Mengandung Buah Hati? Jangan Terjebak Mitosnya!

sumber : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1539

Mother And Baby Mon

Anda sedang hamil? Di usia kandungan berapa pun, pasti telinga Anda sudah familiar dengan berbagai macam mitos dan fakta seputar kehamilan. Terlebih bila ini merupakan calon buah hati yang pertama.

Taruhlah petuah dari sesepuh yang mengatakan untuk jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas bila tidak ingin proses kelahiran dipercepat. Itu baru salah satu mitos saja, masih banyak mitos popular yang kadang diragukan kebenarannya.

Tapi nanti dulu, toh bukan berarti juga semua petuah dan nasehat seputar kehamilan yang beredar merupakan mitos belaka. Bila masih bingung mana yang fakta dan mana yang merupakan isapan jempol belaka, beberapa petuah populer di berikut ini bisa menjawab rasa penasaran Anda.

ONLY MYTH!

1. Semua wanita hamil pasti ngidam. Fenomena ingin makan/melakukan sesuatu karena ‘bawaan bayi’ ini nyatanya hanya terjadi di Indonesia. Ngidam ingin mengkonsumsi makanan asam atau asin itu sebenarnya adalah cara untuk mengalihkan rasa mual. Namun tidak semua wanita hamil mengalami ngidam, karena apa yang dirasakan ketika hamil tentunya berbeda-beda.

2. Bentuk perut adalah cerminan jenis kelamin bayi. Sampai kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa ada hubungannya antara keduanya. Mau tahu fakta di baliknya? Nyatanya kandung kemih dan posisi bayi di dalam perutlah yang berpengaruh pada lebar atau bentuk perut yang menonjol ke depan.

3. Makan ikan membuat bayi jadi bau amis. Bila mendengar “Jangan makan ikan, nanti bayinya jadi bau amis!” Anggap saja angin lalu. Ikan justru baik dikonsumsi ibu hamil. Pasalnya, ikan memiliki kandungan lemak omega 3 yang baik bagi perkembangan otak anak. Tentunya, pilih ikan yang masih fresh.

4. Jenis kelamin bayi dapat diramal dari tinggi rendah perut. Sama halnya seperti poin nomer dua di atas, nyatanya ini pun mitos. TInggi rendahnya bentuk perut tergantung pada bentuk tubuh. Selain itu, kehamilan pertama dan kedua bisa berbeda, karena pada kehamilan kedua, bentuk perut dapat tampak lebih rendah karena otot perutnya yang mungkin sudah mengendur. Hubungan dengan gender bayi? Tidak ada.

THE TRUTH IS..

1. Jangan pelihara kucing. Jujur saja, ini benar. Untuk ibu hamil penggemar kucing, sementara Anda sepertinya harus ‘puasa bergaul’ dengan kucing. Dr. Phil McGraw Ph.D., yang populer dengan talkshow-nya di Amerika, membenarkan hal ini. Menurutnya, kotoran kucing membawa virus toksoplasma yang dapat membahayakan bagi janin. Jadi ketika hamil sebaiknya memang hindari dulu berinteraksi dengan kucing, karena virus dapat terbawa pada tubuh si kucing walaupun Anda tidak bersentuhan langsung dengan kotorannya.

2. Jalan kaki lancarkan persalinan. Yup, ini juga benar. Ibu hamil sebaiknya tetap aktif beraktivitas, karena dapat melancarkan persalinan. Berjalan kaki dan gerakan seperti ‘nungging’ ketika mengepel, justru dianjurkan oleh dokter kandungan. Jadi siapa bilang ibu hamil hanya harus berdiam diri saja?

Yang jelas, entah itu fakta ataupun ternyata isapan jempol belaka, menjaga perkembangan kandungan agar tetap sehat dan kondisi tubuh agar tetap prima, sudah merupakan tanggungjawab seorang ibu kala memboyong sang calon buah hati dalam kandungannya, bukan?

Sumber: conectique.com

1 comment November 14, 2009

Berkompromi dengan Pre-Eclampsia

SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1541

Mother And Baby

* Pre-eclamsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah serta terdapatnya protein dalam urin
* Faktor usia ibu hamil, kegemukan, penderita tekanan darah tinggi dan diabetes menjadi faktor pemicu pre-eclamsia

Senangnya mendengar bahwa Anda tengah mengandung. Seiring pertumbuhan bayi dalam kandungan yang semakin membesar, kini datang keluhan seperti pusing atau bengkak pergelangan kaki. Setelah pemeriksaan rutin, dokter menyatakan bahwa Anda mengalami pre-eclampsia. Apa yang perlu diketahui mengenai penyakit ini dan bagaimana menanganinya?

Pre-eclampsia adalah penyakit yang menyerang saat hamil dan dapat mengancam kesehatan ibu dan janinnya. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah serta terdapatnya protein dalam urin. Biasanya pre-eclampsia akan muncul setelah minggu ke-20 masa kehamilan, pada akhir trimester ke dua atau trimester ke tiga, dan hanya akan terdeteksi melalui pemeriksaan kehamilan yang teratur. Pre-eclampsia dapat menjadi sangat serius dan mengancam nyawa sang ibu atau pun janin bila tidak terpantau.

Siapa yang berisiko?

Tidak ada penyebab pasti dari pre-eclampsia, namun terdapat beberapa kondisi yang membuat sang ibu lebih berisiko. Wanita yang pertama kali hamil pada usia lebih dari 40 tahun, memiliki indeks massa tubuh yang lebih dari 35 (kegemukan), riwayat keluarga, jarak 10 tahun atau lebih setelah kelahiran anak terakhir. Penderita tekanan darah tinggi dan diabetes cenderung berisiko untuk terkena pre-eclampsia.

Gejalanya?

Gejala yang biasanya ditunjukkan antara lain, kenaikan tekanan darah, terdapatnya kadar protein dalam urin, pembengkakan pada pergelangan kaki, tangan atau wajah, dan terkadang pertumbuhan janin yang kurang. Wanita hamil memang biasa mengalami pembengkakan kaki, oleh karena itu beritahu adanya pembengkakan begitu Anda mengalaminya, karena pre-eclampsia hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan tekanan darah atau urin.

