Tips Memperbanyak ASI

Maret 18, 2008

Dirangkum dari berbagai sumber (AAP, La leche league, breastfeeding.com, WHO, dsb) dan ditulis oleh Luluk Lely Soraya I


1. Tingkatkan frekuensi menyusui/memompa/memeras ASI. Jika anak belum mau menyusu krn masih kenyang, perahlah / pompalah ASI. Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on demand sama spt prinsip pabrik. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg diproduksi.

2. Kosongkan payudara setelah anak selesai menyusui.
Bahasan ini masih terkait dg point di atas. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar.

3. Yg tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAKS. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Ingat : 1 pikiran “duh ASI peras saya cukup gak ya?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun.
Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya peran besar sang ayah.
Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar.
Mendukung bisa dg berbagai cara mulai dari menyemangati istri
hingga hal2 lain spt menyendawakan bayi setelah menyusu, menggendong bayi utk disusukan ke ibunya, dsbnya.

4. Hindari pemberian susu formula.
Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atautakut anak gak kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula. Padahal
pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin sedikit ASI yg diproduksi.

5. Hindari penggunaan DOT, empeng, dkknya
Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami BINGUNG PUTING (nipple confusion). Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bag. gelap di
sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja
dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dsbnya.

6. Datangi klinik laktasi. Jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dg klinik laktasi. Disana ibu dan ayah mendapatkan masukan secara teknis agar ASI tetap optima.

7. Ibu menyusui mengkonsumsi makanan bergizi.

8. Lakukan perawatan payudara : Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin bergantian.

Agar ASI lancar di awal masa menyusui

(Diterjemahkan Luluk dari artikel “How to Get Your Milk Supply Off to a Good Start”)

Idealnya proses menyusui dapat segera dilakukan begitu bayi lahir. Bayi yang lahir cukup bulan akan memiliki naluri utk menyusu pada ibunya di 20 – 30 menit setelah ia lahir. Itupun jika ia tidak mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan.

Di jam-jam pertama, bayi akan relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan bawaan utk melakukan proses latch-on (proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut
bayi hingga ia dapat “mengunci” dan menyusu dg baik) dan menyusu dengan baik. Riset menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia lahir, akan mampu mencari payudara ibu dan menyusu dengan baik dalam kurun waktu kurang dari 50 menit.

Memisahkan bayi dari ibunya sebelum hal tsb dilakukan akan membuat bayi kehilangan kesempatan besar. Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya utk menyusu pada ibunya. Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan. Oleh karena itu, pastikan bahwa bayi mendapatkan kesempatan utk melakukan proses inisiasi menyusui
paling tidak satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini akan menunjang proses lancarnya ASI di kemudian hari.

Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir, beberapa bayi nampak tidak dapat latch on dengan baik setelah ia lahir. Hal ini disebabkan pengaruh epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu selama masa melahirkan. Beberapa jenis anastesi mengurangi refleks bayi mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga
meningkatnya temperatur tubuh bayi dan tangisan bayi

Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir
bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi sulit menyusui atau melakukan latch on. Sehingga problem tersebut dapat segera diatasi. Selanjutnya, semakin seringnya bayi disusui makin meningkatkan reseptor hormon prolaktin

Jika menyusui di jam-jam pertama kelahiran tidak dapat dilakukan, alternatif
terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3 jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tsb dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi. Jika ibu melahirkan di RS atau di klinik melahirkan, biasanya disediakan breastpump
elektrik dan ibu butuh bantuan menggunakannya. Perawat, konsultan laktasi ataupun bidan dapat membantu ibu dalam menggunakan alat tsb.

Suasana yang menyenangkan, tenang dan nyaman akan membantu saat-saat berduaan dan terciptanya bonding antara ibu dan bayi. Meskpun tidak mudah membuat suasana spt it di RS, namun adanya dukungan, support dan kenyamanan akan membantu ibu dalam proses makin lancarnya produksi ASI.


Menyusui Pasca Melahirkan dengan Operasi Cesar

Ibu yang melahirkan dengan cara operasi cesar (c-sections) seringkali sulit menyusui bayinya segera setelah ia lahir. Terutama jika ibu diberikan anastesi umu. Ibu relatif tidak sadar untuk dapat mengurus bayinya di jam pertama setelah bayi lahir. Meskipun ibu mendapat epidural yang membuatnya tetap sadar, kondisi luka operasi di bagian perut
relatif membuat proses menyusui sedikit terhambat. Sementara itu, bayi mungkin mengantuk dan tidak responsif untuk menyusu, terutama jika ibu mendapatkan obat-obatan penghilang sakit sebelum operasi. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa proses melahirkan dengan cesar akan menghambat terbentuknya produksi ASI. Meskipun demikian, menyusui sesering mungkin setelah proses kelahiran dg cesar akan meminimalisasi masalah-masalah tsb. Bahkan beberapa ibu yang melahirkan dg cesar memiliki produksi ASI yang berlimpah.

