Mempererat Bonding antara Bayi dan Ayahnya

Oktober 9, 2008

Proses kehamilan, kelahiran dan ikatan emosi awal yang kuat sangat bergantung pada peran ayah. Pada kenyataannya, dukungan emosional dari suami selama kehamilan memberikan kontribusi yang kuat terhadap keberhasilan pasangannya beradaptasi dengan kehamilannya. Tak hanya itu, menurut R Parke dalam bukunya “Fathers”, kehadiran suami selama proses kelahiran juga terbukti dapat mengurangi rasa sakit yang dialami calon ibu saat persalinan.
Begitu juga dengan proses menyusui. Pedersen et al dalam literatur “Families As Learning Environments for Children” mengemukakan bahwa kemampuan seorang ibu menyusui anaknya juga sangat dipengaruhi oleh perilaku suaminya. Dan banyak penelitian terbaru lainnya yang menemukan bahwa kehadiran dan dukungan yang penuh cinta dari calon ayah sangat membantu isterinya untuk menjalankan perannya sebagai ibu.
Apalagi fenomena keluarga modern kini memperlihatkan bahwa mereka sudah mulai mengurangi peran dan bantuan dari anggota keluarga yang bukan keluarga inti, seperti nenek atau tante dalam proses kehamilan, kelahiran dan pengasuhan bayi yang lahir. Hal ini wajar saja, mengingat keluarga besar yang non inti, biasanya tidak lagi tinggal satu rumah dengan anggota keluarganya yang sudah berumah tangga. Konsekuensinya suami otomatis menjadi partner dan penolong terdekat untuk masa-masa ini. Kondisi inilah yang kemudian membuat ayah sangat perlu meningkatkan perannya dalam proses kehamilan, kelahiran hingga pengasuhan si kecil.
Tentu saja ada ‘imbalan’ jika calon ayah mau terlibat secara intens dalam proses kehamilan dan kelahiran isterinya. Ayah tak lagi akan merasa bahwa dia hanya ‘orang luar’ tetapi bisa memperkuat identitasnya menjadi partisipan aktif. Pada saat yang sama, calon ayah yang berperan aktif juga sebenarnya sedang menyiapkan dirinya untuk memiliki pondasi peran langsung yang akan dijalani setelah si kecil lahir. Dengan demikian, ayah mendapatkan 2 (dua) imbalan sekaligus. Pertama kedekatan dirinya dengan isteri tercinta bisa semakin kuat dan kedua, ia bisa mulai merasakan indah dan nikmatnya menjadi seorang ayah.
Pentingnya Peran Isteri
Dari segi psikoanalisis, penelitian mengenai kedekatan hubungan awal yang positif dan cinta yang timbal balik antara ayah dan bayinya memang tidak sebanyak penelitian yang dilakukan terhadap kedekatan ibu dan bayinya. Tetapi kini semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ayah juga memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan anaknya. Dan hal ini akan semakin kuat terjalin, jika kedekatan mulai dirajut sejak si kecil masih bayi.
Kedekatan ini biasanya bisa dijembatani oleh bagaimana isteri dapat melibatkan suami untuk lebih berperan sebagai ayah. Tak hanya bertugas untuk semakin mendekatkan hubungan ayah dan bayi, tetapi di saat yang sama, isteri juga dituntut untuk mampu menjadi gatekeeper yang bertugas untuk mempererat kedekatan antara ayah dan bayinya sekaligus membatasi jika kedekatan di antara keduanya berlebihan. Hal ini sangat penting, agar bayi memiliki kedekatan hubungan yang tidak timpang dengan salah satu orangtuanya.
Jika terjalin kedekatan yang erat dan penuh cinta antara ayah-ibu-bayi, dapat dipastikan hal ini dapat menjadi pembuka pintu masa depan yang cerah bagi si kecil. Posisi ibu yang menjadi penengah dan penghubung antara bayi dan ayahnya, dapat menjadi penentu keberhasilan sekaligus menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mendekatkan hubungan antara ayah dan bayinya.

Entry Filed under: POLA ASUH. Tag: .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Dapurku..

Jurnalku

Blog Aku Yang Lain

Fave Link

Pembaca Terhormat Saya Bukan Dokter

Artikel-artikel ini hanya untuk keperluan saya pribadi dari hasil browsing sana dan sini dan untuk referensi saya sendiri dalam mengasuh anak saya. jangan dijadikan patokan yaaaa

Quote Of The Day

Bayi tidak perlu computer atau mainan bagus-bagus. Yang mereka butuhkan adalah orang dewasa yang mengerti apa yang mereka rasakan dari waktu ke waktu. dan orang dewasa itu adalah kedua orang tuanya

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

Tulisan Teratas

Kalendar

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Kategori Awan

ANTIBIOTIK ASI BATUK PILEK BB TB dan GC DEMAM GIGI ANAK HEADLINE NEWS IMUNISASI KEHAMILAN KESEHATAN KESEHATAN ANAK MAINAN ANAK MPASI NEW BORN PARENTING PENDIDIKAN ANAK PERILAKU BAYI DAN ANAK POLA ASUH POLA MAKAN PROBLEM MAKAN PSIKOLOGI BAYI DAN ANAK RESEP RUD STIMULASI BAYI SUSU SAPI TAHAPAN BICARA TAHAPAN PERKEMBANGAN TATA LAKSANA PENYAKIT TEMPER TANTRUM TUMBUH KEMBANG

Kategori

Arsip

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

na' di Tanda Dan gejala awal keh…
Rianty Umar di Makanan bayi 0 -24 bulan
dewi di Laju Endap Darah
john di Buku Tamu
Karina.afriani di Bahaya Penyakit Pilek Sin…

Klik tertinggi

Top Rated

Facebook ku…

YMku Online Ga Ya?

My Son Birthday

Lilypie

My Honey

Image019

Image017

Image016

Image015

Image013z

Image013

Image012z

More Photos

Isi Buku Tamu ya..