Archive for Maret 25th, 2008
Prinsip MPASI 3
Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (3)
Berikan makanan yang kaya gizi sesuai piramida makanan.
Antara usia 6 – 24 bulan, anak tumbuh dengan cepat dan kebutuhan energi, vitamin dan mineralnya meningkat, namun ukuran perut mereka masih kecil (30ml/kg berat badan – seukuran 1 buah cangkir), sehingga mereka membutuhkan makanan yang kaya gizi dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka walaupun dalam porsi yang kecil.
Saat ini yang dipakai adalah konsep makanan sehat seimbang seperti yang dituangkan dalam piramida makanan. Segitiga makanan ini akan membantu kita cara memfokuskan dan menseleksi makanan. Porsi terbesar makanan kita adalah yang tertera di paling bawah piramida makanan, yaitu beras dan sereal sedangkan makanan yang kebutuhannya sangat sedikit adalah yang di puncak piramida yaitu lemak dan gula.
Piramida Makanan Untuk Anak-Anak
|
KETERANGAN MENGENAI KONSPEP PIRAMIDA MAKANAN UTK ANAK-ANAK |
|||||
|
BERAS & SEREAL |
SAYURAN |
BUAH-BUAHAN |
SUSU, YOGURT & KEJU |
DAGING, AYAM, IKAN, TELUR & KACANG-KACANGAN |
LEMAK, MINYAK, MAKANAN YANG MANIS |
|
Variasikan konsumsi beras dan sereal, misalnya: beras putih, beras merah, havermut, maizena, roti, pasta, mie, dan cereal. |
Perbanyak sayuran berwarna hijau gelap (spt brokoli, bayam, dll), oranye (wortel, ubi kuning), dan lainnya.
Perkenalkan sayuran sedini mungkin pada anak. Sajikan secara terpisah dari bahan makanan lain.
Jika anak tdk suka sayur, jangan menyerah, “sembunyikan” sayuran dalam resep camilan atau makanan kesukaan lainnya. |
Variasikan buah yang diberikan.
Pilih buah yang segar daripada buah kalengan atau buah kering atau jus buah.
Batasi konsumsi jus buah. |
Susu sapi (segar/UHT/bubuk) tidak boleh diberikan untuk anak di bawah 1 thn.
Keju cheddar & yogurt utk bayi bisa diperkenalkan di usia 8-9 bln.
Yogurt biasa boleh diperkenalkan di usia 10-12 bln. Pilih yang tanpa rasa (plain)
Utk anak usia 1-2 thn, berikan susu segar/UHT atau susu bubuk full cream.
Tidak perlu memberikan susu formula lanjutan bagi anak usia 1 thn lebih.
Susu dan produk susu olahan rendah lemak diberikan stlh anak berusia 2 thn. |
Pilih daging tanpa kulit dan lemak.
Memasak dengan mengukus, memanggang, dan membakar lebih baik dari pada menggoreng.
Variasikan sumber protein, perbanyak ikan, kacang-kacangan & biji-bijian |
Batasi makanan gorengan, dan penggunaan santan.
Batasi camilan & minuman kemasan karena kandungan nutrisi dan seratnya rendah tapi berkalori sangat tinggi.
Berikan camilan sehat yang kaya berupa buah, sayuran, yogurt, susu dan makanan rumahan. |
|
· 6 bln-1 thn: porsi kecil · 2-6 thn: 6 porsi/hari |
· 6 bln-1 thn: porsi kecil · 2-6 thn: 3-5 porsi/hari
|
· 6 bln-1 thn: porsi kecil · 2-6 thn: 2-3 porsi/hari |
|
|
|
Add comment Maret 25, 2008
Prinsip MPASI 1
Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI (1)
Memperkenalkan Makanan Pendamping ASI Setelah Bayi Berusia 6 Bulan
Pakar ASI dan pakar kesehatan menyatakan bahwa Anda harus menunggu sampai bayi Anda berusia 6 bulan untuk memperkenalkan makanan padat, dengan kata lain, pemberian makanan padat harus dimulai pada usia 6 bulan, bukan pada usia 4 bulan
Telah banyak penelitian yang dilakukan dalam beberapa tahun belakangan ini, dan sebagian besar organisasi kesehatan telah memperbaharui rekomendasi mereka dan mendukung hasil riset tersebut. Sayangnya, banyak penyedia jasa kesehatan belum memperbaharui rekomendasi mereka pada para orang tua, dan banyak sekali buku-buku yang masih ketinggalan jaman, sehingga masih banyak yang merekomendasikan pengenalan makanan padat di usia 4 bulan.
Organisasi-organisasi di bawah ini merekomendasikan pemberian ASI Eksklusif (tanpa ada tambahan cereal, jus atau makanan lainnya) pada semua bayi selama 6 bulan pertama dalam hidup mereka (bukan pada usia 4 – 6 bulan):
· World Health Organization – Organisasi Kesehatan Dunia
· UNICEF – Organisasi PBB yang mengurus masalah anak-anak
· US Department of Health & Human Services – Departemen Kesehatan AS
· American Academy of Pediatrics – Organisasi Dokter Anak di AS
· American Academy of Family Physicians – Organisasi Dokter Keluarga di AS
· American Dietetic Association – Asosiasi Diet AS
· Australian National Health and Medical Research Council – Badan Kesehatan Nasional Australia
· Royal Australian College of General Practitioners – Organisasi Dokter Umum Australia
· Health Canada – Organisasi Kesehatan Kanada
Mengapa Perkenalan Makanan Pendamping ASI Harus Dimulai Pada Usia 6 Bulan?
Penundaan pemberian makanan padat sampai bayi berusia 6 bulan berlaku bagi bagi yang mendapatkan ASI, ASI eksklusif dan juga susu formula.
· ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia enam bulan
ASI adalah makan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah untuk dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu menyerapan nutrisi. Pada bulan-bulan awal, saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI eksklusif membantu melindunginya bayi dari diare, sudden infant death syndrome/SIDS – sindrom kematian tiba-tiba pada bayi, infeksi telinga dan penyakit infeksi lain yang biasa terjadi.
Riset medis mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama bahkan pada usia lebih dari 6 bulan. Organisasi Kesehatan Dunia – WHO mengatakan: “ASI adalah suatu cara yang tidak tertandingi oleh apapun dalam menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi… Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi. ”
Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia didalam ASI – pada titik inilah, nutrisi tambahan bisa diperoleh dari sedikit porsi makanan padat. Bayi-bayi tertentu bisa minum ASI hingga usia 12 bulan atau lebih – selama bayi anda terus menambah berat dan tumbuh sebagaimana mestinya, berarti ASI anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik.
· Menunda pemberian makanan padat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi terhadap berbagai penyakit.
Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama mereka terus disusui, kekebalan paling besar diterima bayi saat dia diberikan ASI eksklusif. ASI memiliki kandungan 50+ faktor imunitas yang sudah dikenal, dan mungkin lebih banyak lagi yang masih tidak diketahui. Satu studi memperlihatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 4 bulan+ mengalami infeksi telinga 40% lebih sedikit daripada bayi yang diberi ASI ditambah makanan tambahan lain. Probabilitas terjadinya penyakit pernapasan selama masa kanak-kanak secara signifikan berkurang bila bayi diberikan ASI eksklusif setidaknya selama 15 minggu dan makanan pada tidak diberikan selama periode ini. (Wilson, 1998). Lebih banyak lagi studi yang juga mengaitkan tingkat eksklusivitas ASI dengan meningkatnya kesehatan (lihat faktor imunitas pada susu manusia dan Resiko pemberian makanan instan).
· Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem penernaan bayi untuk berkembang menjadi lebih matang.
Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis, pada usia 6 – 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan, timbulnya gas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan.
· Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik.
Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat termasuk ::
a. Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu.
b. Reflek lidah bayi sudah hilang dan tidak secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya dengan lidah.
c. Bayi sudah siap dan mau mengunyah.
d. Bayi sudah bisa “menjumput”, dimana dia bisa memegang makanan atau benda lainnya dengan jempol dan telunjuknya. Menggunakan jari dan menggosokkan makanan ke telapak tangan tidak bisa menggantikan gerakan “menjumput”.
e. Bayi kelihatan bersemangat untuk ikut serta pada saat makan dan mungkin akan mencoba untuk meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.