Kehebatan Kolostrum

Tiap ibu perlu mengetahui dan menghargai betul betapa berharganya kolostrum.
Kolostrum, cairan bening kekuningan yang sering disebut “Pre-milk”, akan diproduksi di hari-hari pertama menyusui. Kolostrum, kemudian disusul dengan ASI “matang”, akan menjaga dan melindungi bayi seperti plasenta saat ia dalam kandungan ibu. Kolostrum relatif rendah lemak dan karbohidrat, tetapi kaya akan protein. Kandungan tsb sangat tepat sesuai
dengan kebutuhan bayi di hari-hari pertama. Kolostrum mudah dicerna dan mengandung sel-sel hidup yang memberikan proteksi terhadap berbagai bakteri, virus dan alergen.

Kolostrum ini akan melindungi bagian dalam usus bayi dan menjaganya dari absorpsi substansi-substansi yang dapat menyebabkan terjadinya alergi. Faktor imun seperti IgG dan IgA sangat banyak jumlahnya dalam kolostrum dibandingkan dengan ASI matang.

Kedua zat imun tsb akan menstimulasi dan meningkatkan sistem imun bayi. Dan penelitian menunjukkan bahwa manfaat tsb akan terus didapatkan bayi selama hidupnya. Lebih jauh lagi, kolstrum beraksi sebagai laxative (“obat pencuci perut”) yg efektif, mulai dari membuang meconium dari usus, hingga memecahkan bilirubin (substansi yg dapat membuat bayi menjadi kuning).

Dua minggu kemudian, kolostrum akan berubah komposisi menjadi ASI matang. Namun kondisi tsb tidak terjadi secara sekaligus. Kolostrum akan secara perlahan berubah menjadi ASI matang. Karena itu ASI yang dihasilkan di saat-saat tsb terlihat lebih kekuningan dibandingkan ASI yg dihasilkan kemudian.

Terkadang kita jumpai beberapa ibu yang belum dapat menghasilkan ASI di awal
setelah kelahiran bayinya. Ibu-ibu yang tidak melihat kolostrum saat menyusui bayinya akan merasa khawatir jika dirinya tidak dapat memproduksi ASI. Namun, kenyataan bahwa tidak terlihatnya ASI saat bayi menyusu, bukan berarti ASI (kolostrum) tidak keluar. Kolostrum yang
dihasilkan ibu umumnya diproduksi dalam jumlah yang sangat kecil, yaitu sekitar 7.4 sendok teh
(36.23 ml) per harinya. Atau sekitar 1.4 hingga 2.8 sendok teh (6.86-13.72 ml) sekali menyusu. Dan jumlah yang sangat sedikit tsb akan segera diminum dan ditelan oleh bayi . Kenyataan bahwa warna dari kolostrum yang bening kekuningan dan tampak spt air liur menyebabkan kolostrum sulit untuk diidentifikasi. Sehingga tak jarang ibu yang merasa ASInya belum keluar, padahal ASI (kolostrum) nya sudah keluar. Memerah ASI di awal-awal pasca melahirkan akan terasa sulit, karena payudara terasa bengkak. Disini ibu membutuhkan bantuan dari konsultan laktasi. Selanjutnya seiring dengan waktu dan makin seringnya ibu memerah ASI, maka ibu akan lebih terampil dalam memerah ASI.

Karena sedemikian berharganya kolostrum, maka pastikan ibu memberikannya ke bayi meskipun hanya dalam jumlah yg amat sangat sedikit. Kolostrum ini akan menjadi hadiah yang tak ternilai harganya utk anak. Karena manfaatnya yang demikian hebat, maka segala macam upaya dalam memberikan kolostrum akan menjadi hal yang patut diperjuangkan.

Rooming-In (Rawat Gabung)

Banyak RS yang menawarkan pilihan agar bayi dapat terus bersama ibunya selama 24 jam. Kondisi ini dinamakan rawat gabung. Meskipun selama ini banyak RS yang masih menerapkan ruangan khusus untuk bayi, terpisah dari ibunya. Namun riset terakhir menunjukkan bahwa jika tidak ada masalah medis, tidak ada alasan untuk memisahkan ibu dari bayinya, meskipun sesaat Bahkan makin seringnya ibu melakukan kontak fisik langsung (skin-to-skin contact) dengan bayi akan membantu menstimulasi hormon prolaktin dalam memproduksi ASI (Hurst 1997). Karena itu pada tahun 2005, American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan kebijakan agar ibu dapat terus bersama bayinya di ruangan yang sama dan mendorong ibu untuk segera menyusui bayinya kapanpun sang bayi menginginkannya. Semua kondisi tsb akan membantu kelancaran dari produksi ASI.


Susui bayi sesering mungkin

Seperti yang telah diketahui bersama, ibu harus menyusui sesering mungkin kapanpun bayi menginginkannya. Ini berarti, paling tidak tiap 2 hingga 3 jam sekali dan tiap 4 hingga 5 jam di malam hari dari 8 hingga 12 kali menyusui selama 24 jam. Coba kalkulasikan berapa lama bayi menyusu, mulai dari awal hari menyusu hingga akhir hari. Umumnya bayi menyusu kira-kira 20-40 menit sekali menyusu, tapi bukan berarti ibu harus melihat jam dan mengukur lamanya bayi menyusui. Di minggu-minggu pertama menyusui, terutama saat bayi baru lahir, hari-hari ibu terasa hanya diisi dengan kegiatan menyusui saja. Saat bayi baru selesai menyusui, ibu harus menyusu kembali. Ini sangat lumrah terjadi. Sebelum ASI matang keluar, bayi akan terasa begitu rakus menyusu. Hal ini disebabkan lambung bayi yang begitu kecil, sehingga mereka mudah lapar

