Konsumsi Susu Balita


Apakah Si Balita Sudah Cukup Mengonsumsi Susu?

Oleh: dr. Handrawan Nadesul



Kebutuhan gizi anak untuk bertumbuh berbeda sesuai dengan umurnya. Setelah lewat umur setahun, anak membutuhkan kecukupan yang berbeda dengan selagi bayi. Dengan sudah tumbuhnya gigi-geligi, jenis makanan anak sudah dapat memperoleh makanan yang berasal dari menu yang dikerat dan dikunyah. Susu saja sudah tak lagi cukup. Dengan bertumbuhnya organ-organ tubuh, dan aktivitas anak yang lebih tinggi, anak membutuhkan lebih banyak kalori, dan kelengkapan nutrisi, termasuk masih perlu terus minum susu.

SETELAH berumur setahun, makanan anak sudah sama dengan menu orang dewasa. Melihat laju pertumbuhannya, kita mengelompokkan anak usia prasekolah (balita) menjadi kelompok batita atau bayi di bawah tiga tahun (toddler), dan kelompok 4-5 tahun. Masing-masing kelompok usia tidak sama kebutuhan nutrisinya.

Namun kendati susu sudah tak bisa diandalkan, kebutuhan anak akan susu tetap tak boleh diabaikan. Setelah berumur setahun, anak masih tetap memerlukan minum susu sekurang-kurangnya dua kali sehari (lihat tabel jadwal makan balita).

Apa yang diperoleh anak dari minum susu?

Selain protein dalam susu, serta zat-zat gizi unggul lainnya, anak terjamin kecukupan asupan kalsium atau zat kapurnya. Kita tahu kalsium merupakan bahan dasar pembentukan tulang-belulang. Proses ini tak bisa ditunda, atau pembentukannya tidak menjadi sempurna.

Fondasi pembentukan tulang selesai sebelum anak berusia pubertas. Dan fondasi tulang baru akan kokoh bila pasokan kalsium sejak balita selalu mencukupi. Bersama mineral fosfor, kalsium membentuk kerangka tulang-belulang tubuh. Tulang sendiri dapat berperan sebagai depot cadangan kedua jenis mineral, bila diperlukan.

Bila pasokan kalsium dari makanan tidak mencukupi, tubuh mengambilnya dari tulang, sehingga lama-kelamaan tulang menjadi keropos. Seperti itu yang banyak terjadi pada orang Indonesia karena rata-rata sudah berhenti minum susu sebelum usia balita.

Untuk pembentukan tulang selain kalsium dan fosfor tubuh juga membutuhkan vitamin A, C, dan D yang tak boleh kurang pula. Di samping itu, tentu hormon gondok, hormon anak gondok, serta hormon seks ikut berperan pula. Yang tak kurang pentingnya, paparan cahaya matahari pagi, selain gerak badan. Kesemua itu yang menjadikan pembentukan tulang bisa optimal pada waktunya.

Kita tahu semua zat penunjang pembentukan tulang ditemukan dalam susu. Maka susu idealnya tidak boleh hilang dari menu harian anak. Bahkan sampai anak dewasa. Orang Barat malah mengonsumsi susu sampai uzur.

Setelah anak disapih, anak memperoleh kecukupan kalsium dari menu hariannya. Sumber kalsium dalam menu harian dapat diperoleh dari ikan teri, buntil, kue koya, keremes, keripik tempe goreng, tahu dan toge goreng, selain dari aneka produk laut. Namun tidak setiap anak menyukai jenis menu yang tinggi kalsiumnya itu. Oleh sebab itu susu tetap penting di masa pertumbuhan sebagai sumber kalsium.

Perlu diingat, kelompok anak berumur 1-3 tahun sangat rentan terhadap kekurangan gizi, khususnya kekurangan vitamin A, kalori, dan protein.Sudah lengkapnya gigi-geligi anak pada umur dua sampai dua setengah tahun, merupakan petunjuk bahwa anak sudah harus mengonsumsi jenis menu (padat) apa saja untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan seluruh zat gizi.

Selain bertambah kebutuhan kalorinya, anak membutuhkan lebih besar takaran semua zat gizi untuk menjamin bertumbuh optimalnya organ-organ tubuh. Namun untuk bisa begitu anak belum bisa mengaturnya sendiri, melainkan masih bergantung pada orang lain. Dalam hal ini bergantung pada bantuan ibunya. Hari depan status gizi anak sangat ditentukan isi meja makan ibu.

Pada kelompok 4-5 tahun, organ-organ tubuh anak bertumbuh pesat, sehingga pertumbuhan fisik anak kelompok umur ini terlihat melambat. Rata-rata anak cenderung kelihatan kurus. Hal seperti itu berlangsung sampai menjelang usia pubertas.

Kelompok anak berumur 4-5 tahun juga masih sama rentan terhadap kekurangan gizi, selain terinfeksi juga. Dan itu ikut ditentukan pula oleh bagaimana cerdas ibu memberi menu pilihan, termasuk kecukupan memberinya susu. Bila nutrisi anak tak mencukupi, tubuh anak lebih rentan dibanding anak yang nutrisi harianya terpenuhi.

Anak balita terancam kekurangan gizi karena asupan gizi yang tidak lengkap dan berkurangnya konsumsi susu di menu hariannya. Sering-sering hal ini disebabkankan ketidaktahuan ibu. Pertumbuhan anak akan melambat. Anak jadi rewel, dan masih merengek sehabis diberi makan. Tidur mungkin tak nyenyak, sering sembelit, dan diare. Kondisi anak begini merupakan lingkaran setan. Akibat sembelit, selera makan juga ikut menurun. Kurang nafsu makan, asupan makan jadi berkurang. Dan itu berarti kecukupan seluruh zat gizi juga tak bisa memadai.

