Makanan Bagi Wanita Hamil

sumber : http://www.sehatgroup.web.id
Gizi yang baik selama kehamilan akan membantu anda dan bayi anda untuk tetap sehat. Kebutuhan akan nutrisi tertentu seperti kalsium, zat besi dan asam folat meningkat pada masa kehamilan ini, namun hanya perlu sedikit tambahan energi (kilojoules). Wanita harus didorong untuk makan makanan yang bergizi dan mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Pertambahan berat badan yang normal adalah sekitar 10-13 kg untuk wanita yang sebelum kehamilan memiliki berat badan ideal.
Makanan Sehat untuk Wanita Hamil

Pemilihan makanan yang sangat bervariasi merupakan hal penting untuk memenuhi kebutuhan gizi baik untuk wanita hamil maupun bagi bayi yang sedang dikandung. Cobalah untuk mengkonsumsi:
• Sayur-sayuran dan buah-buahan, roti dari gandum utuh, cereal dalam jumlah besar
• Produk susu rendah lemak dan daging tanpa lemak dalam jumlah sedang
• Makanan tinggi lemak, gula dan garam dalam jumlah kecil
• Daging tanpa lemak, ayam dan ikan
• Kacang yang dikeringkan, lentil
• Kacang-kacangan dan biji-bijian
• Susu rendah lemak, keju dan yogurt
• Sayur-sayuran berdaun hijau
• Suplemen asam folat
Seperti halnya diet sehat, suplemen asam folat direkomendasikan untuk dikonsumsi sebelum konsepsi dan pada trimester pertama untuk membantu menurunkan resiko neural tube defects (cacat tabung saraf) seperti spina bifida.

Anemia dan Asupan Zat Besi
Masa kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat besi. Janin yang sedang berkembang mengambil sejumlah zat besi dari ibunya hingga 5-6 bulan setelah lahir sehingga kebutuhan akan zat besi meningkat selama kehamilan.
Kehilangan zat besi selama kehamilan cenderung menurun karena wanita hamil tidak mengalami menstruasi sehingga bisa menyerap zat besi dari usus dengan lebih baik. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber zat besi setiap harinya (contoh: daging merah), dan juga mengkonsumsi makanan yang menjadi sumber vitamin C (seperti jeruk) untuk membantu penyerapan zat besi.

Rekomendasi Asupan Harian Zat Besi
Rekomendasi Asupan Harian atau Recommended Daily Intake (RDI) zat besi untuk wanita hamil adalah 22-36 mg (10-20 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Jumlah kebutuhan tersebut tergantung pada jumlah zat besi yang tersimpan pada tubuh seorang wanita sebelum ia hamil. Jika jumlah ‘simpanan’ zat besi sangat sedikit, maka wanita tersebut membutuhkan asupan lebih yang berasal dari suplemen. Namun perlu diingat bahwa suplemen zat besi dapat menyebabkan konstipasi.
Kalsium
RDI kalsium untuk wanita hamil adalah 1.100 mg (300 mg lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil). Selama trimester ketiga, terjadi perpindahan sejumlah kalsium kepada janin yang sedang memulai membentuk dan memperkuat tulang-tulangnya. Jika sang ibu tidak meningkatkan asupan kalsiumnya, kebutuhan kalsium bagi janin yang sedang dalam masa pembentukan tulang ini akan diambil dari tulang ibunya.
Sebagian besar wanita mampu mengembalikan kondisi tulang dengan cepat setelah ia berhenti menyusui. Makanan harian selama anda hamil harus dipastikan mengandung kalsium yang cukup untuk melindungi tulang anda dan untuk memenuhi kebutuhan kalsium janin anda.
Produk-produk susu seperti susu, keju dan yogurt, serta susu kedelai yang difortifikasi dengan kalsium merupakan sumber kalsium yang sangat baik.

Folat dan Cacat Tabung Syaraf (Neural Tube Defects)
Semua wanita yang dapat hamil, sedang merencanakan kehamilan atau dalam masa-masa awal kehamilan, harus meningkatkan asupan folat hingga 0.4 – 0.5 mg per hari.
Folat (juga dikenal sebagai asam folat) merupakan kelompok vitamin B yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis makanan seperti yang tercantum pada daftar dibawah ini. Beberapa cereal untuk sarapan telah difortifikasi dengan folat dan akan tercantum pula pada daftar dibawah.
Jika seorang wanita hamil tidak mengkonsumsi folat dalam jumlah yang cukup, bayi yang dikandungnya beresiko terkena cacat tabung syaraf (neural tube defects) seperti spina bifida. Folat yang dikonsumsi pada masa pra konsepsi dan beberapa minggu pertama masa kehamilan, dapat mencegah 7 dari 10 kasus cacat tabung syaraf.
Sumber Istimewa Asam Folat
• Asparagus
• Bran Flakes
• Brokoli
• Brussel sprouts
• Kacang polong kecil
• Kacang yang dikeringkan
• Lentils
• Bayam

Sumber Asam Folat yang Sangat Baik
• Kol
• Kembang kol
• Bawang bombay
• Jeruk
• Jus jeruk
• Daun peterseli
• Kacang polong
• Biji gandum
• Roti dari gandum utuh

Sumber Asam Folat yang Baik
• Hazelnuts
• Vegemite
• Lobak
• Kentang
• Ikan salmon
• Stroberi
• Tomat
• Kacang tanah tawar
• Kenari
Meskipun hati mengandung asam folat yang tinggi, namun tidak direkomendasikan untuk wanita yang sedang hamil atau dapat hamil, karena kandungan vitamin A yang tinggi. Selain itu, terdapat resiko listeriosis dari hati yang masih mentah atau jika hati tidak dimasak dengan sempurna. Kedua hal ini beresiko pada janin yang sedang berkembang.
Vitamin A

Meskipun kebutuhan vitamin A meningkat selama kehamilan, suplemen vitamin A jarang direkomendasikan untuk wanita hamil karena dapat menyebabkan cacat lahir.
Cara terbaik untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai sumber makanan seperti susu, ikan, telur, dan margarine. Hati mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan dengan cacat lahir, sehingga konsumsi hati selama kehamilan sebaiknya dihindari.
Vitamin D

Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium. Margarine, keju, ikan berlemak dan telur merupakan makanan yang mengandung vitamin D.
Suplemen Vitamin

Suplemen multivitamin dan kalsium dapat direkomendasikan bagi wanita-wanita hamil yang: vegetarian, remaja yang mungkin kurang asupan makanan, memiliki kebiasaan merokok, obat-obatan, minum minuman beralkohol, dan wanita gemuk yang sedang mengontrol masukan kalori untuk mencegah kelebihan berat badan yang besar.
Makan untuk Berdua

Anda tidak perlu makan berlebih selama hamil. Rekomendasi para ahli adalah asupan kalori pada trimester pertama, kira-kira sama dengan sebelum kehamilan. Pada trimester kedua, asupan kalori meningkat sekitar 10% dari trimester pertama, yakni sekitar 600kJ per hari. Tapi ingatlah bahwa kualitas nutrisi jauh lebih penting daripada kuantitas asupan makanan.
Bahaya Diet

Beberapa wanita khawatir akan pertambahan berat badan selama kehamilan dan memutuskan untuk makan dengan jumlah sedikit untuk menghindari kegemukan. Membatasi makan atau berdiet dalam bentuk apapun dapat berdampak buruk pada kesehatan wanita hamil maupun pada bayi yang sedang dikandungnya.
Kehamilan di Masa Remaja

Seseorang yang hamil di usia remaja membutuhkan lebih banyak zat gizi daripada seseorang yang hamil di usia dewasa, karena usia ini masih dalam tahap pertumbuhan. Kehamilan di usia remaja kemungkinan akan melahirkan bayi yang lebih kecil karena terjadi rebutan zat gizi antara sang ibu muda dengan janin yang dikandungnya.
Anemia lebih sering terjadi pada remaja dibandingkan dengan wanita dewasa. Asupan kalsium juga penting diperhatikan karena massa tulang di usia remaja belum maksimal terbentuk dan kurangnya asupan kalsium dapat meningkatkan resiko osteoporosis di kemudian hari.
Mual dan Muntah

Mual dan muntah, khususnya mual di pagi hari atau morning sickness merupakan hal yang umum terjadi selama kehamilan khususnya di trimester pertama. Untuk meringankannya, anda dapat mengkonsumsi makanan ringan yang mengandung sedikit karbohidrat (seperti sandwich atau buah-buahan) setiap dua atau tiga jam.
Beberapa saran berikut ini mungkin dapat membantu:
• Makan roti kering, biskuit atau cereal sebelum bangun tidur di pagi hari. Bangunlah secara perlahan-lahan, hindari gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.
• Minumlah antara waktu makan, bukan diselingi saat makan, untuk menghindari perut kembung yang bisa membuat muntah.
• Hindari makan dalam jumlah besar, makanan berminyak dan berbumbu tajam
• Mencium sesuatu yang beraroma segar seperti jeruk
• Bersantai, beristirahat dan hiruplah udara segar sebanyak mungkin. Ventilasi kamar harus baik dan bebas dari bau.
• Minum minuman bersoda ketika anda merasa mual secara perlahan-lahan
• Cobalah makanan dan minuman yang mengandung jahe yang dapat mengurangi rasa mual.
Heartburn (Rasa Panas Di Ulu Hati)

Heartburn umum terjadi selama kehamilan karena bayi yang sedang tumbuh menekan abdomen anda. Makan sedikit namun sering lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Cobalah untuk maelakukan hal berikut ini:
• Hindari makan larut malam
• Hindari membungkuk, mengangkat benda berat atau berbaring setelah makan
• Hindari mengkonsumsi teh, kopi atau alkohol secara berlebihan
• Anda juga dapat mencoba tidur dengan bantal agak tinggi sehingga kepala sedikit terangkat.
• Hindari alkohol
Sudah menjadi kesepakatan umum bahwa seorang wanita hamil seharusnya tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Minum alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan resiko keguguran, melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir rendah (BBLR), congenital deformities, dan berdampak buruk pada kecerdasan bayi. Sampai saat ini tidak diketahui batas aman untuk konsumsi alkohol bagi wanita hamil.
The Australian Alcohol Guidelines merekomendasikan wanita hamil ataupun yang sedang merencanakan kehamilan seharusnya tidak ‘mabuk’, yang dapat diartikan tidak perlu mengkonsumsi alkohol, atau jika tetap ingin mengkonsumsinya, harus kurang dari tujuh gelas minum standar dalam satu minggu dan tidak lebih dari 2 gelas minum standar dalam seharinya.
Infeksi Listeria

