Cara Mendidik Anak


Cara Mendidik Anak

By hai hai – Posted on Agustus 6th, 2007

Ketika anaknya belum lahir, kedua orang tuanya berpikir, anaknya akan membuat mereka bahagia, namun ketika anaknya lahir, mereka menemukan kenyataan sebaliknya, sang anak justru amat sangat merepotkan. Ketika sang anak tumbuh, kerepotan semakin menjadi-jadi, bahkan ada kalanya membuat kedua orang tuanya hilang kendali. Ketika hal itu terjadi, mereka menghajar anaknya, lalu menyesalinya dan mencari alasan untuk mengeraskan hati. Sekali menghajar anaknya, kedua orang tua mendapati, bahwa menghajar anak adalah cara TERCEPAT untuk mengendalikan sang anak. Setelah berlangsung berkali-kali, keduanyapun merasa nyaman, bahkan meyakini, bahwa menghajar anak adalah cara TERBAIK untuk mendidik anak. Setiap kali, setelah menghajar anaknya, orang tua merasa telah berlaku tidak adil, namun mereka mencari alasan untuk mengeraskan hati dengan meyakinkan diri, bahwa mereka melakukan hal itu demi KASIH SAYANG lalu mencari ayat-ayat ALKITAB untuk mendukung pendapatnya. Setelah menemukan ayat-ayat demikian, mereka MERASA BANGGA setiap kali menghajar anaknya, sebab yakin, telah melakukan KEHENDAK TUHAN lalu MENGAJARKANNYA kepada orang tua lainnya. Dewasa ini, orang tua yang tidak menghajar anaknya dianggap tidak mengasihi anaknya dan tidak mentaati perintah Tuhan yang tercatat dalam Alkitab. Maka, terjadilah sebuah kompetisi diam-diam di antara para orang tua untuk untuk MENYATAKAN KASIH kepada anak-anaknya, mereka mewujudkannya dengan MENGHAJAR anaknya sesering mungkin untuk meyakinkan sang anak, betapa mereka MENGASIHINYA.

Sebagai seorang pelatih anjing, saya menganggap melatih anjing dengan KEKERASAN adalah tindakan tidak berperi keanjingan. Sebagai seorang ayah, saya menganggap mendidik anak dengan kekerasan adalah tindakan BIADAB.

Pomeriam adalah anjing yang cantik, bulunya lembut dan lebat, ada yang putih dan ada yang coklat kemerahan, imut-imut menggemaskan. Banyak orang memelihara pomeriam karena terpikat kecantikannya, namun mereka lupa pada kewajibannya. Anda harus menyikat bulu anjing pomeriam atau pom 2 kali sehari, memandikannya minimal 1 kali seminggu dan melatihnya. Itu baru hal-hal utamanya, masih banyak lagi yang lainnya. Banyak orang yang kecewa, karena anjing Pom mereka tidak secantik dan seimut-imut yang mereka bayangkan, masalahnya bukan pada anjingnya, tetapi karena mereka tidak merawatnya dengan cara yang benar.

Rantai dan kalung leher adalah peralatan standard yang digunakan untuk melatih dan mengendalikan anjing. Anjing tidak mengerti bahasa manusia sedangkan manusiapun tidak mengerti bahasa anjing. Ketika melatih seekor anjing, maka anda menggunakan sebuah kata untuk memerintah anjing melakukan sebuah gerakan. Pertama-tama anda harus melatihnya untuk MENGERTI perintah tersebut, lalu melatihnya untuk MEMATUHI perintah tersebut. MUSTAHIL bagi anjing untuk mematuhi anda bila dia tidak mengerti perintah anda.

Cara melatih anjing untuk mengerti sebuah perintah adalah dengan menghubungkan sebuah kata perintah dengan sebuah tindakan. Misal, perintah “duduk” dengan gerakan duduk. Setelah anjing anda MENGERTI perintah duduk, maka anda harus melatihnya untuk MEMATUHI perintah duduk.

3 cara melatih anjing untuk mengerti dan mematuhi perintah

KEKERASAN adalah cara TERCEPAT melatih anjing mengerti dan mematuhi sebuah perintah. Setiap kali anjing tidak patuh, anda akan menghajarnya.