Sering kali kita mengatakan bahwa salah satu tanda bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat adalah bila bayi terus menerus ingin menyusu (kelihatan tidak puas setelah diberikan ASI/susu)-walaupun dia tidak sedang dalam keadaan sakit, akan tumbuh gigi , mengalami perubahan rutinitas atau mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba. Meskipun demikian, sulit untuk menentukan apakah peningkatan kebutuhan untuk menyusui itu berhubungan dengan kesiapan bayi untuk menerima makanan padat. Banyak (bahkan sebagian besar) bayi usia 6 bulan yang mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba, tumbuh gigi dan mengalami berbagai perkembangan – dalam satu waktu, yang pada akhirnya bisa menyebabkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui. Yakinkan bahwa anda melihat semua tanda-tanda kesiapan untuk menerima makanan padat sebagai suatu kesatuan, karena bila bayi hanya menunjukkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui, itu bukanlah tanda kesiapannya untuk menerima makanan padat.
· Menunda pemberian makanan padat mengurangi resiko alergi makanan.
Berbagai catatan menunjukkan bahwa memperpanjang pemberian ASI eksklusif mengakibatkan rendahnya angka insiden terjadinya alergi makanan (lihat Referensi alergi dan Resiko Pemberian Makanan Instan). Sejak lahir sampai usia antara empat sampai enam bulan, bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai “usus yang terbuka”. Ini berarti bahwa jarak yang ada di antara sel-sel pada usus kecil akan membuat makromolekul yang utuh, termasuk protein dan bakteri patogen, dapat masuk ke dalam aliran darah. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang mendapatkan ASI karena zat antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung melalui aliran darah bayi, tetapi hal ini juga berarti bahwa protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang mungkin dapat menyebabkan bayi menderita alergi) dan bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai penyakit bisa masuk juga. Dalam 4-6 bulan pertama usia bayi, saat usus masih “terbuka”, antibodi (slgA) dari ASI melapisi organ pencernaan bayi dan menyediakan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri pada usia sekitar 6 bulan, dan penutupan usus biasanya terjadi pada saat yang sama.
· Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena kekurangan zat besi.
Pengenalan suplemen zat besi dan makanan yang mengandung zat besi, terutama pada usia enam bulan pertama, mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. Bayi yang sehat dan lahir cukup bulan yang diberi ASI eksklusif selama 6-9 bulan menunjukkan kecukupan kandungan hemoglobin dan zat besi yang normal. Dalam suatu studi (Pisacane, 1995), para peneliti menyimpulkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 7 bulan (dan tidak diberikan suplemen zat besi atau sereal yang mengandung zat besi) menunjukkan level hemoglobin yang secara signifikan lebih tinggi dalam waktu satu tahun dibandingkan bayi yang mendapat ASI tapi menerima makanan padat pada usia kurang dari tujuh bulan. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya kasus anemia di tahun pertama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan dan akhirnya menyimpulkan bahwa memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan mengurangi resiko terjadinya anemia.
· Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari resiko terjadinya obesitas di masa datang.
Pemberian makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak. (Untuk contoh, lihat Wilson 1998, von Kries 1999, Kalies 2005)
· Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk mejaga kesediaan ASI mereka.
Berbagai studi menunjukkan bahwa pada bayi makanan padat akan menggantikan prosi susu dalam menunya – makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi. Makin banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi, maka makin sedikit susu yang dia serap dari ibunya, dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga makin sedikit. Bayi yang makan banyak makanan padat atau makan makanan padat pada umur yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.
· Menunda makanan padat membantu memberi jarak pada kelahirn bayi.
Pemberian ASI biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan terutama bila bayi anda mendapatkan ASI eksklusif dan semua kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi melalui ASI..
· Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah.
Bayi yang mulai makan makanan padat pada usia yang lebih besar dapat makan sendiri dan lebih kecil kecendurangan untuk mengalami alergi terhadap makanan. (WM/DS/PP)
Sumber:
· Why Delay Solid Foods? http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html
· When Will My Baby Be Ready For Solid Foods? http://www.kellymom.com/nutrition/solids/solids-when.html
Add comment Maret 25, 2008
Tahun Pertama Bayi
What to Expect the First Year (Arlene Eisenberg)
Bulan Pertama
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Mengangkat kepala sebentar jika ia tertelungkup di permukaan yg
datar
• Memusatkan pandangan pada wajah
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Memberikan respon terhadap bunyi bel dengan berbagai cara, misalnya
refleks, menangis, terdiam
• Pandangannya mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur
lingkaran, pada jarak kira2 15 cm dari wajahnya, dari tepi kea rah
garis tengah (lurus ke muka)
Bisa jadi akan mampu :
• Mengangkat kepala 45 derajat jika tertelungkup
• Bersuara lain selain menangis
• Mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur lingkaran, pada
jarak 15 cm dari wajahnya, dari tepi melewati garis tengah
• Tersenyum membalas senyuman anda
Bahkan mungkin akan mampu :
• Mengangkat kepala 90 derajat jika tertelungkup
• Menegakkan kepala ketika tubuh ditegakkan
• Mengangkat kedua tangan secara bersamaan
• Tersenyum dengan spontan
• Tertawa keras
• Menjerit karena gembira
• Mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur lingkaran, pada
jarak 15 cm dari wajah, dari satu sisi ke sisi lainnya (180 derajat)
Bulan Kedua
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Tersenyum sebagai respon terhadap senyum anda
• Pandangannya mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur
lingkaran, pada jarak kira2 15 cm dari wajahnya, dari tepi kearah
garis tengah (lurus ke muka)
• Berespon terhadap suara bel melalui berbagai cara, seperti misalnya
refleks terkejut, menangis (pada usia 1 ½ bulan)
• Mengeluarkan suara selain tangisan
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Mengangkat kepala 45 derajat jika tertelungkup
• Mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur lingkaran, pada
jarak 15 cm dari wajahnya, dari tepi melewati garis tengah
Bisa jadi akan mampu :
• Menegakkan kepala ketika tubuh ditegakkan
• Dalam keadaan tertelungkup, mengangkat dadanya, ditahan dengan
lengan
• Membalikkan tubuh (satu arah)
• Menggenggam mainan yg disentuhnya
• Memusatkan perhatian pada sebutir kismis atau benda kecil lainnya
• Menggapai benda
• Dapat mengeluarkan suara gabungan huruf hidup dan huruf mati
(misalnya aa-guu)
Bahkan mungkin akan mampu :
• Tersenyum dengan spontan
• Mengangkat tangan bersama-sama (usia 2 2/3 bulan)
• Dalam posisi tertelungkup , mengangkat kepala 90 derajat (2 ¼ bulan)
• Tertawa keras
• ik karena gembira (2 ¼ bulan)
• Mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur lingkaran, pada
jarak 15 cm dari wajah, dari satu sisi ke sisi lainnya (180 derajat)
Bulan Ketiga
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Mengangkat kepala 45 derajat jika tertelungkup (usia 2 2/3 bulan)
• Mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur lingkaran, pada
jarak 15 cm dari wajahnya, dari tepi melewati garis tengah (usia 2 ½
bulan)
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Tertawa keras
• Dalam posisi tertelungkup, mengangkat kepala 90 derajat
• ik gembira
• Mengangkat kedua tangan bersamaan
• Tersenyum dengan spontan
• Mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur lingkaran, pada
jarak 15 cm dari wajah, dari satu sisi ke sisi lainnya (180 derajat)
(usia 3 ¼ bulan)
Bisa jadi akan mampu:
• Menahan kepala dengan tegak ketika diberdirikan
• Dalam keadaan tertelungkup, mengangkat dadanya, ditahan dengan
lengan
• Membalikkan tubuh (satu arah)
• Menggenggam mainan ke arah telapak tangan atau ujung jari (usia 3 ½
bulan)
• Memusatkan perhatian pada sebutir kismis atau benda kecil lainnya
(usia 3 ½ bulan)
Bahkan mungkin akan mampu :
• Menahan sejumlah berat pada kakinya ketika dalam posisi ditegakkan
• Menggapai benda (3 2/3 bulan)
Bulan Keempat
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Dalam posisi tertelungkup, mengangkat kepala 90 derajat
• Tertawa keras ( usia 3 2/3 bulan)
• Mengikuti benda yg digerakkan dalam arah busur lingkaran, pada
jarak 15 cm dari wajah, dari satu sisi ke sisi lainnya (180 derajat)
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Menahan kepala dengan kuat pada posisi ditegakkan
• Dalam keadaan tertelungkup, mengangkat dadanya, ditahan dengan
lengan
• Menggulingkan tubuh (satu arah)
• Menggenggam tangkai mainan yang disentuhkan ke punggung tangan atau
ujung jari
• Memusatkan perhatian pada sebutir kismis atau benda kecil lainnya
(4 ¼ bulan)
• Menggapai benda
• Menjerit gembira
Bisa jadi akan mampu :
• Menaham kepalanya lurus dengan tubuhnya ketika ditarik ke posisi
duduk (4 ¼ bulan)
• Menoleh kea rah sumber suara, terutama suara ibu
• Mengatakan a-gu atau kombinasi huruf hidup dan huruf mati lainnya
• Mengeluarkan suara seperti tertawa ( 4 ½ bulan)
Bahkan mungkin akan mampu :
• Menahan sebagian beban tubuh pada kakinya ketika ditegakkan dalam
posisi berdiri
• Duduk tanpa ditopang
• Menolak jika anda akan mengambil mainannya
• Menoleh ke arah suara
Bulan Kelima
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Menahan kepala dengan tegak pada posisi diberdirikan (usia 4 ¼
bulan) tertelungkup, mengangkat kepala 90 derajat
• Pada posisi tertelungkup, mengangkat dada ditahan dengan lengannya
(usia 4 1/3 bulan)
• Memusatkan perhatian pada sebutir kismis atau benda kecil lainnya
• Menjerit gembira
• Menggapai benda
• Tersenyum dengan spontan
• Mengenggam mainan
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Menahan beban pada kakinya (5 ¼ bulan)
• Menahan kepala sejajar dengan tubuhnya ketika ditarik ke posisi
duduk dari posisi terlentang
• Mengatakan a-gu atau kombinasi huruf hidup dan huruf mati lainnya
• Mengeluarkan suara seperti tertawa
Bisa jadi akan mampu :
• Duduk tanpa bantuan (5 ½ bulan)
• Menoleh ke arah suara
Bahkan mungkin akan mampu :
• Ditarik ke posisi berdiri dari posisi duduk
• Berdiri dengan berpegangan pada seseorang atau suatu benda
• Makan kue kering sendiri
• Menolak jika anda mengambil mainannya
• Berusaha mengambil mainan yg berada di luar jangkauannya
• Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
• Mencari benda yg jatuh
• Menjumput dan menggenggam sebuah kismis
• Mengeluarkan suara kombinasi huruf hidup dan huruf mati, misalnya
ga-ga-ga-ga,ba-ba-ba-ba,ma-ma-ma-ma,da-da-da-da
Bulan Keenam
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• menahan kepala lurus dengan tubuh ketika ditarik ke posisi duduk (6
1/3 bulan)
• Mengeluarkan suara a-gu atau kombinasi huruf hidup dan mati lainnya
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• menahan berat tubuh pada kaki ketika diberdirikan
• duduk tanpa ditopang (pada 6 ½ bulan)
Bisa jadi akan mampu :
• berdiri dengan berpegangan pada seseorang atau sesuatu benda
• Memakan biskuit kering sendiri (5 1/3 bulan)
• Menolak jika anda akan mengambil mainannya
• Berusaha mengambil mainan yg jauh dari jangkauannya
• Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya
• Mencari benda yg jatuh
• Memungut sebutir kismis (atau benda kecil lainnya) dengan genggaman
tangannya (5 ½ bulan)
• Menoleh ke arah suara
• Mengeluarkan kombinasi huruf hidup dan mati seperti ga-ga, ba-ba,ma-
ma,da-da (6 1/3 bulan)
Bahkan mungkin akan mampu :
• Ditarik ke posisi berdiri dari posisi duduk
• Bergerak sendiri dari posisi telungkup ke posisi duduk
• Memungut benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
• Mengeluarkan suara mama atau dada dengan jelas
Bulan Ketujuh
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Makan biskuit kering sendiri (6 1/4 bulan)
• Mendesis (mengeluarkan suara seperti meniup pada umur 6 ½ bulan)
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Menahan berat tubuh pada kakinya jika dipegangi dalam posisi berdiri
• Duduk tanpa dukungan
• Menolak jika anda akan mengambil mainannya
• Berusaha mencapai mainan yg jauh dari jangkauannya
• Memindahkan balok atau benda lain dari satu tangan ke tangan lainnya
• Mencari benda yg jatuh
• Memungut sebutir kismis (atau benda kecil lainnya) dengan kepalan
tangannya (7 1/3 bulan)
• Menoleh ke arah suara (7 1/3 bulan)
• Mengeluarkan kombinasi huruf hidup dan mati seperti ga-ga, ba-ba,ma-
ma,da-da
• Bermain cilukba
Bisa jadi akan mampu :
• Berdiri dengan berpegangan pada seseorang atau sesuatu benda
Bahkan mungkin akan mampu :
• Ditarik ke posisi berdiri dari posisi duduk
• Bergerak sendiri dari posisi telungkup ke posisi duduk
• Memainkan tangan (bertepuk tangan atau melambaikan tangan)
• Memungut benda kecil dengan bagian ibu jari dan telunjuknya
• Berjalan dengan berpegangan pada meja kursi (merambat)
• Mengatakan mama atau dada dengan jelas
Bulan Kedelapan
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Menahan berat tubuh pada kakinya jika dipegangi dalam posisi berdiri
• Duduk tanpa bantuan
• Makan biskuit kering sendiri
• Memindahkan balok atau benda lain dari satu tangan ke tangan
lainnya (biasanya pada usia 8 ½ bulan)
• Memungut sebutir kismis (atau benda kecil lainnya) dengan kepalan
tangannya
• Menoleh ke arah suara (pada usia 8 1/3 bulan)
• Mencari benda yg jatuh
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Menolak jika anda akan mengambil mainannya
• Berdiri dengan berpegangan pada seseorang atau sesuatu benda
• Berusaha mencapai mainan yg berada di luar jangkauannya
• Mencapai posisi duduk dari posisi tertelungkup
• Bermain cilukba
Bisa jadi akan mampu :
• Ditarik ke posisi berdiri dari posisi duduk
• Memungut benda kecil dengan bagian ibu jari dan telunjuknya
• Mengatakan mama atau dada dengan jelas
Bahkan mungkin akan mampu :
• Menggunakan tangannya (bertepuk tangan atau melambaikan tangan)
• Berjalan dengan berpegangan pada meja kursi (merambat)
• Berdiri sendiri dalam jangka waktu yg singkat
• Mengerti kata “tidak” (tetapi tidak selalu mentaatinya)
Bulan Kesembilan
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Berusaha mencapai mainan yg berada di luar jangkauannya
• Mencari benda yg jatuh
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Ditarik ke posisi berdiri dari posisi duduk
• Duduk sendiri dari posisi tertelungkup (pada usia 9 ½ bulan)
• Menolak jika anda mengambil mainannya
• Berdiri dengan berpegangan pada seseorang atau sesuatu benda
• Memungut benda kecil dengan bagian ibu jari dan telunjuknya (pada
usia 9 ¼ bulan)
• Mengatakan mama atau dada dengan jelas
• Bermain cilukba
Bisa jadi akan mampu :
• Menggunakan tangannya (bertepuk tangan atau melambaikan tangan)
• Berjalan dengan berpegangan pada meja kursi (merambat)
• Mengerti kata “tidak” (tetapi tidak selalu mentaatinya)
Bahkan mungkin akan mampu :
• Bermain bola (menggelindingkannya kembali pada anda)
• Minum dari cangkir sendiri
• Memungut benda kecil dengan ujung ibu jari dan telunjuk
• Berdiri sendiri sebentar
• Berdiri sendiri dengan baik
• Mengatakan satu kata lain selain mama atau dada dengan jelas
• Memberikan respon terhadap perintah sederhana yg disertai gerakan
tbuh (misalnya, berikan itu pada saya – dengan tangan yg dijulurkan)
Bulan Kesepuluh
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu:
• Ditarik ke posisi berdiri dari posisi duduk
• Mengatakan mama atau dada dengan jelas
• Bermain cilukba