Bakteri Listeria monocytogenes dapat mencemari beberapa jenis makanan. Orang yang dalam keadaan sehat mungkin tidak merasakan dampak dari infeksi ini. Namun resiko yang besar akan dihadapi oleh wanita hamil. Bahaya terbesar akan dihadapi oleh bayi yang sedang dikandung, yakni dengan meningkatnya resiko keguguran, meninggal waktu lahir ataupun kelahiran prematur. Meskipun infeksi Listeria mudah diatasi dengan antibiotik, akan tetapi mencegah tetap menjadi jalan yang lebih baik. Beberapa jenis makanan cenderung lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri ini. Oleh karena itu, hindari jenis makanan ini jika anda sedang hamil.
Sebagai contoh adalah makanan yang belum dimasak, atau makanan beku yang tidak dihangatkan kembali, pate (pasta yang terbuat dari hati sapi), quiches (puding kering), delicatessen meats (daging olahan) seperti babi dan salami.
Makanan yang tidak dipasteurisasi
• Soft serve ice cream
• Keju lembut, seperti Brie dan Camembert

Organisme penyebab listeria akan musnah bila kena panas. Jadi makanan yang dimasak dengan baik tidak beresiko terpapar bakteri ini.
Salmonella

Salmonella merupakan penyebab keracunan yang dapat mencetuskan terjadinya keguguran. Sumber Salmonella yakni telur mentah dan daging unggas yang belum dimasak. Menjaga higienitas makanan merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko infeksi Salmonella dan Listeria. Berikut ini adalah saran-saran yang dapat anda lakukan:
• Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
• Menjaga permukaan dapur agar tetap bersih
• Jangan biarkan makanan yang masih mentah mengkontaminasi makanan yang telah dimasak
• Cucilah buah, sayuran dan salad sebelum dimakan
• Masak makanan hingga matang
• Jauhi hewan peliharaan dari dapur
• Gunakan sarung tangan ketika anda membersihkan kotoran kucing atau ketika anda sedang berkebun
• Simpan makanan pada suhu yang sesuai
Merkuri pada Ikan
The Australian Alcohol Guidelines menyarankan untuk mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya. Seorang wanita hamil dapat mengkonsumsi satu atau dua porsi ikan setiap minggunya, tapi mereka harus hati-hati dalam memilih ikan yang akan dikonsumsi.
Ada beberapa jenis ikan yang perlu dibatasi konsumsinya karena ikan-ikan jenis ini mengandung merkuri dalam jumlah cukup tinggi, yang berbahaya bagi perkembangan janin.
Wanita hamil seharusnya:
• Menghindari konsumsi ikan dengan kadar merkuri yang tinggi, seperti: billfish (swordfish, broadbill dan marlin), ikan hiu, gemfish, southern blue fin tuna dan sejenis ikan sirip biru (catfish).
• Batasi mengkonsumsi ikan tuna, yakni satu porsi dalam satu minggu atau 140gr tuna kaleng dalam satu minggu (ikan tuna yang lebih kecil mengandung lebih sedikit merkuri).
• Tidak ada batasan khusus untuk mengkonsumsi ikan salmon, termasuk ikan salmon kaleng.
Tidak perlu merasa cemas jika anda terlanjur mengkonsumsi ikan yang memiliki kadar merkuri cukup tinggi. Ini hanya akan menjadi masalah yang potensial jika anda mengkonsumsi ikan jenis ini secara rutin, karena dapat menyebabkan meluasnya merkuri dalam darah seorang wanita hamil.
Dimana Anda Dapat Memperoleh Bantuan
• Dokter
• Bidan
• Dokter kandungan
• Ahli gizi
Hal-hal yang Patut Diingat
• Seorang wanita hamil harus meningkatkan kualitas asupan gizi daripada kuantitasnya.
• Kehamilan menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan zat-zat gizi tertentu seperti zat besi, kalsium dan asam folat.
• Higienis makanan sangat penting diperhatikan selama kehamilan
Sumber
Pregnancy and Diet,

http://www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Pregnancy_and_diet?OpenDocument

LEHER JANIN TERLILIT TALI PUSAT

sumbser : NAKITA
Saya (26) ibu seorang putri umur 26 bulan. Saat ini saya sedang hamil anak kedua dengan usia kehamilan 37 minggu. Di minggu ke 36 saya diopname karena demam berdarah dan febris. Febris ini sudah saya alami sejak kehamilan berusia 28 minggu tanpa mengeluarkan vlek atau cairan (keputihan maupun cairan ketuban). Selama diopname saya mendapat 2x suntikan untuk mematangkan paru-paru dan jantung janin. Menurut dokter dikhawatirkan saya melahirkan sebelum waktunya dan BB bayi saya relatif kecil, hanya 2.450 gram. Hanya saja dari pemeriksaan USG terakhir tali pusat berada di leher janin (1 lilitan)
Yang ingin saya tanyakan, berbahayakah bagi janin jika menunggu kelahiran di usia kehamilan 40 minggu dengan kondisi lilitan tali pusat di leher? Apakah tali pusat ini bisa lepas atau justru sebaliknya semakin kencang dan banyak lilitan jika gerakan janin aktif? Apakah yang harus saya lakukan untuk mengatasi bahaya ini? Kata dokter selama denyut jantung bayi tidak lemah, saya bisa melahirkan spontan. Jujur saja Dok, saya takut menjalani operasi sesar. Lagi pula katanya dengan sesar jumlah anak jadi terbatas, padahal saya ingin punya banyak anak. Terima kasih atas jawabannya.
Syarifah – Cipinang Lontar, Jaktim
Demam pada wanita hamil akan mempengaruhi kondisi janin, apalagi bila terjadi infeksi atau masuknya kuman ke dalam cairan ketuban dan tubuh janin. Pemberian antibiotika dan penurun panas harus segera dilakukan bila dicurigai Ibu mengalami infeksi. Saat persalinan, perlu dilakukan pemeriksaan biakan kuman dari cairan ketuban dan darah janin (darah tali pusat). Hal ini penting untuk penanganan selanjutnya dari bayi Ibu.
Adanya lilitan tali pusat pada janin sulit dipastikan. Dengan teknologi yang ada saat ini, misalnya USG doppler berwarna dan 3D ditambah pemeriksaan rekam jantung janin (kardiotokografi) hanya mampu menyatakan kemungkinan besar janin Ibu terlilit tali pusat di lehernya. Bila jumlah lilitan tersebut hanya satu dan kepala bayi normal serta imbang janin panggul baik, dapat saja Ibu melahirkan normal. Yang penting adalah pemantauan denyut jantung janin dan gerak janin. Bila Ibu merasakan gerakan janin berkurang (kurang dari 10 kali dalam 24 jam) atau gerakannya sangat berlebihan, segeralah ke rumah sakit.
Lama kehamilan normal adalah 38¬42 minggu. Selama kondisi janin Ibu normal, jumlah air ketuban normal, dan aktivitas denyut jantung janin normal, Ibu dapat menunggu persalinan hingga usia 41 minggu. Bila pada usia 41 minggu belum lahir, dokter akan melakukan evaluasi ulang secara menyeluruh untuk menentukan apakah akan dilakukan induksi persalinan, menunggu satu minggu lagi, atau melakukan operasi seksio sesarea. Di Jakarta Ibu dapat melakukan konsultasi dengan dokter di Subbagian Fetomaternal RSPAD Gatot Soebroto atau RSUPN Cipto Mangunkusumo. Terima kasih atas pertanyaannya.

sumber : IDAI
Leher Terlilit Tali Pusat

Anak saya, sekarang berumur dua minggu. Ketika lahir (proses persalinan normal), lehernya terlilit tali pusat. Berat badan ketika lahir adalah 3,2 kg dengan panjang badan 49 cm. Selama dua minggu ini ia minum dengan baik, sering buang air kecil dan kalau malam sering terbangun.

Hal yang saya khawatirkan adalah gangguan yang mungkin terjadi di otaknya. Mungkinkah lilitan di leher ketika masih di dalam rahim itu dapat mengganggu perkembangan otaknya di kemudian hari?

Seberapa banyak bayi dalam rahim mengalami lilitan tali pusat? Bagaimana kami bisa mengetahui jika perkembangan otaknya terganggu? Tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mencegah gangguan yang mungkin terjadi?

Ny. Triwarti, Yogyakarta

Dua puluh sampai tiga puluh persen janin dalam kandungan dapat terlilit tali pusat. Tergantung tingkat jeratan tali pusat pada keadaan yang ekstrem dapat terjerat kuat di banyak tempat, sehingga dapat terjadi :

* Gangguan proses persalinan normal ( bayi tidak turun ke rongga panggul menuju jalan lahir). Persalinan diakhiri dengan operasi caesar.
* Jeratan pada leher janin yang kuat dapat menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen), sehingga bayi dapat mengalami sindrom gangguan nafas berupa sesak nafas.
* Bayi Anda lahir normal, tidak ada komplikasi. Yang perlu dilakukan adalah pemantauan tumbuh kembangnya oleh dokter anak. Bila tumbuh kembangnya normal, berarti bayi itu sehat.

dr. Rinawati Rohsiswatmo. Sp.A
IDAI Jaya
Staf Divisi Neonatologi IKA, RSCM-FKUI

Langsing setelah melahirkan tidak sulit kok !

sumber : http://www.sehatgroup.web.id

Khawatir menjadi gemuk setelah melahirkan agaknya ketakutan yang ’wajar’ pada ibu muda yang tengah merencanakan untuk hamil.
Pasalnya, sudah banyak ’contoh’ bahwa perempuan yang baru melahirkan akan mengalami kenaikan berat badan relatif besar daripada berat sebelum hamil.