Penanganan?

Penanganan atau pengobatan bertujuan untuk menurunkan tekanan darah, yaitu dengan bed rest dan obat-obatan. Namun yang terpenting adalah, pemantauan oleh dokter kandungan Anda. Satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah melahirkan bayi, biasanya melalui kelahiran caesar.

Tips

# Belajar bagaimana menyadari gejala-gejala pre-eclampsia.

Jangan lewatkan pemeriksaan rutin.

# Melaporkan masalah kehamilan yang muncul.

# Jika Anda diberitahukan mengalami pre-eclampsia dan disarankan untuk istirahat, anggap ini sebagai hal yang sangat serius.

(Mutiara Pertiwi)

Sumber: Majalah Inspire Kids

Add comment November 14, 2009

Lindungi Si Kecil Ketika Beraktivitas di Luar Rumah

SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1543

Mother And Baby

Ketika usia anak-anak semakin bertambah, biasanya mereka lebih suka melakukan aktivitas dan bepergian seorang diri. Saat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan sekolah, seperti les, renang ataupun ekstrakurikuler lainnya, mereka akan lebih memilih pergi dengan mengendarai sepeda atau berjalan bersama teman-temannya.

Namun jangan pernah melepaskan mereka keluar rumah begitu saja, tanpa memberikan beberapa nasehat khususnya padanya. Karena usia 9-12 tahun, adalah usia yang masih terlalu dini untuk mereka memproteksi dirinya sendiri. Sudah selayaknya, Anda sebagai orangtua menjelaskan dan memberitahukan mengenai apa saja yang harus dilakukan dan dihindari saat mereka berada di luar rumah.

Semakin meningkatnya tindakan kejahatan yang terjadi terhadap anak-anak serta rawannya kecelakaan, bisa saja membahayakan keselamatan si kecil.

Agar si kecil terhindar dari kedua bahaya tersebut, pesankan padanya beberapa hal berikut :

1. Untuk tetap selalu berada di area yang ramai dan dikelilingi banyak orang dewasa. Jangan pernah memotong jalan melewati gang yang sempit atau tempat-tempat sepi yang jauh dari keramaian.

2. Jangan pernah pergi seorang diri. Akan lebih baik jika dia pergi dengan ditemani seseorang atau sekelompok temannya.

3. Selalulah waspada dan memperhatikan keadaan di sekitarnya. Kenali dan perhatikan setiap orang yang berjalan berdekatan dengannya. Dan perhatikan juga tempat-tempat yang mungkin bisa si kecil datangi ketika dia memerlukan bantuan orang dewasa.

4. Hindari pergi ke toilet umum seorang diri. Ajaklah seorang teman untuk menemani. Namun jika tidak memungkinkan, carilah toilet umum yang dekat dengan toko, warung atau tempat keramaian. Lalu segeralah keluar dari toilet begitu selesai.

5. Jangan pernah berbicara dengan orang yang tidak dikenal. Orang dewasa tidak akan meminta bantuan kepada anak kecil. Minta dia untuk selalu jaga jarak jika ada orang asing yang menegurnya, sehingga dia bisa bereaksi dengan cepat apablia terjadi sesuatu di luar kehendak.

6. Jangan berjalan atau mengendarai sepeda berdekatan dengan mobil yang sedang parkir di tengah jalan atau di area parkir. Ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

7. Percayai kata hati. Apabila si kecil merasa ada sesuatu yang salah dan aneh, jangan tunggu lama sampai katakutan dan kekawatiran itu terbukti. Segera pergi secepatnya dan cari tempat yang lebih aman dimana banyak orang dewasa yang dapat membantunya.

Sumber: conectique.com

Add comment November 14, 2009

Faktor Penyebab Kelahiran Sungsang

SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1544
Mother And Baby

Jika kondisi ini terjadi pada kehamilan Anda, maka jangan buru-buru panik. Asalkan usia kandungan masih di bawah 32 minggu maka si kecil dalam perut masih bisa dikembalikan pada posisi normal kok.

Posisi sungsang, posisi janin memanjang dengan kepala di bagian atas rahim dan bokongnya ada di bagian bawah, tergolong sebagai kelainan letak janin. Kondisi ini biasanya sudah terdekteksi saat kehamilan memasuki trimester kedua. Biasanya Anda akan merasakan kandungan terasa penuh di bagian atas dengan gerakan janin terasa lebih banyak di bagian bawah.

Mengapa bisa sungsang?

1. Bobot janin relatif rendah. Hal ini mengakibatkan janin bebas bergerak. Ketika menginjak usia 28-34 minggu kehamilan, berat janin makin membesar, sehingga tidak bebas lagi bergerak. Pada usia tersebut, umumnya janin sudah menetap pada satu posisi. Kalau posisinya salah, maka disebut sungsang.

2. Rahim yang sangat elastis. Hal ini biasanya terjadi karena ibu telah melahirkan beberapa anak sebelumnya, sehingga rahim sangat elastis dan membuat janin berpeluang besar untuk berputar hingga minggu ke-37 dan seterusnya.

3. Hamil kembar. Adanya lebih dari satu janin dalam rahim menyebabkan terjadinya perebutan tempat. Setiap janin berusaha mencari tempat yang nyaman, sehingga ada kemungkinan bagian tubuh yang lebih besar (yakni bokong janin) berada di bagian bawah rahim.

4. Hidramnion (kembar air). Volume air ketuban yang melebihi normal menyebabkan janin lebih leluasa bergerak walau sudah memasuki trimester ketiga.

5. Hidrosefalus. Besarnya ukuran kepala akibat kelebihan cairan (hidrosefalus) membuat janin mencari tempat yang lebih luas, yakni di bagian atas rahim.

