Mastitis


Apa yang dimaksud dengan mastitis?

Mastitis adalah infeksi yang disebabkan adanya sumbatan pada duktus (saluran susu) hingga puting susu pun mengalami sumbatan. Untuk menghambat terjadinya mastitis ini dianjurkan untuk menggunakan bra atau pakaian dalam yang memiliki penyangga yang baik pada bagian payudaranya. Pengurutan payudara sebelum laktasi merupakan salah satu tindakan yang sangat efektif untuk menghindari terjadinya sumbatan pada duktus. Usahakan untuk selalu menyusui dengan posisi dan sikap yang benar. Kesalahan sikap saat menyusui dapat menyebabkan terjadinya sumbatan duktus. Menggunakan penyangga bantal saat menyusui cukup membantu menciptakan posisi menyusui yang lebih baik.

Beberapa indikasi yang menunjukkan terjadinya mastitis: – Tiba-tiba muncul rasa gatal pada puting dan berkembang menjadi adanya rasa nyeri saat bayi menyusui – Timbulnya rasa demam dan kemerahan disekitar area hisapan dapat pula disebabkan mastitis. Sisi yang mengalami sumbatan duktus akan menunjukkan warna kemerahan dibandingkan daerah lainnya – Ibu merasakan gejala menyerupai flu seperti demam, rasa dingin sementara tubuh terasa pegal dan sakit. Cara mengurangi efek mastitis: – Untuk memperpendek durasi mastitis, segeralah tidur bila menduga adanya mastitis dan istirahatlah dengan benar – Konsumsi echinacea dan vitamin C untuk meningkatkan sistem imun dan membantu melawan infeksi – Kompres daerah yang mengalami sumbatan duktus dengan air hangat – Bantuan pancuran air hangat (shower hangat) untuk mandi, akan sangat membantu mempercepat menghilangkan sumbatan – Tetap berikan ASI kepada bayi, terutama gunakan payudara yang sakit sesering dan selama mungkin sehingga sumbatan tersebut lama-kelamaan akan menghilang – Lakukan pemijatan ringan saat menyusui juga sangat membantu

Mastitis

Pada saat menyusui memang bisa terjadi Infeksi payudara, hal ini bisa dikarenakan adanya saluran payudara yang tersumbat sehingga ASI tida bisa keluar dengan lancar.

Adanya saluran payudara yang tersumbat ini menyebabkan pembengkakan pada payudara dan bila tidak ditangani dengan baik bisa berlanjut menjadi radang (mastitis) dan menyebabkan abses ( bernanah).

Di bawah ini saya sertakan tips untuk mencegah dan mengatasi radang payudara yang diambil dari info sehat.com

Pencegahan Radang Payudara saat Menyusui

Cara mencegah radang payudara:

  1. Keluarkan kelebihan ASI dengan segera. ASI yang tidak dikeluarkan akan menumpuk dan menimbulkan penyumbatan di dalam payudara yang dapat berujung peradangan.
  2. Susui bayi sesering mungkin dan jangan memperpanjang jarak antar tiap waktu menyusui.
  3. Jika payudara sudah terasa penuh ASI, bujuklah bayi untuk menyusui. Anda tidak perlu menunggu sampai si kecil merasa lapar.

Cara mengatasi radang payudara:

  1. Istirahat. Istirahat akan menghilangkan stres dan meningkatkan kekebalan tubuh Anda kembali.
  2. Kompres payudara. Secara bergantian, kompres payudara Anda dengan kompres hangat dan dingin. Kompres dingin menghilangkan rasa nyeri, sedangkan kompres panas membantu memerangi peradangan.
  3. Pijat daerah yang sakit. Pemijatan akan meningkatkan sirkulasi, mengurangi penyumbatan payudara serta membantu meningkatkan faktor imunitas di payudara. Pijatlah payudara Anda sambil mandi air hangat atau berendam air hangat.
  4. Jangan berhenti menyusui meskipun payudara meradang. Penghentian ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi kuman penyakit pada payudara yang dapat berlanjut menjadi abses payudara (payudara bernanah).
  5. Susuilah lebih sering di payudara yang meradang .
    • Susuilah payudara yang meradang sampai kosong, karena apabila ada yang tersisa akan lebih mudah terinfeksi lagi.
    • Sebaiknya langsung susui bayi (jangan dipompa), kecuali jika terpaksa karena bayi menolak menyusu, keluarkan ASI dengan tangan atau dipompa.
    • Mulailah menyusui dengan payudara yang sehat, setelah itu baru ganti ke payudara yang sakit. Cara ini akan mengurangi nyeri saat menyusu.
  1. Apabila bayi Anda menolak untuk menyusu pada payudara yang meradang, ini dapat disebabkan karena peradangan kelenjar susu meningkatkan kadar sodium (garam) pada ASI sehingga rasanya jadi asin. Kebanyakan bayi tidak menyadari rasa asin ini, tetapi ada bayi yang menolak untuk meminumnya. Apabila bayi Anda menolak, mulailah menyusui dari payudara yang sehat, baru selanjutnya tukar ke payudara yang meradang.
  2. Apabila peradangan terus berlanjut, segeralah periksa ke dokter.

Mastitis dan Penanganannya

Memiliki seorang anak yang baru lahir adalah sesuatu yang sangat menakjubkan, perubahan kebiasaan hidup karena kehadiran buah hati pun terjadi, Prioritas pertama saat itu adalah memberikan ASI sebagai makanan bagi bayinya.

  • Masa-masa menyusui tersebut seringkali membuat ibu mengalami pengerasan payudara hingga berakibat mastitis. Mastitis ini tidak akan terjadi bila ibu memberikan ASInya dengan cara yang benar.

    Mastitis adalah infeksi yang disebabkan adanya sumbatan pada duktus hingga puting susupun mengalami sumbatan. Untuk menghambat terjadinya mastitis ini dianjurkan untuk menggunakan bra atau pakaian dalam yang memiliki penyangga yang baik pada payudaranya.

    Selalu pastikan tindakan menysui dengan posisi dan sikap yang benar. Kesalahan sikap saat menyusui menyebabkan terjadinya sumbatan duktus. Pengurutan payudara sebelum laktasi adalah salah satu tindakan yang sangat efektif untuk menghindari terjadinya sumbatan pada duktus. Menggunakan penyangga bantal saat menyusui dapat pula membantu membuat posisi menyusui menjadi lebih baik.

    Beberapa indikasi yang memungkinkan terjadinya mastitis pada setiap ibu menyusui yang seharusnya dapat dihindari, beberapa diantaranya adalah:

    – Dimulai dengan adanya rasa gatal pada puting dan berkembang menjadi adanya rasa nyeri saat bayi menyusui, ini dapat disebut mastitis. Namun tidak semua kasus mastitis ada keluhan nyeri, sehingga ibu sebaiknya mengetahui indikasi lainnya.

    – Adanya rasa demam dan kemerahan disekitar area hisapan dapat pula disebabkan mastitis. Sisi yang mengalami sumbatan duktus akan menunjukkan warna kemerahan yang lenih jelas dibandingkan daerah lainnya, umumnya disertai dengan rasa nyeri yang hebat terutama bila tersentuh hingga tidak dapat menggendong bayi pada sisi yang mengalami mastitis karena sensasi rasa sakitnya.

    – Ibu akan tampak seperti sedang mengalami flu, dengan gejala demam, rasa dingin dan tubuh terasa pegal dan sakit.

    Tips untuk mengurangi efek dari mastitis.

· Cepat curiga akan adanya mastitis.

· Segeralah tidur bila menduga adanya mastitis dan istirahatlah dengan benar.Duduklama selama beberapa jam tanpa melakukan aktifitas dapat membantu memperpendek durasi mastitis.

· Konsumsi echinacea dan vitamin C untuk meningkatkan sistem imun dan membantu melawan infeksi. Jika infeksi terjadi hingga berhari-hari konsultasikan kepada dokter.