Sebenarnya tak perlu khawatir berlebihan menyikapi hal ini.Ada beberapa penelitian yang mengungkap, bahwa aktivitas menyusui bayi bisa membantu ibu menurunkan berat badan secara berkala selama 12 bulan setelah melahirkan. Dalam proses tersebut, sejumlah hormon akan dilepaskan, dan hormon tersebut akan membantu uterus (rahim) untuk mengembalikan tubuh ke bentuk dan ukuran semula seperti sebelum masa kehamilan. Di masa kehamilan, tubuh akan mengalami kenaikan berat badan rata-rata 22 – 30 kg.

Jika Anda mengalami hal ini, dianjurkan untuk mengurangi berat badan 1 kg/minggu pascamelahirkan. Tapi, jika kenaikan berat badan melebihi 22 – 30 kg, maka Anda diperbolehkan mengurangi berat badan hingga lebih dari 2 kg/minggu. Tapi jangan lupa untuk memperhatikan agar penurunan berat badan ini tidak mengganggu kualitas dan kuantitas ASI.
Walau menyusui merupakan cara alami untuk menurunkan berat badan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan cara ini. Lakukan program penurunan berat badan yang mendukung, seperti; mencermati konsumsi makanan dan berolahraga sesuai kemampuan tubuh.
Jadi apa yang mesti Anda perhatikan jika saat ini Anda baru melahirkan dan ingin melakukan penurunan berat badan?
(conectique.com)

Kesehatan Hati Hati Dengan Kehamilan

sumber : http://www.sehatgroup.web.id

Anda pasti mengetahui apa resiko merokok dan alkohol selama hamil, tetapi apakah Anda tahu beberapa kebiasaan sehari-hari juga memiliki resiko bahaya yang potensial terhadap kehamilan?
Untuk membantu menjamin kehamilan sehat, berikut beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan:
Jangan duduk sepanjang hari.
Duduk adalah salah satu posisi yang terburuk bagi sistem sirkulasi. Kira-kira sekali setiap jam, Anda perlu berdiri dan jalan-jalan. Posisi tubuh terbaik bagi kehamilan dari segi sirkulasi adalah berbaring pada bagian kiri, dan kedua terbaik adalah berdiri.
Biasakan rutinitas olahraga.
Untuk kehamilan tiga atau empat bulan pertama, Anda dapat melanjutkan bentuk olahraga yang Anda senangi pada tingkat yang sama saat sebelum Anda hamil tetapi sebaiknya mintalah ijin dokter sebelum Anda melakukan.
Jangan memakai kaos kaki tinggi.
Kaos kaki jenis ini akan mengerutkan kaki hanya bagian bawah dari lutut. Dan pengerutan bagian ini memiliki kecenderungan yang tidak baik dan mendorong pembekuan darah. Stocking dan kaos kaki normal adalah pilihan lebih baik.
Awasi konsumsi vitamin.
Konsumsi vitamin atau mineral seperti vitamin C, A atau K atau kalsium berlebihan dapat mengakibatkan gejala kelahiran cacat. Ketika Anda tengah menghitung berapa banyak suplemen yang dibutuhkan, ingat untuk mepertimbangkan jumlah setiap vitamin yang Anda dapat dari konsumsi makanan sehari-hari.
Jangan berendam di air hangat.
Jika suhu tubuh seorang wanita hamil meningkat diatas 104 derajat Fahrenheit, rata-rata terjadi keguguran dua sampai tiga kali. Mandi air hangat boleh saja sepanjang untuk relaksasi.
Batasi konsumsi gula.
Gula lebih mudah begerak dibanding sebagain besar partikel lain. Gula bergerak dengan mudah sepanjang selaput plasenta, sehingga ketika Anda memutuskan untuk makan lebih kue coklat, Anda juga tengah memberikannya pada bayi.
Jangan melakukan keriting rambut.
Untuk 14 minggu kehamilan pertama, disarankan jangan melakukan pengobatan kimia pada kulit kepala karena jat kimia tersebut akan diserap melalui kulit dan disalurkan ke embrio yang tengah tumbuh. 14 minggu pertama sangat rentan karena dalam masa pembentukan organ bayi. Setelah tiga atau empat bulan, resiko mulai berkurang, tetapi sebaiknya Anda berhati-hati untuk menghindari pengobatan kulit kepala sampai sembilan bulan.
Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman.
Beberapa wanita khwatir mengenakan sabuk pengaman dapat melukai bayi. Ingat jika Anda memilih tidak mengenakan, peluang cidera dalam kecelakan sangat mungkin, dan jika ini terjadi, termasuk bayi Anda.

Kehamilan Yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi : Preeklamsia atau Toksemia

sumber : http://www.sehatgroup.web.id
Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan. Bila tekanan darah anda meningkat, tubuh anda menahan air, dan protein bisa ditemukan dalam urin anda. Hal seperti ini juga disebut sebagai toxemia atau pregnancy induced hypertension (PIH). Penyebab pasti terjadinya kasus preeklamsia tidak diketahui.
Siapakah yang beresiko mengalami preeklamsia?

Berikut ini daftar ibu hamil yang memiliki resiko tinggi mengalami preeklamsia:
• Baru pertama kali hamil
• Ibu hamil yang ibunya atau saudara perempuannya pernah mengalami preeklamsia
• Ibu hamil dengan kehamilan kembar; ibu hamil usia remaja; dan ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun
• Ibu hamil yang sebelum kehamilannya memiliki penyakit darah tinggi atau penyakit ginjal
Apakah gejala-gejala preeklamsia?

Preeklamsia ringan: Tekanan darah yang tinggi, retensi air, protein dalam urin
Preeklamsia berat: sakit kepala, pandangan kabur, tidak dapat melihat cahaya yang terang, kelelahan, mual/muntah, sedikit buang air kecil (BAK), sakit di perut bagian kanan atas, napas pendek dan cenderung mudah cedera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami pandangan kabur, sakit kepala yang parah, sakit di bagian perut, dan/atau jarang sekali BAK.
Bagaimana cara mengetahui apakah saya mengidap preeklamsia?

Pada pemeriksaan sebelum kelahiran dokter anda akan memeriksa tekanan darah, jumlah urin dan mungkin meminta anda untuk menjalani tes darah yang bisa menunjukkan bila anda mengidap preeklamsia.
Dokter anda juga dapat melakukan beberapa tes, termasuk diantaranya: pemeriksaan ginjal, fungsi pembekuan darah; pemeriksaan dengan USG untuk melihat pertumbuhan janin anda; dan pemindaian dengan alat Doppler untuk mengukur efisiensi aliran darah ke plasenta.
Bagaimana pengobatan untuk preeklamsia?

Pengobatan yang dilakukan tergantung pada seberapa dekat tanggal perkiraan kelahiran anda. Bila anda sudah dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran, dan bayi anda sudah dianggap sudah cukup berkembang, maka dokter anda mungkin akan menyarankan untuk mengeluarkan bayi anda sesegera mungkin.
Bila anda mengidap preeklamsia sedang dan bayi anda belum berkembang secara penuh, dokter anda mungkin akan merekomendasikan agar anda melakukan hal-hal berikut ini:
• Istirahat, berbaring pada sisi kiri tubuh agar janin anda tidak menindih urat darah.
• Sering melakukan pemeriksaan sebelum kelahiran
• Mengurangi makan garam
• Minum 8 gelas air per hari
Bila anda mengidap preeklamsia berat, dokter anda mungkin akan mengobatinya dengan memberikan obat-obat untuk menekan tekanan darah sampai perkembangan bayi anda cukup untuk dapat dilahirkan dengan selamat.
Bagaimana preeklamsia dapat mempengaruhi bayi saya?

Preeklamsia dapat membuat plasenta tidak mendapatkan darah dalam jumlah yang cukup. Bila plasenta tidak mendapatkan cukup darah, maka bayi anda tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan makanan. Ini dapat mengakibatkan kelahiran dengan berat badan rendah.
Kebanyakan ibu hamil yang menderita preeklamsia dapat melahirkan bayi yang sehat bila preeklamsia dapat dideteksi secara dini dan ditangani dengan perawatan teratur sebelum kelahiran.
Bagaimana cara mencegah preeklamsia?

Sampai saat ini, tidak ada cara pasti untuk mencegah preeklamsia. Ada faktor-faktor yang dapat penyebab terjadinya tekanan darah tinggi yang dapat dikontrol, ada juga yang tidak. Ikuti instruksi dokter anda mengenai diet dan olahraga.
• Gunakan sedikit garam atau sama sekali tanpa garam pada makanan anda
• Minum 6-8 gelas air sehari
• Jangan banyak makan makanan yang digoreng dan junkfood
• Olahraga yang cukup
• Angkat kaki anda beberapa kali dalam sehari
• Hindari minum alkohol
• Hindari minuman yang mengandung kafein
• Dokter anda mungkin akan menyarankan anda untuk minum obat dan makan suplemen tambahan.
Sumber:
Pregnancy Induced Hypertension (PIH): Preeclampsia or Toxemia, http://www.americanpregnancy.org

Kehamilan Setelah Usia 35 Tahun

Sumber : http://www.sehatgroup.web.id
Apabila anda berusia diatas 35 tahun dan berharap untuk bisa hamil, anda berada di tempat yang tepat. Banyak perempuan yang menunda kehamilan hingga mereka berusia 30 tahun atau lebih – dan melahirkan bayi yang sehat. Anda harus lebih berhati-hati agar bayi anda bisa mendapatkan perawatan yang baik sejak dini.
Pahami resikonya

Jam biologis adalah salah satu fakta dalam kehidupan – tapi tidak ada sesuatu yang ajaib pada usia 35 tahun. Hanya saja pada usia tersebut ada beberapa masalah yang harus dimengerti. Contohnya :
Mungkin perlu waktu lebih lama untuk bisa hamil

Sejak anda lahir, tubuh anda telah dilengkapi dengan sejumlah sel telur. Saat anda mencapai usia pertengahan 30 tahun, kualitas sel telur yang anda miliki akan mulai menurun. Setelah pembuahan, sel telur yang usianya lebih tua sangat sulit untuk bisa berkembang menjadi blastocyst – sel-sel yang berbentuk bola yang tertanam pada rahim yang kemudian akan memulai proses kehamilan.
Apakah ini berarti anda tidak bisa hamil? Tidak. Banyak perempuan berusia di atas 35 tahun yang berhasil hamil, hanya saja mungkin perlu waktu yang sedikit lebih lama untuk bisa berhasil hamil. Bila anda berusia diatas 35 tahun dan belum berhasil hamil setelah mencoba selama enam sampai sembilan bulan, mungkin anda perlu melakukan konsultasi ke penyedia jasa kesehatan anda untuk mendapatkan advis.
Besar kemungkinan anda akan mendapatkan kehamilan kembar