Untuk melatih anjing mengerti perintah duduk, maka anda mengucapkan perintah “duduk” sambil menekan pinggul anjing tersebut hingga dia duduk. Untuk cara yang lebih efektif, maka anda dapat menarik rantai lehernya ke atas sehingga kalung leher menjerat lehernya sambil menekan tulang pinggulnya. Dengan cara yang kedua, ketika melatih anjing duduk, pada saat itupun anda melatih dia untuk mengerti bahwa dia akan dijerat setiap kali mendengar perintah dan jeratan akan dilepaskan ketika dia mematuhinya. Inilah cara tercepat untuk melatih anjing mengerti perintah sekaligus melatihnya untuk patuh. Cara latihan ini tidak memberi kesempatan kepada anjing untuk tidak patuh, sebab bila dia tidak patuh, maka kalung leher akan menjerat lehernya semakin kuat dan membuatnya sulit bernapas.

Awalnya, anjing yang dilatih dengan cara ini akan cepat sekali memperoleh kemajuan, namun anjing adalah binatang yang cerdas, dengan berlalunya waktu dia akan memahami, bahwa dia hanya harus mematuhi anda ketika lehernya terjerat. Anda dapat menggunakan kayu untuk menghajarnya ketika dia tidak patuh, dan dia akan belajar bahwa dia hanya harus patuh pada anda ketika anda membawa kayu.

Anjing yang dilatih dengan cara kekerasan akan menjadi anjing yang tidak bahagia, dia akan melakukan perintah anda dalam ketakutan dan tertekan.

MOTIVASI adalah cara yang BENAR untuk melatih anjing mengerti dan mematuhi perintah.

Cara termudah untuk melatih seekor anjing duduk, adalah dengan MEMANIPULASI nalurinya MEMOTIVASINYA dengan hadiah (makanan/mainan). Berdirilah di hadapan anjing yang akan dilatih dengan menggenggam sebutir makanan. Angkat tangan anda tersebut di atas kepalanya, maka anjing secara naluri akan mendongak memandang makanan tersebut. Geser tangan anda ke arah belakang anjing itu, maka dia akan semakin mendongak, bila anda teruskan, maka secara naluri dia akan duduk. Pada saat anjing tersebut mulai duduk, berkatalah dengan suara datar, “duduk!” Ketika dia duduk pujilah dia dengan suara antusias yang ramah, “Bagus!” dan beri dia makanan sebagai hadiah. Bila latihan ini terus dilakukan, maka akhirnya anjing secara naluri akan menghubungkan kata “duduk” dengan tindakan duduknya. Berapa kali anda harus melatih anjing tersebut untuk memastikan bahwa dia memahami perintah anda? Para ilmuwan menyatakan, bahwa anda harus melatihnya antara 30-70 kali.

Bagaimana cara melatih anjing agar datang menghampiri setiap kali dipanggil? Caranya adalah dengan berdiri di hadapannya dengan jarak 3 langkah, lalu panggil namanya sambil membuka tangan anda yang berisi makanan, ketika dia menghampiri, beri dia makanan sebagai hadiah. Latihan yang teratur akan membuat anjing tersebut mengerti bahwa dia akan mendapat hadiah setiap kali anda memanggilnya. Anda dapat memperlebar jarak antara anda dengan anjing, bahkan hingga anjing anda tidak melihat anda.

Latihan dengan metode motivasi berupa hadiah memang akan membuat anjing anda mengerti sebuah perintah, namun tidak akan pernah membuat anjing patuh 100% pada anda. Anjing hanya akan mematuhi anda ketika dia mau, ketika dia menyukai hadiah, namun ketika dia menemukan hal lain yang lebih menarik, maka dia tidak akan mematuhi anda.

JURUS SANG ALFA adalah cara TERBAIK untuk melatih anjing mengerti dan mematuhi perintah.