6. Plasenta previa. Plasenta yang menutupi jalan lahir dapat mengurangi luas ruangan dalam rahim. Akibatnya, janin berusaha mencari tempat yang lebih luas yakni di bagian atas rahim.

7. Panggul sempit. Sempitnya ruang panggul mendorong janin mengubah posisinya menjadi sungsang.

8. Kelainan bawaan. Jika bagian bawah rahim lebih besar daripada bagian atasnya, maka janin cenderung mengubah posisinya menjadi sungsang.

Bagaimana cara mendeteksi sungsang?
1. Melakukan perabaan perut bagian luar. Cara ini dilakukan oleh dokter atau bidan. Janin akan diduga sungsang bila bagian yang paling keras dan besar berada di kutub atas perut. Perlu diketahui bahwa kepala merupakan bagian terbesar dan terkeras dari janin.

2. Melalui pemeriksaan bagian dalam menggunakan jari. Cara ini pun hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan. Bila di bagian panggul ibu lunak dan bagian atas keras, berarti bayinya sungsang.

3. Cara lain adalah dengan ultrasonografi (USG).

Tindakan apa yang harus dilakukan?
Selain upaya yang dilakukan dokter, maka Andapun bisa mengupayakan sendiri agar janin kembali ke posisi semula.

1. Anda dianjurkan untuk melakukan posisi bersujud (knee chest position), dengan posisi perut seakan-akan menggantung ke bawah. Cara ini harus rutin dilakukan setiap hari sebanyak 2 kali, misalnya pagi dan sore. Masing-masing selama 10 menit. Bila posisi ini dilakukan dengan baik dan teratur, kemungkinan besar bayi yang sungsang dapat kembali ke posisi normal. Kemungkinan janin akan kembali ke posisi normal, berkisar sekitar 92 persen. Dan posisi bersujud ini tidak berbahaya karena secara alamiah memberi ruangan pada bayi untuk berputar kembali ke posisi normal.

2. Usaha lain yang dapat dilakukan oleh dokter adalah mengubah letak janin sungsang menjadi normal dengan cara externalcephalic versin/ECV. Metode ini adalah mengubah posisi janin dari luar tubuh sang ibu. Cara ini dilakukan saat kandungan mulai memasuki usia 34 minggu. Sayangnya, cara ini menimbulkan rasa sakit bahkan kematian janin, akibat kekurangan suplai oksigen ke otaknya.

Apa yang terjadi saat persalinan?

Posisi janin sungsang tentunya dapat memengaruhi proses persalinan. Proses persalinan yang salah, jelas menimbulkan risiko, seperti janin mengalami pundak patah atau saraf di bagian pundak tertarik (akibat salah posisi saat menarik bagian tangannya ke luar), perdarahan otak (akibat kepalanya terjepit dalam waktu yang lama), patah paha (akibat salah saat menarik paha ke luar), dan lain-lain. Untuk itu biasanya dokter menggunakan partograf, alat untuk memantau kemajuan persalinan. Jika persalinan dinilai berjalan lambat, maka harus segera dilakukan operasi bedah sesar.

Sumber: conectique.com

Add comment November 14, 2009

Tips Bepergian Bersama Bayi

SOURCE : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1545

Mother And Baby

Libur Lebaran kerap dimanfaatkan untuk bepergian bersama keluarga. Tetapi, kalau buah hati Anda masih bayi, bisa lain ceritanya. Liburan yang seharusnya menyenangkan, bisa kacau balau, hanya karena Anda tidak melakukan persiapan dan antisipasi yang cermat.

Agar perjalanan liburan keluarga nyaman dan menyenangkan, berikut tipsnya:

1. Perhatikan jadwal. Anda harus peka terhadap jadwal hariannya. Amatilah kapan ia biasanya makan dan kapan biasanya ia tidur. Ini penting, karena perubahan yang drastis bisa jadi masalah. Bayi jadi rewel, atau malah jatuh sakit.

2. Siapkan kebutuhannya. Identifikasi hal-hal apa yang dibutuhkan bayi Anda dalam perjalanan. Masukkan diaper, baby wipes, makanan selingan, susu, air putih, pakaian ganti, perlengkapan mandi dan kebutuhan khusus bayi lainnya dalam jumlah yang lebih dari cukup. Prinsipnya, lebih baik lebih daripada kurang. Bawa juga mainan favorit si kecil, agar dia tidak merasa bosan.

3. Jika naik pesawat. Perubahan tekanan yang cepat saat terbang bisa membuat telinga bayi tidak nyaman. Jika perlu, lindungi telinganya dengan filter lembut khusus untuk bepergian dengan pesawat. Jika tidak ada, biarkan bayi menghisap empengnya, atau sering-sering memberi minum karena dapat membantu mengurangi kadar sensitivitas telinga bayi terhadap perubahan tekanan.

4. Pengiriman awal. Agar tidak merepotkan dan bayi bisa senyaman di rumah, ada baiknya jika kereta dorong, kursi makan, dan perlengkapan bayi berukuran besar lainnya, dikirim ke tempat tujuan sebelum Anda melakukan perjalanan.

5. Perhatikan kapasitas bayi. Saat merencanakan tempat-tempat mana saja yang akan Anda kunjungi, perhatikan kapasitas dan kemampuan fisik bayi Anda. Misalnya, seharian berlibur di pantai mungkin terlalu berlebihan untuk bayi Anda.

6. Susu formula. Jika si kecil tak lagi minum ASI, pastikan Anda membawa seluruh perlengkapan untuk menyiapkan susunya. Mulai dari air panas, botol dalam jumlah banyak, cairan untuk mensterilisasi botol, penghangat botol, sikat botol dan wadah-wadah yang dapat menyimpan semua perlengkapan tersebut dengan higienis dan aman, wajib Anda bawa. Bila harus melakukan perjalanan jauh dengan mobil, rencanakan baik-baik, bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan tertentu. Misalnya, mendapatkan air panas, memandikan bayi, menidurkan, dan sebagainya.