Perubahan hormonal yang berhubungan dengan usia dapat menyebabkan tubuh anda melepaskan lebih dari satu sel telur pada setiap kesempatan, yang akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan kembar non identik (fraternal).
Karena kesuburan yang makin berkurang, perempuan yang lebih berusia diatas 35 tahun mungkin harus menggunakan teknologi untuk membantu proses reproduksinya – seperti pembuahan in vitro – untuk bisa hamil. Karena prosedur seperti ini biasanya melibatkan penanaman lebih dari satu buah sel telur yang sudah dibuahi ke dalam rahim, maka proses seperti ini lebih mungkin menghasilkan kehamilan kembar dua atau lebih.
Resiko terjadinya keguguran akan lebih besar

Sayangnya, resiko terjadinya keguguran akan meningkat dengan semakin bertambahnya usia anda. Berikut adalah pembagiannya:
• Sebelum usia 35 – resikonya 15 persen
• Usia 35 sampai 39 – resikonya 20 sampai 25 persen
• Usia 40 sampai 42 – resikonya 35 persen
• Usia diatas 42 – resikonya 50 persen
Anda beresiko terkena gestational diabetes

Diabetes tipe ini hanya terjadi selama masa kehamilan. Kontrol yang ketat terhadap gula darah melalui diet, olah raga dan gaya hidup sehat lainnya sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Terkadang, penggunaan obat-obatan juga diperlukan. Perawatan yang anda jalani mungkin akan meliputi pemeriksaan rutin sebelum kelahiran yang lebih sering, dan tes gula darah secara reguler di rumah.
Anda mungkin harus melahirkan secara caesar

Banyak faktor yang menentukan di sini. Contohnya:
• Ibu hamil dengan berusia diatas 35 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi mengidap komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, seperti tekanan darah tinggi dan gestational diabetes. Problem seperti ini bisa menyebabkan diperlukannya kelahiran secara Caesar.
• Besar kemungkinan saluran rahim anda lambat pembukaannya, yang juga dapat menyebabkan diperlukannya operasi Caesar.
• Bila bayi anda terlalu besar atau berat badan anda naik terlalu banyak – masalah yang biasa terjadi pada ibu hamil dengan usia yag lebih tua – kelahiran melalui vagina biasanya sulit terjadi.
• Pada ibu hamil berusia diatas 35 tahun, bayi biasanya berada pada posisi yang menimbulkan komplikasi pada saat kelahiran, seperti bagian pantat atau kaki yang berada di bawah (sungsang).
• Placenta previa – suatu keadaan dimana plasenta menutup saluran rahim baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian – yang menyebabkan diperlukannya operasi Caesar.
• Operasi Caesar seringkali direkomendasikan untuk kelahiran bayi kembar.
Resiko adanya kromosom abnormal lebih tinggi

Bayi yang dilahirkan oleh ibu berusia diatas 35 tahun memiliki resiko mengidap berbagai masalah yang berhubungan dengan kromosom, seperti Down Syndrome. Pada usia 30 tahun, resiko terjadinya Down Syndrome terjadi 1 kali pada setiap 1000 kelahiran hidup. Pada usian 35, kemungkinannya satu dibanding 400. Pada usia 40, resikonya satu diantara 100.
Buat Pilihan Yang Sehat

Menjaga diri anda sendiri adalah cara terbaik untuk menjaga bayi anda. Berikan perhatian ekstra pada hal-hal yang mendasar.
Buat janji temu pada masa prekonsepsi

Temui penyedia jasa kesehatan sebelum anda memulai proses kehamilan untuk memastikan bahwa tubuh anda sudah siap untuk menerima tugas yang akan dibebankan padanya. Beliau akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan mendiskusikan perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan kemungkinan anda menjalani kehamilan serta melahirkan bayi yang sehat.
Janji temu pada masa prekonsepsi adalah waktu yang baik untuk membicarakan kekhawatiran yang anda hadapi soal kesuburan atau kehamilan pada usia anda. Tanyakan cara terbaik untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan – dan pilihan yang ada bila anda mengalami kesulitan untuk hamil.
Perawatan prenatal reguler

Selama kehamilan, kunjungan perawatan prenatal dapat membantu penyedia jasa kesehatan anda untuk memonitor kesehatan anda dan janin anda. Ungkapkan gejala atau tanda-tanda yang membuat anda khawatir, meskipun hal itu kelihatannya tidak terlalu penting menurut anda. Berdiskusi dengan penyedia jasa kesehatan anda dapat membuat pikiran anda lebih tenang.
Makan makanan sehat

Selama kehamilan, anda akan memerlukan lebih banyak asam folat, kalsium, zat besi, protein dan nutrisi penting lainnya. Bila anda telah menjalankan kebiasaan makan yang sehat, lanjutkan. Vitamin prenatal yang diminum setiap hari – idealnya dimulai sebelum masa kehamilan dimulai – dapat memenuhi semua kebutuhan yang mungkin diperlukan.
Jaga pertambahan berat badan dengan bijak

Penambahan berat badan yang tepat dapat mendukung kesehatan janin anda – dan memudahkan anda untuk membuang berat yang berlebihan setelah kelahiran. Bekerja samalah dengan penyedia jasa kesehatan anda untuk menentukan apa yang paling tepat untuk anda. Di bawah ini adalah panduan secara umum:

Berat sebelum hamil Penambahan berat badan yang direkomendasikan
Berat badan kurang 28 sampai 40 pounds (12 sampai 18 kg)
Berat badan normal 25 to 35 pounds (11 sampai 15 kg)
Kelebihan berat 15 to 25 pounds (6 sampai 11 kg)
Kegemukan At least 15 pounds (setidaknya 6 kg)
Bila anda menjalani kehamilan kembar dua atau tiga, anda perlu menambah berat badan – biasanya sekitar 15 sampai 20 kg.
NOTE : konversi dari pound ke kilogram dibuat berdasarkan perhitungan dari http://www.onlineconversion.com/weight_common.htm
Tetap aktif secara fisik

Bila dokter anda tidak menganjurkan untuk melakukan istirahat total (bedrest), saat kehamilan dapat menjadi waktu yang baik untuk menjalani kegiatan secara aktif. Olahraga bisa membantu mengurangi atau bahkan mencegah rasa tidak nyaman, meningkatkan energi dan meningkatkan kesehatan anda secara keseluruhan. Bahkan, olahraga dapat membantu anda untuk mempersiapkan kelahiran bayi anda dengan meningkatkan stamina dan kekuatan otot anda.
Anda harus mendapatkan persetujuan dari penyedia jasa kesehatan anda sebelum memulai atau meneruskan suatu program olahraga – terutama bila anda punya catatan kesehatan atau pernah melahirkan prematur.
Hindari zat-zat yang berbahaya

Alkohol, tembakau dan narkotika harus dijauhi selama kehamilan.
Penggunaan alkohol, walaupun sedikit, dapat membahayakan janin anda yang sedang berkembang. Merokok dapat meningkatkan resiko kelahiran prematur, masalah dengan plasenta dan cacat lahir. Obat-obatan apapun yang anda minum akan diteruskan oleh tubuh anda ke janin anda, terkadang dengan efek yang sangat mengerikan.
Pengobatan sendiri maupun dengan penggunaan resep juga harus dilakukan dengan hati-hati. Diskusikan penggunaan obat atau suplemen dengan penyedia jasa kesehatan anda sejak awal.
Pelajari test prenatal untuk memeriksa abnormalitas kromosom

Tes-tes yang bersifat diagnostik seperti pengambilan sampel chorionic villus dan genetic amniocentesis dapat memberikan informasi mengenai kromosom pada janin anda dan hanya mengakibat sedikit resiko pada kehamilan. Penyedia jasa kesehatan anda dapat membantu anda mempertimbangkan resiko ini dibanding dengan nilai informasi yang akan anda terima.
Tentu saja, pemeriksaan prenatal hanya bertujuan untuk mengkonfirmasikan bahwa bayi anda sehat. Akan tetapi penting juga bagi anda untuk bersiap-siap menerima kemungkinan lain. Percayakan penyedia jasa kesehatan anda untuk membantu anda membuat keputusan yang sejalan dengan nilai-nilai yang anda anut.
Lihat ke masa depan

Keputusan yang anda buat sekarang – bahkan sebelum masa konsepsi – dapat memiliki efek seumur hidup pada bayi anda. Pikirkan kehamilan anda sebagai kesempatan untuk merawat bayi anda anda bersiap-siap untuk perubahan yang menyenangkan di masa mendatang. (WM/DS/
Sumber

Pregnancy After 35: Healthy Moms, Healthy Babies, Mayo Clinic staff, http://www.mayoclinic.com/invoke.cfm?id=PR00115

Q & A Kehamilan Pasca Caesar

Kehamilan pasca Caesar

sumber : milist sehat

Question : sekalian nih saya mau curhat……saya anggota baru,,,,,,,,,,,, maaf selama ini tidak pernah memperkenalkandiri……..
Saya sedang mengandung anak ke dua, usia kehamilan 2.5 bulan.anak pertama saya terlahir cesar……dan setelah anak pertama berumur 3,5bulan kehamilan saya kedua di mulai….
pada saat operasi cesar, saya dilakukan saya mengalami shock karena sayamengeluarkan banyak darah hingga saya di tranfusi 3 botol. menyebabnyaadalah ada varises (mudah2an benar penulisannya) di perut saya sebesar ibujari sebanyak 5 varises dan kondisinya pecah semua…..
saya sadar bahwa jarak aman kehamilan adalah 2 tahun, tp saya tidak sampaihati kalau harus menggugurkan anak saya meskipun pada saat saya mengetahuikehamilan saya, janin masih berumur 1 minggu.
meskipun dokter saya mengatakan saya relative aman, saya sedikit ragu…..dengan medical record yg saya miliki, apa ya kira2 kondisi terjelek yg sayaakan alami dan kira2 apa saja yg hrs saya hindari agar kehamilan saya tidakterlalu berbahaya…mengingat kondisi jahitan saya belum totally sembuh….