· Kompres air hangat pada daerah yang mengalami sumbatan duktus.

· Bantuan pancuran air hangat (shower hangat) untuk mandi, akan sangat membantu mempercepat menghilangkan sumbatan.

· Tetap berikan ASI kepada bayi, bila gagal coba lagi, susui terutama payudara yang sakit sesering dan selama mungkin sehingga sumbatan tersebut lama-kelamaan akan menghilang. Bila gagal gunakan pompa sedot.

· Lakukan pemijatan terus menerus saat menyusui juga sangat membantu.
(idionline/Kalbefarma)

Infeksi Payudara Ganggu Keluarnya ASI

MESKIPUN seorang ibu ingin menyusui bayinya dan persediaan susunya cukup, tidak jarang rencana ini gagal karena air susu terbendung. Akibatnya, air susu ibu (ASI) tidak keluar sehingga payudara membengkak, diikuti suhu tubuh yang agak tinggi atau demam, pegal-pegal, dan lemas. Banyak yang salah duga karena tanda-tanda ini mirip dengan keadaan bila seseorang terserang influensa. Inilah infeksi payudara.

Infeksi payudara atau mastitis sebenarnya merupakan suatu masalah yang jarang terjadi pada ibu-ibu yang menyusui bayinya. Tetapi kalaupun hal ini sampai terjadi, biasanya baru akan muncul 11-30 hari setelah melahirkan.

Infeksi payudara tidak bisa disamakan dengan keadaan yang disebabkan oleh penyumbatan ASI. Bila infekasi payudara terjadi pada minggu pertama setelah melahirkan, maka penyumbatan ASI terjadi lebih dini lagi, yaitu sekitar 24-72 jam setelah persalinan, pada waktu payudara mulai memproduksi ASI, atau lama setelah itu misalnya pada waktu menyapih bayi.

Gangguan yang ditimbulkan akibat penyumbatan saluran ASI ini antara lain rasa kurang nyaman, payudara membengkak dan sensitif, tetapi tidak diikuti dengan demam. Penyebab penumbatan ini bukan karena infeksi.

Untuk mengatasi penyumbatan saluran ASI, kenakanlah BH khusus bagi ibu menyusui, lalu tempat yang bengkak dikompres dengan air dingin atau es. Kalau dianggap perlu, seorang ibu dapat minum obat pengurang rasa sakit. Biasanya, dalam beberapa hari pembengkakan berkurang dan payudara akan menjadi lebih lembut setelah ASI diproduksi dengan teratur.

Lakukan Sesuatu

Setiap saat, selama menyusui, ASI memang dapat terbendung. Akibatnya terjadi pembengkakan di satu bagian, payudara menjadi lebih peka, meskipun tidak menimbulkan demam. Tetapi, bila keadaan ini dibiarkan, maka dapat berkembang menjadi infeksi.

Karena itu, agar tidak berkembang lebih gawat, sebaiknya ibu melakukan sesuatu, misalnya dengan membersihkan sisa-sisa ASI yang tertinggal di puting secara teratur dengan air hangat, dengan meletakkan sesuatu yang panas di tempat yang bengkak. Kompres dengan air panas atau mandi di bawah pancuran juga dapat menolong.

Kemudian, daerah yang bengkak sebaiknya di-massage dengan hati-hati, dan payudara sesering mungkin dikosongkan, dengan cara menyusui. Bisa juga mengeluarkan ASI dengan tangan atau pompa payudara. Dengan cara-cara seperti ini biasanya penimbunan ASI akan berakhir dengan cepat dan tidak sampai menimbulkan mastitis.

Bila keadaan tidak tertolong lagi dan berkembang sehingga timbul kemerah-merahan pada payudara serta diikuti demam dan seakan-akan terkena influensa, maka tanda-tanda ini menunjukkan adanya infeksi. Dalam hal ini sebaiknya ibu segera ke dokter supaya dapat dilakukan tindakan untuk mengatasinya.