Makin sering bayi menyusui akan memperbanyak ASI yang diproduksi. Hal ini disebabkan oleh stimulasi maksimum dari reseptor-reseptor prolaktin yang akan memicu produksi ASI dalam jumlah sebanyak mungkin. Bulan pertama menyusui adalah masa pembelajaran utk bayi. Di bulan tsb, ia berusaha menguasai betul bagaimana teknik menyusui yang tepat Hingga masuk ke bulan berikutnya, ia dapat menyusu dengan baik dalam waktu yang singkat. Dengan selalu berada di dekatnya, Ibu dapat memastikan tanda-tanda awal bayi lapar (mimik muka tanda haus, dsbnya).

Jadi ibu dapat segera menyusuinya sebelum bayi kelaparan dan menangis karena stres. Jika hal ini dilakukan, ibu dan orang sekitar ibu akan terhindar relatif jauh dari stres.

Seiring waktu, ibu tidak selalu menghabiskan waktu dengan menyusui sepanjang hari. Ingatlah bahwa ibu dalam masa pemulihan pasca melahirkan, sehingga ibu butuh banyak istirahat. Menyusui adalah cara alami untuk memastikan ibu dapat berisitrahat dengan baik. Terutama di sela waktu menyusui. Ibu dapat beristirahat saat bayi sedang tidak menyusu. Semakin bertambahnya waktu juga, bayi akan memiliki pola menyusui. Sehingga ibu dapat mengatur waktunya dengn baik.

Pola menyusui yang bayi atur akan sangat spesifik sesuai dengan kebutuhannya. Mulai dari kebutuhan emosinya hingga kebutuhan fisiologisnya. Dan pola menyusui tsb akan terus berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.

Lindungi diri dengan lingkungan yang supportif

Masa menyusui adalah masa yang paling sensitif dalam kehidupan ibu. Baik secara fisik ataupun emosional. Begitu ibu mulai menyusui, ibu butuh lingkungan yang supportif, yang mendukung ibu dari berbagai keraguan dan kritikan. Menyusui memang hal biologis yang wajar.
Namun di dalam masyarakat, kita masih sering menjumpai orang-orang yang tidak nyaman dengan
keberadaan ibu menyusui. Dan orang-orang ini akan banyak melontarkan pertanyaan-pertanya an yang sinis seputar produksi ASI ibu.

Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan yang mereka ketahui tentang menyusui
dan kadang dipengaruhi oleh anggapan yang salah tentang payudara dari segi sexual. Disini lah ibu butuh banyak dorongan dan dukungan positif. Jangan pedulikan tanggapan negatif yang dapat mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri ibu akan ASI dan menyusui.

Memang tidak mudah menjaga jarak dari orang-orang yang tidak mendukung ibu dalam hal menyusui. Namun ingatlah bahwa ibu butuh suasana dan lingkungan yg kondusif demi keberhasilan ASI eksklusif. Ingatlah selalu bahwa bayi ibu butuh air susu ibu. Ingatlah selalu akan hal ini diatas segala kritikan dan tekanan. Jika ibu sulit menghadapi berbagai kritikan dan tekanan, mintalah bantuan suami ataupun orang lain yang dapat membantu ibu untuk menghadapi hal tsb.

Mungkin ibu berpikir, “Bagaimana jika orang yg tidak mendukung saya adalah ibu saya atau ibu mertua saya ? Bagaimana cara utk menghadapinya ?”. Banyak eyang baru yang tidak berhasil menyusui anaknya saat ia bayi. Beberapa eyang yang sedih akan berupaya sedemikian rupa membantu agar anaknya ataupun menantunya sukses menyusui bayinya. Namun ada juga
eyang yang justru menjadi defensif. Mereka akan berupaya mempertahankan pendapatnya agar diberikan susu formula dan menganggap menyusui adalah hal yang menyebalkan. Nah tahukah anda pengalaman ibu anda ataupun ibu mertua anda dalam hal menyusui ?! Tanyakan hal ini kepada mereka. Dengarkan cerita dan pengalaman mereka saat menyusui dulu. Dengan demikian, anda mendapatkan informasi, dukungan ataupun masalah teknis yang mungkin anda belum
dapatkan. Hal ini akan mengetahui bagaimana perjuangan mereka dahulu dan bagaimana anda mengetahui betul bahwa mereka adalah orang tua yang baik.

Dengan menunjukkan empati dan mendengarkan pengalaman mereka, anda akan mendapatkan dukungan ataupun masukan yang baik dalam menyusui.

Kewajiban lainnya

Di minggu-minggu pertama menyusui, ibu akan terfokus pada perawatan anak, menyusui dan merawat diri sendiri. Tanggung jawab lainnya tidak akan terlalu menjadi perhatian. Jika anda memiliki anak yang lebih besar (akak dari bayi), anda perlu memperhatikan mereka juga. Padahal
anda harus membagi perhatian utama ke bayi dan anda sendiri. Mintalah bantuan kepada suami
ataupun pengasuh yang akan membantu anda dalam memenuhi kebutuhan utama sang kakak.

