Langsing Dan Menyusui


Metode Kualitatif Menyusui pun Langsing dan Sehat

Kini ada cara baru langsing dan sehat bagi ibu menyusui, tanpa harus
mengganggu produksi ASI.

Tampil menawan dengan tubuh proporsional dambaan setiap ibu,
khususnya yang baru bersalin. Meski menyusui bayi secara ekslusif
selama 4-6 bulan dapat mengembalikan Berat Badan (BB) ideal ibu
seperti sebelum melahirkan, banyak ibu tidak percaya hal ini. Untuk
mengatur makan atau mengurangi BB pun ibu sering tak tega karena
kuatir mengganggu produksi ASI. Sedang latihan atau olahraga saja tak
serta merta dapat mengembalikan BB seperti sebelum hamil.

Iping, akupunturis dan Massage Shaping Therapist baru-baru ini
mengenalkan Teori Kualitatif bagi ibu yang merasa mengalami problem
di atas.

Menurutnya, dengan memahami Teori Kualitatif, ibu menyusui, atau
perempuan manapun yang memiliki ingin memiliki tubuh proporsional,
dengan mudah dapat memiliki tubuh idaman.

Bukan Diet Ketat
Teori Kualitatif menurut Iping didasarkan pada riset yang
mengkombinasikan faktor biologis dan psikologis seseorang. Kemudian,
ia membedakan faktor tersebut pada perempuan yang kurus dengan
perempuan yang gemuk dengan kesimpulan, “perempuan gemuk memakan tiga
porsi makanan dengan angka rasio kepuasan sembilan, sedang perempuan
kurus memakan satu porsi makanan dengan angka kepuasan yang sama
yaitu sembilan”.
Artinya, keduanya mendapatkan kepuasan yang sama besarnya dengan
jumlah asupan makanan berbeda.

Keadaan ini menurut Iping membentuk pola sistem metabolisme tubuh
yang berbeda antara Si Kurus dan Si Gemuk. Karena jumlah makanan yang
dikonsumsi.

Si Gemuk lebih besar, maka alat pencernaannya pun menjadi lebih
besar, atau jika menggunakan perumpamaan, “Ibarat kendaraan bermotor
yang memiliki cc mesin besar, maka menggunakan metode apa pun dengan
hasil sekurus apa pun orang tersebut potensial menjadi gemuk kembali,
karena mesin metabolismenya masih besar,” papar Iping.

Hal inilah yang menurut Iping membuat banyak cara menguruskan badan
selalu gagal, termasuk pada ibu menyusui. Jadi menurutnya, yang perlu
dan penting diperbaharui bagi ibu menyusui yang ingin melangsingkan
badan adalah mengkonsumsi makanan dengan memperkecil kuantitas atau
jumlah, tapi meningkatkan kualitas gizi dan proteinnya, secara
lengkap dan dikonsumsi setiap tiga kali dalam sehari. “Dengan cara
ini kualitas dan kuantitas ASI pun tetap terjaga,” tutur Iping.

Secara garis besar pola makan dalam Teori Kualitatif adalah sebagai
berikut:

Makan pagi
Ibu tetap mengkonsumsi susu atau teh manis. Lalu dua butir telur baik
direbus, didadar, atau mata sapi bagi ibu menyusui, sedang ibu tidak
menyususi cukup satu butir.

Tidak seperti aturan diet lain, Teori Kuantitatif pun membolehkan ibu
menambah sarapannya dengan satu lembar roti dilapis keju atau coklat.
Sebab dalam teori kualitatif, manis atau lemak keju tidak menjadi
pantangan.

Makan siang dan Malam
Makanan siang dan malam harus berupa daging sapi, ayam, ikan atau
telur. Bagi ibu menyususi jumlah makanan porsinya tiga kali lebih
banyak dari porsi perempuan biasa, yaitu kira-kira 100 gram, dan
jumlah sayuran 200 gram. Kemudian, tambahkan sedikit nasi, atau bila
ibu tidak ingin nasi, dapat diganti mie atau bihun. Tambahkan pula
segelas ukuran sedang air putih atau jus buah. Jumlah keseluruhan
sekali porsi makan ala Teori Kualitatif adalah 1/2 porsi ukuran makan
normal.