Dari pemeriksaan diketahui bahwa jenis bakteri penyebab infeksi itu kebanyakan bakteri staphylosoccus aureus. Bayi yang ibunya menderita mastitis akan menyimpan bakteri ini dalam hidung dan tenggorokannya. Memang bayi itu tidak menjadi sakit, tetapi ia dapat memindahkan bakteri itu kembali ke ibunya. Lalu, mengapa beberapa ibu yang bayinya membawa bakteri akan menderita mastitis, sedangkan ibu lainnya tidak? Hal ini belum dapat diungkapkan.

Tetapi yang jelas, penimbunan ASI akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan infeksi ini. Mungkin hal ini disebabkan adanya belahan-belahan atau luka (lecet) pada puting susu yang menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke dalam payudara. Karena itu, hindarilah terjadinya luka pada puting susu serta penimbunan ASI dalam payudara.

Pengobatan Secepatnya

Apabila sudah terjadi peradangan atau mastitis, maka dibutuhkan pengobatan dengan obat antibiotika. Pendapat dokter tentang pemakaian antibiotika bisa berbeda-beda, tetapi dokter akan memberikan yang terbaik bagi ibu. Pengobatan dengan antibiotika dilakukan selama beberapa hari, tergantung dari kebutuhan.

Penting diketahui, walaupun ibu merasa sembuh meskipun obat itu belum habis, pengobatan dengan obat antibiotika harus tetap diteruskan. Sebagai terapi tambahan dapat dilakukan dengan minum obat pengurang rasa sakit dan menurunkan panas, menggunakan BH yang dapat menunjang payudara dengan baik, serta kompres air panas. Bila ada demam, maka konsumsi air juga ditingkatkan.

Banyak pendapat yang saling bertentangan mengenai apakah pemberian ASI dihentikan atau tidak selama adanya infeksi payudara. Namun, baik untuk diketahui, bahwa seringkali apabila pemberian ASI dihentikan, maka justru payudara akan makin membengkak, rasa sakit pun bertambah serta proses penyembuhan infeksi bertambah lambat. Walaupun banyak pendapat yang menganjurkan untuk menghentikan pemberian ASI sementara, tetapi dari beberapa penelitian diketahui bahwa mengosongkan payudara merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi infeksi payudara.

Dari suatu penelitian di Denmark pada 1984 diketahui bahwa pengobatan dengan obat-obatan antibiotika yang dikombinasikan menunjukkan hasil yang baik, dan ini dianggap jalan keluar yang tepat. Pengosongan payudara akan mempersingkat lamanya gejala dari penyakit ini. Pengulangan infeksi belum diselisiki dengan seksama.

Namun, beberapa dokter khawatir bahwa apabila bayi-bayi menyusu dari payudara yang terinfeksi, maka mereka pun akan terkena infeksi. Kemudian hal ini akan ditularkan kembali ke ibunya, sehingga akhirnya si ibu akan mengalaminya berulang kali. Tetapi dari beberapa penelitian yang dilakukan diketahui bahwa ibu yang menyusui bayinya walaupun payudaranya infeksi, ternyata tidak menularkan penyakitnya pada si bayi.

Payudara yang terkena infeksi memang harus dikosongkan sesering mungkin dengan cara membiarkan bayi terus menyusu atau memompanya, atau mengeluarkan ASI dengan cara mengurut payudara dengan tangan. Bila mastitis segera diobati dengan antibiotika, maka kemungkinan untuk terjadinya abses sangat kecil. Tetapi sebaiknya, infeksi didiagnosa sedini mungkin untuk dapat mencegah komplikasi yang berat seperti abses. Abses ialah kumpulan nanah, jadi semacam bisul tetapi di dalam payudara. Abses pada payudara dapat terjadi bila pengobatan dengan antibiotika tertunda 24-28 jam.

Bila infeksi payudara ini sudah meningkat jadi abses, maka diperlukan pembedahan. Rongga abses dibuka, kemudian dikosongkan, untuk mengeluarkan nanah yang ada di dalam payudara. Biasanya diperlukan pemberian obat-obat antibiotika melalui intra vana (pembuluh darah di dalam) untuk menyelesaikan hal ini secara tuntas.