Biasanya teman ataupun kerabat akan mengunjungi ibu di awal-awal pasca ibu melahirkan. Di saat spt ini ibu seringkali merasa tidak dapat leluasa menyusui bai ataupun utk beristirahat. Jika hal ini terjadi, katakanlah secara perlahan dan sopan kepada tamu bahwa ibu butuh waktu untuk menyusui ataupun istirahat. Jika tamu tsb tetap memaksa utk tinggal, maka cara terbaik adalah membatasi waktu berkunjung. Atau ibu dapat menjelaskan secara perlahan bahwa ibu butuh istirahat.

Istirahat di tempat tidur

Tahukah anda bahwa istrihat di tempat tidur di hari-hari pertama menyusui adalah kunci awal keberhasilan menyusui. Ibu dapat membawa buku atau majalah ataupun tv untuk dibawa ke kamar ibu. Siapkan juga snack dan minuman di dekat tempat tidur. Jadi ibu hanya berdiri jika ke
kamar mandi. Meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri dan menyusui bayi kapanpun ia inginkan, akan membantu kelancaran ASI. Jika perlu jelaskan ke tiap orang bahwa ini adalah “perintah dokter” jika ibu butuh justifikasi.

Pasca melahirkan, banyak dokter yang menginstruksikan kepada ibu utk melakukan hal diatas. Karena meskipun ibu merasa senang dan segar, tubuh ibu tetap butuh istirahat banyak utk memulihkan diri pasca melahirkan. Jika ibu tidak istirahat di awal-awal pasca melahirkan, maka beberapa bulan berikutnya akan terasa lebih sulit. Dan hal ini jelas akan mempengaruhi produksi
dari ASI.

Masak dan pekerjaan rumah

Dari sekian banyak tanggung jawab, ada 2 hal yang sebaiknya tidak ibu lakukan sendiri, yaitu masak dan pekerjaan rumah. Mintalah bantuan teman ataupun keluarga utk dapat membantu ibu menyiapkan makanan. Jadi jika ada banyak tamu yang datang membawakan banyak makanan,
simpanlah dalam kulkas utk cadangan makanan ibu nanti. Biasanya banyak tamu yang berpikir jika mereka membawa makanan akan jauh lebih bermanfaat utk ibu pasca melahirkan.

Pekerjaan rumah, terutama di hari-hari saat ibu melahirkan, akan terasa sangat menumpuk. Ini bukan waktunya utk ibu memikirkan hal-hal resik spt ini. Meskipun banyak yang sudah membantu membersihkan rumah dsbnya. Jangan pedulikan hal-hal yang detail, terutama menyangkut urusan keapikan rumah, selama masa awal menyusui.

Jangan paksakan diri utk membereskan pekerjaan rumah, terutama di awal pasca melahirkan. Mintalah bantuan orang lain. Beritahukan mereka dimana letak piring akan menghemat energi ibu daripada mengerjakannya sendiri. Ingat dan ingatlah selalu bahwa urusan rumah bukanlah tanggung jawab anda saat ini. Tiap orang yang bertamu akan mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Sehingga mereka tidak akan menuntut rumah selalu terlihat rapi. Seorang ibu menyusui yang mengatakan:

“Memang melakukan sesuatu tidak semudah mengatakan sesuatu. Semua orang bilang saya hanya boleh menyusui saja. Santai dan jangan memikirkan urusan rumah. Jangan hiraukan. Konsentrasi menyusui saja. Lupakan urusan lain. Saya pikir saya tidak akan menghiraukan nasehat itu, Ini sama saja saya membiarkan diri saya sendiri bermalas-malasan. Padahal saya dapat melakukannya meski saya harus mengurus dan menyusui bayi saya. Saya tidak mengerti kenapa tiap orang menyarankan hal tsb”.

Jawabannya hanya satu : Jangan biarkan energi ibu habis untuk hal yang tidak perlu, meski itu sekecil apapun. Simpan energi ibu untuk menyusui bayi.

Pengasuh pasca melahirkan (Postpartum Doula Care )

Banyak ibu yang memilki suami ataupun keluarga yang begitu mendukung dan membantu semua urusan ibu. Namun ada hal lain yg ibu butuhkan selain hal tsb.Selain merawat bayi, ibu juga perlu merawat dan memanjakan diri sendiri. Terkadang ibu juga merasa kebingungan dalam merawat bayi baru lahir. Disinilah ibu butuh bantuan dari doula. Doula adalah orang (biasanya wanita) profesional yg membantu ibu dalam merawat bayi dan memberikan dukungan dalam
menyusui. Banyak juga doula yg ikut membantu ibu dalam proses persalinan, meski banyak juga yg membantu ibu pasca melahirkan.

Doula juga dapat membantu ibu dalam mengurus rumah, mengasuh sang kakak dari bayi, ataupun merawat anda. Kehadiran doula bukan hanya utk membantu hal-hal tsb diatas, tetapi juga membantu memastikan ibu agar tetap percaya diri selama proses menyusui dengan bayinya.