Camilan

Ibu bahkan tetap diperbolehkan mengkonsumsi jajanan seperti es krim.
Sebaiknya dikonsumsi setelah makan siang atau makan malam, dengan
aturan pengurangan porsi nasi atau sayur pada saat makan siang atau
makan malam, misal; daging/penggantinya + sayur + nasi + es krim =
1/2 porsi makan normal. Jika ibu bosan dengan jenis makanan biasa,
Ibu juga diijinkan menyantap makanan lain seperti pizza atau somay
sebagai pengganti makan siang atau malam. Asalkan dalam kuantitas
sama, yaitu 1/2 porsi makan normal.

Teori Kualitatif menurut Iping semakin efektif bila ibu menyusui
menghindari makanan asam dan pedas. Ini lantaran jenis makanan ini
dapat menimbulkan kejang otot dan merangsang ibu menambah makanan
dari jumlah porsi yang ditetapkan.

Terapis yang bisa ditemui di Tee Bee Beauty Centre, Jakarta, ini juga
menyarankan agar ibu menaati jadwal makan, yaitu, makan pagi pukul
7.00 -8.00, makan siang pukul 12.00-13.00, dan makan malam pukul
18.00 -19.00. Selain itu hindarkan minum air yang terlalu dingin,
mengkonsum kuning telur berlebihan, dan hentikan hobi jajan di luar
aturan.

Iping mengingatkan, cara makan juga harus diperbaiki, misal; makan
tidak terlalu cepat, kunyahlah makanan perlahan-lahan sekitar 15-20
menit. Ini karena makan perlahan-lahan dapat mempercepat rasa kenyang
karena makanan lebih mudah dicerna.
Selain itu ia menegaskan supaya tidak menjadikan olah raga sebagai
sarana menguruskan badan, karena menurutnya, olahraga penting agar
tubuh bugar, tetapi bukan untuk menjadi kurus. “Bila ibu mampu
melakukan Teori Kualitatif ini, hasilnya dapat dirasakan dua minggu
sampai satu bulan. Dengan penurunan berat badan 2 sampai 4 kilogram
per bulan. Selain itu, Teori Kualitatif juga tidak menimbulkan
keluhan fisik seperti rasa lapar atau haus, atau gangguan pencernaan
seperti maag.
Sebaliknya yang terjadi adalah perbaikan sistem dan fungsi
metabolisme meliputi lambung, limpa, empedu, usus, dan jantung.”

Mengunci Rasa Lapar

Teori Kuantitatif akan lebih tampak hasilnya bila dilakukan tambahan
terapi. Yang dianjurkan Iping adalah massage shaping, berguna untuk
melancarkan sistem metabolisme, juga untuk mengunci keinginan makan
berlebihan.

Terapi ini menggunakan teknik akupuntur dikombinasi tenaga cikung.
Ada empat titik di perut dan dua titik di bawah lutut yang menjadi
titik penusukan jarum akupuntur.
Selain itu, terapis juga akan melakukan pemijatan di bagian perut
untuk membenahi sistem metebolisme ibu yang ingin langsing dan
sehat. “Terapi ini sebenarnya tidak terlalu penting kalau ibu sudah
bisa melakukan Teori Kualitatif dengan sempurna dan disiplin,” ujar
Iping.

Dia melanjutkan, banyak ibu sudah berhasil menurunkan BB dengan teori
ini tanpa harus mengikuti massage shaping. “Namun bila ibu ingin
mendapatkan hasil yang cepat sebaiknya kombinasikan Teori Kualitatif
dengan massage shaping setidaknya seminggu satu kali dalam satu
bulan,” jelas pria keturunan Cina Betawi ini.

Baik Untuk Ibu Yang Melahirkan Cesar
Memiliki perut langsing dan indah rasanya mustahil bagi ibu yang
melahirkaan dengan bantuan operasi Cesarian. Selain bekas luka
jahitan yang sulit hilang, operasi Cesar seringkali juga mengharuskan
ibu menghidari penggunaan bengkung atau gurita yang disebut-sebut
bisa mengembalikan perut pada bentuk semula.

