Mengapa Bayi Terlilit Tali Pusat?


Sumber : Mother And Baby
Bayi terlilit tali pusat, sebenarnya tidak begitu membahayakan. Tapi kenyataannya ada bayi meninggal saat persalinan karena terlilit tali pusat.

Menjelang melahirkan adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu Novita (32 tahun). Ia sangat bahagia karena telah melampaui masa 9 bulan kehamilannya. Dokter pun menyatakan jika kandungan istri pilot ini sehat, artinya Novita akan melahirkan secara normal. Di akhir kontaksinya, ia masih merasakan betapa hebat gerak sang janin. Namun, apa yang terjadi? Saat lahir itu, bayi Novita meninggal. Kata dokter leher bayinya terlilit tali pusat. Seberbahaya dan setragis itukah bayi yang terlilit tali pusat

Menurut Dr. Nining Haniyanti, SpOG sebenarnya lilitan tali pusat di leher tidak selalu membahayakan janin. Lilitan tali pusat di leher dijumpai pada sekitar 20% dari persalinan normal. Sedangkan lilitan tali pusat dua kali di leher, dijumpai pada 2,5% persalinan dan hanya 0,2% kejadian lilitan tali pusat tiga kali di leher.

Adanya lilitan tali pusat di leher dalam kehamilan menurutnya, pada umumnya tidak menimbulkan masalah. Namun dalam proses persalinan dimana mulai timbul kontraksi rahim (mules) dan kepala janin mulai turun dan memasuki rongga panggul, maka lilitan tali pusat menjadi semakin erat dan menyebabkan penekanan atau kompresi pada pembuluh-pembuluh darah tali pusat. “Akibatnya, suplai darah yang mengandung oksigen dan zat makanan ke bayi akan berkurang, yang mengakibatkan bayi menjadi sesak atau hipoksia,” lanjutnya.

Bayi bisa terlilit tali pusat, menurut dokter yang berpraktek di RSIA Hermina Depok ini, karena pada usia kehamilan sebelum 8 bulan umumnya bagian terbawah janin (kepala) belum masuk pada pintu atas panggul. Pada saat itu ukuran bayi relatif masih kecil dan jumlah air ketuban banyak. “Dalam keadaan demikian sangat memungkinkan bayi terlilit tali pusat. Apalagi jika tali pusat bayi cukup panjang. Pada kehamilan kembar dan air ketuban berlebihan atau polihidramnion kemungkinan bayi terlilit tali pusat semakin meningkat,” tambahnya.

Panjangnya tali pusat juga dapat menyebabkan bayi terlilit. Panjang tali pusat bayi rata-rata 50 sampai 60 cm. Namun menurut Nining, tiap bayi mempunyai panjang tali pusat berbeda-beda. Dikatakan panjang jika melebihi 100 cm dan dikatakan pendek jika panjangnya kurang dari 30 cm.

Tali pusat menjadi lebih panjang jika jumlah air ketuban pada kehamilan trimester pertama dan kedua relatif banyak, diserta dengan mobilitas bayi yang sering. Sebaliknya, jika air ketuban sedikit (oligohidromnion) dan janin kurang gerak (pada kelainan motorik janin), maka umumnya tali pusat lebih pendek. Namun, panjangnya tali pusat tidak dipengaruhi oleh berat bayi, usia kehamilan maupun letak plasenta.

Menurut Nining bahwa panjang pendeknya tali pusat tidak berpengaruh terhadap kesehatan bayi, selama sirkulasi darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tidak terhambat. Begitupula ibu yang biasa senam sewaktu hamil, tidak ada pengaruh secara langsung terhadap kemungkinan bayi terlilit tali pusat.

Mengapa Sampai Meninggal?

Kematian bayi pada trimester pertama atau kedua sering disebabkan karena puntiran tali pusat secara berulang-ulang ke satu arah. Ini mengakibatkan arus darah dari ibu ke janin melalui tali pusat tersumbat total. Karena dalam usia kehamilan tersebut umumnya bayi masih bergerak dengan bebas.

Kasus yang menimpa Ny. Novita menurut Nining, kemungkinan lilitan tali pusat bayinya terlalu erat apalagi jika dua atau tiga lilitan. Hal tersebut menyebabkan kompresi tali pusat sehingga janin mengalami kekurangan oksigen. Tandanya detak jantung janin menurun. Jika dalam proses persalinan kurang dilakukan pengawasan dokter dan observasi ketat, baik mengenai kesejahteraan janin dan detak jantungnya, maka janin dapat mengalami hipoksia berat yang berakibat kematian.