terima kasih sudah mau membantu saya……d-nee

Answer 1 : Mom..
Kalo saya ngga salah, ada dua pendapat dokter deh mengenai kehamilan lagisetelah caesar, yang pertama : aman melahirkan kembali setelah 2 tahun danyang kedua (yang terbaru) dalam jangka waktu 6 bulan.. (cmiiw dokter dan sps). Insya Allah, mom.. nanti pas waktu melahirkannya udah lewat 6 bulandooong :) jangan panik ya.. kasian baby nya.. soale aku aja udah di ijininhamil lagi nih.. sama dsog ku yang kedua, sama yang pertama masih nganutyang 2 tahun.. hehehehe
Reyna Miranda

Answer 2 : Aku juga termasuk yg lahir dengan caesar, tapi ini memang atas permintaanku sendiri karena sudah 12 jam pembukaan masih tetap 1, pada awalnya dsog ku tetap bertahan bahwa masih bisa dengan normal dan masih membujuk aku untuk tetap normal. Tapi aku justru tetap bersikeras untuk caesar , kenapa ? karena aku nunggu anak dalam kandungan ku ini selama 6 tahun dan aku tidak mau terjadi apa – apa dengan anakku, alhamdulillah keputusanku ternyata tidak salah karena ternyata anakku di dalam sudah terlibat tali pusat 2 kali lingkaran di lehernya, waktu USG terakhir tidak terlihat, bisa kebayangkan gimana kalau aku paksain lahir dengan cara Normal ( bisa kecekek deh anakku…wah serem yach …),Pada hakekatnya yang namanya jadi seorang ibu itu memang harus siap berkorban dan menanggung sakit kok demi sang anak.Jadi bagi yg sudah caesar enggak ada yg perlu di sesalin deh…yg penting saat ini toh sudah selamat dua – duanya , dimata Tuhan sama kok perjuangan melahirkan dengan normal / caesar.Lagi pula tidak ada bedanya kok kasih sayang yang kita tuangkan ke anak yg kita lahirkan dengan normal maupun yang di lahirkan dengan Caesar.
Maaf ya kalau ada yg tidak berkenan.
Salam,Selvi

Answer 3 : Mbak Yeni,
Sekedar mau sharing…Kedua anak saya kebetulan dilahirkan secara Cesar dengan jarak kelahiran 13bulan dan menurut dokter kandungan saya hal tsb tidak apa2. (jahitan diperut ditempat yg sama).Karena anak pertama cesar dan jaraknya dekat; maka anak kedua dianjurkancesar tapi dokter kandungan saya juga menawarkan kalau memang saya mau cobasecara normal boleh saja. Saat itu saya memilih melalui cesar saja karenaberdasarkan pengalaman cesar pertama, saya benar2 merasa ‘cocok’ dan samasekali tidak ada masalah atau sakit sedikitpun mulai dari saat operasihingga saat ini. hehehe… tapi kadang2 menyesal juga krn jadinya nggakbisa merasakan ‘perjuangan’ melahirkan secara normal.
salam,gina

Answer 4 : setuju dgn bu Selvi. melahirkan adalah perjuangan luar biasa bagi seorang ibu, untuk bisa menghadirkan bayi ke dunia. saya yakin rasanya pasti sangat sangat suaaakkkiiiittttt, baik itu secara normal atau cesar. istri saya melahirkan cesar, dan saya melihat sendiri bagaimana pengorbanannya pasca operasi, harus berjuang mengatasi rasa sakit yang hebat akibat luka operasi, disamping juga harus menyusui bayi kami. bravo untuk semua ibu yang sangat berani melahirkan bayi…apapun jalannya yang diijinkan oleh Tuhan. kami kaum laki² ….melihatnya saja sudah ngeri…-:)salamTony – papa nya Syallom

Answer 5 : gpp kok kalau caesar krn alasan medis dan demi keselamatan ibu dan bayi, masalahnya tolak ukurnya itu yg kita mesti pelajari.
tapi soal dilema banyak loh bahkan temenku sendiri dan dalam hal kerjaan dan pendidikan well educated kok, ketika aku recommended one of dsog pertanyaannya gini1. dia suka melahirkan normal ga ya? 2. trus mau ga ya kalau kita minta caesar?
trus dia jawab sendiri, aku ga mau ah klo dokter kolot gitu
trus akhirnya dia tanya kesana sini dan memilih dsog dgn track record caesar banyak
nah lo? klo kaya gini mo bilang apa?
regard
ade

Answer 6 : Mbak dini..
Tuh mom ada mbak Witri.. terus terang, dsog ku yang pertama bilang 2 tahun,makanya beliau nyaranin pake iud. ternyata kan aku ndak cocok pake iud,ketemu deh sama dsog ke dua yang di referensi oleh dr kita tercinta.. pastanya sama beliau alat kb.. beliau bilang ndak usah dulu.. trus aku bilang,kalo jadi lagi gimana, dok.. beliau malah balik tanya “lho.. emangnyakenapa? anaknya baru satu kan?”.. kan harus dua tahun dok.. “lho.. ngga papakok.. udah ok”.. akhirnya malah disuruh cepet2.. heheheh.. gitu :p (cmiiwlagi ya dokter dan sp’s)
Reyna Miranda

Answer 7 : wah.. serem juga ceritanya..
mau share juga ah…saya bearrti termasuk yg “tidak beruntung” krn kelahiran anak pertama kmrncaesar.
ceritanya, saya ada riwayat keguguran krn ACA tinggi (darah teralalu cepatmembeku)akhirnya pada kehamilan ke dua (didapati kondisi ACA msh tinggi) saya harusterapi suntikan setiap hari selama kehamilans ampai waktunya melahirkan.(fuih)
krn terapy tersebut dsog saya menyataka saya HARUS caesar…untuk menghindari pendarahan,dll… (alsannya panjang deh pokokknya)
dilain sisi, pas ngobrol2 sama bbrp pasiennya dsog lain ada semacampenilaian kalo katanya dsog saya “dikit2 casar dikit2 caesar)..saya bukannya tidak berusaha mencari jalan lain..dalam hati juga pengen bgt normal (katanya ini dia waktunya menjadi seorangwanita…cieeee….)tp saya sadar kondisi saya yg “tidak biasa”, dan alasan dsog demikeselamatan bayi dan ibu..jadi saya terima “perintah” untuk caesar…(bahkan sejak awal kehamilan)bodo amat deh penilaian orang lain.. (hehehe)
kalo pas ke daerah, ketemu saudara, atau teman. pas berbagi cerita ttgkehamilan… ada adja celetukan “ah, dokter sekarang…dikit2 caesar, dikitcaesar… ” menidng sama bidan adja, gak macem2… dulu gak ada tuhgitu2an…saya suka mbatin dalam hati…: “gak tau sih lo ceritanya gimana…!!”gitu deh… heheheh
bukannya mbelain dokter yg nyuruh caesar ya…tp saya yakin, para dokter juga sudah mepertimbangkan keselamatan pasiennya(mudah2an ya).. tentunya kaloa da alsan2nya khan…
nanti kehamilan selanjutnya.. tentu saja saya berharap bgt bisa normal.
vina

Answer 8 : saya juga termasuk lahir cesar, pada kehamilan dan hasil pemeriksaan selamaini tdk ada keluhan dan posisi bayi normal (kt 3 dsog-ku krn saya hdp di 2kota he..he). kasusnya karena usia 8,5 bulan ketuban dah bocor merembes,dsog saya tetep tuch mengusahakan vaginal birth dengan diinjeksi, karenaemank belum ada pembukaan sama sekali. Tapi setelah waktu yg ditentukan(kalo ga salah 9 jam, lupa ) ternyata gak ada pembukaan samaa sekaliakhirnya cesar. Harapan saya anaknya saya bisa selamat. Sejak tahu ketubanbocor sebelum waktunya, saya dah siapin mental akan operasi…, akhirnyadiruang persiapan operasi cengar-cengir dan ma ibu saya pdhal perlengkapanbayi belum beli, sedangkan suami dan mertua saya yang cemaaas sekali(he…he… kok curhat)Dan ternyata setelah dicesar baru ketahuan kalu bentuk rahim saya seperti”MENTIMUN” tidak seperti pd umumnya, makanya pas diinjeksi ga mau turun/gaada pembukaan, jd kelahiran berikutnya scr medis dengan bentuk rahim spt itucesar lagi(cmiiw, dok), tapi itu rahasia Allah-kan.. tambahan lagi Naufalkelilit tali puser banyak….jd menurutku langkah yg diambil dsog-kutepat….
Maaf kalo tdk membantu
widi