Saat ibu memilih menyewa doula, tanyakan betul bagaimana filosofinya tentang perawatan bayi. Apakah ia percaya bahwa bayi disusui kapanpun bayi menginginkan atau ia lebih meyakini agar proses menyusui dilakukan berdasarkan jam? Apakah dia lebih suka bayi tinggal sekamar bersama ibu, atau ia lebih suka bayi dirawat olehnya ? Apakah ia mengerti betul tentang masalah-masalah menyusui ? Apalah dia menyarankan ibu untuk menemui konsultan laktasi jika ibutuhkan ? Dengan mengetahui betul filosofi dari doula yg akan ibu sewa, maka ibu dapat memastikan
kelancaran berbagai urusan di rumah dan proses menyusui. Dan apabila ibu memiliki berbagai pertanyaan atau sekedar ingin mengetahui berbagai hal seputar menyusui, ibu dapat menghubungi ahli laktasi.

Makan, minum dan tidur nyenyak

Agar anda memiliki tenaga utk menyusui dan merawat bayi, anda butuh makanan yang bergizi, banyak cairan dan tidur yang banyak. Jangan melewatkan saat makan. Bahkan, ibu perlu makan snack bergizi di sela-sela waktu makan. Secara umum, jumlah dan kualitas makanan sangat perlu diperhatikan bagi ibu menyusui. Meski tubuh ibu akan membuat ASI yang bagus (berkualitas) meskipun ibu makan makanan yg kurang gizi. Makan makanan yang bergizi akan
mengembalikan tubuh ibu ke kondisi prima. Karena itu nikmatilah waktu makan dengan baik.

Minuman juga perlu diperhatikan. Minumlah saat ibu merasa haus. Ingatlah, minum dalam volume yang banyak tidak akan memperbanyak ASI. Air adalah cairan terbaik. Meskipun ibu dapat minum the yg tidak berkafein jika ibu menginginkannya. Buah dan jus jeruk juga sangat
bermanfaat karena gizinya yg baik. Tapi jika anda minum jus yang ada dalam kemasan, pastikan anda membaca label kemasan. Pastikan tidak ada gula di dalamnya. Gula dalam jus kemasan
hanya akan menambah kalori yang tidak diperlukan tubuh. Beberapa ibu merasa jika ia minum banyak jus jeruk, maka bayinya menjadi rewel. Demikian juga dengan susu sapi. Beberapa bayi sensitif thd protein dari susu sapi yg ada di dalam ASI. Meski hanya sedikit ibu yg mengalaminya.

Ada anggapan bahwa ibu harus minum susu agar dapat membuat ASI. Anggapan ini tidak benar. ASI dibuat dari berbagai nutrien yg ada dari berbagai sumber. Jadi bukan hanya dari susu. Banyak ibu yang tidak minum susu dan tidak ada masalah dalam produksi ASInya.

Selain urusan makan dan minum, hal lain yg perlu ibu perhatikan adalah masa tidur. Tidurlah kapanpun ibu bisa. Tidurlah saat bayi sedang tidur. Di awal kehidupannya, bayi masih belum memiliki pola tidur yg teratur. Sehingga waktu malam ia masih memungkinkan sering bangun dan memotong waktu tidur ibu di malam hari. Karena itu tidurlah saat bayi sedang
tidur. Saat bayi tidur, biasanya ibu memanfaatkannya utk menelpon, menulis, mengerjakan pekerjaan rumah dsbnya. Padahal inilah waktu yg tepat utk ibu banyak beristirahat. Mungkin tidak mudah utk ibu tidur saat bayi tidur. Terutama jika tidak alma kemudian bayi bangun. Namun seiring waktu ibu akan terbiasa beristirahat dan mengikuti ritme bayi. Percayalah ibu akan mendapatkan banyak manfaat dengan istirahat banyak. Apalagi tubuh ibu butuh memulihkan
kondisi pasca melahirkan.

Agar produksi ASI selalu optimal

Menyeimbangkan urusan menjaga produksi ASI agar terus optimal, menyusui dan mengurus keluarga adalah hal yg tidak mudah. Setiap hari ibu harus memenuhi kebutuhan bayi, keluarga dan diri sendiri. Terkadang sulit sekali bagi ibu utk membagi perhatian dan menyeimbangkan semua urusan. Jika hal ini terjadi, cobalah utk selalu mengingat bahwa ibu telah
memberikan yg terbaik utk keluarga ibu sesuai dengan kemampuan ibu. Jangan pernah emaksakan diri sendiri. Anda akan kelelahan jika berusaha memaksakan diri. Akibatnya produksi ASI juga tidak optimal. Bersikap ariflah dalam melalui proses ini. Ingatlah, anda butuh waktu banyak utk mencintai bayi anda, sosok mungil yg baru lahir dan butuh waktu singkat sebelum ia tumbuh
besar.


Entry Filed under: ASI. .

28 Comments Add your own

  • 1. melani  |  November 11, 2008 at 3:57 am

    Tolong berikan saya informasi seputar asi, agar asi tetap lancar untuk ibu bekerja

  • 2. lutvita  |  November 11, 2008 at 4:07 am

    agar asi lancar..asi sering diperah. logikanya sederhana mba. bayi menyusu biasanya 2 jam sekali lamanya 15 menit. nah kita memerah dikantor 2 jam sekali 15 menit jg. dijamin produksi asi akan stabil. gimana biar memerah bisa cepat. sama kayak bayi jg kita stimulasi si LDR biar cepet keluar dengan usap2 puting dengan jempol. kalo bayi kan stimulasi puting kita dengan mulut dan lidahnya yang mengenai puting. nah kita pake jempol. perah secepat mungkin. supaya ga pake jam kerja terlalu banyak. sampai dikantor memerah, jam 10-an memerah, makan siang memerah, jam 2 siang memerah, mau pulang memerah dulu dikantor. diperjalanan kan asi bisa diproduksi lagi. dirumah jg menyusui sambil perah. atau susui dulu baru perah. kilik2 si LDR ini jg….