Anjing adalah binatang berkelompok, secara naluri anjing akan hidup dalam kelompok. Seekor anjing peliharaan akan menganggap semua makluk hidup dalam wilayahnya sebagai anggota kelompoknya. Sebagai binatang berkelompok, anjing hidup di dalam kelompok dengan menaati hukum kelompok secara naluri. Kasta (tingkat sosial) adalah hukum kelompok dalam dunia anjing. Anjing yang berkasta rendah harus menghormati dan menaati anjing dari kasta yang lebih tinggi. Sang Alfa adalah sebutan untuk anjing yang memiliki kasta tertinggi dalam sebuah kelompok serigala dan anjing. Sang Alfa menguasai seluruh aspek kehidupan semua anjing dalam kelompoknya, dia berhak makan duluan, tidur di tempat yang paling nyaman, kawin, menuntut anggota kelompok memanjakannya setiap saat dia menginginkannya dan ditaati 100%. Sang Alfa dituntut untuk berprilaku sebagai Sang Alfa , berjalan paling depan, memimpin perburuan, melindungi anggota kelompoknya dari bahaya dan memanjakan anggota kelompoknya secara adil.

Kebanyakan pelatih anjing langsung melatih anjing pada pertemuan pertama, pada saat itu, dia belum memiliki IKATAN KELOMPOK dengan anjing yang akan dilatihnya. Di mata anjing, dia adalah orang asing yang melanggar wilayah kelompoknya yang harus diusir atau dijadikan mangsa. Bila yang akan dilatih adalah seekor anjing dengan karakter Sang Alfa , maka dia akan menyerang sang pelatih, namun, bila dia hanya seekor anjing yang ramah, maka dia tetap tidak akan patuh pada orang asing. Banyak pelatih yang tidak memahami hal ini, itu sebabnya banyak di antaranya yang digigit oleh anjing yang dilatihnya. Itu sebabnya, mereka harus menggunakan cara KEKERASAN untuk melatih anjingnya.

Jangan melatih anjing sebelum memiliki ikatan kelompok dengan anjing yang akan dilatih. Jangan melatih anjing sebelum anda menyatakan padanya bahwa andalah Sang Alfa dan dia menghormati anda sebagai Sang Alfa . Anjing yang akan anda latih harus memulai hidupnya di dalam kelompok anda sebagai anggota kelompok dengan kasta terendah. Cara terbaik melakukan hal ini adalah dengan mengurungnya di dalam kandang. Selama hidup dalam kandang, dia akan melihat anggota kelompok lainnya berlalu-lalang dengan bebas, dia akan mulai menilai anggota kelompok barunya satu-persatu dan mengukur tingkat kasta mereka, akhirnya dia akan mengenal semua anggota kelompok barunya. Sebagai satu-satunya yang terkurung, dia akan menyadari bahwa dalam kelompok barunya kini dia memiliki kasta yang terendah dan belajar untuk menyukai anggota kelompok barunya.

Anda harus memperkenalkan diri kepada anjing tersebut sebagai Sang Alfa dengan berprilaku sebagai Sang Alfa . Anda harus mengurus anjing tersebut sendiri, memberinya makan, membersihkan kandangnya, menyikat bulunya, memandikannya, mengajaknya jalan-jalan. Latihan baru dimulai ketika ikatan kelompok antara anda dan anjing yang akan dilatih terbentuk. Anjing itu akan mengakui anda sebagai Sang Alfa , dan bila pelatihan terus berlanjut, maka dia akan benar-benar menghormati anda sebagai Sang Alfa dan selalu mengikuti semua pelatihan dengan gembira dan berusaha untuk mematuhi semua perintah anda.

Sebagai Sang Alfa anda akan melatih anjing dengan memanipulasi naluri dan me-MOTIVASI-nya untuk melakukannya, kemudian melatihnya untuk taat 100% dengan melakukan KOREKSI secara bijaksana, bahkan menempatkannya menempatkannya pada godaan-godaan untuk tidak patuh dan melakukan koreksi bila dia tergoda. Semua latihan harus dijalankan secara sistematis dan terkendali. Anjing akan menganggap semua situasi dan kondisi yang dihadapinya sebagai situasi dan kondisi sebenarnya, namun sebagai pelatih, anda tahu, bahwa itu hanya latihan dan semuanya ada di bawah kendali anda.

Sebagai Sang Alfa yang baik dan adil, anda tidak akan melakukan KOREKSI sebelum yakin 100% bahwa anjing anda mengerti perintah anda, itu berarti anda akan mengulangi latihan antara 30-70 kali sebelum melakukan koreksi. Setelah yakin anjing anda mengerti perintah, maka anda harus melakukan KOREKSI setiap kali dia membantah perintah anda. Pada awalnya anda melakukan koreksi melalui sentakan rantai, namun yang terpenting adalah melatihnya untuk menaati suara perintah anda. Biasanya saya menggunakan kata “no!” untuk melarang dia melakukan sesuatu dan kata “Bagus!” untuk memujinya karena telah melakukan tugasnya dengan baik dan membuat saya senang.