* dr. rahardi p.

About these ads

22 thoughts on “Mastitis

  1. sebelumnya terimakasih atas artikelnya, sehingga saya jadi lebih tahu banyak tentang penyebab abses.

    saya suda terkena abses dipayudara dok, kira2 1 bulan saya menahan sakit ini, karena ketidaktahuan saya, sekarang saya sudah dioperasi, nanah yang dikeluarkn ada 0.5 ltr. setelah operasi, nanah lambat laun berkurang dan berhenti. tapi sekarang ada lagi, untungnya bekas operasi belum tertutup semua. sampai sekarangsaya masih membuang asi sebelah kanan saya dan mengeluarkan nanahnya juga.

    yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana mengobati peyumbatan asi saya dok, masalahnya payudara yang sebelah kiri, kalau asi sudah banyak dia akan keluar dengan sendirinya, tapi payudara yang sebelah kanan (operasi) tidak keluar asinya walaupun sudah “ngebet .jadi saya mengeluarkannya dng cara dipijat dng tangan. boleh nga saya melakukan pengobatan akupunktur agar asi bisa keluar sendiri.

    tadinya setelah operasi, asi yang dikeluarkan masih bercampur dng nanah, tapi sekarang asi sudah tidak ada nanahnya (menurut saya, karena warna asi sudah tidak kuning lagi), boleh tidak saya memberikan asi sebelah kanan saya, walopun nanah masih keluar dari bekas operasian.

    terima kasih jika dokter mau menjawab pertanyaan saya.

    rgds,

    datie

  2. sebelumnya mau kasih tau dulu nih.. aku bukan dokter. aku cuma kumpulin artikel. dan kasih tau sumbernya sapa yang nulis hehe… coba konsul ke klinik laktasi aja mba…

  3. mba masih menyusui atau ngga?
    Kalau iya, ya teruskan menyusui dan dipersering yang payudara kanan. Yang kiri diperah saat sambil menyusui yang kanan.
    Kan kamu tahu sendiri, ASI yang bercampur darah selama tidak ditolak oleh bayi, tidak masalah. Namun bila tidak yakin, ya dibuang tidak masalah.
    Sering2 disusui saja dan diperah sesering mungkin.

  4. oh yach…2 bln lalu payudara sebelah kanan saya juga ada benjolan keras & bercak merah,trus dari puting ada satu titik nanah,
    kalo dihisap baby nyeri..
    trus saya konsul ke dokter kulit…dikasi antibiotik & salep untuk puting…kata dokter kena bakteri.
    tapi smp skrg benjolan ndak hilang lo…kdg juga merah dgt kalo pas capek kerja…
    (wkt nyeri 3 hari kemudian baru saya konsul ke dokter)
    ,menurut pengalaman mbk bagaimana???apa asbes yach….

  5. Dear Lily

    Satu titik nanah itu sepertinya indikasi jamur or thrush. Itu jamur yg sama penyebab keputihan di perempuan. Nama jamurnya Candida Albican. Coba research deh di internet. Banyak kok artikle on nipple thrush.

    Masalahnya antibiotik membuat masalah jamur tambah parah. Karena antibiotik membunuh kuman yg baik ditubuh kita yg mengontrol jamur ini.

    Aku juga barusan mengalami hal yang sama dengan anda. Ada titik putih dan benjolan. Aku susah payah ke dokter dan cari tahu sana sini. Dan ini yg bekerja buat aku

    Aku beli salep buat puting, pastikan salep ini bisa bunuh jamur. Kalo bisa balik ke dokter lagi pastikan itu salep jamur. Kalau bisa jangan minum antibiotik. Kalo uda tidak minum antibiotik, cari probiotik capsul/tablet supplement dan minum dengan rajin. Jangan minum terlalu banyak manis manis, jamur ini suka manis. At the same time, pake salepnya di puting dengan teratur. Kalo regimenya bekerja, rasa nyeri akan berkurang dalam 3 hari. Probiotik supplement harus diminum dengan rajin. Jangan diminum dengan antibiotik karena antibiotik membunuh bakteria baik di supplement terebut. Beli yang bagus, karena itu yg akan membantu tubuh anda untuk membunuh jamur yg ada di dalam badan anda juga. Karena salep hanya untuk applikasi luar saja sedangkan jamur ini suka manis dari susu makanya dia bisa hidup di milk duct, makanya bisa tersumbat dan ada benjolan.

