Relaktasi


(Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005)
Saat ini mulai banyak para ibu & ayah yg menyadari pentingnya ASI bagi sang anak. Tapi saat ia menyusui anaknya banyak sekali kendala yg ditemui spt tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan sang ibu & ayah, dsb sehingga menyebabkan ia gagal menyusui dg baik. Akibatnya produksi ASI berkurang & karenanya bayi malas menyusu hingga ASI betul2 ”kering”. Beberapa mg yg lalu ada pertanyaan menarik dari beberapa teman saya, bisa gak ya seorg ibu yg telah lama berhenti menyusui kemudian ingin kembali menyusui anaknya ? Jawabannya sangat bisa.

Jadi jika ibu tsb memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui sama sekali eberapa lama, ini lah yg disebut dg Relaktasi atau kembali menyusui.

Mungkinkah ibu yg sudah berhenti menyusui kemudian menyusu kembali ?!

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah mungkin seorg ibu yg sudah tidak menyusui selama 2 bulan katakan dan ASInya betul2 kering, kemudian bisa menyusui kembali?

Saat ini di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh tiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa “istirahat” dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang atau bahkan terhenti. Nah pada saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk “mempersiapkan diri” agar dapat bekerja kembali & siap memproduksi ASI.

Bahkan saat ini di belahan dunia sana, mulai banyak para ibu adopsi berhasil menyusui bayi adopsinya, meski sang ibu adopsi tsb tidak/belum pernah hamil. Tentu saja dg semangat yg kuat, support yg bagus & juga teknik tertentu.

Lamanya ibu kembali menyusui

Sehubungan dg masa “persiapan” organ ASI, ada beberapa hal yang perlu diingat, yaitu tiap wanita membutuhkan waktu yg berbeda untuk menghasilkan ASI. Mungkin ada beberapa ibu yg membutuhkan waktu beberapa hari saja untuk memproduksi ASI secara optimal. Tetapi bila sang ibu berhenti menyusui untuk waktu yg cukup lama, maka biasanya perlu waktu antara 1-2 minggu agar produksi ASI kembali spt semula. Selain itu, usia anak juga memperngaruhi. Misalkan, akan lebih mudah dan lebih cepat bagi tubuh untuk menghasilkan ASI kembali, bila si kecil masih berumur 6 bulan. Tapi bukannya mustahil ya.
Proses terbentuknya ASI kembali

Bagaimana sih caranya si ibu ini bisa menghasilkan ASI padahal ia sudah berhenti menyusui selama beberapa waktu ?

Memang ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Tapi intinya ada 2 hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara & organ2 produksi ASI dg cara dipompa atau diperas. Kedua, mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Disini biasanya dibutuhkan alat tambahan spt Lactation-aid.

Berikut adalah tips-tips utk menjalankan relaktasi :

1. Siapkan mental & cari dukungan sebanyak2nya.

2. Relaktasi butuh waktu dan kesabran tinggi. Seringkali ibu merasa putus asa. Karenanya ia butuh dukungan & bantuan dari orang2 terdekatnya (suami, teman, keluarga).

3. Hubungi & konsultasi klinik laktasi.

4. Anda butuh arahan & support dari ahli laktasi. Utk melakukan relaktasi butuh teknik2 khusus & treatment khusus dari ahli laktasi. Spt pemberian obat2an tertentu utk membantu hormon produksi ASI (oksitosin) bekerja baik.

5. Susuilah si kecil secara teratur dan sesering mungkin. Juga di sela2 masa menyusui, ibu disarankan utk melakukan pemijatan & pemerahan / pemompaan pada payudara untuk membantu menstimulasi produksi ASI.

6. Di awal2 menyusui, mungkin anda membutuhkan lactation aid, yaitu alat berupa kantung berisi ASI donasi atau susu formula yg digantungkan di leher dan disambungkan ke selang halus yug ditempel di putting payudara ibu. Sehingga ketika anak menyusu, ia melakukan 2 hal sekaligus : mendapatkan nutrisi dari ASI donasi / susu formula & hisapan bayi akan menstimulasi organ produksi ASI yg ada dibawah putting & areola.

7. Lakukan saat ibu & anak dalam keadaan relax. Jangan pernah memaksa anak utk menyusu. Jika ia menolak atau kelelahan dsb tentu akan mengganggu proses jalannya relaktasi. Tunda hingga kondisinya nyaman utk semua. Jika terus dipaksakan bisa2 anak jadi trauma dan ibu jadi frustasi.

8. Sering juga lakukan skin-to-skin contact dg merebahkan anak di dada sang ibu saat ia sedang tidak menyusu. Dan ini sgt dianjurkan pada bayi.

9. Tingkatkan konsumsi makanan yg sehat & bergizi, agar produksi ASI optimal.

10. Memang masalah relaktasi ini terdengar awam bagi kebanyakan org dan masyarakat kita. Tapi informasi yg perlu diketahui oleh para ortu adalah relaktasi itu dapat & sangat mungkin dilakukan.