Untuk menjadi seorang pelatih anjing yang baik, anda harus menguasai SENI MENGOREKSI. Pertama-tama anda harus tahu, bahwa tindakan koreksi harus dilakukan dalam waktu 1,5 detik sejak kesalahan dilakukan, di luar waktu itu maka tindakan koreksi yang dilakukan akan sia-sia. Ketika pulang anda menemukan sandal yang rusak digigit atau anjing anda kencing sembarangan, bila anda melakukan koreksi pada saat itu, maka anjing anda tidak akan mengerti, kenapa anda menghajarnya. Dia tidak tahu, bahwa anda menghajarnya karena dia menggigit sandal dan kencing sembarangan, dia justru akan menganggap anda gila, karena menghajarnya tanpa alasan. Ketika anjing anda menggigit sandal, maka anda hanya punya waktu 1,5 detik untuk melakukan koreksi, bila waktu itu lewat, maka percuma menghajarnya mati-matian. Kedua, anda harus tahu, koreksi yang terlalu ringan tidak akan dianggap, koreksi yang terlalu keras akan membuatnya ketakutan. Terlalu keras atau teralu ringan sama tidak bergunanya, bahkan memancing dia untuk tidak menghormati anda.

Dengan berlalunya waktu, maka anjing akan menyayangi anda, tetapi untuk menghormati, itu sangat tergantung pada prilaku anda. Anjing yang tidak menghormati anda, tidak akan mematuhi anda 100%. Seekor anjing yang dilatih dengan kekerasan, akan melakukan perintah anda karena takut, namun begitu ada kesempatan dia akan membantah dan ketika merasa dirinya cukup kuat, dia akan menyerang anda. Seekor anjing yang dilatih dengan baik, akan menghormati anda sebagai Sang Alfa dan senantiasa berusaha sekeras mungkin untuk menaati anda dan semuanya itu dilakukannya dengan gembira.

Menggunakan cara KEKERASAN dan atau MOTIVASI untuk melatih anjing tidak pernah memberikan hasil yang memuaskan, seekor anjing yang bahagia namun taat 100% pada tuannya. Hal itu hanya dapat dilakukan dengan menggunakan JURUS SANG ALFA. Anjing anjing terbaik di dunia dilatih dengan jurus Sang Alfa dan pelatih-pelatih terbaik di dunia menggunakan jurus itu untuk melatih anjingnya.

Mamaku dan Ketujuh Anaknya

Teman-teman bilang otak saya hanya berisi processor dan DOS, tidak ada hard disk sama sekali untuk menyimpan data. Saya cukup mudah untuk mengerti sesuatu, namun mengalami kesulitan untuk mengingatnya. Untuk mengatasi kelemahan itu, maka saya menciptakan sebuah sistem mengingat yang unik, saling mengaitkan semua yang dipelajari, membuat judul, membuat sebuah pepatah dan membuat indeks yang mudah di ingat supaya gampang kalau mau nyontek ke buku atau komputer, bahkan internet. Dalam kondisi demikian, saya bersyukur, karena masih mengingat dengan baik semua pengalaman masa kecil saya, bahkan sebagian hingga pengalaman ketika saya berumur 3 tahun.

Ketika anak saya berumur, 1 tahun, mertua saya tinggal di rumah kami. Karena tidak setuju dengan cara saya membesarkan dan mendidik Wisely, dia berkata kepada istri saya,

“Bilang pada suamimu, saya membesarkan 5 orang anak, namun tidak ada satupun yang saya didik dengan cara seperti dia dan belum pernah melihat orang mendidik anak seperti dia mendidik anak.”

Saya lalu berkata kepada istri saya,

“Tolong bilang pada mertua saya, bahwa mama saya membesarkan 7 orang anak, dia tidak mendidik anak-anaknya dengan cara seperti mertua saya mendidik anak-anaknya juga tidak seperti cara saya. Kelima anak mertua dan mama saya sudah dewasa sekarang dan kita dapat menilai hasil pendidikan mereka dan bertanya tentang pendapat mereka atas sistem pendidikan yang diterima. Saya memutuskan untuk mendidik anak saya dengan cara yang lebih baik dan bijaksana.”