Maka. tambah Nining, dalam proses persalinan, dengan bertambahnya pembukaan mulut rahim serta kontraksi yang semakin sering dan kuat, maka detak jantung janin harus dimonitor lebih sering. Jika perlu dapat dilakukan pemeriksaan kardiotokografi-CTG, yaitu suatu bentuk rekaman detak jantung janin dan kontraksi rahim secara terus menerus.

Penanganan

Jika bayi terlilit tali pusat, maka harus segera diambil keputusan yang tepat untuk tetap melanjutkan proses persalinan yaitu dengan memberikan oksigen pada ibu dalam posisi miring. Namun, bila persalinan masih akan berlangsung lama dan detak jantung janin semakin lambat (bradikardia), persalinan harus segera diakhiri dengan tindakan operasi Cesar,

Sebenarnya bantuan USG menurut Nining, hanya dapat melihat adanya gambaran tali pusat di sekitar leher. Namun, tidak dapat dipastikan sepenuhnya bahwa tali pusat tersebut melilit leher janin atau tidak. Apalagi untuk menilai erat atau tidaknya lilitan. “Dapat saja tali pusat tersebut hanya berjalan di samping leher bayi. Namun, dengan USG berwarna (collor dopper) atau USG 3 dimensi, kita dapat lebih memastikan tali pusat tersebut melilit atau tidak di leher janin, serta menilai erat tidaknya lilitan tersebut,” tegasnya.

Tanda-Tanda Bayi Terlilit Tali Pusat:

Menurut Dr. Nining Haniyanti, SpOG, ada beberapa hal yang menandai bayi terlilit tali pusat, yaitu:
• Pada bayi dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu, namun bagian terendah janin (kepala atau bokong) belum memasuki pintu atas panggul perlu dicurigai adanya lilitan tali pusat.

• Pada janin letak sungsang atau lintang yang menetap meskipun telah dilakukan usaha untuk memutar janin (Versi luar/knee chest position) perlu dicurigai pula adanya lilitan tali pusat.

• Dalam kehamilan dengan pemeriksaan USG khususnya color doppler dan USG 3 dimensi dapat dipastikan adanya lilitan tali pusat.

• Dalam proses persalinan pada bayi dengan lilitan tali pusat yang erat, umumnya dapat dijumpai dengan tanda penurunan detak jantung janin di bawah normal, terutama pada saat kontraksi rahim.

Dengan bantuan alat CTG (kardiotokografi) yang sering digunakan untuk memonitoring janin dalam persalinan, menunjukkan gambaran penurunan detak jantung janin yang terjadi bersamaan dengan timbulnya kontraksi rahim.

About these ads

12 thoughts on “Mengapa Bayi Terlilit Tali Pusat?

  1. Aku pernah mengalami hal yang sama, emang pada saat usia janin 31~33 minggu kepala janin belum pada posisinya ( dibawah ), tapi pas usia 34 Minggu aku periksakan USG ternyata kepala sudah dibawah ( katanya teman2 dan saudara2ku termasuk aku baca via internet juga disuruh nungging 15 menit setiap ada kesempatan dan itu aku jalani sampai akhirnya kepala janin benar2 sudah turun). Namun apa yang aku bayangkan ( yah… kurang lebih 2 minggu lagi aku sudah bisa nggendong bayiku jadi berantakan ) karena janinku terlilit tapi pusat berkali2. Padahal baru seminggu yang lalu aku USG tidak ada masalah dengan janin dan tali pusatnya ( karena USG terakhir sampai diulang2 atas permintaanku dan hasilnya emang kepala sudah dibawah). Pas malam naas itu perut sebelah kiriku seperti kaku seperti biasa ( karena tidurku selalu miring kiri sesuai anjuran SPOG) tapi entah kenapa kakunya kok sampai lama antara pukul 22.30 wib ~ 00.00 wib belum juga pulih. Pikirku besok pagi aja ke kerumah sakit karena pas jadwalnya kontrol dan aku orangnya termasuk bisa nahan sakit. ( suamiku juga bilang kan besok waktunya kontrol ). Begitu jam 04.00 wib aku langsung bangun dan langsung mandi (karena emang kurang tidur gara2 perut kaku tadi) , terus jam 04.45 wib aku berangkat ke rumah sakitku namun untuk kontrol karena rasa sakit/kakunya seperti sudah hilang. Begitu diperiksa detak jantung bayi dengan alat yang dikuping, dopler dan terakhir USG dokter sudah menyatakan kalau sudah tidak ada detak jantungnya ( duhhhhh kagetnya aku, padahal tak terlintas sedikitpun kalau janinku secepat itu sudah tak berdetak jantungnya). Padahal sore hari waktu aku masih dikantor janinku masih bergerak terus (dan kubuat jalan2 dikantor) bahkan sampai malam pas aku merasakan perukku kaku juga masih ada gerakan. Kejadian itu tgl 6 November 2008 malam dan tgl 7 November 2008 pagi aku baru tahu kalau janinku sudah tidak berdetak. Setelah berita tak menggembirakan datang ehhh proses melahikannya juga panjang banget dan baru tgl 8 November 2008 siang jam 12.01 wib bayiku lahir dengan normal, berat 2.650 panjang 51 cm tapi masih lemas dan kulitnya masih bersih ( seperti layaknya bayi yang masih hidup/ada detak jantungnya) dan masih sempat aku gendong dan cium karena aku gak akan pernah merasakan menggendong lagi setelah bayiku dimakamkan.

