Hamil Di Atas Usia 40 Tahun


sumber : milist Sehat
Dear all,

Dari pengalaman teman saya, hamil di usia tua masih bisa-2 saja, tetapi
harus di test kan setelah kandungan usia 1 bulan, Bahwa nantinya bayi
yang lahir cacat atau tidak, jenis kelaminnya laki atau wanita juga bisa
di testkan. Testnya waktu itu ada di Thomson Hospital Singapore.

Masalah Miom sekaligus Hamil, juga bisa diangkat di RS yang sama, kalau
di Indonesia, mungkin keduanya akan diambil, tetapi di Singapore, dokter
bisa mengambil miom meski sebola tennis, dan hamil dilanjutkan, karena
kalau tetap ada miom, maka kehamilan akan sering terjadi gesekan dan
pendarahan.

Semoga bermanfaat

dulu waktu ibu saya hamil saya, umurnya juga diatas 40 tahun, padahal jaman
dulu pemeriksaan kesehatan mungkin gak secanggih dan gak selengkap sekarang,
dan alhamdulillah kami berdua baik2 saja.
di dokter kandungan, mungkin temen mbak prima akan dilakukan serangkaian
tes.. biasanya yang standar kan tes darah, TORCH.

Sedangkan pemeriksaan yang biasanya dianjurkan bila calon ibu berusia di
atas 35 tahun, adalah *Amiosentesis, *terutama untuk menentukan apakah janin
menderita sindroma Down atau tidak. Amniosentesis dilakukan dengan cara
mengambil cairan amnion melalui dinding perut ibu. Cairan amnion yang
mengandung sel-sel janin, bahan-bahan kimia, dan mikroorganisme, mampu
memberikan informasi tentang susunan genetik, kondisi janin, serta tingkat
kematangannya. Tes ini dilakukan pada minggu ke-16 dan 18 kehamilan. Sel-sel
dari cairan amnion ini kemudian dibiakkan di laboratorium. Umumnya
memerlukan waktu sekitar 24 sampai 35 hari untuk mengetahui dengan jelas dan
tuntas hasil biakan tersebut. dan tes ini available kok di Indonesia.

Meng-quote *Dr. dr. T. Z.Jacoeb, SpOG-KFER, *mengenai miom* :*
Berbeda dengan kista, miom yang satu rumah dengan janin, yaitu di rahim,
jelas tidak bisa diutak-atik. Miom adalah bungkus otot rahim yang berubah
menjadi tumor jinak. Istilah sederhananya daging-tumbuh di rahim. Miom
berbentuk keras tapi bisa juga mencair kalau suplai oksigen ke bagian itu
kurang. Jika operasi dilakukan terhadap miom, ibu hamil akan mudah
keguguran.

Selama kehamilan, miom tidak bisa diambil sembarangan kecuali yang bentuknya
bertangkai. Kalau memang kehadirannya tidak mengganggu fungsi tubuh seperti
mengganggu pernapasan, maka akan dibiarkan selama kehamilan. Nah, sekitar
tiga bulan setelah persalinan, perkembangan miom akan dilihat kembali. Jika
sudah semakin besar akan diambil dengan tindakan, entah dengan laparotomi,
yaitu pengambilan miom melalui bedah perut, atau tanpa pembedahan dengan
alat teropong saja yang disebut laparoskopi.

Prima
Tidak ingin hamil is beda dengan tidak boleh hamil lagi
Menilik usianya memang kehamilannya berisiko tinggi
tetapi kan bisa periksa amniocentesis nanti (baca mayo clinic)
Kalau miom mah .. wah buanyakkk banget perempuan punya miom (coba bropwsing fibroid)
nanti juga kempes sendiri
Miom hanya butuh diangkat kalau menyebabkan perdarahan

wati

About these ads

One thought on “Hamil Di Atas Usia 40 Tahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s