    Yakult ada good bacteria jadi banyak minum yakult juga. But jangan yakult aja minum pribiotik supplement juga.

    Aku berharap ini membantu. Kasih tahu ya progressnya.

  6. Tambahan.. walaupun rasa nyerinya udah hilang, regimenya diteruskan selama 2 minggu ya. Karena jamur ini susah dikontrol. Lakukan dengan teratur supaya cepat sembuh :)

  7. Mbak, ada dokter yang mengatakan kalau mastitis bisa disebabkan karena pasangan/suami menghisap-hisap puting (mungkin terlalu keras/kasar). Benarkah demikian ?

  8. To Mbak Ani

    Bisa saja, terlebih kalau putingnya jadi luka. Jadi ada yang terselaput lubang susunya. Coba beli nipple ointment/ salep buat nipple supaya bisa cepat sembuh.

  9. saat ini saya sudah tidak menyusui lagi, anak terkecil udah umur 5 tahun. dan saya divonis oleh dokter mengidap mastitis akut. dengan ciri2 payudara ada benjolan dan tersa sakit, badan panas dingin, pusing. setelah membaca artikel tentang mastitis, saya baru sadar, bahwa menyusui wajib dilakukan pada kedua payudara. pada waktu menyusui anak bungsu, saya hanya menyusukan payudara bagian kiri saja, karena selain posisi yang lebih nyaman, anak saya sering menangis jika menyusu payudara kanan (karena bentuk puting payudara kanan tenggelam). namun hal tersebut justru menjadi penyebab mengapa terjadi mastitis hingga tiga kali. untuk yang ketiga kalinya saya beranikan diri memeriksakan payudara di dokter bedah dan ke laboratorium patologi anatomi. menurut saya air susu yang tidak keluar atau mengendap didalam payudaralah yang menyebabkan kuman/bakteri sangat mudah menyerang, kata dokter bakterinya melalui makanan. padahal saya sangat menjaga kebersihan makanan dan setelah membaca berbagai artikel, bisa jadi disebabkan oleh kontak langsung dengan suami ketika ML, jadi buat ibu2 muda yang lain, saya berharap untuk selalu menyusui bayinya dikedua payudara dan menjaga kebersihan baik itu diri sendiri (bra) maupun mulut suami.

  10. Terimakasih artikelnya sangat membantu, Gimana kalau air susu dari susu yang kena mastitis itu sudah sampai berubah warna, apa masih boleh disusukan?
    Terimakasih

  11. Mbak, saat ini saya baru berhasil menyapih bayi saya (umur 2th) dr ASI, tp Payudara saya jd membengkak dan sakit. Apa yg harus saya lakukan ya? Apakah saya harus ke dokter atau ada cara lain yg bs saya lakukan sendiri. Saya blm punya info soal itu, mohon informasinya, thanks…

  12. saya sedang melakukan penelitian mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan tentang mastitis dengan usaha-usaha pencegahannya pada ibu menyusui. jadi saya membutuhkan artikel atau referensi tentang mastitis. mohon bantuan untuk referensi mastitis ada di buku apa? selain dari WHO,,dan angka kejadian mastitis di indonesia ada berapa presentasenya?