7. Perlindungan outdoor. Setiap kali Anda dan si kecil berada di luar ruang, gunakanlah sunblock bayi atau payung untuk melindunginya dari sinar matahari. Jangan lupa untuk juga membawa perlengkapan untuk melindungi bayi dari serangan nyamuk dan serangga. Siapkan juga perlengkapan P3K dalam daftar bawaan Anda.

8. Travel pack. Kurangi kerepotan dengan memanfaatkan aneka produk yang dirancang khusus untuk bepergian (travel pack), seperti baby wipes, perlak ukuran mini, produk perawatan dalam ukuran yang handy, dan lain sebagainya.

Meli Simarmata

Sumber: Majalah Inspire Kids

Add comment November 14, 2009

Mengembangkan Indera Peraba dan Pengecap Batita

sumber :
http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1547

Mother And Baby

Stimulasi indera diperlukan untuk perkembangan otak yang akan menentukan kecerdasan anak. Begitu juga dengan stimulasi indera peraba dan pengecap juga akan mengoptimalkan perkembangan otak, selain stimulasi indera pendengaran dan penglihatan. Nah, usia batita merupakan the golden age atau masa pesat perkembangan otak di usia 0-3 tahun. Jadi manfaatkan masa ini dengan sebaik-baiknya.

Sekadar untuk Anda diketahui, pada usia awal tumbuh kembang batita, fungsi kedua belahan otaknya masih sama. Hal ini bisa terlihat dari caranya meraih benda dengan menggunakan kedua tangannya. Setelah otak berkembang, secara individual fungsi belahan otak kanan dan kiri menjadi berbeda. Perkembangan ini menyebabkan batita cenderung memakai tangan tertentu (umumnya tangan kanan) untuk melakukan sesuatu.

Tujuan stimulasi alat indera, yaitu untuk mengembangkan hubungan antara satu saraf dengan saraf lain. Dengan demikian, saat anak sudah sekolah, ia akan lebih cepat menangkap pelajaran yang diberikan. Bahkan beberapa ahli percaya, kalau tidak ada rangsangan, jaringan otak akan mengecil akibat menurunnya jaringan fungsi otak.

Sebenarnya, secara tidak sadar, orangtua sudah melakukan beberapa stimulasi indera sentuhan dari hari ke hari. Hanya saja, mungkin upayanya kurang maksimal. Agar lebih maksimal berikut beberapa saran yang mungki dapat Anda ikuti, seperti pijat.

Pijatan dapat memberi efek relaksasi pada batita. Penelitian membuktikan bayi prematur yang sering dipijat akan tumbuh lebih baik, lebih cepat, lebih tenang serta lebih jarang menangis ketimbang bayi-bayi prematur yang tidak dipijat. Dan jika bayi Anda dipijat tanpa mengenakan pakaian, pilih ruangan yang cukup hangat.

Karena kebanyakan waktu batita dihabiskan di atas ranjang. Nah, untuk menstimulasi indera peraba, lapisi ranjang dengan alas tempat tidur yang lembut dan hangat sehingga ia merasa nyaman di dalamnya.

Untuk menstimulasi indera peraba, bayi perlu mengenal konsep kasar-halus atau keras-lunak. Salah satu caranya, Anda dapat mengenalkan kepadanya berbagai tekstur bahan seperti sutera, satin, velvet, kulit, handuk dan sebagainya. Selain itu, Anda dapat juga memanfaatkan kegiatan sehari-hari. Seperti memanfaatkan waktu mandi, Anda dapat mengenalkan sifat sabun yang licin.

Selain itu, Anda dapat mengajaknya berjalan-jalan tanpa alas kaki sehingga ia dapat merasakan perbedaan tekstur, kala ia menyentuh lantai, karpet, atau rumput. Dengan cara ini sekitar usia 2 tahun ia mulai bisa menyebutkan kalau batu itu keras atau sutera itu lembut.

Untuk menstimulasi indra pengecap, ada beberapa saran yang mungkin dapat Anda ikuti, seperti memberi ASI. Menyusui bayi dengan ASI merupakan salah satu cara merangsang indera pengecap bayi. Beberapa pakar mengatakan, bayi yang menyusu ASI akan lebih jarang mengisap jari ketimbang yang menyusu dari botol. Waktu menyusu yang ideal sekitar 30 sampai 40 menit. Di atas 20 menit sebenarnya susu ibu sudah kosong, namun bayi tetap mengisap puting ibunya demi memenuhi kebutuhan mengisapnya.

Selain ASI, menginjak usia 6 bulan, mulailah perkenalkan anak dengan berbagai macam rasa makanan agar saat besar nanti indera pengecapnya terbiasa dengan aneka jenis makanan. Selain itu, ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak pilih-pilih makanan.

Yang terpenting, saat memberinya stimulus tersebut, ajaklah batita Anda bercakap-cakap. Dengan begitu, perkembangan bahasanya pun akan ikut terangsang. Selain itu Anda juga dapat menjalin kedekatan dengan anak.

Dini Safitri

Sumber: Majalah Inspire Kids

Add comment November 14, 2009

Hindari Sakit Gigi Selama Hamil

sumber : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1551

Mother And Baby

Saat Anda merencanakan untuk hamil dan memiliki momongan, tak hanya fisik dan mental yang perlu dipersiapkan. Kesehatan gigi dan mulut pun juga perlu mendapat perhatian utama. Mengapa? Apa hubungan sakit gigi dan kehamilan?

Tentu saja ada. Meski tak tampak dari luar, tapi rasa sakit yang bersumber dari gigi berdampak sangat besar. Selain sakit kepala berkepanjangan, sakit gigi bisa menyebabkan penderita tak bisa menikmati makanan secara baik. Ujung-ujungnya, ibu hamil jadi kurang berselera untuk makan. Kalau kurang makan dari mana janin akan mendapatkan asupan nutrisi?