KEHAMILAN DILUAR KANDUNGAN

sumber : NAKITA
Kehamilan ini harus segera dihentikan karena bisa membahayakan nyawa ibu. Apa sebab dan bagaimana mengatasinya?
Pada pemeriksaan kehamilan pertama, biasanya dokter menyarankan untuk dilakukan USG. Salah satunya bertujuan melihat kehamilan terjadi di dalam atau di luar kandungan. Hingga, bisa segera ditangani bila kehamilan terjadi di luar kandungan. Soalnya, kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik sangat membahayakan nyawa ibu.
Kehamilan ektopik, terang dr. Bambang Fadjar, SpOG dari RS International Bintaro, Tangerang, bisa terjadi di saluran tuba, kornu (tanduk rahim), indung telur, atau justru di dalam perut. Tentunya, dengan makin membesar janin, baik saluran tuba, indung telur, ataupun kornu, bisa pecah dan mengakibatkan perdarahan di dalam perut. “Ini sangat membayakan jika perdarahan sampai tak diketahui.”
KELAINAN SALURAN TUBA
Menurut Bambang, kehamilan ektopik bisa terjadi bila kita punya masalah di saluran tuba, entah berupa penyumbatan atau penyempitan. Saluran tuba merupakan jalan masuk sel telur dan sperma hasil konsepsi (pertemuan sperma dan sel telur).
Kala masa subur, indung telur akan mengeluarkan telur matang ke dalam perut. Nah, bila kita berhubungan, sel sperma akan masuk ke rahim, lalu melewati saluran tuba dan keluar dari fimbrie (ujung luar saluran tuba) ke dalam perut, hingga bertemu sel telur yang matang itu. Hasil konsepsi itu akan masuk kembali ke dalam rahim lewat fimbrie dan saluran tuba, lalu tumbuh dan berkembang di dalam rahim sebagai janin.
Dengan demikian, jika terjadi kelainan di saluran tuba, hasil konsepsi tak bisa masuk ke dalamnya, hingga terjadilah kehamilan di luar rahim. “Bisa saja hasil konsepsi dapat masuk ke saluran tuba tapi tak bisa sampai ke dalam rahim, hingga bercokol di sana dan tumbuh membesar; bisa juga masuk ke dalam indung telur, atau sama sekali tak bisa masuk ke saluran tuba hingga tumbuh di dinding perut.”
Terjadinya penyempitan/ penyumbatan saluran tuba karena memang sejak kecil ada kelainan di saluran tuba atau karena terjadi infeksi seperti infeksi akibat penyakit GO (gonorrhea) ataupun radang panggul.
Tanda-tanda saluran tuba yang terkena infeksi ialah keputihan, tapi keputihannya tak seperti keputihan fisiologis biasa, melainkan disertai rasa sakit atau nyeri di perut, demam, dan dalam jumlah banyak. Bahkan, saking tak tertahankan akan sakitnya, si ibu bisa pingsan.
“Jadi, bila ibu keputihan, harus diyakini betul, apakah keputihannya karena ada infeksi ataukah sekadar fisiologis biasa seperti yang terjadi kala hendak menstruasi,” tegas Bambang. Bila tak yakin, tak ada salahnya untuk berkunjung ke dokter demi memastikannya.
CIRI-CIRI
Kehamilan ektopik tak bisa dideteksi dari luar. Yang jelas, bila 1-2 minggu si ibu telat menstruasinya, terus merasa nyeri di perut bagian bawah, waspadalah. “Selemah-lemahnya tubuh orang hamil muda, tapi tak akan ada nyeri. Nah, jika terasa nyeri sedikit saja di perut bagian bawah perlu waspada. Jangan-jangan ada infeksi di saluran tuba atau bahkan sudah terjadi kehamilan ektopik.”
Nyeri ini terjadi karena kehamilan telah pecah, hingga menimbulkan perdarahan. “Si ibu tak akan tahu kalau ia mengalami perdarahan karena perdarahan itu terjadi di dalam perut. Hingga, yang ia rasakan hanya sakit yang hebat, lemas, sesak, dan tiba-tiba pingsan.”
Memang tak semua kehamilan ektopik akan mengalami perdarahan. Soalnya, kehamilan ektopik ada 2 jenis, yaitu kehamilan ektopik belum terganggu (KEBT) dan kehamilan ektopik terganggu (KET). Pada KEBT, kehamilannya belum sampai pecah dan biasanya si ibu tak merasakan apa-apa.
Sementara pada KET, kehamilan ektopik itu sampai mengakibatkan saluran tuba pecah dan menimbulkan perdarahan. “Di saluran tuba banyak terdapat pembuluh darah. Jadi, saat janin membesar sedikit saja, bisa mengakibatkan saluran itu pecah.”
HARUS DIKELUARKAN
Itulah mengapa, bila diketahui terjadi kehamilan ektopik, meski belum pecah, dokter pasti menyarankan untuk segera dikeluarkan. Sebab, tak ada gunanya janin itu tumbuh di tempat yang bukan tempatnya. Janin juga tak mungkin bisa membesar hingga usia 9 bulan. Baru beberapa minggu saja, “tempat bersarangnya” sudah tak tahan dan pasti akan pecah.
Jika sudah pecah, perdarahan yang terjadi dalam perut bisa hebat. “Ada, lo, yang perdarahannya sampai 2 liter.” Kalau sudah begini, si ibu akan mengalami anemia, pucat, lemas, bahkan bisa pingsan. Sebab, darah yang terkumpul di dalam perut bisa mengakibatkan sesak nafas. Bila perdarahannya dalam tingkat parah dan tak segera ditolong, si ibu bisa meninggal.
Pun jika kehamilan terjadi di dinding perut yang tempatnya relatif lebih lebar. “Memang ada kehamilan ektopik di dalam perut yang bisa sampai membesar hingga janinnya cukup mampu untuk dilahirkan. Namun, tetap saja itu bukan tempat untuk tumbuh kembang bayi, hingga kualitas bayi juga pasti tak bagus.” Selain itu, plasenta bisa menempel di usus perut kita, hingga sangat membahayakan. “Pada si ibu pasti akan timbul keluhan sakit perut yang hebat.”
Bukan berarti bahaya sudah hilang, lo, bila janin sudah dikeluarkan dari dinding perut. “Plasenta yang menempel di usus tak bisa begitu saja diambil. Pasti akan merusak usus kita atau mengakibatkan robek. Jadi, biasanya janinnya dulu dikeluarkan lewat operasi. Beberapa hari kemudian, baru dilakukan operasi kembali untuk mengeluarkan plasenta.” Dengan tak ada janin, berarti tak ada kehidupan, juga buat plasentanya, hingga ia takkan menempel kuat lagi di usus. Dengan demikian, saat diambil sudah tak membahayakan usus lagi.
TETAP WASPADA
Mengingat bahayanya yang besar itulah, pesan Bambang, ibu hamil jangan menolak jika dianjurkan untuk pemeriksaan USG di trimester I. Dengan demikian, bila diketahui terjadi kehamilan ektopik, bisa segera dihentikan kehamilannya atau dikeluarkan janinnya sebelum pecah.
Pada KEBT, penanganan cukup dilakukan dengan suntik pengobatan MTX (methotrexate) yang bisa menyerap hasil konsepsi tanpa merusak saluran tuba atau dinding perut. Selanjutnya akan dipantau lewat USG, kehamilannya bisa menghilang atau tidak. Jika belum terserap sempurna, cara ini akan diulang lagi.
Cara lain, dengan operasi laparoskopi, sejenis operasi besar tapi dengan invasi minimal. Jadi, dinding perut dilubangi sedikit untuk memasukkan alat dan teropong, lalu dilakukan operasi pemotongan janin atau saluran tuba. Pemotongan saluran tuba diusahakan sesedikit mungkin, hingga bisa diperbaiki kembali atau dilakukan tuba plastik (operasi plastik untuk memperbaiki saluran tuba). “Namun bila letak janin tumbuh di tengah atau ujung bagian dalam saluran tuba, biasanya satu saluran tuba itu akan dipotong semua.”
Pada KET, harus segera dilakukan operasi laparotomi, yaitu pembedahan perut. “Darah di perut dikeluarkan dan saluran tuba yang pecah dipotong.”
Meski satu saluran tuba telah dibabat habis, toh, ibu tak usah khawatir dirinya tak bisa hamil lagi. Bukankah saluran tubanya masih ada satu lagi dan indung telurnya masih utuh? Jadi, bila yang kiri dipotong, misal, yang kanan masih tetap berfungsi. Namun dengan syarat, saluran tersebut tak mengalami penyempitan/penyumbatan. Kalau tidak, ya, bisa terjadi kehamilan ektopik lagi.
Saran Bambang, jika ingin hamil lagi dan tak ingin kehamilan ektopik ini terulang, sebaiknya setelah pemotongan saluran tuba, periksalah saluran tuba yang satunya lagi dengan peneropongan HSG (histerosalpingografi). “Jika ternyata ditemukan kasus yang sama pada saluran tuba satunya lagi, sebaiknya diperbaiki dulu. Infeksinya disembuhkan atau sumbatannya dibuka dengan jalan ditiup. Dengan demikian, kehamilan ektopik takkan terulang.”
Walau begitu, hasil peniupan tetap perlu diwaspadai. Soalnya. saat ditiup, bisa jadi saluran itu membesar. Untuk masuknya sel sperma yang hendak menuju ke dalam perut, mungkin saluran ini cukup. Namun setelah sel sperma bertemu dengan sel telur dan terjadi konsepsi, mungkin ukurannya jadi lebih besar, misal, 4 kali besar sel sperma.
Nah, kala ia hendak masuk lagi ke rahim melalui saluran tuba, saluran yang terbuka hasil ditiup tadi, tetap tak cukup besar untuk dilalui hasil konsepsi ini. Jadilah hasil konsepsi ini tak bisa sampai ke dalam rahim, melainkan hanya sampai di saluran tuba atau bahkan tak bisa masuk sama sekali atau ada di dinding perut.
Kewaspadaan ini juga perlu bagi ibu-ibu yang punya kasus infertility hingga perlu dilakukan peniupan di saluran tubanya. Jangan sampai terjadi kehamilan ektopik.
Indah Mulatsih
HAMIL DI LUAR KANDUNGAN
Saya seorang ibu (37 tahun), tujuh bulan lalu keguguran anak pertama ketika kehamilan berusia 7 minggu dan dilakukan tanpa kuret. Setelah istirahat 5 bulan, saya hamil lagi. Tapi setelah kehamilan berusia 10 minggu, kondisi badan saya melemah dan dua kali pingsan, lalu saya masuk RS. Setelah di USG oleh dokter, saya dinyatakan hamil di luar kandungan. Malam itu juga saya langsung dioperasi. Yang ingin saya tanyakan:
1. Kenapa dan apa sebabnya saya hamil di luar kandungan? Padahal saya tak menggunakan kontrasepsi apapun.
2. Masih bisakah saya hamil lagi secara normal?
3. Kira-kira berapa lama lagi saya boleh hamil?
Saya mohon penjelasan dan saran Dokter. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
T. Yati – Beji, Depok
Hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik (KE) adalah suatu kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim. Pada KE umumnya kehamilan tak dapat berkembang terus karena tempat embrio tumbuh tak memadai. Pada KE yang telah mengalami perdarahan atau pecahnya tempat di mana embrio tersebut ditanam, disebut kehamilan ektopik terganggu (KET). Kadang kehamilan tersebut dapat berkembang terus dan janin dapat cukup besar sehingga dapat hidup layaknya seperti janin yang mengalami kehamilan normal, keadaan ini disebut kehamilan ektopik lanjut (KEL). Biasanya terjadi bila janin tumbuh di dalam rongga perut ibu.
Penyebab KE antara lain: a) Kerusakan pada saluran telur sehingga terjadi sumbatan sebagian saluran rongga tersebut dimana sperma dapat melewatinya tapi hasil pembuahan tak dapat melewatinya. Kerusakan tersebut umumnya disebabkan infeksi, misalnya, infeksi dengan klamidia atau gonorrhea; b) Kelainan bawaan alat kandungan, misalnya, uterus septus (rahim dengan sekat), uterus bikornis (rahim dengan dua tanduk), dan lainnya; c) Tumor atau perlekatan-perlekatan dalam rongga perut yang mengakibatkan gangguan pada saluran telur; d) Riwayat pernah operasi KE atau bedah sesar.
Ibu masih bisa hamil secara normal meskipun pernah mengalami KE, waktunya kira-kira tiga bulan setelah operasi. Satu hal yang sangat penting harus Ibu lakukan, segera di-USG transvaginal begitu tes hamil Ibu positif. Dengan USG transvaginal dapat diketahui letak kehamilan, apakah normal atau di luar kandungan. Ibu juga harus selalu memohon kepada Tuhan YME agar kehamilan berikut yang Ibu rencanakan dapat berjalan baik dan normal. Saya turut berdoa semoga Ibu dapat segera memiliki keturunan. Terima kasih banyak atas pertanyaannya
USAI HAMIL DI LUAR KANDUNGAN, HARUS JALANI HSG?
Saya (25) menikah awal Maret 2001. Oktober di tahun yang sama saya menjalani operasi dengan diagnosa hamil ektopik di adneksa/parametrium kiri. Sedangkan di adneksa/parametrium kanan tidak terlihat kelainan dan ovarium kanan pun terlihat normal. Setelah dioperasi dan minum pil KB selama setahun, saya dianjurkan dokter untuk menjalani pemeriksaan HSG.
Yang ingin saya tanyakan, apa itu HSG? Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi apa? Bagaimana seandainya pemeriksaan HSG tidak dilakukan? Apa benar juga kalau pernah mengalami hamil ektopik, kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama? Bagaimana cara pencegahannya mengingat saya belum pernah punya anak? Apakah ini ada kaitannya dengan pekerjaan saya di bagian ADM (angkat, dorong, manggul)? Saya sangat menantikan jawaban Dokter dan terima kasih banyak atas perhatiannya.
Nina – Bandung
HSG atau histerosalpingografi adalah suatu alat bantu diagnostik yang memakai zat kontras tertentu yang dimasukkan ke dalam rongga rahim, kemudian dibuat foto rontgen, sehingga dapat dinilai saluran mulut rahim, rongga rahim, saluran telur, dan keadaan di sekitar alat kandungan dalam (organ genitalia interna). Karena bersifat radiasi, maka pemeriksaan ini tidak boleh sering dilakukan. Waktu yang dianjurkan adalah sekitar hari ke 8¬10 setelah haid hari pertama atau kira-kira 3¬4 hari setelah haid bersih.
Sebelum HSG, jangan melakukan hubungan intim. Hal ini untuk mencegah terjadinya kehamilan segera pasca-HSG. Pada penderita bekas hamil di luar kandungan memang perlu dilakukan pemeriksaan HSG untuk menilai apakah saluran telur Ibu normal atau tidak. Bila ada sumbatan atau kerusakan, maka hal tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum Ibu hamil kembali. Bila tidak dapat diperbaiki, maka Ibu akan dianjurkan untuk menjalani program bayi tabung.
Memang benar Ibu memiliki risiko untuk berulangnya mendapat kehamilan di luar kandungan, angkanya sekitar 15%. Faktor risiko untuk terkena kehamilan di luar kandungan adalah infeksi (radang panggul, terutama karena klamidia), operasi saluran telur, program kehamilan dibantu (misalnya bayi tabung), dan kelainan bawaan rahim dan saluran telur. Sebelum hamil kembali, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter di Subbagian Infertilitas di Bagian Obstetri dan Ginekologi RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung.
KEHAMILAN DI LUAR KANDUNGAN
istilah lain: Kehamilan ektopik, ectopic pregnancy
ilustrasi:
Nyetir sepeda motor, umumnya si pengendara megang stang dan duduk di sadelnya. Mengendarai sepeda motor sambil duduk di stang dianggap tidak lazim, kecuali akrobatik. Dengan cara tidak lazim tersebut pengemudi motor beresiko tergelincir.
Namun demikian, bila segera diketahui dapat diselamatkan dari kecelakaan.
Hamil di luar kandungan, kira-kira seperti itulah gambarannya. Kehamilan saya gambarkan sebagai pengendara sedangkan kandungan saya gambarkan sebagai sadel (tempat duduk).
Jadi, yang dimaksud hamil di luar kandungan jangan dibayangkan hamil di lambung lho, tidak seperti itu, masih di wilayah kandungan koq, hanya kadang ada yang kluyuran di luar wilayah kandungan tetapi tidak jauh-jauh amat.
DEFINISI
Kehamilan di luar kandungan adalah kehamilan dimana sel telur (ovum) yang sudah dibuahi (oleh spermatozoon) tidak berada (implantasi) di rongga rahim (endometrium).
Lha terus lari kemana hasil pembuahan tersebut, tersesat kemana ?
Mari kita simak tempat-tempat nya.
Berdasarkan tempatnya, kehamilan di luar kandungan terdiri dari:
• Kehamilan Tuba (berkisar 95-98%). Kahamilan di tuba adalah tempat paling favorit terjadinya kehamilan di luar kandungan. Bisa dibayangkan bagaimana resikonya, si jabang tumbuh dan berkembang di saluran penghubung antara rongga rahim dengan indung telur (ovarium) yang hanya sebesar pangkal lidi atau kira-kira mirip karet pèntil . Hiy,tentu mudah pecah, perdarahan di dalam tanpa diketahui. Perdarahan tersebab pecahnya pembuluh nadi (arteri) kecil bukan netes, tapi mancur.
• Kehamilan pada leher rahim (servikalis) dan tanduk rahim (kornual). Masih di bagian rahim tetapi tidak di dalam rongga rahim. Leher rahim dan tanduk (kornu) adalah salah satu bagian rahim yang sempit, bukan tempat ideal untuk pertumbuhan bayi.
• Kehamilan indung telur (ovarium). Organ pemroduksi sel telur (ovum) ini kecil, jumlahnya ada 2 di ujung tuba kanan dan kiri, bukan tempat pertumbuhan bayi.
• Kehamilan jaringan ikat rahim (intra ligamenter). Gimana jika bayi tumbuh di jaringan yang alot, nggak ideal kan ?
• Kehamilan rongga perut (abdomen). Maksudnya bukan lambung lho, halah koq sulit sih meng-indonesiakan. Begini deh, rongga perut (abdomen) itu adalah rongga di bagian tengah tubuh yang berisi: liver (hati), lambung dan rangkaian ususnya, limpa, sepasang ginjal, lalu turun ke bawah berisi organ reproduksi.
• Nah kehamilan di luar kandungan bisa nyasar juga ke rongga perut sekitar wilayah rahim namun persentasinya amat kecil.
• Kehamilan kombinasi. Maksudnya ada dua kehamilan, yang satu kehamilan di luar kandungan, satunya lagi kehamilan dalam rahim secara bersamaan. Tentu presentasenya juga amat kecil.
FAKTOR PENYEBAB
Kehamilan di luar kandungan dapat terjadi karena gangguan transport hasil pembuahan dari tuba ke rongga rahim. Dapat pula sebagai akibat kelainan hasil pembuahan itu sendiri yang memang memiliki potensi kehamilan di luar kandungan.
catatan:
Pembuahan, yakni bertemunya benih pria (spermatozoon) dengan sel telur (ovum) terjadi di tuba. Setelah itu hasil pembuahan (konsepsi) berjalan menuju rongga rahim. nah di rongga rahim inilah tempat tumbuh dan berkembang si jabang bayi.
Oya, sudah tahu bedanya spermatozoon dengan sperma ?
Oke, secara garis besar keduanya dibedakan sebagai berikut:
Spermatozoon (jamak: spermatozoa) adalah benih lelaki yang sudah siap membuahi sel telur (ovum). Itu lho, yang bentuknya seperti kecebong berenang di air.
Sperma (sperm) adalah cairan yang berisi spermatozoa dan komponen lainnya.