  • 3. QQ  |  Desember 28, 2008 at 12:34 am

    LDR itu apa ya mbak ?
    saya agak gak nyambung nih

    btw.. penjelasan memperbanyak ASI-nya bagus banget..
    gak kalah dengan penjelasan dari dokter

    salam,

    QQ

  • 4. lutvita  |  Desember 30, 2008 at 1:31 am

    LDR itu let down refleks yaitu moment saat asi dikeluarkan/ di-eject dari gudangnya. biasanya pertama dihisap bayi asi belum keluar tapi semenint kemudian akan terasa nyuuutttt di PD kita nahh itulah LDR

  • 5. icha  |  Februari 24, 2009 at 3:51 am

    mba…. kalo buat aku …. yg bikin stress itu krn susah cr supporting environment deh

  • 6. herba22  |  Februari 24, 2009 at 7:36 am

    saya hanya bisa menyusui 3 bln pertama selanjutnya gak lagi.mungkin gak ya saya bisa nglanjutin lagi kasih asi buat anak saya?bagaimana caranya?anak saya sekarang udah 7,5 bulan

  • 7. Erda  |  Maret 12, 2009 at 3:35 am

    Artikelnya bagus banget n bisa jd penyemangat kita untuk terus memberikan asi eksklusif.

    Saya mau tanya, saat ini azka sudah 6 bulan n sdh diperkenalkan MPASI. Tapi kenapa asi ku jg berkurang ya?? Dalam sehari biasanya saya bisa memerah asi +/- 400 cc/hari dikantor, tapi sekarang2 ini hanya bisa 300cc. Bagaimana ya biar kualitas n kuantitasnya tetap sama krn azka minum asinya jg masih kuat.

  • 8. Anthy  |  Maret 27, 2009 at 1:02 pm

    Saya ingin bertanya, makanan apa yang baik untuk dikonsumsi ibu yang baru melahirkan supaya produksi ASI lancar sehingga bayi tidak mesti ketergantungan pada susu formula. Karena anak saya yang pertama tidak pernah merasakan ASI hingga usianya sekarang sudah 3 tahun dan sekarang saya hamil yang kedua dan ingin sekali memberi ASI pada bayi saya setelah lahir nanti.

  • 9. ridha  |  April 4, 2009 at 7:39 am

    mba…produksi asi ku sedikit, jadi gak bisa ngikutin nafsu makannya Ammar. jadi terpaksa saya tambahkan susu formula. padahal saya ingin memberikan Full ASI. semua makanan yang memungkinkan untuk menambah produksi asi udah di coba. tapi kenapa ya… aku ngerasa itu juga masih belum cukup ? apa banyak sedikitnya produksi asi ada hubungannya dengan faktor genetis dan kondisi fisik buah dada itu sendiri ? karena dulu asi ibu saya pun gak banyak dan buah dada saya kecil…

  • 10. nurul  |  April 30, 2009 at 5:53 am

    saya baru pertama melahirkan ni( baru mau) gimana yah saran2nya buat saya

  • 11. lutvita  |  April 30, 2009 at 7:02 am

    @nurul, selamat ya mau memiliki calon bayi.. pokoknya nurul ga stress jangan mikirin asi sedikit banyak yang penting susui dan susui dan yakin makanan bayi hanya asi asi dan asi. ga ada kata sufor dalam dunia new born baby. kalo bayi nangis terus wajar susui lagi. yang penting amati pipis dalam 24 jam min 6x dan berat badan naik min 500gr per bulan itu tanda asi cukup dan ga ada yg perlu dikhawatirkan. trs belajar perlekatan menyusui. mulai sekarang bersihkan puting suka ada susu yang menyumbat lubang asi. dibersihkan nanti setelah melahirkan jangan lupa massage 30×3 gerakan dan kompres anget dingin gantian..

  • 12. inrie  |  Mei 9, 2009 at 5:23 pm

    mbak,bayi saya 3bln,cm mau menyusu di payudara sebelah kanan saja,kalau saya paksakan disebelah kiri dia berteriak dan menangis,jadinya tidak mau menyusu,apa akibatny untuk bayi dan saya,bagaimana baikny..tolong d balas.. Terimakasih banyak.

  • 13. lutvita  |  Mei 11, 2009 at 2:23 am

    @inrie, mba bayi saya jg dulu spt itu menyusu hanya mau dikanan aja. tp saya tetep tawari terus sebelah kiri kadang lg ngantuk2 dia ga ngeh saya kasih yg kiri. kalo bisa harus seimbang mba dua2nya selain gizi yg dibutuhkan bayi ada di asi di kedua payudara juga untuk ibu bahaya jika menyusui hanya satu payudara karena si mengendap di PD yg satunya lg bisa mengakibatkan kanker di kemudian hari.