Referensi :

Relactation: The Chance To Change Course by Susan Sempele (http://breastfeed.com/resources/articles/relactation.htm)
Relactation: One Alternative to Untimely Weaning by JANICE NAU, LPN; Reprinted from: KEEPING

Relaktasi? Tidak Mustahil Lho

Anak-anak yang tidak cocok dengan pemberian susu formula bisa mendapatkan ASI kembali. Produksi ASI dari seorang ibu dapat diaktifkan kembali.

Tidak ada asupan gizi terbaik bagi bayi hingga berusia dua tahun selain air susu ibu (ASI). Bila kandungan gizi susu formula tetap, gizi ASI menyesuaikan kebutuhan bayi. Terkadang, sebagian ibu kesulitan untuk menyusui. Berbagai gangguan menjadi kendala, mulai tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan orangtua tentang ASI, hingga berbagai mitos tidak benar seputar menyusui.

Hal tersebut menjadi penyebab kegagalan ibu menyusui dengan baik. Produksi ASI berkurang dan bayi malas menyusu sehingga ASI mengering. Berbagai informasi mengenai ASI akhir-akhir ini semakin banyak ditularkan untuk menyadarkan orangtua betapa pentingnya “cairan hidup” anugerah dari Tuhan tersebut.

Pemberian ASI eksklusif kepada bayi selama enam bulan yang diteruskan hingga anak berusia dua tahun ditambah makanan pendamping yang tepat, akan meningkatkan kualitas kesehatan bayi hingga tumbuh dewasa nanti. Pertanyaan yang kemudian timbul ialah apakah bisa seorang ibu yang telah lama berhenti menyusui, kemudian ingin kembali menyusui anaknya.

Jawabannya, hal itu bisa dilakukan. Jadi, jika ibu tersebut memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti menyusui sama sekali beberapa lama, ini disebut dengan relaktasi atau kembali menyusui.

Menurut dr Utami Roesli SpA MBA IBCLC dari Sentra Laktasi Indonesia, relaktasi adalah proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun setelah berhenti menyusui. Beberapa alasan perlu dilakukannya relaktasi, antara lain sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan, ingin menyusui kembali setelah disapih atau memulai menyusui yang tertunda karena bayi prematur, ibu atau bayi sakit keras.

Selain itu, relaktasi juga biasanya dilakukan karena bayi tidak cocok dengan berbagai susu formula atau ibu berubah pikiran ingin menyusui, dari pemakaian susu formula. Bisa juga karena kondisi harga susu formula yang terus meroket.

“Kasus ekstrem relaktasi dikerjakan seorang nenek yang menyusui cucunya. Selain itu, juga dikenal adoptive breastfeeding, yaitu usaha untuk menyusui anak adopsi. Tentunya dengan motivasi yang kuat, maka bisa mengeluarkan ASI,” ujar dr Utami dalam media gathering, “ASI adalah Solusi: Respons Lembaga Peduli ASI terhadap Kenaikan Susu” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan, seorang bidan yang bertemu dirinya mengatakan bahwa dia berhasil menyusui empat anak adopsinya. “Jadi, seorang ibu yang baru saja berhenti menyusui tiga atau enam bulan, hampir pasti bisa menyusui kembali. Sementara itu, nenek yang sudah menopause saja bisa menyusui lagi atau ibu yang tidak pernah hamil dan melahirkan juga bisa menyusui. Hanya, memang ada tahap-tahap yang harus dilakukan dan dibantu oleh konselor laktasi,” papar wanita yang gencar melakukan penyuluhan pemberian ASI ini.

Saat ini, di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh setiap ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa istirahat dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang bahkan terhenti. Nah, saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ produksi ASI butuh waktu untuk mempersiapkan diri agar dapat bekerja kembali dan siap memproduksi ASI.

“Seorang ibu dari Bantul yang tidak pernah menyusui hingga anak berusia empat bulan, lalu menyusui, maka diperlukan waktu sekira 1,5 bulan. Dengan cara yang benar dan tepat, ini bisa dilakukan untuk pemenuhan gizi anak di bawah usia dua tahun,” tegas dr Utami.

ASI Kembali Lancar

Ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi ASI bekerja kembali. Namun, intinya ada dua hal, yaitu dilakukan stimulasi pada payudara dan organ-organ produksi ASI dengan cara dipompa atau diperas.

Kedua, mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu. Di sini biasanya dibutuhkan alat tambahan, seperti lactationaid. Mengenai pentingnya pemberian ASI, menurut Ir Kresnawan MSc dari Departemen Kesehatan, sesuai rekomendasi mengenai optimal feeding dari World Health Organization (WHO) ada empat unsur, yaitu inisiasi menyusui setelah bayi lahir, ASI eksklusif sampai usia enam bulan, mulai usia enam bulan diberi makanan pendamping ASI yang berkualitas, dan menyusui hingga usia anak dua tahun.