  13. Thanx bgt buat artikelnya.. Kayanya banyak sekali ibu2 yang tidak sadar betapa pentingnya menjaga payudara mereka supaya tidak terjadi mastitis.
    Pengalaman saya 2 hari lalu, hanya gara2 telat memberi asi kpd bayi saya, payudara saya membengkak.
    Bukan hanya itu, rasa sakit apabila di sentuh dan disertai demam tinggi yg tak kunjung turun. Saat k dokter baru ketahuan hal ini disebabkan dari payudara kiri saya yg bengkak. Oleh dokter saya di beri antibiotik.
    Saya dulu berpikir tidak mungkin lah saya bs kena mastitis..dan saya juga mengira jaranglah ibu2 indonesia terkena mastitis. Tapi setelah saya cari2 info mengenai hal ini, ternyata banyak juga ya yg pernah mengalaminya..
    Sedikit rasa sedih datang sih, kenapa dari dulu ga aware banget dengan hal yang satu ini. Harusnya pihak2 rumah sakit yg membantu kelahiran bayi2 juga turut memberi edukasi hal ini kpd ibu2 yg baru melahirkan. Supaya tidak terjadi sampai parah seperti abses. Malah ada beberapa yg berbagi pengalaman sudah terkena abses baru tau hal ini. Kan sayang banget.. Once again thank u buat artikelnya..

  14. Ada yg punya pengalaman operasi mastitis? Saya baru operasi 3 hari yg lalu. Dan abses sudah dikeluarkan. Tetapi kenapa air susu saya tidak keluar pada payudara yg dioperasi. Ingin memerasnya tapi sulit karena masih diperban. Ada yg bisa memberikan info?

  15. beberapa hari yg lau di payudara saya sakit sekali kalau disusi bayi saya,rasanya kayak pertama kali nyusuin waktu bayi baru lahir,padahal skr bayi saya sudah berumur 5 bulan lebih,.belakangan saya periksa payudara saya ternyata putingnya lecet,dan esoknya saya temukan ada seperti titik putih seperti nanah atau cairan susu yg tidak keluar karena tersumbat,kemudian saya tusuk supaya keluar cairannya,aku rasa waktu aku pencet gak tuntas keluar semuanya,karena sakit,tapi aku teruskan saja menyusui bayiku sampai lama-kelamaan sakitnya agak berkurang,.3 hari setelah itu tepatnya fajar ini baru kerasa ada benjolan pada payudara ku,.gimana ya?emang sakit sedikit sich waktu dipencet,tapi aku gak sampai demam,.gimana ya berbahaya tidak ya?kalau mau ke dokter rasanya malu kalau mau dipencetin,.gimana cara mengatasinya sendiri ya?atau langsung ke dokter aja?

  16. mba…aku pernah kena mastitis n dah dioperasi, bekas operasi cuma sekitar 1-2 cm. dulu waktu kena mastitis, selain demam tinggi, aku juga ngerasa nyeri sampe ke tulang kalo kena air(mandi or cuci piring), selain itu juga ngerasa seperti ditusuk tembus sampe punggung.. sekarang dah lewat hampir 2 tahun pasca operasi…tapi koq rasanya mulai sakit lagi kaya ditusuk mpe punggung, ga ada benjolan di payudara…kira2 kenapa ya mbak, mungkinkah ini efek dari mastitis yang aku alami dulu?…

  17. setelah bc artikel ini sy baru tau ternyata saya udah kena abses duch sedihnya,g tega mau tetap disusukan ke bayi,akhirnya skg susu yg terkena abses sy perah tiap hr smpai warna susu benar2 putih tdk kuning lg,takut kalau harus operasi jd saya rawat sendiri ajah,makasih byk artikelnya Sangat Sangat membantu saya :)

  18. anakku udah 1 tahun 2 bulan, nenenku sakit n bengkak, udah 2 hari ini??? aq makan antibiotik???sakitnya lumayan mau ku peras sakit sekali…mohon sosusinya

  19. payudara sebelah kanan ada benjolan dsebelah puting .sy tdk merasakan demam tp kalau benjolan dpegang rasanya sakit.sy msh menyusui eklusif .yg saya heran benjolan seperti bisul ini pecah dan mengeluarkan cairan seperti nanah tp tdk berbau.sy tdk minum obat apapun dan tetap memberikan asi kpd anak sy.bisul atau penyakit apa ya dok.berbahayakah u saya setelah berhenti menyusui nanti.tq

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s