• Menolak jika anda mengambil mainannya
• Berdiri dengan berpegangan pada seseorang atau sesuatu benda
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Bergerak ke posisi duduk dari posisi tertelungkup
• Bermain tepuk tangan atau melambaikan tangan
• Memungut benda kecil dengan bagian ibu jari dan telunjuknya
• Berjalan dengan berpegangan pada meja kursi (merambat)
• Mengerti kata “tidak” (tetapi tidak selalu mentaatinya)
Bisa jadi akan mampu :
• Berdiri sendiri sebentar
• Mengatakan dada (usia 10 bulan) atau mama (usia 11 bulan) dengan
jelas
Bahkan mungkin akan mampu :
• Menunjukkan keinginan dengan cara lain selain menangis
• Bermain bola (menggelindingkannya kembali pada anda)
• Minum dari cangkir sendiri
• Memungut benda kecil dengan ujung ibu jari dan telunjuk
• Berdiri sendiri dengan baik
• Menggunakan bahasa bayi yg sederhana (suara seperti bayi berbicara
dengan bahasa asing yg dibuat sendiri)
• Mengatakan satu kata lain selain mama atau dada dengan jelas
• Memberikan respon terhadap perintah sederhana yg disertai gerakan
tbuh (misalnya, berikan itu pada saya – dengan tangan yg dijulurkan)
• Berjalan dengan baik
Bulan Kesebelas
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Bangun dan duduk sendiri dari posisi tertelungkup
• Memungut benda kecil dengan bagian ibu jari dan telunjuknya (usia
10 ½ bulan)
• Mengerti kata “tidak” (tetapi tidak selalu mentaatinya)
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Bermain tepuk tangan atau melambaikan tangan
• Berjalan dengan berpegangan pada meja kursi (merambat)
Bisa jadi akan mampu:
• Memungut benda kecil dengan trampil dengan menggunakan ujung ibu
jari dan telunjuknya
• Berdiri sendiri sebentar
• Mengatakan dada atau mama dengan jelas
• Mengatakan satu kata lain selain mama atau dada dengan jelas
Bahkan mungkin akan mampu :
• Menunjukkan keinginan dengan cara lain selain menangis
• Bermain bola (menggelindingkannya kembali pada anda)
• Minum sendiri dari cangkir
• Berdiri sendiri dengan baik
• Menggunakan bahasa bayi yg sederhana (suara seperti bayi berbicara
dengan bahasa asing yg dibuat sendiri)
• Memberikan respon terhadap perintah sederhana yg disertai gerakan
tbuh (misalnya, berikan itu pada saya – dengan tangan yg dijulurkan)
• Mengatakan tiga kata atau lebih selain mama atau dada
• Berjalan dengan baik
Bulan Keduabelas
Pada akhir bulan ini, bayi anda seharusnya mampu :
• Berjalan dengan berpegangan pada meja kursi (usia 12 2/3 bulan)
Catatan :
Bila bayi anda tampaknya tidak mencapai satu atau lebih dari
kemampuan ini, periksakanlah kepada dokter. Kadang2 saja
keterlambatan seperti ini menunjukkan adanya masalah, meskipun pada
umumnya ternyata hal tersebut normal untuk ukuran bayi anda. Bayi yg
prematur biasanya lebih lambat dalam mencapai kemampuan ini bila
dibandingkan dengan bayi lainnya yg seumur, seringkali mereka
mencapainya di dekat atau bahkan lebih lambat dari umur mereka yg
seharusnya (jika mereka tidak lahir prematur)
Mungkin akan mampu :
• Bermain tepuk tangan atau melambaikan tangan (umumnya anak mencapai
ketrampilan ini pada usia 13 bulan)
• Minum sendiri dari cangkir (banyak yg tidak dapat melakukan ini
sampai usia 16 ½ bulan)
• Memungut benda kecil dengan rapi dengan menggunakan ujung ibu jari
dan telunjuknya (pada usia 12 ¼ bulan; banyak bayi yg tidak mencapai
hal ini sampai usia 15 bulan)
• Berdiri sendiri sebentar (banyak yg tidak mencapai ini sampai usia
13 bulan)
• Mengatakan dada atau mama dengan jelas (umumnya anak paling sedikit
akan mampu mengatakan salah satu kata tersebut pada usia 14 bulan)
• Mengatakan satu kata lain selain mama atau dada dengan jelas
(banyak yg belum mengucapkan kata2 pertama mereka sampai usia 14
bulan atau lebih)
Bisa jadi akan mampu :
• Menunjukkan keinginan dengan cara lain selain menangis (banyak yg
belum mencapai tahap ini sampai selewat usia 14 bulan)
• Bermain bola (menggelindingkannya kembali pada anda) (banyak yg
belum bisa melakukan hal ini sampai usia 16 bulan)
• Berdiri sendiri dengan baik (banyak yg belum mencapai tahap ini
sampai usia 14 bulan)
• Mengeluarkan suara seperti bayi berbicara dengan bahasa asing
(setengah dari jumlah bayi belum mulai mengeluarkan suara seperti ini
sampai lewat satu tahun, dan banyak yg baru dapat melakukan pada usia
15 bulan)
• (misalnya, berikan itu pada saya – dengan tangan yg dijulurkan)
• Berjalan dengan baik (3 dari 4 bayi tidak dapat berjalan dengan
baik sampai ia berusia 13 ½ bulan, dan banyak pula yg baru dapat
melakukannya lebih lambat dari usia tersebut; bayi yg cepat merangkak
mungkin akan lambat berjalan; jika semua perkembangan lain dalam
keadaan normal, maka lambat berjalan tidak perlu dikhawatirkan)
Bahkan mungkin akan mampu :
• Mengatakan tiga kata atau lebih selain mama atau dada (lebih dari
setengah bayi belum mencapai tahap ini sampai usia 13 bulan, dan
banyak pula yg baru mencapainya pada usia 16 bulan)
• Memberikan respon terhadap perintah satu langkah yg tanpa disertai
gerakan tubuh (berikan itu pada saya – tanpa uluran tangan;
kebanyakan anak tidak mencapai ini sampai setelah ulang tahun
pertamanya, banyak pula yg baru mencapainya setelah usia 16 bulan)
Bulan Ketiga belas
Pada akhir bulan ini, anak anda seharusnya mampu :
• Ditarik ke posisi berdiri
• Bangun ke posisi duduk
• Berpindah tempat (dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan selalu
berpegangan)
• Bertepuk tangan
• Menunjuk apa yg ia inginkan dengan cara lain selain menangis
Catatan :
Bila anak tidak mencapai ketrampilan2 ini atau tidak menggunakan
tangannya untuk aktivitas yg bertujuan tertentu, misalnya memungut
sesuatu, maka konsultasikan pada dokter atau perwat anak. Kecepatan
perkembangan ini mungkin normal saja untuk anak (beberapa anak memang
berkembang dengan lambat), tetapi akan bijaksana jika anda
memeriksakannya. Juga periksakan pada dokter jika anak tampaknya
tidak responsive, tidak tersenyum, tidak atau hanya sedikit bersuara,
tidak mendengar dengan baik, terus marah-marah, atau terus menuntut
perhatian. (perlu diingat bahwa anak usia satu tahun yg lahir
premature, seringkali perkembangannya lebih lambat daripada teman yg
usia kronologisnya sebaya. Perbedaan perkembangan ini akan terus
menyempit dan akhirnya akan sama sekali hilang pada usia dua tahun)
Mungkin akan mampu :
• Meletakkan benda ke dalam sebuah tempat (pada usia 12 ½ bulan)
• Menirukan aktivitas pada (pada usia 12 ½ bulan)
• Berdiri sendiri (pada usia 12 ½ bulan)
• Menggunakan 1 kata yg dapat dikenali
Bisa jadi akan mampu :
• Minum dari cangkir
• Menggunakan 2 kata yg dapat dikenali (pada usia 12 ½ bulan)
• Mencoret2
• Berjalan dengan baik
Bahkan mungkin akan mampu :
• Menggunakan sendok / garpu (tidak seluruhnya menggunakan
sendok/garpu ketika makan)
• Melepaskan sesuatu dari pakaiannya
• Menunjuk 1 bagian tubuh ketika diminta
• Meniru membuang benda
Add comment Maret 25, 2008
Mengenal Tangisan Bayi
Tips Mengenal Tangis Bayi Anda
Ditulis oleh Farid Ma’ruf
Setiap kali seorang bayi menangis, pasti si ibu akan menyorongkan payudaranya atau membopongnya. Tapi, ketika dua hal itu sudah dilakukan, dan si mungil masih saja menangis, barulah si ibu bingung. Nah, coba saja si ibu tahu arti tangisan itu, tak perlu bingung, kan ?
Tapi, bagaimana caranya agar tahu arti tangisan bayi?
Tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang dikuasai bayi. Lewat tangisan, bayi mengutarakan keinginan dan kebutuhannya secara efektif. Tak heran, bayi menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas ini. Dalam buku “Your Child’s Body Language”, Dr. Richard Woolfson menjelaskan bahwa tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah ibunya. Di bawah ini beberapa contoh tangisan bayi dan cara mengatasinya”
Tangisan “Aku ingin menyusu”: bayi Anda akan mulai menangis jika lapar. Tangisannya biasanya berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikians seterusnya. Mengatasinya, susui dia hingga kenyang. Atau, jangan-jangan memang sudah waktunya makan?