Penyebab

1. Adanya radang gusi ringan (gingivitis) yang terlambat diketahui. Perempuan yang tidak hamil pun dapat mengalami gingivitis. Bedanya, pada ibu hamil telah terjadi perubahan hormonal sehingga dapat memperberat reaksi peradangan. Radang gusi ini biasanya terjadi karena plak gigi telah mengalami pengapuran akibat dari sisa-sisa makanan, tambalan yang kurang baik, serta kualitas gigi tiruan yang kurang baik.

2. Ketidakseimbangan hormonal. Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron pada masa kehamilan mempunyai efek bervariasi pada jaringan, di antaranya pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan bertambahnya aliran darah sehingga gusi menjadi lebih merah, bengkak dan mudah mengalami perdarahan. Akan tetapi, jika kebersihan mulut terpelihara dengan baik selama kehamilan, perubahan mencolok pada jaringan gusi jarang terjadi.

Gejala

1. Pada trimester pertama hingga trimester ketiga kehamilan biasanya timbul pembesaran gusi yang mudah berdarah. Hal ini karena jaringan gusi merespons secara berlebihan terhadap iritasi lokal. Kemudian pada beberapa hari sebelum melahirkan dan seteah melahirkan keadaannya gusi akan kembali normal seperti sebelum hamil.

2. Gusi akan terlihat seperti membulat, permukaan licin mengilat, berwarna merah menyala, konsistensi lunak, mudah berdarah bila kena sentuhan.

Dampak

Bila selama kehamilan si ibu dibiarkan mengalami infeksi gigi, maka dapat mengakibatkan hormon prostaglandin (senyawa aktif yang diperoleh dari kelenjar prostata dan kandung mani) meningkat. Akibat peningkatan hormon prostaglandin ini rahim akan berkontraksi dan menegang. Keadaan kontraksi ini akan menekan si janin. Jika kontraksi dibiarkan terus menerus akan menyebabkan bayi lahir sebelum waktunya atau prematur.

Solusi

1. Sebelum memutuskan untuk hamil, sebaiknya masukkan pemeriksaan gigi dalam daftar persiapan prakehamilan. Tindakan yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi adalah menghilangkan semua jenis penyebab iritasi lokal seperti plak, kalkulus, sisa makanan, perbaikan tambalan, dan perbaikan gigi tiruan yang kurng baik.

2. Tingkatkan perawatan harian, seperti mengosok gigi setiap selesai makan dan sebelum tidur. Serta jaga asupan makanan dengan baik.

Penting untuk diperhatikan

1. Kalaupun harus diambil tindakan pencabutan gigi, konsultasikan dengan seksama mengenai dampaknya pada janin.
2. Fase yang paling aman untuk melakukan pencabutan gigi adalah pada trimester kedua atau antara usia kandungan 4 sampai 6 bulan.

Sumber: conectique.com

Add comment November 14, 2009

Dampak Positif & Negatif Homeschooling

sumber : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1548

Mother And Baby

Saat ini homeschooling menjadi lebih populer. Banyak anak-anak yang kini lebih memilih untuk belajar di rumah dengan berbagai alasan. Meskipun demikian, hingga saat ini homeschooling masih menjadi pro dan kontra. Tidak semua orang tua setuju anak-anaknya belajar di rumah. Mereka masih ragu dengan metode belajar homeschooling bagi prestasi maupun perkembangan sang anak.

Agar Anda tidak lagi ragu dengan metode pendidikan ini, berikut beberapa dampak positif dan negatif yang perlu Anda ketahui :

Dampak positif :

* Kebebasan belajar. Anak-anak yang melakukan homeschooling mempunyai pilihan untuk belajar. Mereka bebas menentukan apa yang ingin mereka pelajari dan kapan mereka ingin belajar. Mereka juga tidak selalu berkutat pada tugas sekolah yang terkadang memberatkan.

* Terlepas dari beban fisik. Berdasarkan pengalaman para orang tua yang anak-anaknya menjalani homeschooling, mereka mengaku memiliki banyak waktu luang setelah anak mereka meninggalkan sistem sekolah umum. Ritme kehidupan mereka tidak lagi berputar pada jam sekolah anak, tugas sekolah ataupun pertemuan di sekolah yang wajib mereka hadiri.

* Kebebasan emosional. Tekanan, kompetisi dan kebosanan merupakan bagian yang paling khas dari sekolah. Pergaulan bebas, tawuran, rokok dan obat-obat terlarang juga merupakan hal yang ditakuti orangtua yang tak bisa mengawasi putra-putrinya sepanjang waktu. Dengan homeschooling, pengaruh negatif ini dapat dihindari. Mereka juga bisa berpenampilan, bertindak ataupun berpikir sesuai dengan kata hatinya, tanpa perlu takut.

* Hubungan Keluarga semakin dekat. Homeschooling berperan penting dalam meningkatkan hubungan antar semua anggota keluarga. Ini sangat menguntungkan bagi orang tua yang memiliki anak berusia belia. Umumnya, di usia yang masih belia, mereka cenderung bersikap suka menentang dan berperilaku destruktif. Namun dampak ini berkurang setelah mereka mengikuti homeschooling.

* Istirahat cukup. Tidur sangat penting bagi kesehatan emosional dan fisik anak, terutama anak berusia belasan tahun. Rutinitas bangun pagi pada sekolah umum, terkadang membuat mereka merasa letih terutama yang tidak terbiasa bangun pagi. Namun dengan homeschooling, mereka bisa mengatur jadwal tidurnya dengan baik.

Dampak negatif :

* Bagi orang tua tunggal yang anaknya menjalani homeschooling, mungkin agak sulit untuk mengatur waktu. Karena kesibukan di kantor, seringkali Anda tak punya waktu untuk melibatkan dan berinteraksi dengan si kecil saat belajar. Padahal salah satu keberhasilan metode ini adalah dukungan dari orangtua.

* Bersama Anak selama 24 / 7. Tidak perlu disangkal jika Anda memilih homeschooling unutk anak-anak berarti Anda harus siap menghabiskan waktu dengan mereka lebih banyak. Kalau Anda tidak menikmati kebersamaan dengan mereka, maka homeschooling bukanlah pilihan yang tepat.

