Mengatasi Emosi Anak


Mengatasi Ledakan Emosi Anak Anda

Minggu, 13 Mei 2007 – Dikirim oleh kj
Kategori : Perilaku Anak

Anak anda sering marah dengan emosi tinggi seperti memukul atau berteriak-teriak ? Jika YA, anda perlu melakukan hal-hal berikut…

Apakah anda pernah mengalami kejadian berikut ?

Anda dan si kecil anda berjalan-jalan ke mall atau makan di restaurant. Karena suatu hal yang sepele si kecil anda ngambek, marah dan berteriak-teriak minta pulang. Ketika anda anda berusaha membujuknya, si kecil anda justru semakin meledak emosinya, memukul atau melempar apa saja yang ada di sekitarnya.

Mungkin anda tidak pernah mengalami kejadian seperti di atas, tapi kemungkinan besar anda mengalami hal yang hampir sama. Mengapa hal ini terjadi ?

Menurut banyak ahli perkembangan dan psikolog anak, hal ini sering terjadi karena anak mengalami frustasi dengan keadaannya sedangkan dia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata atau ekspresi yang diinginkannya. Hal ini sering dialami oleh anak usia 2-3 tahun.

Mengapa ? Anak usia tersebut biasanya sudah mulai mengerti banyak hal dari yang didengar, dilihat maupun dialaminya, tetapi kemampuan bahasa atau berbicaranya masih sangat terbatas.

Apa yang bisa anda lakukan ?

1. Janganikutan marah !

Saat anak anda sedang mengalami ledakan emosi, baik dengan teriakan maupun tindakan fisik lainnya, dia tidak akan bisa menerima alasan atau bujukan, tetapi justru terhadap apapun yang anda lakukan anak akan merespons secara negatif. Kemudian, jika anda tidak bisa menahan emosi, anda akan ikutan marah, dan mungkin anda akan meninggalkan anak anda sendirian.

Jangan lakukan itu ! Anak anda akan merasa bahwa anda telah mengabaikannya, dan semakin membuat anak merasa ketakutan dengan apa yag terjadi. Anak akan merasa lebih tenang jika anda tetap berada di dekatnya. Jika memungkinkan, gendong atau peluk anak anda sehingga dia akan lebih cepat menenangkan diri.

2. Anda yang tetap memegang kendali

Jangan mengikuti permintaan anak yang tidak realistik atau tidak bisa anda terima hanya untuk menghindari ledakan emosi anak. Hal ini sering terjadi di tempat-tempat umum seperti mall, yang mana pada saat anak minta sesuatu anda tidak mengijinkannya, tetapi begitu anak mulai meledak emosinya anda akan mengabulkannya karena malu dengan lingkungan.

Jadi, jika memang anak meminta sesuatu yang diluar toleransi, kita harus tegas mengatakan ”TIDAK”. Jika anak menjadi marah besar dan mulai memukul ataupun tindakan lain yang membahayakan, bawalah dia ke tempat yang lebih aman hingga anak menjadi tenang. Katakan bahwa dia dibawa ke tempat tersebut karena tindakannya yang membahayakan. Selama anak belum tenang, jangan memberikan nasehat atas tindakannya, tetapi fokuskan hanya untuk menenangkan dirinya. Tentunya anda mengatakannya tanpa emosi ataupun bernada memarahinya.

Memang, pada saat membaca tulisan ini kita bisa mengerti, tapi begitu mengalaminya langsung kemungkinan besar kita lupa dengan apa yang seharusnya kita lakukan.

Jadi bagaimana ?

Ketika anak anda mulai meledak emosinya, katakan pada diri anda sendiri, ”Ini kejadian yang wajar. Saya tahu cara menghadapinya !”. Kemudian ingatlah tulisan ini.. :)

Selain hal di atas, masih ada beberapa hal PENTING lagi yang HARUS anda lakukan supaya anak anda mengerti dan memahami apa yang sudah terjadi. Juga, tindakan anda untuk mencegah terjadinya ledakan kemarahan yang terlalu sering.

oleh: Taufan Surana

About these ads

5 thoughts on “Mengatasi Emosi Anak

  1. Terimakasih atas infonya. Tulisan ini sgt bermanfaat buat saya n suami. Karna anak km skrg sdg berusia hampir msk 2 thn, tpatnya 21 bln. dia sgt mudah emosi, dibilang gak boleh atau dilarang sdkt aja emosinya meledak. memukul atau melempar brg apa aja, tak jarang sayapun ikut dipukul kl dia lg kesal. Kl sdh bgtu sy mulai cari2 sesuatu yg bs jd alih perhatiannya. mis : maini mainannya dg suara yg lucu or liat kluar ada meong maem.. dia akhrnya ikt maen or ikt liatin meong.. tp sy jg pgn tahu gmn ya crnya agar anak saya berhenti mukuli ayah atau bundanya kl lg emosi?