Selain itu, ibu yang melahirkan Cesar biasanya harus menunda latihan
atau olahraga hingga jahitannya benar-benar sembuh sekitar 6-12
bulan.

Namun dengan Teori Kualitatif dan massage shaping ibu sehabis
bersalin Cesar pun dapat cepat mengembalikan tubuh idealnya kembali,
tanpa perlu olahraga atau latihan otot perut yang membuat perut
kembali kencang. Melalui pemijatan dan sistem akupuntur, terapi ini
dapat memperkecil lingkar perut, bahkan mengurangi resiko dan
menyembuhkan terjadinya perdarahan pasca-operasi.(Mila Meiliasari)

Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Langsing, Sehat, dan Sukses Menyusui? Mudah, kok !

Banyak cara atau program yang ditawarkan agar Anda langsing kembali setelah melahirkan. Hati-hati, jangan sampai salah langkah!

Walau belum ada penelitian tentang berapa banyak ibu yang ingin langsing kembali setelah melahirkan, namun kebanyakan ibu –mungkin juga Anda– menginginkan hal ini. Sebenarnya, apa sih , yang disebut langsing itu?

Menurut dr. Tanya Rotikan, Sp.KO , dari Bagian Kedokteran Olahraga , Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, “Langsing atau bentuk tubuh ideal adalah kondisi dimana perbandingan antara tinggi dan berat badan sesuai. Selain itu, jumlah lemak di tubuh juga dalam batas-batas normal. Jadi, secara keseluruhan orang tersebut memang tampak proporsional dan menarik dipandang.”

Kriteria langsing bukan hanya itu. Dr. Sri Sukmaniah, MSc. , dari Bagian Ilmu Gizi , Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menambahkan, “Bila menggunakan indeks massa tubuh, langsing itu berada dalam rentang 19-23 ( simak boks: Sudah Idealkah Berat Anda? -red ).”

Program pelangsingan adalah segala-galanya?

Bak gayung bersambut, kini di pasaran banyak beredar tawaran program melangsingkan tubuh setelah melahirkan. Iming-imingnya beragam, misalnya tanpa obat, tanpa suntik, tanpa diet ketat, tanpa olahraga berat, dan berhasil dalam waktu singkat. Sejauh mana kebenarannya?

Menurut dr. Sri, “ Program pelangsingan yang marak sekali itu seharusnya ada yang menertibkan. Apalagi, ada yang mengklaim berat badan bisa turun 5 kilo dalam seminggu. Asal tahu saja, fungsi jantung, ginjal, hati, atau usus akan terganggu akibat melangsingkan dengan cara itu, karena ada kemungkinan protein jaringan ikut digunakan sebagai sumber energi. Padahal, di dalam tubuh, prioritas penggunaan energi berasal dari karbohidrat dan lemak.”

Ia melanjutkan, “Bila cara melangsingkan tubuh seperti itu dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, maka otot-otot Anda akan habis. Hal ini akan berbahaya kalau yang digunakan adalah protein dari jaringan otot yang penting, misalnya otot jantung. Begitu juga dengan fungsi ginjal dan hati, akan terganggu karena hasil metabolisma protein banyak zat racunnya. Makanya, tujuan utama dari semua program pengaturan berat badan sebaiknya adalah untuk kesehatan. Setelah itu, baru untuk penampilan.”

Pendapat serupa dilontarkan dr. Tanya , “ Apakah cara-cara yang digunakan dalam program tersebut sudah ada penelitiannya? Saya perhatikan, ada pasien yang diberi beberapa macam suplemen, tapi tidak boleh makan. Bila pasien berhenti mengonsumsinya, maka biasanya berat badannya akan kembali lagi ke berat badannya semula, atau yang dikenal dengan istilah sindrom yoyo. Berat badan yang turun naik seperti itu bisa berbahaya, karena tekanan darah akan cepat naik yang tentu berdampak negatif buat jantung”.

Jadi jelas sudah. Jangan cepat tergiur untuk program pelangsingan tubuh tertentu. Timbang-timbang dulu untung ruginya, dan pelajari betul bagaimana program tersebut. Bila perlu konsultasikan dengan dokter. Karena, masalah kelebihan berat badan setelah melahirkan tidak hanya selesai dengan menjadi langsing saja. Idealnya, Anda juga menjadi sehat dan sukses menyusui.