Tangisan “Popokku kotor”: bayi lebih suka popoknya bersih dan kering. Jika popoknya basah ia akan menangis karena merasa tidak berada dalam keadaan yang nyaman. Tangisan ‘pengumumam popokku kotor” biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Anda juga bisa memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya. Mengatasinya, segera periksa popoknya, ia barangkali memerlukan popok yang baru.
Tangisan “badanku sakit” : semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas, lalu menjerit lagi. Jalan keluar, cobalah temukan apa yang membuatnya kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang. Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya. Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit
dengan air hangat.
Tangisan “aku bosan”: Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan
dengan satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Dan, ia akan tetap menangis seperti ini selama ia merasa bosan. Mengatasinya, ganti aktivitasnya. Misal, temani dia bermain, menyenandungkan nyanyian, membacakan cerita. Atau bisa juga ajak jalan-jalan.
Tangisan minta gendong : bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta wajahnya. Mengatasinya, ayunlah ia perlahan-lahan sampai akhirnya ia jatuh tertidur
Tangisan kesepian : bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah. Mengatasinya, luangkan waktu bersamanya paling tidak sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan anda bersamanya di sisi Anda.
Nah, itulah beberapa ciri tangisan bayi Anda. Dan, kini sudah tahu rahasianya, kan? Jadi, jangan langsung nyorongkan payudara lagi, ya?
(dirangkum oleh Ida Arimurti dari radio Delta FM)
source : http://kafemuslimah.com/article_detail.php?id=891
Add comment Maret 25, 2008
Penting Untuk Bayi
Yang Penting Untuk Bayi Anda
- ASI makanan terbaik untuk bayi sampai berumur 4-6 bulan. ASI adalah makanan alamiah. Prinsip umum adalah aman memberikan sesuatu yang alamiah kecuali Anda betul-betul pasti mengetahui cara yang lebih baik.
- Perlukah bayi Anda diberikan air putih ? Sebetulnya tidak terlalu penting, karena telah ada air di dalam ASI atau susu formula yang diberikan. Bila memberikan air putih pastikan air tersebut dimasak dengan baik.
- Pemakaian Pampers saat ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko terjadinya infeksi saluran kemih.
- Bayi yang mendapat ASI mulanya akan mengalami beberapa kali buang air besar sehari. Pada usia yang lebih besar, bayi yang mendapat ASI masih normal mengalami buang air besar selang sehari sepanjang kotoran yang keluar tetap lunak dan bayi tidak kesakitan mengeluarkannya.
- Bayi yang mengisap jari/jempol dihubungkan dengan kurang puasnya bayi menetek.
- Tumbuhnya gigi pada bayi bervariasi. Ada yang tumbuh pada umur 3 bulan, ada pula bayi yang belum tumbuh gigi sampai 1 tahun. Keduanya sehat dan normal. Rata-rata bayi mendapatkan gigi pertama pada umur 7 bulan. Orang tua sering menghubungkan tumbuhnya gigi dengan flu, diare, demam. Padahal keadaan ini disebabkan bakteri/virus. Tetapi mungkin keadaan tumbuh gigi tersebut menurunkan daya tahan badan sehingga memudahkan terjadinya infeksi. Jika bayi Anda mengalami demam sampai 38o C pada saat tumbuh gigi, bawalah ke dokter untuk diperiksa.
- Kesiapan anak untuk diajarkan buang air besar di toilet tergantung umur dan kesiapan anak. Umumnya bayi akan secara berangsur-angsur dapat mengontrol buang air besar dan buang air kecilnya dengan bertambahnya umur. Ibu yang bijaksana akan memperhatikan anaknya menunggu saat yang tepat ia siap dan memberikan dukungan positif pada anaknya untuk belajar ke belakang.
- Menggigit kuku adalah tanda ketegangan. Hal ini lebih sering terjadi pada anak dengan ketegangan tinggi dan pada anak yang pencemas. Mereka mulai menggigit kalau mereka merasakan ketegangan. Misalnya ketika menunggu panggilan untuk ke sekolah, ketika menonton film yang menakutkan.Memarahi apalagi menghukum anak yang menggigit kuku tidak akan menyetop kebiasaan tersebut, karena mereka biasanya jarang menyadari tindakan tersebut. Marah dan hukuman bahkan menambah ketegangan mereka. Memberikan sesuatu yang pahit di kuku jarang menolong. Jalan keluar yang baik adalah mencoba mencari tahu penyebab ketegangan mereka dan berusaha menguranginya.
- Bayi menjatuhkan dan membuang sesuatu. Sekitar umur 1 tahun bayi belajar menjatuhkan sesuatu (mainan, makanan dll) mereka menangis bila tidak mendapatkannya kembali. Bila Anda meladeninya mengembalikan barang tersebut, ia akan menjatuhkannya kembali. Ia berpikir hal itu adalah permainan yang menarik. Penyelesaiannya : bawa ia duduk di lantai kalau ia berprilaku demikian sehingga ia bebas bermain. Bila ia mulai membuang makanannya, jauhkan makanan tersebut dan ajak ia bermain. Tunggu sampai nafsu makan anak timbul baru beri ia makan kembali. Memarahi anak yang membuang sesuatu tidak akan meyelesaikan masalah.
- Kapan sebaiknya menghubungi (menelpon) dokter Anda ? Pegangan umum yang dapat dipakai adalah bila bayi/anak Anda terlihat lain dan berperilaku tidak seperti biasanya. Maksudnya adalah seperti pucat yang tidak biasa, rewel yang tidak biasa, tidur terus-menerus, tampak mengantuk yang tidak biasa, dan lain-lain.
Add comment Maret 25, 2008
Tidur Terlentang Pada Bayi
Tidur Telentang Pada Bayi Beresiko Alami Rata Kepala
Bayi yang tidur dengan posisi sama setiap malam atau menghabiskan banyak waktu di kereta dorong beresiko mengalami perataan kepala. Tetapi menurut para spesialis kesehatan anak kondisi ini dapat mudah dicegah dan disembuhkan apabila diketahui sejak dini.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) jumlah anak yang mengalami perataan kepala meningkat sejak awal tahun 1990-an dimana orang tua mengatakan menidurkan bayi dengan posisi telentang dilakukan untuk meminimalisasi sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
Bayi sebaiknya tidur dengan posisi telentang tetapi posisi kepala mereka sebaiknya berubah. Berikut beberapa saran dari AAP untuk mengurangi resiko rata kepala:
- Secara periodik rubah orientasi bayi dalam tempat tidur bayi sehingga perhatiannya tidak selalu terfokus pada arah yang sama. Jika bayi selalu menghadap pintu misalnya, rubah posisinya sehingga ia harus membalikan kepalanya dengan cara berbeda untuk dapat melihat pintu.
- Tempatkan bayi pada perutnya untuk periode tertentu selagi terjaga dan terawasi. Ini dapat membantu memperkuat bahu.
Kurangi menghabiskan waktu dalam kereta dorong dimana akan memberikan tekanan pada bagian yang sama yaitu kepala ketika tengah tidur dengan posisi telentang.
Add comment Maret 25, 2008
Tips Menebalkan Rambut
Tips Menebalkan Rambut Bayi Anda
Mengapa rambut bayi (yang baru lahir) cenderung tipis dan tidak lebat? Hal ini disebabkan karena rambut yang tumbuh dari folikel saat janin masih di rahim ibu belum sepenuhnya luruh atau rontok. Karena itu pada sebagian masyarakat kita ada kebiasaan untuk menggunduli rambut bayinya saat bayi berusia di atas 40 hari. Tradisi ini bertujuan agar rambut bawaan dari rahim itu rontok dan digantikan dengan rambut baru yang lebih lebat dan hitam (tergantung dari warna rambut kedua orangtuanya). Ketika Anda mencukur rambut bayi harus sangat hati-hati, karena kondisi kulit kepala bayi masih sangat lembut (lunak). Karena itu biasanya pada masyarakat suku bangsa tertentu lebih mempercayakan kegiatan tersebut pada dukun bayi yang jelas-jelas lebih berpengalaman.
Kemudian kalau bayi Anda menyusu pada ibunya, hal ini akan sangat membantu kesuburan rambut bayi. Maka sang ibu pun dianjurkan untuk mengkonsumsi sari kacang hijau atau susu kedelai. Sehingga air susu ibu (ASI) yang diminum bayi akan mempengaruhi kesuburan dan pertumbuhan rambutnya. Jangan khawatir bahwa rambut bayi yang tipis ini sebagai keturunan (genetik) dari leluhurnya misalnya. Jika pun kondisinya demikian sebagai orangtua Anda masih bisa mengupayakan agar rambut buah hati Anda tubuh subur dan hitam legam.