Mamaku hanya seorang wanita kampung yang karena perjuangannya, akhirnya mendapat kesempatan untuk sekolah mandarin selama 3 tahun. Dia menikah pada usia 21 tahun dan melahirkanku 1 tahun kemudian lalu melahirkan adik-adikku di tahun-tahun berikutnya. Ketika umurku 7 tahun, keenam adikku sudah lahir semua. Tanpa pembantu mamaku mengurus ke 7 anaknya, selain itu dia juga harus mengurus beberapa ekor ayam dan babi peliharaannya. Ia selalu mengajakku untuk pergi mencari kangkung, daun tales dan pohon pisang untuk dimasak menjadi makanan babi. Saya sering bertanya, bagaimana dia melakukan semua tugasnya? Dia sering bilang, dia sendiri sering bingung, mampu melewati semuanya dengan selamat. Ketika berumur 7 tahun, aku hampir tidak mengenal papaku, dia menghabiskan waktunya di luar rumah, baru pulang ketika kami semua telah tidur.

Waktu adik-adikku mengadakan pesta kejutan untuk merayakan ulang tahunku yang ke 31, itulah pertama kalinya aku merayakan ulang tahun. Biasanya aku merayakan ulang tahun dengan sederhana, mama akan masak misua (bihun kecil) dengan sebutir telur rebus. Hingga hari ini aku masih merayakan ulang tahun dengan cara itu, makan semangkuk misua kuah dengan sebutir telur rebus. Pada hari ulang tahunku itu, papa memeluk dan menciumku, menurut adik-adikku, pada saat itu mereka hampir ngakak melihat wajahku yang langak longok seperti orang bloon. Seingatku, itulah pertama kali ayahku memelukku dan menciumku. Rasanya, seperti main sinetron, sungguh tidak nyaman.

Waktu kecil, mamaku sering memukulku karena berkelahi, karena mencari ikan ke sungai, karena mencari burung ke hutan, karena tidak menjaga adik-adikku, setiap kali adik-adikku melakukan kesalahan, maka dia menghajarku dan menyalahkanku. Kadang-kadang mamaku menghajarku dan kehilangan kendali, pukulan-pukulannya benar-benar menyakitkan, bahkan membuatku berdarah-darah. Setiap kali memukulku, pada malam harinya dia akan memeriksa tubuhku, mengobati luka-luka bekas pukulannya, walau tidak meneteskan air mata, namun aku tahu, dia menyesali perbuatannya. Waktu kecil aku membenci mamaku, sekaligus menyayanginya. Setelah dewasa aku hanya menyayanginya dan sangat menghormatinya. Suatu kali, ketika berkumpul, kami, aku dan adik-adikku serta mamaku pernah mengenang masa kecil kami dan cara mamaku mendidik kami dan menghajar kami. Pada saat itu mama memberitahu kami, kenapa dia memukulku ketika tahu aku pergi ke sungai mencari ikan, dia takut aku hanyut terseret banjir. Dia memukulku ketika aku pergi mencari burung ke sawah dan hutan, dia takut aku digigit ular. Dia memukulku ketika tahu aku berkelahi, dia takut aku jadi preman. Dia memukulku ketika aku menimba air sumur, dia takut aku jatuh ke sumur. Dia memukulku ketika aku main sepak bola hujan-hujanan, dia takut aku tersambar geledek. Kukatakan padanya, kalau saja dia memberitahuku alasannya memukulku, maka aku akan mematuhinya. Namun dia hanya memukulku tanpa pernah memberitahu alasannya, maka aku tidak mematuhinya sehingga dia harus memukulku berkali-kali untuk hal yang sama. Pada saat itu, mamaku memandangku lekat-lekat, lalu dia berkata, ketika kamu kecil, kamu bukan anak nakal, kamu juga bukan anak yang kurang ajar, aku yang menuntut terlalu banyak darimu. Sejak umur 3 tahun, kamu sudah membantuku bekerja dan mengasuh adik-adikmu. Ketika memukulmu, mama gelap mata, untung tubuhmu kuat.