Jangan korbankan bayi Anda

Selama hamil, seorang ibu memang harus naik berat badannya, antara lain karena ada pertumbuhan janin, pertumbuhan rahim, dan peningkatan volume darah. Selain itu, ada cadangan gizi ibu untuk persiapan masa menyusui, yaitu paling tidak untuk memenuhi kebutuhan bayi selama ASI eksklusif, atau sekitar 4-6 bulan pertama kehidupan bayi. “Cadangan itu tentu tidak akan habis begitu saja sesudah melahirkan, malah harus dipertahankan agar produksi ASI sebanyak 800-1200 ml sehari itu bisa tercapai,” kata dr. Sri , yang mengambil gelas S2-nya di University of London, Inggris .

Setelah melahirkan, normalnya berat badan ibu akan kembali ke berat badan sebelum hamil. Tapi, proses tersebut perlu waktu. Dr. Sri mengingatkan, “Untuk 6 bulan pertama, tidak usah terburu-buru menurunkan berat badan. Karena, pada saat itu, tugas seorang ibu adalah memberikan ASI yang cukup kepada bayinya. Justru di sini ibu harus makan dalam kuantitas dan kualitas yang betul-betul cukup. Kalau tidak, bayi yang jadi taruhannya! Bisa-bisa dia kekurangan zat gizi yang dibutuhkannya untuk tumbuh kembang secara optimal.”

Jadi, kapan Anda boleh mulai melangsingkan tubuh? “ Setelah 6 bulan, Anda baru boleh mulai berdiet. Pada saat ini, bayi ‘kan sudah mendapat makanan tambahan. Tapi tetap harus diingat, diet pun ada aturan mainnya, lho! Yang paling baik dan tidak akan mengganggu kesehatan Anda adalah, turunkan berat badan sebanyak ½ -1 kilo dalam seminggu.”

Buat catatan harian

Selain diet, cepat tidaknya bentuk tubuh langsing kembali, juga tergantung gaya hidup Anda setelah melahirkan. Apakah Anda kembali ke aktivitas sebelumnya? Apakah melakukan olahraga secara teratur? “Bila Anda melakukan diet yang seimbang, yakni asupan kalori sesuai kebutuhan, plus berolahraga, maka penurunan berat badan akan lebih cepat ketimbang berdiet saja atau berolahraga saja,” saran dr. Tanya.

Jadi, setelah nifas atau saat tubuhnya sudah kembali seperti sebelum hamil, ibu bisa mulai melakukan latihan yang betul-betul ditujukan untuk menurunkan berat badan. Dr. Tanya yang juga berkantor di KONI DKI Jakarta ini mengingatkan, “Yang penting, semua aktivitas, baik olahraga maupun kerja di kantor, tidak dilakukan berlebihan. Karena, kalau berlebihan, akan mengurangi produksi ASI.”

“Selain motivasi yang kuat akan bentuk tubuh yang ideal , pemahaman kesehatan juga penting. Maksudnya, apa pun yang Anda lakukan untuk badan Anda, tujuannya harus sehat,” kata dr. Sri.

Dr. Sri punya kiat. Bila Anda ingin menurunkan berat badan, buat saja catatan harian. Catatan tersebut berisi semua makanan dan aktivitas yang dilakukan selama 24 jam . Lalu, t imbanglah berat badan seminggu sekali. Cara ini akan membuat Anda selalu waspada, dan juga bisa mengevaluasi sejauh mana keberhasilan Anda.

“Bila catatan menggambarkan berat badan kok nggak turun-turun, itu berarti usahanya kurang tepat. Kalau latihan aerobik dan diet dilakukan dengan benar, pasti berhasil. Atau, yang bersangkutan sedang masuk fase plateau (masa tidak ada kemajuan -red), y ang biasanya berlangsung 2-4 minggu. Bila Anda tetap menjalankan latihan dan dietnya, maka berat badan akan turun lagi. Kalau tidak turun-turun lagi, artinya masih overweight , mungkin perlu obat, dan ini harus di bawah pengawasan dokter,” saran dr. Sri.