“Di WHO tidak pernah disebut-sebut sampai usia dua tahun itu susu. Kalau di luar negeri, yang dinamakan implementary food yaitu makanan pendamping. Tidak pernah menyebut susu,” ujar Kresnawan, yang juga sebagai ahli gizi. Kresnawan menambahkan, kandungan nutrisi dari susu, seperti protein dan kalsium, sebenarnya dapat diperoleh dari bahan makanan lain yang dikonsumsi sehari-hari.

“Misalnya, untuk protein dapat diperoleh dari tempe, tahu, dan kacang-kacangan. Memang ini termasuk protein nabati, tapi kalau dikombinasikan dengan makanan yang lainnya juga bisa memenuhi kebutuhan. Kalau kita mengacu ke gizi seimbang, tidak perlu takut kekurangan gizi, meskipun tanpa susu. Walaupun, susu dapat dijadikan pilihan,” tuturnya. (ririn sjafriani/sindo/mbs)
sumber: okezone

RELAKTASI
 Diambil dari Seri Ayahbunda : ”Kiat-kiat sukses menyusui”
Kadang ada ibu menyusui terpaksa menghentikan pemberian ASI kpd bayinya
selama rentang waktu tertentu karena berbagai alasan. Misalnya saja, si ibu menderita sakit yg membutuhkan tindakan operasi atau harus pergi ke luar negeri untuk waktu cukup lama. Setelah beberapa waktu ibu teb ingin menyusui kembali bayinya. Untuk itu ibu dapat melakukan upaya menyusui kembali yg dikenal dg istilah RELAKTASI.
Perlu diketahui selama masa "istirahat" dari kegiatan menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang atau bahkan terhenti. Nah pada saat sang ibu hendak menyusui kembali, tubuhnya, terutama seluruh organ yg terlibat dalam proses produksi ASI, membuthkan waktu untuk "mempersiapkan diri" agar dapat bekerja kembali memproduksi ASI.
Sehubungan dg masa "persiapan" organ ASI, ada beberapa hal yang perlu
diingat, yaitu tiap wanita membutuhkan waktu yg berbeda untuk menghasilkan ASI. Mungkin ada beberapa ibu yg membutuhkan waktu beberapa hari saja untuk memproduksi ASI secara optimal. Tetapi bila sang ibu berhenti menyusui untuk waktu yg cukup lama, maka biasanya perlu waktu antara 1-2 minggu agar produksi ASI kembali spt semula.
Selain itu, biasanya akan lebih mudah dan lebih cepat bagi tubuh untuk
menghasilkan ASI kembali, bila si kecil masih berumur kurang dari 2 bulan dibandingkan bila si kecil sudah berumur lebih dari 6 bulan.
Jadi motivasi yang sangat kuat dari ibu, ditambah dengan perangsangan thd payudara secara rutin oleh bayi melalui isapannya, akan membantu mempercepat produksi ASI.  Intinya jangan putus asa !
Tips agar berhasil dalam relaktasi
Sebelum memutuskan untuk melakukan relaktasi, sebaiknya bertanyalah pada diri anda sendiri. Apakah anda merasa bahagia dan puas jika si kecil mendapatkan zat gizi terbaik dari ASI daripada formula? Atau apakah anda memiliki alasan lainnya ? Jujur pada diri sendiri mengenai motivasi untuk melakukan relaktasi sangat menentukan keberhasilan anda dalam menyusui kembali si kecil. Perhatikan hal-hal berikut:
1.      Bersiap-siaplah untuk menghadapi stress yg mungkin anda akan alami pada minggu2 pertama relaktasi. Biasanya pada     minggu2 pertama ASI yg anda hasilkan masih sangat sedikit jumlahnya & tidak sebanding dg kebutuhan si kecil. Akibatnya bisa saja si kecil rewel.
2.      Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat di sekitar anda,
3.      selain pasangan anda. Misalnya, teman anda yg pernah berhasil melakukan
4.      relaktasi, dokter, konsultan laktasi, dsb.
5.      Akan lebih mudah melakukan relaktasi jika umur si kecil sekitar 4-6
6.      minggu daripada umur 3 bulan.
7.      LAtihlah si kecil untuk melakukan stimulasi pada puting susu anda dg cara membiasakan ia  mengisapnya. Sekalipun ASI anda belum keluar atau sudah keluar tapi masih sangat sedikit ! Bila perlu gunakan nursing supplementer (alat berupa kantung dari plastik yg dikaitkan di BH atau digantungkan pada leher ibu yg akan dialirkan melalui selang kecil ke mulut bayi).
8.      INGAT ! Stimulasi terus menerus pada payudara anda oleh si kecil akan
9.      mempercepat produksi ASI anda.
10.  Susuilah si kecil secara teratur dan sesering mungkin sesuai keinginan si kecil. Lakukan pemijatan & pemerahan pada payudara anda untuk membantu menstimulasi produksi ASI.
11.  Tingkatkan konsumsi protein dan cairan dalam menu makan anda untuk
12.  membantu mempercepat tubuh dalam memproduksi ASI.
About these ads

Satu gagasan untuk “Relaktasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s