  • 14. candra  |  Mei 11, 2009 at 4:11 pm

    good

  • 15. Nia  |  Mei 26, 2009 at 10:12 am

    Aku br 2hr kerja,hr pertama meres di ktr dpt 150ml (nyampe ktr jam10,plg jam stgh4) hr ke2 110ml. Aku tkt kekurangan stok ASInya.Klo diperes drmh 2jam sx plg pol dpt 40ml.gmn ya?tkt bayiku krg brt bdnnya,berat lahir 3,2kg.skr 3bln 4,2kg. Ada saran?

  • 16. lutvita  |  Mei 27, 2009 at 2:15 am

    @nia, jangan pernah takut kekurangan asi. Tuhan amat sangat baik dan sayang sama Nia dan bayi nia jd pasti cukup asal nia yakin bisa memerah dan menyusui dan Tuhan selalu menyertai setiap usaha nia memerah asi. jauhkan rasa khawatir. perah asi setiap 2 jam sekali stimulasi LDR. kalo terus begitu tiap hari merah 2 jam sekali 10 menit saja maka bayi nia dijamin akan mendapat asi sampai dia disapih… itu yg aku alami

  • 17. fi3  |  Juli 25, 2009 at 4:11 am

    Saat ini anakku sudah 2 bln,dan berniat memberikan asi saat masuk kerja (meskipun kdg kurang) saat ini sudah mulai memerah asi.
    Bisa tahan berapa lama asi: yang sudah diperah, yang ditaruh di pendingin, yang ditaruh difreeser?
    Bagaimana cara memberikan ASI beku (apakah perlu direbus dulu atau dipanaskan)?
    Makanan atau minuman apa saja yang menghambat pembentukan ASI? (agar dapat kuhindari)
    Tolong dijawab mbak, please………..

  • 18. fi3  |  Juli 25, 2009 at 4:20 am

    Saat ini anakku sudah 2 bln,dan berniat memberikan asi saat masuk kerja (meskipun kadang kurang) saat ini aku sudah mulai memerah asi.Bisa tahan berapa lama asi: yang sudah diperah, yang ditaruh di pendingin, yang ditaruh difreeser?Bagaimana cara memberikan ASI beku (apakah perlu direbus dulu atau dipanaskan)?Makanan atau minuman apa saja yang menghambat pembentukan ASI? (agar dapat kuhindari)
    Tolong dijawab mbak, please………..

  • 19. maya  |  Agustus 4, 2009 at 2:18 pm

    penjelasannya bagus banget dan saya jadi merasa bersalah karena selama 2 bulan ini saya selalu menambahkan susu formula karena semua permasalahan yang mba tuturkan semua terjadi pada saya, yang akhirnya ASI yang diproduksi sedikit dan hanya menyusu yang kiri saja. sudah terlambat belum kalau saya mau kasih ASI eksklusif?

  • 20. mita  |  Agustus 31, 2009 at 3:39 am

    mba,saya baru melahirkan 16 agustus kmrn. Saya ibu rumah tangga, ga kerja. Jadi setiap saat saya bisa menyusui anak saya. Yg mau saya tanyakan, apa saya juga perlu memerah/memompa ASI saya mba?? Trims.

  • 21. mita  |  Agustus 31, 2009 at 4:13 am

    maaf mba, mo nanya lg. Kalo malem qan kita tidur ya, apa ASI kita jg ikut ga berproduksi ya mba? Qan kita ga makan ga minum, ga ada asupan makanan intinya.

  • 22. lutvita  |  Agustus 31, 2009 at 4:18 am

    @mita, asi diproduksi setiap saat. jd salah ya kalo kita tidur asi berhenti produksi. malah malam hari hormom prolaktin dan oxitoin pembuat asi lg giat2nya bikin asi. makanya kalo memerah malem dptnya banyak. dan istirahat yg cukup tidur harus pulas. semakin nyenyak dan banyak istirahat dimalam hari hormon2 itu makin giat bikin asi. jd malah disarankan menyusui sambil bobo dimalam hari biar si ibu ga kecapekan. tenang aja posisi menyusui itu posisi paling aman sedunia melindungi bayi ga akan ketindihan.. coba ikut milist asiforbaby. dan baca2 artikel dr mba luluk lsoraya.multiply.com.
    web2 referensi :
    sehatgroup.web.id
    kellymom.com
    http://www.llli.org/FAQ/colostrum.html

  • 23. eka  |  September 1, 2009 at 7:40 am

    Dear Mba Lutvita

    Mba aku mau tanya , selama 2 bulan terakhir ini PD sebelah kanan aku tidak selancar sebelah kiri dalam proses LDRnya. Sehingga aku merasa walaupun sudah diperah tetap saja belum terlalu kosong. Dan paling2 setelah saya pulang kerja , PD tsb untuk baby saya, sedangkan yg kiri saya pompa. APakah cara saya tsb sdh bnr?. Btw terima kasih loh atas infonya mengenai cara stimulasi LDR, bnr2 bantu saya dlm memperbanyak stok ASI. Saat ini baby saya sdh 5m2w.