Caranya dengan rajin menggosok-gosokkan lidah buaya atau kemiri (bakar) yang sudah dihancurkan. Atau coba menggunakan minyak cem ceman dan gosokkan pada kulit kepala bayi. Tapi hati-hati jangan sampai mengenai mata. Karena itu sebaiknya lakukan saat bayi masih tidur dan sesudah itu bilas (lap) bersih dengan air hangat (gunakan sampo bayi saat membilas). Mudah-mudahan bila ini sering dilakukan bayi Anda akan memiliki rambut yang hitam dan tebal. Dan jadikan kebiasaan seperti ini hingga dia remaja. Semoga berhasil.
8 comments Maret 25, 2008
Tidak Mau Kenal Orang
TIDAK MAU MENGENAL ORANG LAIN (EENKENNIGHEID)
Pada dasarnya tidak mau mengenal orang lain ini dilatar belakangi oleh rasa takut, terutama rasa takut berpisah, yang sudah mulai
sejak usia 7 bulan. Gejalanya untuk rasa takut ini adalah ia tidak mau tahu lagi dengan orang lain selain seseorang yang sungguh ia percayai. Tidur di tempat tidur atau kamar lain juga mengalami
kesulitan. Si anak merasa seolah ditinggalkan seorang diri saat ditinggal di tempat tidurnya. Periode tak mau mnegenal orang ini
berlangsung antara usia 7 – 18 bulan dan dapat berlangsung sampai usia sekitar 2 tahun. Yang perlu kita ketahui adalah bahwa rasa
takut itu nampak benar-benar menakutkan dan buat anak adalah seolah realita. Si anak dapat merasa bahwa seseorang yang menghilang tak terlihat itu seolah seperti akan hilang ber abad-abad.
Rasa takut berpisah pada anak ini akan berubah bentuknya saat usia
di atas dua tahun. Pada saat itu rasa takutnya berubah pada rasa
takut akan kehilangan kasih sayang, dan rasa takut anak ini akan
memegang peranan di sepanjang usia anak. Begitu juga merupakan
bagian pada perkembangan “aku”nya, dan dalam mengenal batas-batas. adahal dalam hal ini ia harus menghadapi orang tuanya yang memasang peraturan2 dan batas2. Konfrontasi ini akan mengundang rasa takut kehilangan kasih sayang.
Bagaimana kita menghadapi perkembangan ini?
Rasa takut akan berkurang bukan karena hanya adanya kita saat ia di
tempat tidur atau di dalam box nya, tetapi akan berkurang jika kita
memberikan suara-suara, hal ini akan memberikan rasa aman padanya jika kita selalu bekerja berbagai macam hal di sekitarnya. Main ciluba kekkok atau umpet-umpetan justru akan memperparah rasa takutnya. Orang tua harus mamahami bagaimana menghadapi dan memberikan rasa aman pada anaknya, ajarkan bahwa kita juga akan kembali padanya.
Penyesuain saat dilepas di day care
Saat pertama ke day care adalah saat-saat untuk belajar mengenal dan menyesuaikan diri, baik bagi anak dan orang tua. Setiap anak atau orang tua mempunyai reaksi yang berbeda-beda di lingkungan barunya. Beberapa anak masuk ke dalam, tidak melihat lagi pada orang tuanya, dan menikmati situasi. Anak-anak lain ada yang hanya sebentar merasa sedih, namun ada juga yang lama. Orang tua juga mempunyai reaksi yang berbeda-beda terhadap penyesuaian diri ini. Ada yang dengan mudah dan tenang-tenang meninggalkan anaknya, namun ada juga yang menangis saat berpisah di pintu.
Penyeseuaian diri, apa yang memegang peranan?
Tidak mau mengenal orang yang juga disertai rasa takut berpisah,
dapat menyebabkan kesulitan pada saat anak harus menyesuaikan diri
di penitipan anak atau day care. Fase tidak mau mengenal orang pada
bayi dimulai pada usia sekitar 6-7 bulan. Setelah usia itu penyesuaian diri akan menjadi suatu masalah. Rasa takut terhadap orang adalah suatu fase perkembangan pada anak. Si anak dapat melihat apa bedanya antara pengasuh yang tetap (misalnya ibunya) dengan orang lain. Melihat orang lain ia akan menangis, ketakutan, dan lari merangkak ke arah pengasuh tetapnya. Upaya penyesusaian diri akan berlangsung sangat sulit. Namun tidak semua anak mempunyai kondisi seperti ini. Saat yang terbaik bila si anak akan dititipkan, adalah sebelum fase tidak mau mengenal orang lain ini mulai. Semakin besar anak itu dipisah, penyesuaian diri semakin sulit. Pada anak yang lebih besar akan membutuhkan waktu lebih lama, sementara pada bayi kecil akan lebih cepat. Karena itu sudah
diketahui secara umum bahwa pada bayi berusia di atas 8 bulan akan
mempunyai reaksi yang lebih keras saat harus berpisah dengan ibunya. Terhadap anak seperti ini yang dititipkan di day care, seringkali membutuhkan waktu hingga 4 minggu sampai ia merasa percaya terhadap lingkungan yang baru.
Pada batita, perkembangan tidak mau mengenal orang lain ini juga memegang peranan saat harus berpisah dengan ibunya atau pengasuh
tetapnya. Namun pada umumnya rasa takut ini juga bisa diatasi. Pada
batita kita dapat menjelaskan bahwa ibunya akan kembali menjemputnya. Anak-anak batita umumnya mempunyai gambaran yang tetap terhadap pengasuhnya karena itu kita harus memberikan bentuk dasar- dasar kepastian juga. Pada batita adalah periode dimana anak mulai mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata. Bagaimana caranya agar ia dapat segera menyesuaikan diri, maka kita harus sering-sering mengalihkan perhatian dari perilakunya. Misalnya saja, si anak melekat erat pada ibunya saat akan pergi. Si anak menangis saat berpisah, diikuti dengan rasa sedih yang lama. Si anak tidak berani masuk ke ruangan dan tidak mau bermain. Juga takut terhadap anak- anak lain.
Disamping perkembangan rasa takut dan tidak mau mengenal orang lain ini masih ada banyak faktor lain yang berperanan dalam masalah
penyesuaian diri. Yang terpenting adalah kita harus melihat bagaimana perkembangan setiap anak, apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana kita menolongnya. Yang paling penting adalah pemahaman orang tua terhadap bagaimana si anak memberikan respon dan reaksi. Apakah ia lelah dan gelisah? Karena itu harus ada kerjasama yang baik antara orang tua, pengasuh, maupun day care/play group.Beberapa orang tua memang mempunyai kesulitan saat harus meninggalkan anaknya di day care maupun di play Group, karena sebetulnya mereka sendiri tidak (belum) sama sekali bisa ditinggal sendirian.
http://www.kindjeopkomst.nl/html/baby/eenkennig_001.htm
Add comment Maret 25, 2008
Posisi Tidur Bayi
TAK USAH CEMASKAN POSISI TIDUR BAYI
Bayi baru lahir cuma bisa tidur telentang. Setelah usia 3 bulan, bayi bisa memilih sendiri posisi tidur yang nyaman baginya. Sampai-sampai, ada bayi yang tidurnya lasak.
Kala si kecil baru lahir, sering kita dinasehati untuk mengubah-ubah posisi tidurnya, terutama agar kepalanya enggak peyang lantaran tidur telentang terus-menerus. Bahkan, ada yang menyarankan supaya bantalnya diisi beras karena beras itu akan mengikuti bentuk kepala bayi.
Memang, aku dr. Eric Gultom, SpA dari bagian perinatologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, bisa saja terjadi kepala peyang jika bayi tidur dengan satu posisi saja. “Kepala bayi baru lahir, kan, belum menyatu tulang-tulangnya, jaringan-jaringannya belum tumbuh, masih longgar, dan banyak air. Hingga, bila ada tekanan pada satu sisi yang signifikan dan terus-menerus, menyebabkan kepalanya jadi peyang,” terangnya. Tapi begitu tekanan pada satu sisi ini hilang, peyangnya juga hilang karena tengkoraknya masih berkembang dan tumbuh. “Jadi masih banyak pertumbuhan yang akan terjadi seperti daging, kulit, otak, dan tulang kepalanya, hingga peyangnya bisa hilang dan kepala jadi bagus kembali.”