  2. HPL istriku 11 okt 201…
    Malam itu 8 okt 2010 jam 22.00 – …. (g tw coz aq tertidur) istriku mulai terasa kontraksi mules2 gtu.. Krn istriku termasuk kuat nahan sakit baru paginya, sabtu 9 okt 2010 jam 7 pagi masuk ke RS. Pihak kamar bersalin mengobservasi dan mendapati masalah ketika mencari detak jantung babyku…dokterpun dipanggil sekitar jam 12.00 dan ‘sepertinya’ hanya memastikan ‘ketidak adaan’ babyku. Tepat jam 12.53 babyku lahir kedunia dalam kondisi tidak bernyawa…. Selesai persalinan (krn aq mendampingi istriku) dokter memanggilku dan menyampaikan kabar duka itu.. Babyku terlilit tali pusar dan tali pusarnya pendek pula, diperkirakan 2 hari sebelum persalinan lilitan itu sudah membuat babyku tak bernafas.. Dunia terasa berhenti berputar..namun aq masih memikirkan istriku bgmana cara menyampaikan hal ini… Untungnya Tuhan ksh hikmat buat oom yg bersedia menemaniku menyampaikan hal ini..dan ternyata istriku luar biasa hebatnya..tabah dan menerima hal ini…sedih tetap ada tp mental siap. Dokter daniel k yang menangani sampai 2 mggu sblm hari H masih memastikan kondisi bayiku baik..namun Tuhan berkehendak lain.. Tuhan begitu sayang pada anakku sehingga Dia memanggilnya pulang.. Buat calon orang tua,aku pesen setiap USG pastiin detak jantung selalu terlihat,dan normal, jika melemah jgn sungkan tanya ke dokternya ada apa? Solusi aman jika ternyata terlilit tali pusat adalah caesar di saat sebelum lilitan menimbulkan kompresi hebat… Para dokter aq minta tangani pasien dengan hatimu…

  3. ;-(
    Sedihhhh bgt kehilangan anak yg qt sayangi,apalagi mang dah dinanti.. Kejadian yg menimpa mba raya persis bgt dgn apa yg saya alami…. Gak da yg beda dr kejadian yg dialami mba raya dgn kejadian yg saya alami… Saya br tiga minggu kehilangan “my baby boy”
    ;-(

  4. sya jga bru aj 2 mgu khilgan my baby gilr,kjdianny sma ank sy kelilit tali pusat di perut,sdih tp mw gmn lgi,,pdhal 1 hri sblum lhran sy usg byiku msh sehat2 aj,,alm putri Callista ilham bunda sm ayah synk bgt sma km iloveu synk,,,,,,,,,,

  5. saya juga kehilangan bayi saya sejak uumur kandungan saya 34 minggu, sedih rasanya tapi saya tau allah memberi cobaan kpda saya dan suami saya.