Yang pasti, bila upaya untuk menjadi langsing kembali ini dilakukan dengan sehat dan tepat, ada begitu banyak manfaat yang akan Anda dan si kecil peroleh. Selain produksi ASI lancar, tubuh Anda akan bugar, nyaman, serta energi bertambah untuk mengasuh bayi.

Dewi Handajani

Bahan: Sri Lestariningsih, Laila Andaryani Hadis, DH

Pengarah gaya: Nia L. Tobing

Foto: Dhany Indrianto, dok. Ayahbunda

Dr. Sri Sukmaniah, MSc, “Tidak usah terburu-buru menurunkan berat badan. Karena, tugas ibu setelah 6 bulan melahirkan adalah memberikan ASI eksklusif yang memerlukan gizi prima.”

Dr. Tanya Rotikan, Sp.KO, “Yang penting, semua aktivitas, baik olahraga maupun kerja di kantor, tidak dilakukan berlebihan. Kalau berlebihan, akan mengurangi produksi ASI.”

Catcher:

  • Tak ada kata kompromi. Pikirkan kesehatan dulu, baru kemudian penampilan
  • Penurunan berat badan yang paling cepat = olahraga + diet yang seimbang

Boks 1:

Sudah Idealkah Berat Anda?

Untuk mengetahui berapa berat badan Anda yang ideal, lakukan dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Rumusnya:

IMT = Berat badan (kg )

Tinggi badan² (m)

Contoh:

Berat badan Anda setelah melahirkan 60 kg. Tinggi badan 1,6 m.

IMT = 60 kg

(1,6 m)²

= 23,4

Artinya, Anda tersebut masuk klasifikasi berat badan lebih (preobes).

Tabel. Klasifikasi Berat Badan (BB) berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT)

untuk Orang Asia Dewasa

Klasifikasi

IMT (kg/m2)

BB kurang

BB normal

BB lebih

Preobes (gemuk sedikit)

Obes I

Obes II

18,5 – 22,9

> 23

23 – 24,9

25 – 29,9

> 30

Sumber: WHO-WPRO, 2000

Boks 2:

Kegemukan? Inilah Penyebabnya!

Kelebihan berat badan sebenarnya disebabkan oleh kelebihan masukan energi dibandingkan penggunaan energi itu sendiri. Beberapa hal yang mungkin menjadi penyebabnya adalah:

Faktor keturunan

Pada beberapa penelitian yang menggunakan hewan ditemukan adanya gen obes. Berdasarkan penelitian itu, orang-orang yang diduga memiliki gen obes harus waspada. Walau tidak tampak gemuk, tubuhnya sangat mudah mengubah kelebihan zat gizi menjadi lemak.

Pola makan tidak seimbang dan gaya hidup beraktivitas fisik sangat rendah

Selama hamil, Anda sering merasa lapar. Akibatnya, Anda jadi senang ngemil atau minum yang manis-manis. Makanya, rutin kontrol ke dokter atau bidan untuk memeriksa kondisi kesehatan merupakan keharusan. Apalagi, bila sebelumnya Anda rutin berolahraga, tapi begitu hamil langsung berhenti.

Boks 3:

Pola Makan Tepat Saat Menyusui

Pola makan yang dianjurkan adalah frekuensinya ditambah menjadi 5-6 kali, tapi porsinya diperkecil. Selain tidak cepat lapar, cara makan seperti ini dapat mempertahankan kadar lemak darah dan mencegah hiperkolesterol (tingginya kadar kolesterol dalam darah).

Kandungan gizinya harus lengkap . Untuk kualitas, prinsip 4 sehat 5 sempurna masih relevan.

Kurangi lemak jenuh yang merupakan sumber kolesterol, dan tambahkan lemak yang tidak jenuh seperti asam oleat atau omega 9, omega 3 dan omega 6. Caranya? Tambahkan kurang lebih satu sendok makan minyak yang mengandung zat gizi ini ke dalam makanan yang akan dimakan, seperta selada sayuran.

Jangan berlebihan menggunakan santan dalam menu sehari-hari.

Bila ingin makan makanan gorengan , gunakan minyak goreng yang masih bening.