Ibu Melahirkan Normal Lebih Peka Tangisan Bayi

SEBUAH penelitian baru menyebutkan bahwa ibu yang melahirkan secara normal akan menjadi lebih sensitif terhadap tangisan bayi mereka beberapa minggu setelah melahirkan.

Hal ini bila dibandingkan dengan ibu yang melahirkan secara caesar. Penemuan tersebut dipublikasikan dalam The Journal of Child Psychology and Psychiatry.Temuan ini memberikan pengertian bagi peneliti mengapa depresi pascamelahirkan lebih sering terlihat pada kelahiran normal dibanding kelahiran caesar.

Para peneliti mendasarkan penemuan mereka pada pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang menunjukkan aktivitas yang meninggi pada bagian otak yang mengatur emosi, motivasi, dan kebiasaan dalam bersikap.

Mereka percaya hal ini disebabkan kelahiran normal melepaskan oxytocin,yaitu sebuah mediator sikap keibuan di dalam diri binatang – dari belakang kelenjar lendir,kontraksi kandungan dan simulasi vagino – cervical.

Para peneliti juga mempelajari area otak yang tidak wajar oleh kondisi tersebut dan menemukan kaitan antara aktivitas otak dan ukuran dari suatu perasaan (mood).Dugaan ini karena beberapa daerah otak yang sama juga membantu pemulihan perasaan pascamelahirkan.

“Seperti halnya banyak wanita yang menunggu hingga mereka berumur untuk memiliki anak,dan kelompok yang lebih menyukai kelahiran secara caesar, hasil tersebut penting,karena mereka dapat memberikan pengertian yang lebih baik terhadap dasarneuro- psikologi serta psikologi ibu dan bayi,” ujar pemimpin penelitian di Yale University Child Study Centre,James Swain.