  6. Tgl 22 Februari 14 aku kehilangan bayi ku utk k3kalinya. Bayiku terlilit 2x di leher sisanya terikat menyimpulkan. Sblmnya, hr Sabtu kontrol rutin usia kehamilan 29mgg detak jantung OK, tali pusat tak ada masalah hanya tensi ku memang tinggi sblmnya sempat bedrest 2mggu selama itu semua terkontrol dan normal. Konsentrasi ke hipertensi. Senin pagi kurasakan gerakan bayiku agak melemah. Tanpa pikir pj aku langsung ke RS. Langsung masuk ruang bersalin krn keluhan ku yg merasakan perut terasa ringan tak lama Dr ku datang sblh dilatih detiknya ml USG innlhwnjriun…putriku sdh tak bernyawa sesaat sblmnya sampel RS. Suster berusaha menelpon suamiku diantar yg memang blm aku kabari kali aku ke RS. Tak lama kmd datanglah suamiku dan pecahlah tangis ku. Aku tak tau apa salahku shg Allah memberiku ujian spt ini. Esoknya pk 03.45 WIB aku melahirkan scr normal meski sblmnya sc. Ingin rasanya aku ikut bayiku. Allah ..maafkan apapun yg telah kulakukan

  7. Tgl 14 july 2014
    Telah lahir putri ke 2 kami yg bernama nur rahmadhina dgn berat 1,9kg panjang 40cm usia 30 minggu..
    pada sore hari tgl 13 july 2014 jam 16.30 “kira-kira” perut bawah saya rasa kan nyeri seperti orang anyang-anyang an.. krna saya tidak tahan sakid org nya jadi sakit sedikit saya rewel.. tpi saya pikir sore itu hanya sakid biasa sprti biasanya kalau orang hamil suka turun gitu bagian perut nya.. smpe mangrib shabis buka org2 buka puasa perut sudah skit tpi di tambah dgn rasa pegal di pinggul smpai kaki.. dan bawah perut rasa nya nyeri pegel.. sampai saya tidak bisa tidur.. kako sudah di naikan ke atas tembok masih sakit jga,, akhirnya mlm nya kira-kira jam 22.00 saya tlp klinik depan perumahan.. karna RS tempat saya priksa jauh.. jadi saya pikir untuk cek di klinik dpan.. slth dtlp dsuruh dtang jam 08.00 pagi.. pada malam itu saya masih blm bisa tidur sampai-sampai saya bangun kan mamah jam 01.00.. saya sudah mau ke RS langsung waktu mlm itu jam 01.00 tgl 14 july 2014 rasa sakit ga tahan dan bayi saya masih bergerak-gerak terus sperti sudah mengajak kluar ato minta dilahirkan.. tapi mamah dibangunkan bilang tunggu abis sahur dipijet karna mamah pikir turun dan lagi pula masi usia 30 mingguan dan tidak ada tanda-tanda mau melahirkan.. dan disuruh mamah oles-oles minyak.. sudah di pijet suami pinggul dan dberi minyak saya dpet tdur sbntr..dan bgun kesakitan lgi.. stlh skian jam menahan sakid akhir nya sahur dan saya pun pergi ketukang pijet.. dan di pijet lah perut saya pinggul kaki sblah kiri.. pulang pijet jam 05.00 dan sampai rumah saya bisa tdur krna rasa sakit berkurang.. stlh pagi jam 06.30 saya bangun sakit lgi dan akhir na saya tdak tahan ngajak suami ke klinik depan.. stlh jam 08.00 saya di klinik jam 09.30 dokter bru dtang.. dan stlh giliran saya dpriksa dokter.. dan dokter berulang2 kali mencari detak jantung.. dan akhir nya dokter bilang minta maaf dan harus mengakatakan kepada saya dan suami bahwa detak jantung bayi sudah tidak berdetak.. dan saya sediiih smpai di lakukan cek ulang dgn alat lain.. tpi hasilnya pun sama :( akhir nya saya di induksi smpai jam 15.00 krna saya kesakitan dan tidak tahan belum juga ada pembukaan juga.. akhirnya suami dan kluarga memutuskan untuk oprasi sesar.. dokter pun bilang bisa 2hari di induksi untuk lahir normal.. stlh oprasi berjalan saya berdoa dan meminta allah agar diberi mukzizat dan ke ajaiban untuk kami.. oprasi masi berjalan dan saya masi ke adaan sadar dokter memberitahu tali pusat nya melintir saya pun lihat jelas.. sampai saya tidak sadar lgi tau2 sudah slsai.. dan suami bilang dede mirip papa.. sedih rasanya stlah skian menunggu kluar sang anak tanpa tangisan :’( allah sangat sayang sekali sama dede smpe dde di panggil oleh sang maha kuasa.. bahagia sllu ya nak di surga tunggu mama dan papa kakak di depan pintu surga ya nak.. dede jemput kita yaa sayang.. mma ppa kaka syg dde :*

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s