* Biaya pendidikan yang mahal. Bagi orangtua yang baru saja membina karier, finansial adalah salah satu masalah yang dihadapi. Dapat dipastikan biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan home schooling lebih besar dibanding dengan pendidikan formil disekolah umum.

* Tidak ada kompetisi atau persaingan. Anak tidak bisa membandingkan sampai dimana kemampuannya dibanding anak-anak lain seusia dia. Selain itu anak belum tentu merasa cocok jika diajar oleh orang tua sendiri, apalagi jika memang mereka tidak punya pengalaman mengajar sebelumnya.

* Lingkup interaksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial terbatas. Padahal hal inilah yang dapat memberikan pengalaman berharga untuk belajar hidup di masyarakat.

Sumber: conectique.com

Add comment November 14, 2009

Ciptakan Ikatan Emosi

SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1553

Mother And Baby

Bisakah terbentuk ikatan emosi antara orangtua dan anak angkatnya, terutama yang sebelumnya mendapat kasih sayang dari pengasuh di rumah yatim piatu? Psikolog anak dari University of Washington, JoAnne Solchany PhD, mengatakan kunci dasar dari sebuah ikatan emosi yang sehat ialah sebuah proses. Ikatan antara anak-orangtua tidak langsung terbentuk dalam satu momen indah melainkan juga saat menjalani masa-masa yang sulit atau bermasalah bersama-sama.

Tak memandang seberapa pun rumitnya latar belakang anak, pada dasarnya mereka tetap berkeinginan untuk membentuk jalinan emosi yang sehat, nyaman dan aman dengan orangtuanya. Asalkan Anda tahu kunci pengasuhan yang tepat untuk anggota keluarga baru ini terutama untuk anak di usia dini.

1. Dampingi Anak
Usahakan berada di samping anak dalam kondisi apapun. Berikan respon kurang dari 15 detik baik secara verbal maupun fisik ketika anak menangis, rewel, mengeluh, dan memanggil. Anak memerlukan bukti kasih sayang, dalam artian Anda akan ada di sampingnya saat mereka membutuhkan.

2. Bersikaplah empati dan sensitif
Peduli pada pendapat si kecil, tanyakan pada diri Anda Apa yang sedang dipikirkan anakku saat ini?? atau ?Bagaimana pendapat dia tentang?(menu makan malam misalnya). Jangan menyimpulkan bahwa anak pasti memiliki atau mengikuti pendapat Anda. Karena setiap anak memiliki pengalaman hidup yang mempengaruhi pandangan mereka terhadap suatu hal.

3. Ekspresikan emosi Anda
Anak perlu mengenal perubahan ekspresi Anda, misalnya bagaimana mimik wajah dan intonasi nada bicara Anda ketika merasa senang atau puas. Selain itu ungkapkan kesedihan Anda pula saat tengah menangis. Anak akan belajar untuk tidak sungkan-sungkan mengekspresikan dirinya pada orangtua angkatnya. Jika anak dibekali perbendaharaan kata untuk menggambarkan perasaannya maka mereka tak perlu lagi bertindak agresif atau memendam emosi.

4. Lebih memahami anak
Umumnya orangtua menceritakan betapa sakitnya perasaan mereka ketika anak bersikap menolak saat didekati atau dipeluk. Atau beberapa diantaranya menunjukkannya dengan kata-kata seperti? Anda bukan Ibu kandung saya?. Ini penting diketahui orangtua angkat, tindakan demikian bukanlah sebuah penolakan dari anak. Namun merupakan bentuk ekspresi rasa marah, takut, frustasi, merasa terancam atau perasaan yang tidak nyaman lainnya. Karena di masa ini kemampuan anak mengekspresikan emosinya belum sempurna.

5. Tunjukkan kasih sayang Anda
Saat Anda masuk ke kamarnya, sapa dengan ramah dan peluk anak dengan hangat. Tunjukkan kasih sayang Anda tak hanya melalui bahasa verbal saja melainkan juga sentuhan. Anak akan melihat keseimbangan bentuk kasih sayang melalui tindakan dan suara hangat Anda.

6. Ajarkan anak berinteraksi.
Ajari anak bagaimana sebaiknya memperlakukan kedua orangtua atau anggota keluarga barunya. Misalnya anak memalingkan wajah saat Anda menghampirinya, berpura-puralah Anda tak melihat itu. Hampiri anak dengan senyuman, kata-kata sambutan yang hangat dan pelukan.

7. Fokus pada kebutuhan anak
Pada usia tertentu anak-anak merasa dirinya haruslah menjadi pusat perhatian. Keegoisan ini merupakan bagian dari perkembangannya. Di periode ini orangtua bisa memanfaatkannya untuk membantu anak mendefinisikan dirinya dan kemampuan yang dimilikinya. Rasa percaya diri dan motivasi diri akan terbentuk dalam diri anak. Berikan kepercayaan pada anak. Tak ada salahnya bermain bertukar peran dengannya. Biarkan anak menjadi orangtua sedangkan Anda menjadi anaknya.

8. Jangan langsung menghakimi anak
Berikan respon positif jika anak sedang rewel, bertindak agresif, dan tantrum. Bantu anak mendeskripsikan penyebab dari reaksi yang dilakukannya seperti dengan mengatakan? Apakah kamu ingin mengatakan bahwa kamu ingin bersama mama sekarang? Katakan padanya tidak mengapa jika anak marah, namun tunjukkan pada anak bagaimana sebaiknya mengekspresikan emosinya. Waspadai pula anak yang tidak pernah bersikap tantrum, hal ini mungkin saja disebabkan anak tidak mengerti cara mengekspresikan kebutuhan dan perasaannya.

9. Buat kegiatan ritual dan rutinitas dengan anak
Biasanya anak sudah memiliki kegiatan ritual atau rutinitas bersama lingkungan tempat ia dibesarkan sebelumnya. Namun, Anda bisa mulai memperkenalkan rutinitas barunya seperti waktu jam tidur atau pergi ke prasekolah. Deskripsikan kegiatan dan situasi yang akan dihadapinya sehingga anak bisa mempersiapkan diri ketika harus belajar di sekolah tanpa Anda dampingi. Seiringnya berjalan waktu anak pun sudah mampu mandiri melakukan kegiatan rutinitasnya.