Konsumsi buah dan sayur . Selain kaya serat dan kandungan vitamin serta mineralnya, buah dan sayur juga mengandung antioksidan, seperti flavonoid. Zat antioksidan berpotensi untuk mempertahankan kesehatan sel-sel tubuh, dan mencegah oksidasi dari lemak di dalam darah.

Konsumsi susu atau produk olahan susu , seperti yogurt atau keju. Bentuknya tidak harus minuman. Bisa saja sebagai bahan campuran puding, pastel panggang, atau makanan lain.

Boleh-boleh saja mengonsumsi gula , asal tidak mengidap diabetes melitus dan tidak berlebihan. Misalnya, minum secangkir teh dengan satu sendok teh gula, satu kali sehari di sore atau pagi hari.

Konsumsi snack atau makanan ringan kaya serat dan rendah lemak , misalnya jagung rebus atau kacang rebus.

Boks 4:

Obat Pelangsing, Amankah?

Obat-obat pelangsing biasanya digunakan untuk menangani obesitas yang tergolong suatu penyakit, misalnya membuat jantung bekerja lebih keras memompa darah. Penanganan mereka yang umumnya memiliki indeks massa tubuh di atas 30 tersebut harus di bawah pengawasan dokter. Hal ini antara lain karena pentingnya pemantauan terhadap efek samping obat-obatan yang digunakan.

Walau termasuk golongan obesitas, selama ibu yang baru melahirkan masih menyusui, biasanya dokter tidak memberikan obat-obatan. Karena, banyak zat pada obat-obatan tersebut yang bisa masuk ke dalam ASI dan berdampak buruk bagi Anda dan si kecil! Anda dan si kecil bisa diare atau alergi, misalnya. Yang penting, kalau memang Anda butuh obat atau vitamin, konsultasikan dulu dengan dokter. Jangan minum sembarangan.

Boks 5:

Langsing dengan Berolahraga

Lakukan secara teratur sesuai dengan prinsip-prinsip olahraga , yaitu:

Progresif, maksudnya ada kemajuan.

Reguler, maksudnya berkesinambungan.

Spesifik, yakni sesuai untuk orang tersebut dan tujuan apa yang diinginkannya.

Bagi ibu yang melahirkan normal , sudah boleh melakukan senam sejak hari pertama setelah melahirkan (sambil berbaring di tempat tidur) . Misalnya, senam untuk mengembalikan kondisi otot perut yang selama hamil teregang dan kendur. Setelah pulang ke rumah, kalau tidak ada komplikasi, Anda boleh mulai dengan latihan ringan secara bertahap dan teratur. Kalau tidak terbiasa berolahraga, mulailah dari jalan kaki sambil mendorong kereta berisi bayi, naik sepeda statis, atau berenang (setelah masa nifas).

Bagi ibu yang melahirkan melalui operasi caesar , harus minta izin dulu pada dokter sebelum melakukan latihan apa pun. K arena, semua ini sangat tergantung dari penyembuhan luka paska operasi dan apakah ada komplikasi atau tidak. Latihan mengangkat kepala untuk mengembalikan kondisi otot perut, misalnya, baru bisa dilakukan pada hari ketujuh. Karena, luka jaringan dianggap sudah menutup dalam waktu seminggu.

Lakukan latihan penguatan otot , terutama ditujukan bagi otot-otot besar, yaitu otot–otot paha, pinggul, perut, punggung, dan lengan. Latihan sementara dilakukan tanpa beban.

Lakukan latihan 2-3 kali seminggu selang sehari . Bila terlalu lelah, misalnya karena semalam kurang tidur, sebaiknya latihan ditunda. Awali dengan 5 kali gerakan saja. Tentu saja, tidak boleh sampai terlalu lelah. Lakukan bertahap sampai akhirnya menjadi 20 kali. Selain itu, harus ada pemanasan 5-10 menit, dan pendinginan 5-10 menit, disertai peregangan.

Boks 6:

Olahraga Vs Kegiatan Laktasi

Secara umum, ibu-ibu yang habis melahirkan dan sehat bisa melakukan olahraga dengan intensitas sedang (kalau Anda kurang bugar, intensitasnya ringan saja). Hal ini sudah diteliti dan sama sekali tidak mengganggu kegiatan laktasi.