Ketika anakku lahir, aku berkata kepada mamaku, “Ma, aku akan membesarkan anak dengan cara yang aku pelajari, aku tidak akan memukulnya sebab tidak perlu memukulnya. Aku sudah membuktikannya terhadap anjing-anjing yang kulatih, sekarang aku akan membuktikannya ketika mendidik anakku. Mama harus ikut serta mendidiknya.” Saya lalu menceritakan prinsip-prinsipku untuk mendidik anakku.

Setiap orang tua seharusnya mendidik anaknya dengan prinsip yang minimal sama seperti melatih anjing. Pertama, tidak melakukan koreksi untuk perintah yang belum dia pahami. Kedua, mendidiknya dengan mengembangkan naluri dan perkembangan pikirannya. Ketiga, melakukan koreksi secara konsisten tanpa kekerasan. Keempat, berprilaku sebagai sang Alfa. Sang Alfa tidak pernah gelap mata ketika menghadapi kelompoknya.

Ini hanya sebuah contoh. Wisely dibiarkan tidur tengkurap, tanpa kain bedong. Ketika menangis, selalu ada orang dewasa yang mendekatinya dan memeriksanya. Sejak pulang dari rumah sakit, dia bebas latihan merayap, ketika umur 4 bulan dia mulai merangkak, ketika umur 6 bulan dia sudah bisa duduk dan belajar berdiri ketika umur 8 bulan dia sudah bisa berdiri dan belajar berjalan, umur 9 bulan dia sudah bisa berjalan dan belajar berlari, umur 1 tahun dia sudah belajar memanjat dan berjalan di atas balok titian selebar 8 cm. Siapa yang mengajar wisely untuk melakukan semua itu? Tidak ada, dia berlatih sendiri, namun ketika berlatih dia diawasi, diberi semangat dan dijamin dapat melakukan semuanya dengan aman dan disediakan sarana untuk melakukannya.

Apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang tua yang mengajak anaknya yang berumur 6 bulan ke supermarket? Sebagian orang tua menggendongnya seolah menggendong barang, sebagian lainnya mendorongnya dalam kereta bayi seolah mendorong barang. Apa komentar anda bila melihat seorang lelaki di supermarket menggendong anaknya yang berumur 6 bulan di depan dadanya, lalu membiarkan anaknya menyentuh, memegang dan meraih semua barang yang diingininya, lalu menyebutkan nama barang itu dan menjelaskan kegunaannya dan warna-warna yang ada serta membacakan tulisan yang ada? Mungkin anda menilai lelaki tersebut gila dan sadis karena memaksa anaknya belajar? Lelaki tersebut tidak gila, apa yang dilakukannya adalah apa yang harus dilakukan semua orang tua di dunia ini. Dia tidak sedang memaksa anaknya belajar, dia sedang memuaskan keingin tahuan anaknya.

Wisely berumur 4 tahun, saat itu dia sekolah kelas TK B. Hari itu dia malas membuat PR, malamnya dia juga malas dan berjanji untuk membuatnya keesokan paginya sebelum berangkat sekolah. Keesokan paginya, dia tahu, mustahil menyelesaikan PR-nya dan datang ke sekolah tepat waktu. Dia lalu pura-pura sakit perut, sakit kepada dan batuk-batuk. Ibunya memaksanya ke sekolah, namun Wisely berkeras dia sakit, neneknya justru kuatir akan kesehatan cucunya. Di rumah Wisely, ayah adalah Sang Alfa , sekali Sang Alfa memutuskan, maka semua anggota kelompoknya taat. Sang Alfa bertanya kepada Wisely, “kenapa tidak mau sekolah?” Wisely jawab, “Aku sakit, aku tidak mau sekolah hari ini!” Sang Alfa memandang anggota kelompoknya, lalu memberi perintah pada istrinya, “Katakan pada ibu guru, Wisely tidak sekolah hari ini, karena sakit!” Hari itu, Wisely tidak sekolah dan berpikir dirinya sangat cerdik, karena mampu menemukan alasan untuk membenarkan diri, tidak perlu bikin PR dan tidak perlu ke sekolah untuk menerima hukuman dari ibu guru.