    Terima kasih sebelumnya

    eka

  • 24. lutvita  |  September 1, 2009 at 7:58 am

    @eka, iya gapapa PD kiriku jg ga selancar kanan, tp dirumah aku kejar2 terus anakku untuk nyusu di PD kiriku. lega langsung kan rasanya kalo udah dihisap bayi. kosong enak ga berasa ganjel2 n asi ketinggalan gitu. yg penting tetep usahakan perah saat LDR keluar. bisa sekali2 didulukan PD kanan yg susah itu baru stimulasi LDR lg baru kosongkan PD kiri.. teruskan perjuangan ya dgn positive thingking n happy buang jauh2 rasa khawatir dan perasaan tidak bisa kasih asi atau asi ga cukup. ga ada itu. semua ibu pasti diberi karunia menyusui dan memerah asi..

  • 25. vera  |  September 9, 2009 at 5:27 pm

    thanx mbLutvita, info2nya bgs bgt n jd pengen share buat semua bunda yg sayang anak dg ngasi asi. anakku baru 6bln 1mg n ASIx, anak pertama +minim bantuan n pengalaman. Awalnya waktu asi bln 1 ga tau trik n tips jd sempet panik krn babyku waktu umur 3mg baru naik 300gr (mnrt dokternya krg jd disarankan formula), krn commit asix sibuklah cari cara +asi. yg ampuh buat saya: byk istirahat (minta suami masak sendiri hehe), byk makan sayur (jus katuk /bayam merah), perah/pompa stlh menyusui dg cara kiri 5menit kanan 5menit kembali lg ke kiri trus kanan balik kiri kanan, tetap menyusu di mlm hari. berikan buah hati kita kesempatan nyusu sesering mungkin. selamat memproduksi ASI

  • 26. nura  |  September 25, 2009 at 6:28 am

    wah makasih lho mbak atas banyak saran2nya. anak saya sekarang ini udah 1 bulan, tapi kalo nyusu bisa hampir 1 jam. wajar ga sie mbak??
    gimana kita tau kalo susu yang dihasilkan itu keluar banyak, karena kadang dia nyusu sampe ketiduran trus di kenyot lagi.
    saya suka coba2 meres asi (persiapan klo masuk kerja) tapi yang di dapet ga lebih dari 30ml selama 1/2 jam.

  • 27. mama bita  |  Oktober 5, 2009 at 7:28 am

    sy jg mo share pengalaman…bita skrg dah 10 bln & sy bekerja…Alhamdulillah masih asi…mmg benar smua pengalaman tmn2 yg kasih asi ke bayinya…optimis, relax, istirahat yg cukup & trus berusaha disamping memprhtikan nutrisi makanan kita, InsyaAllah asi tdk akan kekurangan….
    smpat 2 bln pake pompa, tp begitu baca teknik marmet (tk memerah asi), prefer memerah daripada memompa….lbh higinis, cepat & g repot mempersiapkan pompa (terutama kalo pas di kantor)….sy bangga bgt dgn ibu yg bekerja tapi msh tetap trus memberikan asi utk bayinya. Tetap semangat ya!

  • 28. mama icha  |  November 2, 2009 at 10:22 am

    hallo… salam kenal. mbak aq punya baby 4 bl, slm ini aq g krj, sering menyusui tp produksi asiku kurang. pdh dah mkn sayur, bahkan minum susu sgala. akhirnya krn anakku laper jd aq tambah susu formula. scr psikis aq g ad msl, kl fisik memang aq tergolong kurus. bgmn y biar asiku banyak ? oia selain itu asiku bening alias g kental. gmn y ?

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Dapurku..

Jurnalku

Blog Aku Yang Lain

Fave Link

Pembaca Terhormat Saya Bukan Dokter

Artikel-artikel ini hanya untuk keperluan saya pribadi dari hasil browsing sana dan sini dan untuk referensi saya sendiri dalam mengasuh anak saya. jangan dijadikan patokan yaaaa

Quote Of The Day

Bayi tidak perlu computer atau mainan bagus-bagus. Yang mereka butuhkan adalah orang dewasa yang mengerti apa yang mereka rasakan dari waktu ke waktu. dan orang dewasa itu adalah kedua orang tuanya

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

Tulisan Teratas

Kalendar

Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kategori Awan

ANTIBIOTIK ASI BATUK PILEK BB TB dan GC DEMAM GIGI ANAK HEADLINE NEWS IMUNISASI KEHAMILAN KESEHATAN KESEHATAN ANAK MAINAN ANAK MPASI NEW BORN PARENTING PENDIDIKAN ANAK PERILAKU BAYI DAN ANAK POLA ASUH POLA MAKAN PROBLEM MAKAN PSIKOLOGI BAYI DAN ANAK RESEP RUD STIMULASI BAYI SUSU SAPI TAHAPAN BICARA TAHAPAN PERKEMBANGAN TATA LAKSANA PENYAKIT TEMPER TANTRUM TUMBUH KEMBANG

Kategori

Arsip

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Ummu aufa di BABY WAKLER TIDAK MEMBANTU ANA…
rafi di Permainan Tradisional
rusdiana di Cukup Kumur Fluor untuk Cegah …
na' di Tanda Dan gejala awal keh…
Rianty Umar di Makanan bayi 0 -24 bulan

Klik tertinggi

Top Rated

Facebook ku…

YMku Online Ga Ya?

My Son Birthday

Lilypie

My Honey

Image019

Image017

Image016

Image015

Image013z

Image013

Image012z

More Photos

Isi Buku Tamu ya..