Susu sendiri kaya akan kalsium. Berbeda dengan kalsium dalam tablet atau tablet celup (effervescent), yang tidak seluruhnya diserap usus, kalsium susu hampir sempurna diserap masuk ke dalam darah. Maka keputusan anak tetap diberi susu menjadi vital.

Sekurang-kurangnya anak balita minum susu dua kali sehari. Dua gelas susu, atau masing-masing 250 cc susu, sangat berarti untuk memasok kecukupan kalsium tubuhnya. Dan di tangan ibu yang tak lupa memberikan susu itulah kebutuhan anak akan kalsium senantiasa tercukupi.***

Contoh Jadwal Makan Harian Balita

Pukul 06.00 Segelas (250 cc) susu
Pukul 08.00 Nasi, telur, tumis sayur
Pukul 10.00 Buah, kue, biskuit, keripik tempe
Pukul 13.00 Nasi, semur daging, sayur lodeh
Pukul 16.00 Buah, bubur kacang ijo, kue koya
Pukul 18.00 Nasi, ikan goreng, sup daging, tempe, tahu goreng
Pukul 20.00 Segelas (250 cc) susu

About these ads

11 thoughts on “Konsumsi Susu Balita

  1. anak saya umur 2,5 tahun. rata-rata minum susunya 8 – 10 kali (botol = dot) sehari mulai pagi sampai malam ketika tidur. bagaimanakah konsumsi yang tepat? trimakasih sebelumnya karena pertanyaan itu begitu penting buat saya soalnya harga susu yang sangat mahal dan saya harus sering berdebat dengan istri terkait dengan konsumsi yang tepat. jadi sering ndak ikhlas mgasih susu ke anak.

  2. anak saa 3 tahun dr bayi sering terbangun untuk minum susu setiap 2 jam sekali,selain khawatir giginya rusak,tidurnya juga menjadi tidak nynyak,bgaimana menghentikanyya?

  3. Anak saya berusia 18 Bln, minum susu sehari 4x 200ml (isomil), tapi disendok’i. sebelumnya minum susu procal, tapi karena muncul gejala alergi (kembung dan diare) saya ganti ke soya. berat badannya 9,8 Kg. saya sering kuatir anak saya kurang asupan gizi/makan, saya ingin mengurangi pemberian susu menjadi 3 kali, apakah takaran susu yang saya berikan sudah cukup?
    sehari anak saya makan 3 kali.
    terima kasih.

  4. anak saya umur 16 bulan, lebih suka makan susu formula (tanpa air)..kira2 bagaimana untuk pencernaannya apa tidak terganggu? terima kasih

  5. anak saya berumur 6bln…lebih suka susu formula di banding ASI..
    rata-rata minum susunya 8 – 10 kali (botol = dot) sehari mulai pagi sampai malam ketika tidur. bagaimanakah konsumsi yang tepat? trima kasih sebelumnya karena pertanyaan itu begitu penting buat saya soalnya harga susu yang sangat mahal dan saya mencari uang sendiri tanpa bantuan suami…

  6. anak saya umur 2 tahun. rata-rata minum susunya 8 – 10 kali (botol = dot) sehari mulai pagi sampai malam ketika tidur. bagaimanakah konsumsi yang tepat? trimakasih sebelumnya karena pertanyaan itu begitu penting buat saya soalnya harga susu yang sangat mahal dan saya harus sering berdebat dengan istri terkait dengan konsumsi yang tepat.

  7. anak 2th itu yg dibutuhkan dr susu itu kalsiumnya yg lainnya bisa didapat dr makanan bergizi. kalsium pun ga mesti dr susu tp dpt dr brokoli, keju dll. konsumsi susu batasi hanya 500ml/24jam selebihnya penuhi kbutuhan gizinya dr makanan sayur,lauk,buah.. kalo berasa berat beli susu bisa ganti ke makanan bergizi kayak nasi, sayur, ikan,daging. susu bisa diminum bangun tidur pagi, mau tidur siang dan mau tidur malam (sblm sikat gigi). CMIIW ya… sy jg masih belajar

  8. anak saya umur 2.5 thn. baru mau makan padat 3 minggu ini tapi pola nyusunya ga berubah setiap 2 jam tidur malam minta susu 210 cc habis. ada yg menyarankan utk diencerkan susunya tapi sdh 3 minggu juga tdk ada perubahan. pernah diberi air putih dulu dan anak malah nangis menjerit2 kesal minta susu malam2 sampe menbangunkan dia segar bergadang terbangun lbh lama. saya coba kurangi dengan memberi 120 cc saja tetap saja anka meminta tambah susu dan kalo diberi air putih marah. pagi pola bangun tidur dia hanya mau sarapan susu dan cemilan roti sedikit. di sekolah dapat snack jam 11. dan mkn siang hanya 4-5 suap anak jam 1 siang. dan disambung susu 180 krn mau tidur siang dia minta susu. selama tidur siang 2-2.5 jam ditengah dia minta susu lagi sekitar 120 cc. bangun tidur jam 4 sore makan buah. jam 6-7 makan malam lumayan banyak 10-11 suap dia. setelah 1 jam saya beri dia hidangan penutup agar2 ato snack dipikir agar kenyang dan sebelum tidur terkadang dia minum susu lagi 240-480 cc. dan setelah tidur tipa 2 jam- 2.5 jam minta susu 210 habis. apa ini normal dia suka susu? bagaimana caranya aga malam tdk terbangun?

  9. ANAK SAYA BARU BERUSIA 2.5 TAHUN MINUM SUSU HAMPIR 12 BOTOL LEBIH SEHARI SEMALEM UKURAN 140CC.BAIKKAH ITU?ATA YANG BAIK BAGAIMANA?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s