Lain hal jika ada faktor keturunan, misal, si bapak punya kepala bagian belakang yang datar (enggak bulat). “Nah, kebetulan anaknya membawa gen dari orang tuanya, hingga ia pun bisa jadi peyang kepalanya.” Namun begitu, kepala peyang tak perlu dikhawatirkan karena tak akan membuat bayi jadi sakit. Jika selama ini kepala peyang kerap dipersoalkan, semata cuma lantaran estetika saja. Jikapun si kecil punya kepala peyang, toh, tetap tak mengurangi kegantengan atau kecantikannya. Iya, kan, Bu-Pak?
TIDUR TENGKURAP
Sebenarnya, tutur Eric, posisi tidur bayi bisa bermacam-macam. Tentu pada bayi baru lahir sampai usia 3 bulan, posisinya cuma telentang karena memang kemampuan motoriknya baru sampai di situ. Nah, kita bisa membantu mengubah posisinya dengan dimiringkan ke kanan atau kiri maupun ditengkurapkan. Namun, posisi yang disebut terakhir, hingga kini masih kerap diperdebatkan.
“Di negara Barat, tidur tengkurap dikaitkan dengan SIDS, yaitu Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi. Secara statistik atau epidemiologi penelitian, SIDS banyak terjadi pada bayi yang tidur tengkurap,” terang Eric. Apa penyebabnya tak diketahui, tapi kemungkinan lebih sering terjadi karena sofokasi, yaitu tersedak atau tercekik saluran napasnya hingga napasnya berhenti.
Toh, kita tak perlu khawatir karena kasus SIDS jarang ditemui di Indonesia. Selain itu, tidur tengkurap justru lebih baik karena banyak manfaatnya. “Ada literatur yang menyatakan, dengan tidur tengkurap, bayi jadi lebih nyaman, bisa tidur nyenyak, tangisnya berkurang, gerak pernapasan dan perkembangan motoriknya juga lebih baik.”
Jadi, dari hasil penelitian ada yang mendukung namun ada juga yang tidak. Nah, kita mengambil jalan tengah saja; boleh tidur tengkurap asalkan tetap diawasi karena alasan sofokasi tadi yang bisa saja terjadi. Selain, harus diperhatikan pula apakah si bayi bermasalah atau tidak semisal lahir prematur.
MENCEGAH GUMOH
Kebanyakan bayi yang lahir sakit dalam arti dirawat di RS karena lahir prematur, minumnya pakai selang atau masih pakai bantuan mesin pernapasan, tidurnya diposisikan tengkurap atau miring ke kanan. Ini dikaitkan dengan waktu pengosongan lambung jadi lebih mudah. “Pintu lambung itu, kan, ada di sebelah kanan. Jadi, kalau dimiringkan ke kanan, minuman yang diminumnya masuk ke usus-usus hingga pintu pengosongannya lebih cepat,” jelas Eric. Selain, posisi kepala yang agak lebih tinggi juga membantu dalam hal gravitasinya.
Itulah mengapa, kala bayi hendak dibawa pulang, pihak RS kerap menganjurkan agar bayi sering ditidurkan dalam posisi miring. Begitupun tidur tengkurap, “minuman yang masuk akan langsung masuk ke lambung, hingga bisa mencegah terjadi gumoh lebih banyak.” Namun posisi-posisi ini lebih dianjurkan pada bayi yang menyusui dan umumnya usia di bawah sebulan. Soalnya, kalau sudah makan makanan padat seperti di usia 5 bulan ke atas, “posisi tak berpengaruh terhadap pengosongan lambung, karena di usia tersebut sudah jarang gumoh.”
TIDUR LASAK
Setelah usia 3 bulan, tidurnya tak lagi cuma telentang karena kini ia sudah banyak bergerak dan bisa berguling. Ia akan mencari posisi yang dirasanya enak semisal tengkurap. Tidurnya pun bisa berpindah-pindah alias lasak. Umumnya mengikuti pergerakan atau insting bayi di dalam rahim. “Nggak masalah, kok, selama hal itu tak menyebabkannya sakit. Malah boleh dibilang, perkembangan motoriknya bagus,” tutur Eric. Tapi, apakah tidur lasak ini akan berlanjut atau tidak sampai besar, tak bisa dipastikan karena tak ada dasar ilmiahnya.
Perlu diketahui, bayi punya refleks dan insting sendiri untuk mencari posisi tidur yang paling enak, nyaman, dan tak membahayakan dirinya. Jadi, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan posisi tidur si kecil, ya, Bu-Pak. Sekalipun saat terbangun dari tidur, ia sudah berada di posisi yang berbeda dengan saat ia mulai tidur. Yang penting diperhatikan, pagar pengaman sekeliling tempat tidur si kecil harus cukup kuat. Hingga, selasak apapun si kecil tak akan membuatnya terjatuh dari tempat tidur lantaran pagar pengamannya kuat. Tentu tempat tidurnya juga jangan terlalu tinggi, ya.
POSISI TIDUR TAK NORMAL
Bahwa ada posisi tidur yang membedakan antara bayi sehat atau tidak, memang benar. Perbedaan ini dilihat dari letak tangan, kaki, dan kepala. Dari situ dokter bisa mengetahui kelainan yang terjadi pada si bayi. Sayang, posisi tidur yang tak normal ini hanya “milik dokter”, sebagaimana dikatakan Eric, “posisi-posisi tidur bayi yang sakit ini tak perlu diketahui khalayak umum karena lebih untuk kepentingan klinik, bukan perawatan di rumah.”
Lagi pula, kejadiannya hanya ada di RS, jadi sebelum si bayi dibawa pulang. Bukankah kalau bayi sudah boleh dibawa pulang berarti ia sudah dinyatakan sehat oleh dokter? Jadi, posisi tidurnya pun sudah normal. “Hampir tak pernah ada bayi sehat yang dibawa pulang lalu datang kembali ke rumah sakit dengan keluhan posisi tidurnya, tapi lebih pada keluhan karena tiba-tiba ada sesuatu yang menyebabkan si bayi masuk rumah sakit seperti malas minum, suhu meningkat, muntah, mencret, dan sebagainya,” tutur Eric.
Nah, sekarang sudah tak khawatir lagi, kan, Bu-Pak?
Dedeh Kurniasih . Foto : Iman(nakita)
Add comment Maret 25, 2008
Resiko Bayi Prematur
Bayi disebut lahir prematur jika usia kehamilan ibu kurang dari 37 minggu, sedangkan kelahiran dianggap normal jika usia kehamilan mencapai 37-40 minggu. Dokter Spesialis Anak Bidang Perinatologi, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Rinawati Rohsiswatmo, mengatakan, bayi yang lahir pada usia kehamilan (masa gestasi) 24 minggu dianggap layak hidup. ”Tentunya dengan bantuan teknologi dan biaya yang sangat tinggi,” tutur Rinawati.
Penentuan kondisi bayi tak cukup berdasar usia kehamilan. Berat badan bayi saat lahir juga harus dipertimbangkan. ”Ada bayi yang lahir prematur, tetapi berat badannya sudah dua kilogram. Ini kami anggap aman,” kata Rinawati.
Setiap kategori membutuhkan perawatan berbeda. Jika berat badan lebih dari dua kilogram, biasanya bayi boleh pulang asal tak ada penyakit penyulit. Berat badan ini setara dengan usia kehamilan 34 minggu, di mana bayi sudah memiliki refleks isap dan pola napas teratur.
Adapun bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 1,8 kilogram butuh perawatan khusus dokter anak. Berat badan ini setara dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu. Pada kondisi ini bayi belum memiliki refleks isap dan kadang lupa bernapas.
Sebelum dipulangkan, bayi prematur harus mampu minum secara aktif. Namun, yang tak kalah penting, menurut Rinawati, kesiapan mental orangtua merawat bayi prematur. Biasanya orangtua yang memiliki bayi prematur dihinggapi kecemasan berlebih dan panik.
Pada saat dirawat di rumah, bayi prematur perlu dijaga agar tetap hangat. Pemberian air susu ibu (ASI) atau susu formula untuk bayi prematur tak boleh terlalu banyak. Menurut literatur, bayi prematur hanya bisa diberi susu 10-30 cc per kilogram berat badan per hari. Hal ini karena bayi prematur masih mengalami gangguan pada sistem penyerapan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menyangkut tumbuh kembang bayi. Tumbuh dalam arti pertambahan berat, panjang badan, dan lingkar kepala. Orangtua harus membimbing kemampuan motorik dan verbalnya agar perkembangan anak tidak terlambat. Orangtua juga mesti berupaya agar anak tak terkena penyakit menular dengan vaksinasi.
Risiko
* Bayi prematur, terutama yang lahir dengan berat badan kurang dari 1,5 kilogram, menghadapi banyak risiko. Oleh karena pembuluh darah di kepala masih rapuh, bayi akan mengalami perdarahan di kepala.
