terima kasih kepada penemu ILA, melahirkan normal menjadi mudah dan tanpa rasa sakit.

  13. Saya pernah melahirkan pakai ILA thn 2010 anak ke 3, memang ngerasa terbantu ketika mulas… tapi efeknya pas ngeden gak ada tenaga gak seperti anak ke 1 dan 2 yg lahir normal tanpa ILA, terlebih bayi terlilit tali pusar jadi proses agak lama dan suasana jd tegang…Alhamdulillah terbantu oleh dokternya yg sgt berpengalaman…efek lainnya begitu bayi keluar, saya muntah2 hebat kepala pusing muter2…dokter langsung nyuntik saya lupa apa yg di suntikin tp akibatnya saya ngantuk dan tertidur 12 jam..dan menurut saya itu penderitaan pakai ILA mual, muntah,ngantuk yg mengila ( reaksi suntikan td ), tp pusing tetap terasa,pengen liat bayi gak bisa krn mata susah di buka, menggigil…reaksi masing2 org pastinya beda2 ya, tp itu yg terjadi pd saya..menurut saya tetap melahirkan normal tanpa ILA yg paling ok..info biaya rinciannya saya lupa tp total melahirkan di rs.pondok indah vip Rp 18jt pakai ILA

  14. Sy sdh 9bln, tinggal nunggu mules, waktu anak pertama sih kontraksinya sakit tp msh bs ditahan, klo yg skrg gak tw deh…..,klo mulesnya gak ketahan,patut dicoba jg ILA…

  15. W mau tnya dong skrg kan istri w lg hamil 8 tp mau jalan 9 bln kira kira clo kta pke iLA mahal ga yach coz anak pertama

  16. share aja ya.. saya udah coba sendiri ILA di permata cibubur (lahiran bulan april 2012)… berhubung wktu itu aku pembukaannya lamaaaa.. sampe 4 hari..sakitnya luar biasa, sama dokternya ditawarin ILA dech,, pas pembukaan 5 disuntik dech tu ILA, dan walhasil cuma hitungan ga sampe 3 menit sakitnya bener2 ilang.. :D hoorraayy… tapi pas udah mau keluar bayinya tetep kerasa siy dikit, kaya mau pup gitu rasanya… dan alhamdulillah, ga ada efek sampingnya juga, semua baik2 aja… patut dicoba tu moms yang pd mau ngelahirin normal tapi tanpa rasa sakit.. sukses ya moms..

  17. gabung donk… q mau nanya nieh kalo di cikarang bekasi rumah skit mana ya yg ada suntik ILAnya. ..? mksh

  18. buat teman2 yang mau tau info ILA di Makassar, datang aja ke Rumah Sakit Ibu dan Anak ANANDA di Jalan Landak Baru No. 63. Selamat Mencoba ya….

  19. aq jg udah mencoba melahirkan normal ILA saat kelahiran anak pertama, benar2 membantu…. klw ILA sudah d suntikan, maka walau vagina d gunting gak berasa sakit sedikitpun… sampai anak qu lahir dan vagina d jahit kembali… klm d padang, Biaya persalinan normal ILA sekitar 4 jutaan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s