10. Hindari terlalu memanjakan anak
Semakin anak merasa nyaman dengan perasaannya, maka anak akan semakin mandiri nantinya. Semakin sering Anda memberikan respon, semakin jarang anak melakukan tindakan yang bertujuan hanya untuk mendapatkan perhatian Anda. Hubungan interaksi antara orangtua-anak pun akan semakin kaya dan dalam.

Mita Zoelandari

Sumber: Majalah Inspire Kids

Add comment November 14, 2009

Prematur dan Keterlambatan Berbahasa

SUMBER :http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1554

Mother And Baby

Jika seorang anak lahir prematur, besar kemungkinan ia akan mengalami keterlambatan perkembangan menurut standar usia yang ditetapkan. Pada kenyataannya, bayi prematur memang membutuhkan satu hingga dua tahun pertama untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat, mengejar ketinggalannya dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Untuk evaluasi keterlambatan bahasa bayi premature, seringkali para ahli perkembangan bahasa dan bicara melakukannya berdasarkan adjusted age (terhitung sejak tanggal kelahiran) hingga si kecil berusia 2 tahun.

Laura Dyer, seorang ahli perkembangan bahasa anak memaparkan bahwa keterlambatan dalam berbahasa juga bisa terjadi pada anak yang sakit dan membutuhkan perawatan yang cukup lama di rumah sakit. Anak-anak ini menurutnya tidak memiliki energi ataupun kesempatan untuk berinteraksi secara normal dengan orang lain. Beberapa kasus bahkan menunjukkan kalau mereka mengalami prosedur khusus yang dapat membatasi perkembangan bicara dan/atau bahasa mereka, misalnya prosedur tracheotomy. Alasan lain yang menurutnya dapat turut mempengaruhi keterlambatan berbahasa seorang anak antara lain adalah temperamen, kepribadian dan gaya belajar setiap individu. Selain itu, riset juga menunjukkan kalau faktor genetik juga bisa menjadi alasan keterlambatan berbahasa.

Laura memaparkan, umumnya para ahli menunggu sampai anak mencapai usia 18-24 bulan sebelum benar-benar dilakukan evaluasi formal terhadap kemampuan berbahasa dan bicaranya. Laura mencatat sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa bagaimana pun ahli perkembangan bahasa dan bicara dapat mengidentifikasi anak yang berisiko tinggi melalui perilaku preverbalnya. Misalnya, dengan mengamati apakah si kecil bisa menggunakan mata dan bahasa tubuhnya untuk menyampaikan keinginannya atau bisa mengoceh atau mengeluarkan suara lainnya. Hal-hal tersebut dapat digunakan untuk melakukan identifikasi awal keterlambatan berbahasa dan bicara yang mungkin terjadi pada si kecil.

Secara rinci Laura membuat sebuah panduan untuk membantu Anda mengindentifikasi apakah si kecil memiliki kemungkinan mengalami keterlambatan bahasa atau tidak. Perhatikanlah beberapa tanda berikut :

* Bisakah si kecil melakukan kontak mata?
* Tersenyum?
* Bermain dengan mainannya?
* berinteraksi dengan orang lain?
* mengerti apa yang dikatakan padanya?
* secara teratur menggunakan bahasa tubuh atau suara untuk mengkomunikasikan keinginan dan perasaannya?

Jika si kecil tidak bisa melakukan hal-hal di atas, Anda perlu waspada karena kemungkinan besar si kecil memiliki risiko tinggi mengalami keterlambatan berbahasa dan bicara. Tetapi jika tidak, Anda tak perlu terlalu khawatir. Karena riset mengenai keterlambatan bicara mengindikasikan bahwa anak-anak yang dapat mengerti kata-kata, menggunakan mata, bahasa tubuh dan suara, memiliki kecenderungan untuk dapat mengejar ketinggalannya tanpa perlu dilakukan banyak intervensi.

Menurut Laura, intervensi awal memang sangat diperlukan apalagi kapasitas anak untuk mempelajari kemampuan bahasa tertentu sangat dipengaruhi oleh kematangan otak, yang akan terus berkembang hingga si kecil berusia 3 tahun. Tiga tahun pertama adalah tahapan yang sangat penting baginya karena pada masa inilah terjadi banyak sinapsis (hubungan syaraf pada otak) yang terjadi dengan sangat pesat. Stimulasi yang diberikan akan makin memperkuat sinapsis. Sebaliknya, jika stimulasi jarang diberikan, biasanya perkembangan otak pun tak akan optimal. Itu sebabnya, anak-anak, apalagi bayi prematur, memerlukan stimulasi emosi, fisik, kognitif dan bahasa yang konsisten sejak lahir.

Meliana Simarmata

Sumber: Majalah Inspire Kids

Add comment November 14, 2009

Mengenali Masalah Umum pada Bayi Prematur

SUMBER : http://cyberjob.cbn.net.id/cbprtl/Cyberwoman/pda/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=Cyberwoman|0|0|8|1557

Mother And Baby

Setiap tahun, tercatat sekitar 10-15% bayi lahir prematur atau sebelum waktunya. Dan umumnya bayi yang lahir prematur akan memiliki banyak masalah setelah lahir. Menurut dr Rudy Firmansyah SpA, bayi prematur yang masa di kandungannya hanya 36-37 minggu memunyai angka kematian 5 kali lebih tinggi daripada bayi cukup bulan. Sedangkan bayi yang usia kandungannya hanya/di bawah 32 minggu memiliki angka kematian lebih tinggi lagi, yaitu 45 kali lebih tinggi daripada bayi cukup umur.

