Sehatkah Berat Badan Anak Anda?


Anak yang sehat itu tidak kurus, tidak juga gemuk. Pola dan gaya makan zaman sekarang menjadikan anak kelebihan berat badan. Berat badan berlebih menyimpan sejumlah penyakit kelak setelah anak dewasa. Bagaimana membaca berat badan anak?
Kebanyakan anak sekarang bernasib kelebihan berat badan. Mitos bahwa anak montok itu lucu dan sehat harus hilang dari benak para ibu. Ibu tidak lagi bijak kalau memberi anaknya makan lebih banyak dari yang tubuh anak butuhkan.
Dahulu dianggap lazim kalau di akhir resep dokter hampir selalu ibu minta vitamin atau obat supaya anaknya bertambah gendut. Ibu perlu tahu kalau sikap demikian bagi anak, tidaklah arif. Kita tak boleh lupa kalau gemuk itu penyakit.
Lebih separuh remaja Amerika sekarang tercatat sudah berisiko kena penyakit jantung pada usia lebih muda dari rata-rata orang dulu, yang baru menyerang pada kelompok usia kakeknya. Penyebabnya, lantaran sejak kecil anak Amerika dibesarkan dengan kelebihan berat badan.
Bila sejak kecil anak sudah kelebihan berat badan, bukan saja jumlah sel lemak yang terbentuk akan berlebih, melainkan ukurannya pun lebih besar dari sel lemak anak yang tidak gemuk. Ukuran sel lemak yang terlanjur besar tak mungkin dikempiskan lagi inilah yang menjadikan pola tubuh anak terus saja gemuk sampai dewasa. Paling kurang penyakit jantung koroner, stroke, kencing manis, perlemakan hati, kanker, akan terus menghantui mereka yang bertubuh tambun.
Anak dinilai kelebihan berat badan bila melebihi berat badan standard (lihat Tabel). Growth Chart (Peta pertumbuhan), dan KMS (Kartu Menuju Sehat, standard Harvard) memperlihatkan apakah sesuai dengan umurnya, berat badan anak tergolong ideal, kurang, atau malah berlebih.
Untuk menilai berat badan kita mengenal formula 8+2 (umur) kg, selain formula BMI (Body Mass Index). Kelemahan estimasi BMI tidak bisa membedakan apakah kelebihan berat badan itu disebabkan oleh timbunan gajih (adipositas), besarnya otot, atau pembengkakan jaringan (oedema). Itu sebab BMI lebih lazim digunakan untuk populasi usia dewasa pada masa proses pertumbuhan sudah terhenti.
Berat dan anak menjadi berlebih, selain sebab asupan nutrisi harian melebihi kebutuhan, juga sebab kompisisi gizinya tidak seimbang. Rata-rata anak lebih banyak asupan menu lemak dan karbohidrat yang diperolehnya dari memilih menu junkfood yang boros gula, royal lemak, serta tinggi kalori. Kelebihan kalori harian dengan pola makan semacam itu yang berpotensi melahirkan generasi anak dengan dagu berlipat, yang sudah terantisipasi tergolong tidak sehat.
Menu sehat agar anak tidak gemuk berprinsip cukup kalori dan tinggi protein. Untuk bertumbuh dan pembentukan otak selain nutrisi perlu lengkap, anak membutuhkan lebih banyak protein, kalsium (Ca), dan zinc (Zn). Bahkan sejak anak masih di rahim ibu.
Secara alami pengaturan kecukupan nutrisi tubuh dipandu oleh rasa lapar dan rasa kenyang. Itu sebab perlunya membentuk kebiasaan makan anak yang hanya makan kalau lagi merasa lapar (gula darah rendah) saja, dan tidak makan lagi kalau sudah kenyang. Waktu makan tertib dan teratur, jauhkan camilan berlebihan, junkfood, dan pilihan menu alami ketimbang menu olahan (refined diet) di meja makan ibu, sejak anak kecil mula.
Masih makan padahal tidak lapar yang acap menambah berat badan. Terapi penurunan berat badan sekarang tak cukup hanya dengan pantang rendah kalori. Tak jarang perlu upaya mengubah perilaku makan akibat telanjur “lapar mata”:ikut makan kalau melihat ada orang makan, kendati tidak lapar.
Namun efek terapi penurunan berat badan dengan cara apa pun niscaya gagal sebab tidak mungkin bisa mengempiskan sel-sel lemak yang sudah terbentuk, kecuali dengan bantuan dokter ahli bedah, bila sejak kecil sel-sel lemak tubuh anak sudah telanjur terbentuk besar. Memang nasib anak menjadi sehat atau tidak, dapat ditentukan oleh apa isi lemari makan ibu.

About these ads

Satu gagasan untuk “Sehatkah Berat Badan Anak Anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s