  2. @ivana, kalo dr pengalaman saya. caranya anak berhenti mukulin ayah bundanya. ya aybundnya bereaksi saat dipukul. tunjukkan rasa tidak suka. kalo saya lsg sedikit melotot dan kasih jari telunjuk didepan mata saya dan bilang NO, tidak bole mukul. kalo anak udah agak besar lsg terapkan pojok hukuman. yg namanay mukul, nendang siapa saja ga cuma ayahbundanya. itu rewardnya hukuman berdiri di pojok hukuman. awalnya dia ga ngerti kalo itu hukuman. tp kita kasih tau itu hukuman krn memukul. lama2 dia tau. tp kalo dia berbuat baik puji dan beri reward. kasih tau reward ini karena dia berbuat baik, sayang mama papa ga mukul. terus banyak2 main sama anak dan bercanda. jd keliatan bedanya. kalo jd anak baik jd ditemani main ama aybund. giliran mukul lsg berekasi tidak suka. jd kliatan bedanya. dan kalo saya ga pernah mengalihkan perhatian kalo anak tantrum. tp saya cukup diam saja. tp kalo dipukul baru saya bereaksi. jgn banyak negosiasi saat anak tantrum krn dia kira cara mendapat perhatian ortunya dgn tantrum. tp cool aja saat anak tantrum. kalo udah reda baru kita jelaskan bla bla bla

  3. saya sering mengalami hal seperti di atas, anak saya sering marah dan memukul kalo permintaannya tidak segera dituruti, sampai kami bingung cara mengatasinya karena dibujuk gak bisa, dimarahi pun malah semakin menjadi-jadi…padahal usianya sudah 7 tahun..terimakasih atas infonya, walaupun kelihatannya agak sulit untuk dipraktekan, tapi akan kami coba

  4. wah,,,
    namanya juga anak-anak..
    masalah emosi, ada aja jalan yang di tempuh, yang pake teriak, yang meludah, yang membanting benda, yang lari ke kamar (menyendiri).
    kalau sesuai pengalaman saya, jika anak marah terus saya ikut marah, maka anak semakin marah. selanjutnya jika anak marah langsung saya kasih pengertian maka responnya : GAK MAU..
    besoknya, terjadi marah, maka saya hanya diam, saya gandeng ia, saya bikin ia tenang setelah tenang, saya tanya ; kenapa marah? minta apa? adik di kasih mulut ama yang maha pencipta itu harus bersyukur, mulut itu untuk bicara, jadi kalo adik minta sesuatu kan bisa bilanga ama mama…
    dengan begitu anak nurut..
    masalah memukul, caranya: anak di beri pengertian bahwa kita di beri tangan itu untuk apa? tentu untuk berbuat baik seperti.. bla bla..
    kita harus bersyukur udah di kasih tangan, coba liat jika orang tidak punya tangan: apa bisa makan? apa bisa menyetir sepeda? dll..
    kalo tangan buat memukul, itu baik apa tidak?
    jadi, memberi pengetian pada anak itu jangan langsung dengan larangan2, tapi dikembalikan sendiri pada anak apakah perbuatan itu baik ataupun tidak..
    apalagi, sering juga saya memberi nasehat ketika anak sedang tidur. agak saya bangunkan (anak dalam keadaan setengah sadar): adik,besok sekolah ya? trus adik itu pinter, hebat, sehat, ceria, baik ama teman, ya?? maka ia hanya bisa mengangguk, ulangi kata2 itu sampai anak menjawab : IYA..
    bangun pagi, langsung minta mandi dan sekolah..
    ulangi hal ini setiap hari..
    moga tips ini juga bermanfaat bagi semua pembaca..

  5. thnks infonya….anak sy umur 2,5 tahun..dan ahir2 ni mulai muncul prilaku sperti itu(nangis,triak2 bahkan smpai mukul2)….meskipun nangisny cmn sebentar,,tetep aj bkin heboh,,kadang ad jg rasa malu sm org skitar,,mungkin disangkany diperlakukn kasar sm bundany..pdhl sy kdg tdk bnyk bicara,smpe anakny agak tenang… sabaaarrr…sabaaarrrr….tahan emosii.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s