Menurut dr. Toto Wisnu Hendarto, dibanding bayi yang lahir normal, bayi prematur memang cenderung bermasalah. Belum matangnya masa gestasi menyebabkan ketidakmatangan pada semua sistem organnya, misalnya pada sistem pernapasan (organ paru-paru), sistem peredaran darah (jantung), sistem pencernaan dan penyerapan (usus), dan sistem saraf pusat (otak). Ketidakmatangan pada sistem-sistem organ itulah yang membuat bayi prematur cenderung mengalami kelainan-kelainan dibanding bayi normal.

Berikut risiko gangguan yang mungkin dialami bayi prematur pasca lahir:

Gangguan Pernafasan
Kelainan ini terjadi karena kurang matangnya paru-paru sehingga kekurangan surfaktan (cairan pelapis paru-paru) yang berfungsi mempertahankan mengembangnya gelumbung paru. Kurangnya jumlah surfaktan ini mengakibatkan pertukaran udara tidak berjalan baik dan membuat bayi akan mengalami sesak napas atau sindroma gangguan nafas (SGN). Tindakan yang diberikan biasanya berupa pemakaian alat bantu napas mekanik atau pemberian surfaktan eksternal, bergantung pada tingkat kematangan paru.

Hipoksia Perinatal (kekurangan oksigen)
Biasanya gangguan ini sudah mulai terjadi sejak bayi berada dalam kandungan dan dapat membuat bayi mengalami kegagalan bernafas spontan dan teratur pada menit-menit pertama setelah kelahiran. Untuk mengatasinya, umumnya dokter akan melakukan usaha bernapas kembali dengan pernapasan buatan atau pijat dan rangsang jantung.

Perdarahan Otak
Pendarahan otak terutama terjadi pada bayi prematur yang lahir kurang dari 34 minggu pada minggu pertama kelahiran. Gangguan inilah yang kemudian bisa menyebabkan bayi prematur menjadi kurang cerdas dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup umur.

Kelainan Jantung.
Kelainan yang sering terjadi adalah Patent Ductus Arteriosus, yaitu adanya hubungan antara aorta dengan pembuluh darah jantung yang menuju ke paru-paru. Saluran/duktus ini mengalirkan darah keluar dari paru yang belum berfungsi dan ia tetap terbuka selama kehamilan. Saat masih dalam kandungan, pembuluh darah ini digunakan untuk bernapas. Ketika lahir, bayi akan bernapas secara normal, sehingga pembuluh darah itu akan menutup. Tapi karena gagal napas maka pembuluh darah ini tak menutup.

Masalah Pendengaran
Pada bayi prematur risiko gangguan pendengaran pun jadi lebih tinggi. Kurang lebih 5% bayi prematuryang lahir kurang dari 32 minggu masa kehamilan akan mengalami kehilangan pendengaran pada usia 5 tahun.

Masalah Usus
Ketidakmatangan usus dapat menyebabkan bayi mengalami masalah dalam menerima dan menyerap nutrisi.

Mata Juling
Masalah mata juling juga kerap terjadi pada bayi yang lahir prematur. Karena itu, pemeriksaan mata secara intensif sangat perlu dilakukan untuk mencari kemungkinan gangguan mata sedini mungkin.

Kuning
Fungsi hati yang belum belum sempurna dan infeksi yang dialami ibu semasa hamil membuat bayi berpotensi mengalami kuning ketika lahir. Pada kasus ringan, dokter akan melakukan terapi sinar biru untuk mengatasi kuning pada bayi.

Cedera Kedinginan
Karena pengaturan suhu tubuh bayi yang belum sempurna bayi dapat mengalami cedera pada kulitnya. Dengan memasukkan bayi ke dalam inkubator atau melakukan gendong kangguru ( menggendong bayi tanpa baju menempel pada dada/kulit ibu kemudian menutupinya dengan selimut), bayi akan merasa hangat dan terhindar dari kedinginan.

Tidak Dapat Minum
Kurang sempurnanya sistem menghisapnya dapat membuat bayi mengalami kesulitan saat minum. Karena itu, diperlukan perawatan khusus untuk membantunya mengasup nutrisi.

Meliana Simarmata

Sumber: Majalah Inspire Kids

Add comment November 14, 2009

Previous Posts


Dapurku..

Jurnalku

Blog Aku Yang Lain

Fave Link

Pembaca Terhormat Saya Bukan Dokter

Artikel-artikel ini hanya untuk keperluan saya pribadi dari hasil browsing sana dan sini dan untuk referensi saya sendiri dalam mengasuh anak saya. jangan dijadikan patokan yaaaa

Quote Of The Day

Bayi tidak perlu computer atau mainan bagus-bagus. Yang mereka butuhkan adalah orang dewasa yang mengerti apa yang mereka rasakan dari waktu ke waktu. dan orang dewasa itu adalah kedua orang tuanya

Anda Pengunjung Ke :

Page Rank

Tulisan Teratas

Kalendar

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Kategori Awan

ANTIBIOTIK ASI BATUK PILEK BB TB dan GC DEMAM GIGI ANAK HEADLINE NEWS IMUNISASI KEHAMILAN KESEHATAN KESEHATAN ANAK MAINAN ANAK MPASI NEW BORN PARENTING PENDIDIKAN ANAK PERILAKU BAYI DAN ANAK POLA ASUH POLA MAKAN PROBLEM MAKAN PSIKOLOGI BAYI DAN ANAK RESEP RUD STIMULASI BAYI SUSU SAPI TAHAPAN BICARA TAHAPAN PERKEMBANGAN TATA LAKSANA PENYAKIT TEMPER TANTRUM TUMBUH KEMBANG

Kategori

Arsip

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Yulia di Apakah Temper Tantrum?
Mas hanz di Buku Tamu
hauramom di Buku Tamu
hauramom di Tentangku
mbah cyber di Tata Laksana Limfadenopati (pe…

Klik tertinggi

Top Rated

Facebook ku…

YMku Online Ga Ya?

My Son Birthday

Lilypie

My Honey

Image019

Image017

Image016

Image015

Image013z

Image013

Image012z

More Photos

Isi Buku Tamu ya..