Kathryn G. Dewey, Ph.D, seorang guru besar di bidang gizi pada University of California, sekitar tahun 1994 membandingkan 18 wanita yang habis melahirkan dan melakukan latihan (sekitar 4 kali seminggu, 45 menit, dan 60-70% dari denyut nadi maksimal) dengan 15 wanita yang sama sekali tidak melakukan latihan apa pun. Setelah diamati selama 12 minggu, kuantitas dan kualitas ASI ibu-ibu yang melakukan latihan ternyata tidak terganggu. Pertambahan berat badan bayinya pun baik. Selain itu, mereka juga tidak mengalami pusing atau capai setelah berolahraga.

Boks 7:

Indy Barends (31 tahun),

presenter, ibu seorang putra

Menyusui Membuat Berat Badan Cepat Turun”

Berat badan saya sebelum hamil 47 kg. Namun, selama hamil, berat saya naik sampai 24 kg! Kebayang, ‘kan? Untungnya, beberapa hari usai persalinan, berat saya langsung susut sekitar 15 kg. Sekarang Rafa, panggilan Rafael Benaya Sarmanella, sudah berusia 5 bulan. Nah, selama itulah proses pelangsingan tubuh saya berjalan. Sekarang, berat badan saya sudah 52 kg. Tapi, target saya, sih , bisa mencapai 47 kg lagi.

Untuk menurunkan berat badan, saya tidak ikut program apa pun. Saya hanya bertekat menyusui Rafa secara eksklusif selama 6 bulan. Bukankah menyusui secara otomatis akan mengurangi lemak? Nah, untuk melancarkan ASI, saya banyak makan buah-buahan, susu, dan sayuran, terutama daun katuk.

Faktor lain yang membuat berat badan saya cepat menyusut adalah mengurus Rafa sendiri. Mulai pagi sampai malam hari. Dijamin, deh , berat badan berkurang, walau tidak secara instan!

Saya tidak anti program pelangsingan yang banyak bertebaran di mana-mana. Tentu saja, sepanjang pengobatannya tidak memakai zat-zat yang dimasukkan ke dalam tubuh. Kalau tidak perlu, saya memang tidak mau ada zat kimia yang masuk ke dalam tubuh.

Boks 8:

Namara Surtikanti “Kikan” (28 tahun),

penyanyi, ibu seorang putri

“Resepnya: ASI, Taebo, dan Air Putih!”

Berat badan saya naik sampai 20 kg waktu hamil Shira Allegra Sampurna (1 tahun). Terus terang, saya memang doyan makan. Setelah melahirkan, kurang dari seminggu, berat badan saya sudah turun 7 kg, dan nafsu makan saya juga menurun.

Untuk menjaga kebugaran, sejak sebelum menikah, saya terbiasa berolahraga thai boxing alias taebo di rumah. Saya Merasa cocok dengan olahraga ini. Setiap latihan, lamanya sekitar 2 jam, serta dibagi menjadi 3 jenis latihan dengan gerakan yang berbeda. Kebetulan, instruktur saya juga tahu soal gizi dan pengaturan pola makan yang sehat.

Selama hamil saya tidak melakukan taebo. Kebugaran tubuh saya jaga dengan berenang dan senam hamil yang tidak berisiko bagi janin. Saya kembali melakukan taebo setelah lewat 40 hari dari melahirkan. Sedikit demi sedikit porsi latihannya terus bertambah. Hasilnya, bukan hanya berat badan turun, tapi saya juga merasa kembali bugar, segar, dan lebih fit! Saya juga minum air putih setiap pagi begitu bangun tidur, untuk detoksifikasi dan kebugaran tubuh.

About these ads

2 thoughts on “Langsing Dan Menyusui

  1. Artikle yang sangat menarik. Kalau boleh tau, dimana bisa dilakukan pemijatan dan akupuntur untuk ibu yang baru melahirkan dengan operasi caesar. Apakah masih dapat dilakukan setelah lewat 2 bulan operasi ? (masih dapat terlihat hasilnya? ) Thx

  2. Apakah olahraga apapun bisa dilakukan pd saat menyusui? Apakah tidak mengganggu/berkurang produksi ASI? Anak saya skrang berusia 10 bln..trima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s