Ditambahkan lagi,pekerjaan ini dapat mendeteksi lebih awal apakah suatu keluarga berisiko terkena depresi pascakelahiran dan berbagai masalah serta sebagai objek untuk intervensi tes.Kelahiran caesar, yang terjadi dengan membedah bagian perut dan dinding rahim diperlukan pada saat tersebut untuk melindungi kesehatan dan keselamatan dari calon bayi dan sang ibu.

Prosedur penggunanya meningkat secara pesat di AS, dari 4.5% dari seluruh kelahiran di tahun 1965 hingga mencapai tingkat tertinggi di tahun 2006 pada 29,1 %.(HealthDay News/mg22)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/kesehatan/ibu-melahirkan-normal-lebih-peka-tangisan-2.html

Kehamilan Bermasalah

Sumber : hanyawanita.com
Kehamilan bermasalah? Sudah tentu ini bukan hal yang menyenangkan bagi calon ibu. Kadangkala masalah kehamilan tak dapat kita tolak. Makanya, semakin cepat masalah kehamilan ini diketahui, akan semakin baik.
1. Hamil anggur
Unik, karena janin di dalam rahim berbentuk gelembung-gelembung putih mirip anggur. Gelembung-gelembung (diamater 1 mm hingga 2 cm) ini sebenarnya degenerasi hidropik dari villi chorialis.
Perkembangan sel telur yang seharusnya menjadi janin justru terhenti, yang terus berkembang adalah sel-sel trofoblas yang nantinya akan menjadi plasenta dan membentuk gelembung-gelembung berisi cairan. Diameter ukuran antara 1 milimeter sampai 1 – 2 sentimeter.
Ditandai dengan kehamilan yang lebih besar dari umur kehamilan pada umumnya, mual muntahnya pun lebih hebat.
Hamil anggur bisa juga diketahui dengan cara mengukur kandungan hormon HCG (Hormon Chorionic Gonadotrophin) di dalam air seni atau darah.
Tidak selalu mengakibatkan keguguran spontan
Hamil anggur bisa mengakibatkan krisis hormon tiroid dalam darah, yang juga dapat mengakibatkan kematian ibu. Pendarahan dari vagina merupakan gejala utama hamil anggur

2. Kehamilan kosong (blighted ovum)
Kehamilan tanpa janin atau telur kosong ini termasuk jenis keguguran yang spontan, karena tidak ada pertumbuhan janin di dalam rahim atau kosong, hanya berisi cairan, maka akan keluar dengan sendirinya, dan berakhir dengan keguguran.
Biasanya baru diketahui saat kehamilan memasuki usia pertengahan triwulan pertama, karena memang pada awalnya kehamilan berjalan baik dan normal tanpa ada tanda-tanda kelainan
Lakukan USG pada kunjungan pertama sehingga sejak dini dapat diketahui kehamilannya ada di dalam atau di luar.
Sekitar 60 persen kehamilan kosong disebabkan kelainan kromosom dan gen. Sisanya disebabkan berbagai faktor, seperti infeksi, Diabetes Melitus yang tidak terkontrol, kelainan imunologi, dan kelainan yang berasal dari sel telur dan sperma.
Pada dasarnya, kehamilan kosong tidak berdampak pada keselamatan si ibu, namun tetap harus diwaspadai akibat dari komplikasi tindakan yang dilakukan
3. Hamil di luar kandungan
Kehamilan yang terjadi di luar tempat yang semestinya. Adanya di saluran tuba, atau saluran indung telur, yaitu saluran yang tidak siap untuk menerima kehamilan.
Pada saat kehamilan sudah memasuki usia besar akan pecah dan timbul pendarahan. Ini dapat mengakibatkan kematian si ibu, karena ketika pecah, terjadi pendarahan di dalam perut.
Tanda-tanda yang terjadi pada kehamilan di luar kandungan yang lebih dominan adalah nyeri perut, kemudian terjadi pendarahan pada vagina, disertai dengan keadaan umum ibu yang makin menurun dan pucat.
Pendarahan terkumpul pada rongga perut. Karena pada ibu hamil, tidak boleh mengalami pendarahan pervagina sebelum waktu persalinan, maka jika sudah ada tanda-tanda pendarahan, segera cari pertolongan.

4. Mudigah
Tetap menunjukkan tanda-tanda kehamilan pada umumnya, seperti nyeri perut dan perdarahan.
Kematian mudigah dapat terjadi karena kelainan kromosom, dimana mudigah atau janin sudah mati, tidak berbentuk hormon-hormon lagi.
Plasenta dianggap benda asing, dan akan dikeluarkan oleh tubuh, sehingga berakibat keguguran, dengan gejala utama terjadi pendarahan.

KALAU AYAH ALAMI BABY BLUES

Jangan kecil hati dong, karena sebetulnya dunia ayah justru tambah semarak berkat kehadiran si kecil.

Di depan ruang operasi, Ferry tampak tegang menanti proses persalinan sesar sang istri. Detik demi detik berlalu rasanya lama sekali. Ketika perawat mengabari bayinya sudah lahir, seketika itu juga raut wajah Ferry terlihat sumringah. “Aku jadi ayah!”, teriaknya spontan.

Lucunya, perasaan suka cita itu segera berganti menjadi bingung dan gelisah ketika ia ditinggal sendirian dengan sang bayi. Ada perasaan takut sekaligus sedih. Ia didera perasaan tertekan demi menyadari kehadiran “makhluk asing” di hadapannya. Padahal tadinya ia sangat mengharapkan kedatangannya. Apa yang salah dan bagaimana mengatasi kegalauan ini? A. Kasandra Putranto Psi., menjelaskannya di sini.

“CEMBURU” PADA BAYI

Begitu bayi lahir, yang jadi pusat perhatian siapa lagi kalau bukan si kecil. Sedikit yang menyadari, perasaan campur aduk tak menentu seperti ini juga dialami para ayah. Meski tak menanggung kehamilan dan tak mengalami proses persalinan, kelahiran bayinya bisa membuat ayah merasa tak berharga dan tak bersemangat. Banyak orang yang kemudian menyebutnya baby blues pada ayah.

Diam-diam, dalam diri ayah muncul kecemburuan pada bayinya. Si ayah merasa kok tidak ada yang memerhatikan dia lagi? Dulu sebelum si kecil lahir, istrinya selalu melayani kebutuhannya. Namun sekarang ia lebih sering mencurahkan waktu dan perhatiannya untuk mengurus si kecil.

Bisa juga, dalam diri ayah berkecamuk perasaan gundah lantaran meragukan kemampuan dirinya sebagai orangtua. Bermacam pertanyaan menggumpal, “Apakah saya mampu mengasuh dan merawat bayi?”, “Apakah saya bisa menjadi ayah yang baik?”, “Apakah saya dapat mencukupi segala kebutuhannya?”, “Mampukah saya memberikan kehidupan yang baik?” Barangkali sebelumnya tidak terbayang repotnya menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi. Tak heran kalau kemudian si ayah baru jadi merasa kurang percaya diri.

Apalagi dalam kenyataannya, sang ayah memang mengalami kesulitan dalam mengasuh si kecil. Saat si bayi menangis ayah belum tahu harus berbuat apa. Begitu juga ketiba tiba-tiba si kecil bangun tengah malam atau membuatnya semakin merasa tertekan.

KIAT “BANGKIT”

Supaya tidak berkelanjutan, tentu mesti ada upaya agar ayah bisa bangkit dan masalah yang dihadapinya terselesaikan.

* Ubah cara pikir

Dari sisi psikologis, memang butuh waktu cukup panjang untuk mengatasi hal ini. Yang terpenting adalah memperbaiki cara berpikir. Perasaan tak sanggup mengasuh bayi tentu harus dibalik menjadi sikap optimis bahwa saya bisa kok mengasuh. Cobalah kikis rasa “cemburu” pada si kecil. Bicarakan dengan istri jika kehadiran bayi begitu menyita perhatiannya sehingga Anda sebagai suami merasa terabaikan. Namun, apa pun alasannya, berpikirlah logis karena bayi bukan saja butuh ibunya tapi juga ayahnya.

* Belajar mengasuh dan merawat

Bersama istri, cobalah sama-sama belajar mengasuh dan merawat si kecil. Istri pun perlu belajar untuk bisa merawat bayinya. Jadi bukan cuma Anda yang bisa merasa tidak berdaya. Oleh karenanya, jangan melihat dari satu sisi saja, bahwa istri kini lebih memerhatikan si kecil ketimbang Anda. Ayo dong, libatkan diri mengasuh si kecil untuk merasakan betapa berat sekaligus membahagiakannya tugas ini.

Wajar kok kalau pada awalnya ayah kikuk dan khawatir menggendong bayi yang masih begitu mungil. Seorang ibu pun pada awalnya kikuk. Lantaran itu, pelajari sebanyak mungkin informasi mengenai cara merawat bayi. Pahami pula proses tumbuh kembangnya agar ayah dapat melakukan pengasuhan si kecil sepiawai ibu. Pertanyaan “Bisakah saya merawat bayi?” pasti tak akan lagi bercokol.

* Kuatkan niat

Sebenarnya pulih atau tidaknya gangguan ini tergantung pada keinginan ayah sendiri. Apakah mau berusaha menanggulanginya atau tidak. Tanpa niat yang kuat, kegundahan akan terus menggerogoti hubungan ayah dan bayinya.

* Jalin kedekatan

Percayalah, semakin ayah mendekatkan diri pada si kecil mengajaknya bermain dan merawatnya setulus hati maka akan terbentuk kedekatan emosional yang mampu menghapus “kecemburuan” Anda terhadapnya. Peluklah dan sentuhlah ia sesering mungkin. Ajaklah dia berkomunikasi setiap kali ada waktu. Secara psikologis, bayi akan sangat responsif dan gembira melihat dan mendengar suara ayah disamping ibunya.

* Dukungan lingkungan

Tak ada salahnya kalau dalam kondisi ini Anda minta bantuan pada anggota keluarga besar yang berpengalaman. Pasti akan memudahkan Anda dan istri melalui masa penyesuaian yang cukup sulit ini.

sumber : Hilman Hilmansyah. Foto: Dok. nakita