Pembuluh darah pada retina mata juga masih rapuh. Akibatnya, bayi mengalami perdarahan di retina mata. Perdarahan terjadi ketika bayi mendapat bantuan oksigen. Di satu sisi bayi butuh oksigen, tetapi di sisi lain oksigen bisa mengakibatkan perdarahan di retina. ”Kalau tak cepat ditangani, hal ini bisa menyebabkan kebutaan,” tutur Rinawati.
Bayi juga mengalami kerusakan usus karena pembentukannya belum sempurna. Oleh karena itu, pemberian susu harus hati-hati.
Risiko lain yang harus dihadapi adalah terjadinya kebocoran jantung. Menurut beberapa literatur kesehatan, beberapa bayi yang terlambat mendapat pertolongan bisa mengalami kecacatan, seperti buta, mata juling, idiot, dan cacat pada kaki. (IND)
Sumber : Kompas Cyber Media
Add comment Maret 25, 2008
Refleks Bayi Baru Lahir
Refleks Bayi Baru Lahir, Modal Beradaptasi
Sebagian besar gerakan yang “dipamerkan” bayi baru memang merupakan gerak refleks. Meski begitu, bekal penting ini banyak manfaatnya di kehidupan barunya.
Selama dalam kandungan, bayi selalu mendapat kenyamanan dan kemudahan. Bagaimana tidak? Tubuhnya aman terlindung dalam kantung ketuban, serta segala sesuatunya, seperti bernapas dan “mengonsumsi” makanan sehat, dijamin 100% oleh sang bunda.
Begitu lahir ke dunia, tepatnya setelah tali yang menghubungkan si kecil dan Anda terputus, mau tidak mau ia harus ‘berjuang’ sendirian. Makanya, organ-organ penting pendukung kehidupan harus mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna. Nah, untuk melihat apakah organ tersebut sudah siap bertugas atau tidak, akan dilakukan pemeriksaan, yakni tes Apgar. Apa itu?
Tes Apgar, tes paling pertama
Tes Apgar adalah serangkaian pemeriksaan untuk menilai kemampuan bayi baru lahir beradaptasi terhadap kehidupan di luar rahim bundanya. Ada 5 hal pokok yang diperiksa, yaitu:
* Appearance: Penampilan, yang dilihat dari warna kulit.
* Pulse: Frekuensi denyut jantung.
* Grimace: Usaha bernapas yang dilihat dari kuat lemahnya tangisan.
* Activity: Aktif atau tidaknya tonus otot.
* Reflex: Reaksi spontan atas rangsang yang datang.
Nah, serangkaian pemeriksaan tadi masing-masing akan diberi nilai. Bila reaksi si kecil bagus, maka nilainya 2. Reaksi kurang baik bernilai 1,
sedangkan reaksi buruk bernilai 0. Kesemua nilai tadi akan dijumlahkan,
sehingga didapatlah hasil sebagai berikut:
1. Nilai 10: Bayi memberi reaksi sangat baik pada semua pemeriksaan.
2. Nilai 7-10: Si kecil dianggap memiliki kemampuan adaptasi yang baik.
3. Nilai di bawah 7: Fungsi jantung dan paru-paru bayi tidak baik, sehingga
perlu pertolongan.
4. Nilai 0: Bayi meninggal saat lahir.
Bekal khusus yang ampuh
Salah satu tes Apgar memang pemeriksaan terhadap gerak refleks. Lalu apa istimewanya gerak refleks ini? Meski terlihat ringkih, setiap bayi baru lahir dibekali kemampuan khusus oleh Tuhan. Yaitu, gerak refleks, gerak yang dilakukan tanpa disadari si kecil. Gerak ini secara otomatis “dipamerkannya” begitu ada rangsang dari luar.
Biar gampang, coba saja perhatikan si kecil. Bukankah ia sudah bisa
menggerak-gerakkan kedua tangan dan kaki, menggenggam, menendang, membuka mulut, menghisap, menangis, dan seabrek kebisaan lainnya. Ternyata gerak refleks sangat ampuh untuk mempertahankan dirinya di lingkungan baru plus jadi alat komunikasi pertama dengan lingkungannya. Bagaimana mungkin? Di awal-awal kehidupannya, bayi sering menekuk kedua tangan serta kaki ke arah tubuhnya, sementara telapak tangan dan kakinya mengepal. Sebenarnya, ini pertanda ia lagi kedinginan. Maklumlah, selama ini ia kan berada di tempat yang super hangat dan nyaman, yaitu rahim Anda. Nah, dengan “berpose” seperti ini, sebenarnya si kecil berusaha mempertahankan dirinya terhadap lingkungannya. Apa itu? Mempertahankan kehangatan dan menjaga kestabilan suhu tubuhnya. Jadi, gerak refleks adalah media untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan di awal-awal kehidupannya.
Bagaimana dengan menangis? Ini refleks yang juga bisa dijadikan alat
komunikasi. Biasanya sih, bayi menangis karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Entah karena lapar, kepanasan, merasa bising, atau popoknya basah.
6 refleks yang wajib ada
Sebenarnya, ada 6 refleks penting yang harus dimiliki setiap bayi baru
lahir, yakni:
- Refleks melangkah
Bila tubuh bayi dipegang pada bagian bawah ketiaknya dalam posisi tegak (pastikan kepalanya tertopang dengan baik!), lalu kakinya menyentuh bidang yang datar, secara otomatis si kecil akan meluruskan tungkainya seolah-olah hendak berdiri. Begitu tubuhnya dimiringkan ke depan, kakinya akan bergerak seakan-akan ingin melangkah.
- Refleks mencari puting (rooting)
Begitu sudut bibir dan pipi bayi disentuh dengan tangan Anda, si kecil akan langsung memiringkan kepalanya ke arah datangnya sentuhan dengan mulut yang membuka.
Catatan: Bila pipinya bersentuhan dengan payudara Anda, ia akan langsung memiringkan kepalanya dan mengarahkan mulutnya untuk mendapat ASI.
- Refleks menghisap
Bila bibirnya disentuh dengan ujung jari Anda, secara otomatis bayi akan membuka mulutnya dan mulai menghisap.
Catatan: Ketika puting susu masuk ke dalam mulutnya, ia akan langsung menghisap ASI.
- Refleks menggenggam (babinski)
Kalau jari Anda diletakkan di tengah telapak tangan atau di bawah jari
kakinya, secara otomatis ia akan menekuk dan mengerutkan jari-jarinya seolah-olah ingin menggenggam atau menjepit dengan erat.
- Refleks moro
Bila Anda memukul keras-keras atau menarik alas tidurnya serta mengangkat dan menurunkan tubuhnya secara mendadak, maka kedua tangan serta kakinya akan merentang dan menutup lagi. Bersamaan dengan itu, jemarinya pun menggenggam.
- Refleks leher asimetrik tonik
Refleks ini memang agak sulit terlihat. Meski begitu, bisa Anda amati.
Caranya? Baringkan si kecil, lalu miringkan kepalanya ke kiri misalnya. Nah, tangan kiri bayi Anda akan segera merentang lurus ke luar, sedangkan tangan kanannya akan menekuk ke arah kepalanya.
Catatan: Refleks ini paling jelas terlihat saat si kecil berusia 2 bulan,
namun akan menghilang saat usianya 5 bulan.
Hilang dengan sendirinya
Peran gerak refleks pada bayi baru lahir memang amat penting, sehingga dokter akan memeriksanya dengan seksama. Selain melihat ada tidaknya refleks, ia juga akan memeriksa apakah gerak refleks si kecil muncul secara simetris atau tidak. Pemeriksaan ini besar artinya karena interpretasi terhadap gerak refleks hanya dapat dilakukan oleh orang yang benar-benar piawai.
Meski begitu, Anda bisa juga ikut memantau beberapa gerak refleks si kecil di rumah. Bukan apa-apa. Biar Anda tahu sejauh mana perkembangan fungsi sistem saraf pusat dan koordinasi motorik bayi Anda.
Yang pasti, ada beberapa refleks yang tidak akan seterusnya ada. Sejalan pertambahan usia plus pertumbuhan fisik dan kemampuan fungsi organ tubuhnya, beberapa refleks memang akan hilang. Atau, bisa juga gerak refleks tadi berkembang jadi gerakan yang lebih terkontrol.
Bahkan, bila masih ada saja refleks yang seharusnya sudah hilang di usia tertentu, segera konsultasikan ke dokter. Bisa jadi, ini menandakan adanya gangguan pada proses perkembangan si kecil.
Nia L.T.
Add comment Maret 25, 2008