Sore harinya, Sang Alfa memanggil Wisely, seorang anak berumur 4 tahun. “Wisely, duduk aku mau bicara dengan kamu!” Wisely duduk dengan patuh, dengan tersenyum ayahnya berkata, “Aku tahu, kamu tidak sakit hari ini, kamu pura-pura sakit karena belum bikin PR kan?” Wisely nampak terkejut, namun ketika melihat senyum dan mata jail ayahnya, dia merasa aman. “Aku benar kan?” tanya Sang Alfa , Wisely tertawa dan mengakuinya. Sang Alfa lalu meraihnya dan memeluknya, lalu meletakkannya di atas pangkuannya lalu bercerita tentang tanggung jawab, janji dan dusta, dia juga mengajarkan bahwa kita bisa berdusta kepada siapa saja, namun kita tidak akan mampu berdusta pada diri sendiri dan Tuhan. Bila anda mendengar dari ruang sebelah, maka anda akan menyangka ada dua orang lelaki dewasa sedang diskusi, salah satunya sangat dominan berbicara. Keesokannya Sang Alfa mengantar Wisely ke sekolah, dia menghadap guru wisely dan bercerita tentang apa yang terjadi dan meminta sang guru berprilaku seolah-olah tidak pernah mendengar cerita itu. Malamnya, Wisely bercerita kepada Sang Alfa dan istrinya, di sekolah dia ditanya oleh ibu guru, kenapa tidak masuk hari sebelumnya? Dia bilang, karena dia belum membuat PR maka dia pura-pura sakit karena takut dimarahi kalau datang terlambat. Sejak itu, di kelas Wisely, anak-anak yang datang terlambat tidak pernah di strap lagi, sebagai gantinya, mereka disuruh bercerita, kenapa sampai datang terlambat?

Wisely suka menonton TV, dia memiliki kebiasaan buruk, ketika acara kesayangannya tayang, maka dia akan langsung mengambil remote control dan mengubah gelombang TV tanpa peduli pada orang-orang yang sedang nonton TV saat itu. Itu perbuatan tidak sopan, Sang Alfa telah berkali-kali mengingatkannya dan memberi contoh padanya. Sore tadi, Sang Alfa sedang berbicara di telepon, Wisely mengganti gelombang TV tanpa minta izin pada pembantu yang sedang nonton. Sang Alfa minta izin pada teman yang berbicara di Telpon untuk mengkoreksi tindakan Wisely. Teman Sang Alfa menuduhnya gila, tetapi bagi Sang Alfa itulah yang harus dilakukakannya. KONSISTEN, itulah cara Sang Alfa mendidik anaknya.

Tanggal 7 September 2007 nanti Wisely genap berumur 6 tahun, beberapa minggu ini dia berjuang agar bisa mandi sendiri. Neneknya melarangnya karena menurutnya banyak busa sabun masih tersisa bila Wisely mandi sendiri, mamanya melarangnya, dengan alasan yang sama. Sang Alfa melihat hal itu dan membiarkan hal itu terjadi apa adanya, setiap kali Wisely mandi, terjadi keributan. Wisely mau mandi sendiri, namun nenek dan mamanya selalu melarang, bila menghadapi hal demikian, apa yang akan anda lakukan? Menurutku, jauh lebih mudah mengajar Wisely mandi dengan cara yang benar daripada melarangnya mandi sendiri. Menurutku, nenek dan mama Wisely sedang menghambat kesempatan Wisely untuk belajar mandi sendiri sedini mungkin. Sang Alfa belum bertindak, sebab menurutnya, sebelum mendidik Wisely, dia harus mendidik mama dan neneknya dan dia menemukan kenyataan, mendidik orang dewasa ternyata jauh lebih sulit daripada mendidik anak kecil.

About these ads

2 thoughts on “Cara Mendidik Anak

  1. Bayi saya kena dada burung

    Sejak umur 4 bulan lebih sehingga sekarang (sudah 8 bulan lebih), saya perhati dada bayi saya tinggi sedikit terutama bahagian kanan. Sepanjang tempoh tersebut bayi saya tidak mempunyai apa-apa masalah kesihatan. Bayi saya sekarang aktif dan sihat seperti bayi-bayi yang lain tapi sebagai ibu saya sangat risau dengan penampilan bayi saya dan apa-apa komplikasi dewasa kelak. Mohon ye kalau ada petua tradisional atau ubat yang boleh menolong mengembalikan bentuk asal dada bayi saya. Tolong ye..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s